1 / 42

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan. Oleh : dr. Yuniar Lestari, MKes. Pendahuluan. Kegiatan pembangunan perumahan , transportasi , industri,penyemprotan insektisida , dll . Dampak lingkungan Dampak Sosial Dampak Ekonomi Dampak Biofisik Dampak kesehatan.

Download Presentation

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PengelolaanLingkunganPeraturandanPerundang-undangan Oleh : dr. Yuniar Lestari, MKes YL - BLOK 4.1 2013

  2. Pendahuluan • Kegiatan pembangunanperumahan, transportasi, industri,penyemprotaninsektisida, dll. • Dampaklingkungan • DampakSosial • DampakEkonomi • DampakBiofisik • Dampakkesehatan PENGATURAN YL - BLOK 4.1 2013

  3. DasarKonstitusional • Alineake 4 Pembukaan UUD 1945 : “…..melindungisegenapbangsa Indonesia danseluruhtumpahdarah Indonesia …..” 2. Pasal 33 ayat 3 “ Bumi, air dankekayaanalam yang terkandungdidalamnyadikuasaiolehnegaradandipergunakanuntuksebesar-besarnyakemakmuranrakyat” YL - BLOK 4.1 2013

  4. YL - BLOK 4.1 2013

  5. YL - BLOK 4.1 2013

  6. UU lingkunganhidup • UU no 4/1982 -- UULH • UU no 23/1997 UUPLH • UU no.32/2009-- UUPPLH • Sanksi administratif, perdata dan pidana Kebijakanperubahan: • PerkembanganbarudlmKonferensiBumi (Rio de Janeiro, 1992) • Kurangkomplit (peraturanpelaksanaan, audit, dll) • Meningkatnyaperansertamasyarakat • Amdalmasihformalitas • Sanksibelummemadai YL - BLOK 4.1 2013

  7. UU lain / pendukung • UU no.5/1990 ttgkonservasi SDA hayatidanekosistemnya • UU no.24/1992 ttgpenataanruang • UU no.22/1999 ttgpemerintahdaerah • UU no.25/1999 ttgperimbangankeuanganantarapemerintahpusatdandaerah YL - BLOK 4.1 2013

  8. Peraturanpemerintah • PP no.27/1999 tentang AMDAL • PP no.85/1999 ttgperubahanatas PP no.18/1999 ttgpengelolaanlimbahberbahayadanberacun • PP no.19/1999 ttgpengendalianpencemarandan/perusakanlaut • PP no.41/1999 ttgpengendalianpencemaranudara • Keppres RI no.10/2000 ttgbadanpengendaliandampaklingkungan YL - BLOK 4.1 2013

  9. Keputusanmenteri • Kepmen LH no. KEP-42/MENLH/11/1994 ttgpedomanumumpelaksanaan audit lingkungan • KepmenLH no. KEP-30/MENLH/10/1999 ttgpanduanpenyusunandokumenpengelolaanlingkungan • KepmenLH no.2/2000 ttgpenilaiandokumen AMDAL • KepmenLH no.17/2001 ttgjenisusahadan/kegiatan yang wajib AMDAL • KepmenLH no.86/2002 ttgpedomanpelaksanaanupayapengelolaan LH danupayapemantauan LH YL - BLOK 4.1 2013

  10. Keputusanmenteri (2) • KepmenLH no. KEP-51/MENLH/10/1995 ttgbakumutulimbahcairbagikegiatanindustri • KepmenLH no. KEP-35/MENLH/10/1993 ttgAmbangbatasemisi gas buangkendaraanbermotor • KepmenLH no.KEP-13/MENLH/3/1995 ttg Baku mutuemisisumbertidakbergerak • KepmenLH no. KEP-48/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatkebisingan • KepmenLH no.KEP-49/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatgetaran • KepmenLH no.KEP-50/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatkebauan YL - BLOK 4.1 2013

  11. Peraturan Daerah • Perdapropsumbar no.4/1989 ttgpengelolaandanpengendalian LH sumbar • Perdapropsumbar no.10/1997 ttgorganisasidantatakerjaBapedaldasumbar • Peraturangubernursumbar no.5/2008 ttgpenetapankriteriamutu air sungai di prop. Sumbar • Kep. gub. sumbar no.26/2001 ttgpenetapanbakumutulimbahcairbagikegiatan hotel disumbar • Kep. gub. sumbar no.38/1999 ttgpemberlakuansanksiadministratifbagiperusahaan/industri/kegiatan yang menimbulkanperusakandanpencemaranlingkungandi prop. sumbar YL - BLOK 4.1 2013

  12. ContohImplementasi • PeraturanLingkunganPerumahan • PeraturanLingkunganIndustri • PeraturanLingkungan RS • Peraturantempatlainnya • Pemberlakuansesuailingkungan YL - BLOK 4.1 2013

