1 / 37

JANTUNG (COR)

JANTUNG (COR). BENTUK, SUMBU,LETAK DAN FIKSASI JANTUNG. Jantung →conus atau kerucut terpancung Alas (= basis cordis) → ke dorsalis, cranialis, kanan. Puncak (= apex cordis ) → keventral, caudalis, kiri. Ukurannya → genggaman tangan kanan Berat ± 250-300 gram. 4 rongga :

Download Presentation

JANTUNG (COR)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. JANTUNG (COR)

  2. BENTUK, SUMBU,LETAK DAN FIKSASI JANTUNG • Jantung →conus atau kerucut terpancung • Alas (=basis cordis) → ke dorsalis, cranialis, kanan. • Puncak (=apex cordis) → keventral, caudalis, kiri. • Ukurannya → genggaman tangan kanan • Berat ± 250-300 gram. • 4 rongga : basalis: atrium dextrum dan