  13. HAM • PiagamHakAzaziManusia = Tap MPR No.XVII/MPR/1998 ttg HAM Pasal 28 : Setiaporangberhakataslingkunganhidup yang baikdansehat YL - BLOK 4.1 2013

  14. Kewenanganpemerintahpusatdalamkebijakan LH • Penetapanpedomanpengendalian SDA • Pengaturanpengelolaanlingkungandalampemanfaatansumberdayalautdiluar 12 mil • Penilaian AMDAL bagikegiatanberdampaknegatifluasataumenyangkutpertahanandanketahanannegara • Penetapanbakumutulingkunganhidupdanpenetapanpedomantentangpencemaranlingkunganhidup • Penetapanpedomantentangkonservasi SDA YL - BLOK 4.1 2013

  15. Kewenangandaerahotonompropinsidalambidang LH • PengendalianlingkunganhiduplintasKab/Kota • Pengaturanpengelolaanlingkungandalampemanfaatansumberdayalaut 4 sampai 12 mil • Pengaturantentangpengamanandanpelestarian SDA lintaskab/kota • Penilaian AMDAL bagikegiatanberdampaknegatifluaspadalokasilebihdarisatukab/kota • PengawasanpelaksanaankonservasilintasKab/kota • Penetapanbakumutulingkunganhidupberdasarkan BML nasional YL - BLOK 4.1 2013

  16. PenegakanHukum • Apakahpenegakanhukumharusmelaluipengadilan ? Dapatdilakukanmelaluiberbagaijalurdenganberbagaisanksinya Sanksi : Administrasi Perdata Pidana YL - BLOK 4.1 2013

  17. Pengaturan ???? YL - BLOK 4.1 2013

  18. UU no. 18 Tahun 2008 TentangSampah • BAB II, Pasal 4 Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikansampahsebagaisumberdaya. • Pasal 13 Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial,kawasanindustri, kawasankhusus, fasilitasumum, fasilitassosial, danfasilitaslainnyawajibmenyediakanfasilitaspemilahansampah. YL - BLOK 4.1 2013

  19. Sampah … 3 R PenguranganSampah • Pasal 20 (1) Pengurangan sampah sebagaimana dimaksud meliputikegiatan: a. pembatasantimbulansampah; b. pendauranulangsampah; dan/atau c. pemanfaatankembalisampah. YL - BLOK 4.1 2013

  20. Belumdimasukkan pd 2012 • Reduksilimbahpadasumbernyamerupakanupaya yang harusdilaksanakanpertama kali karenaupayainibersifatpreventifyaitumencegahataumengurangiterjadinyalimbah yang keluardanprosesproduksi. • Reduksilimbahpadasumbernyaadalahupayamengurangi volume, konsentrasi, toksisitasdantingkatbahayalimbah yang akankeluarkelingkungansecarapreventiflangsungpadasumberpencemar, (Hananto, 1999) YL - BLOK 4.1 2013

  21. PenangananSampah Pasal 22 Kegiatanpenanganansampahsebagaimanadimaksudmeliputi: pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahansampahsesuaidenganjenis, jumlah, dan/atausifatsampah; YL - BLOK 4.1 2013

  22. Air Bersih Syarat Air Bersih • Syaratkuantitatif : 100 – 150 liter perorang / hari • Syaratkualitatif • Syaratfisik: tidakberwarna, tidakberasa, tidakberbau, jernih, pH 7, suhu = suhusekitar • Syaratkimia: zatkimiatidakmelebihiNilaiAmbang Batas (NAB) • Syaratbiologis: tidakmengandungganggang, jamur, protozoa, telurcacingdll • Syaratbakteriologis: tidakmengandungkumanpatogen. Indikator: kuman E-Coli YL - BLOK 4.1 2013

  23. SumurDangkal • Dindingsumurdisemensedalam 3 meter • Dasarsumurdiberikerikil • Bibirsumursetinggi 1 meter • Lantai (tepian) 1,5 meter • Mempunyaitutup • Sebaiknyadiambildenganpompa • Jarakke reservoir kakus > 10 meter • Untukmemenuhisyaratfisikdilakukanpenyaringan • Untukmemenuhisyaratbakteriologik, air dimasak YL - BLOK 4.1 2013

  24. Kelas Badan Air • Kelas A : digunakan untuk air baku • Kelas B : digunakan untuk pemandian alam dan pertanian • Kelas C : digunakan untuk perikanan darat, olah raga dan pariwisata YL - BLOK 4.1 2013

  25. Pembuangantinja SyaratPembuanganTinja • Tidakmengkontaminasitanah • Tidakmengkontaminasi air tanah • Tidakmengkontaminasi air permukaan • Tidakdapatdicapaivektor • Tidakmengganggupandanganmatadantidakberbau • Menggunakanteknologitepatguna YL - BLOK 4.1 2013

  26. Parameter Pencemaran Air • Kandunganzatpadat ( dissolved solid, suspended solid dan total solid ) dinyatakandalamppm • Kadar oksigenterlarut • Biological Oxygen Demand (BOD) yaitubanyaknyaoksigen yang diperlukanuntukoksidasizatorganikdalam air • Chemical Oxygen Demand (COD) yaitubanyaknyaoksigen yang diperlukanuntukoksidasizatkimiadalam air • BCOD : gabungankeduanya YL - BLOK 4.1 2013

  27. Kadar zat inorganik : logam berat, nitrat, fosfor • Kadar gas : asam sulfida, amonia, metana,… YL - BLOK 4.1 2013

  28. Pengolahan Air Limbah • Pengenceran (dilution) : penambahan air sehingga konsentrasi zat pencemar menurun. • Irigasi luas (broad irrigation) : pengaliran ke parit khusus ( ex. Limbah pemotongan hewan dan pemerahan susu hewan) • Kolam oksidasi ( oxydation pond – Lagoon ) : dengan memanfaatkan sinar matahari, ganggang, bakteri dan oksigen YL - BLOK 4.1 2013

  29. Water treatment plant dengan tahapan • Penyaringan (filtering) • Penggilingan (grinding) • Aerasi (aeration) • Pengendapan (sedimentation) YL - BLOK 4.1 2013

  30. SusunanUdaraBersih Normal • Nitrogen 78% • Oksigen 21% • Argon 0,93% • CO2 0,032% • Helion 0,01% • Neon 0,01% • Xenon 0,01% • Kripton 0,01% • Metana, CO sangatsedikit • Amoniak • NO, Hidrogensulfida YL - BLOK 4.1 2013

  31. RumahSakit POTENSI PENCEMARAN KEGIATAN LIMBAH NON KLINIS KLINIS PENGELOLAAN • PENGUNJUNG • PETUGAS • MASYARAKAT YL - BLOK 4.1 2013

  32. Pencegahanpenyakitmenularterhadaplingkungansekitar Limbah yang dihasilkanolehrumahsakit, puskesmas, dantempatpraktekkedokteranlainnyatermasukdalamkategori biohazard (virus, bakteri, dll) yang dapatmembahayakanlingkungansehinggaharusdikeloladenganbaik YL - BLOK 4.1 2013

  33. PenggolonganLimbahKlinis • Gol. A : dressing bedah, swab, bangkai, jaringan, … • Gol. B : syringe, jarum, pecahangelas, bendatajam • Gol. C : limbah lab, postmortem, … (kecuali yang tercantumdlm A) • Gol. D : limbahbahankimia, farmasi, … • Gol. E : kantongurin, plastikpelapis bed, … YL - BLOK 4.1 2013

  34. Pemisahan limbah Kode warna yang disarankan YL - BLOK 4.1 2013

  35. Insinerator • Disarankan untuk benda tajam, infeksius dan jaringan tubuh • Untuk limbah sitotoksik suhu >110oC • Pemeliharaan sesuai spesifikasi desain • Emisi ke udara dipantau • Bila insinerator tidak mencukupi, dapat dilakukan sanitary land fill YL - BLOK 4.1 2013

  36. Penyediaan Air bersih RS Air dipertahankansecarakuantitasdankualitas agar tidakmenjadisumberinfeksibaru. Secaraumumjumlah air bersihdidasarkanpadajumlahtempattidur. Minimal 500 liter/ TT / hari. Kualitas air sesuaidenganPermenkes 416/1990. YL - BLOK 4.1 2013

  37. Pengawasan kualitas air • Inspeksi Sanitasi • Pengambilan sampel ( bakteriologik 1xsebulan, kimiawi 1x6 bulan ) • Pemeriksaan sampel ( Lab. Terdekat/ Lab. RS,… ) • Pencatatan dan analisis YL - BLOK 4.1 2013

  38. Desinfeksi sistim saluran air bersih Bahan : chlorin ( kalsiumhipoklorit,… ) Cara terbaik : terusmenerus (hingga 50 mg/l) Residubebas : 1 mg/l YL - BLOK 4.1 2013

  39. Pengelolaan Linen Linen kotor adalah sumber kontaminasi penting di RS Penyebaran mikroba dapat terjadi ketika pengangkutan linen. Alat angkut : kereta dorong. Idealnya terpisah antara linen kotor dan bersih. Kereta dibedakan warnanya/bentuknya. YL - BLOK 4.1 2013

  40. PengendalianSerangga & Tikus Seranggadantikusdapatmenjadivektorataupun reservoir penyakit Dapat pula menimbulkankerugianekonomi Spesiesserangga yang seringditemukandi RS adalahlalatdankecoa Serangga lain : nyamuk, semut, pinjal/kutu YL - BLOK 4.1 2013

  41. Referensi YL - BLOK 4.1 2013

  42. TerimaKasih YL - BLOK 4.1 2013

More Related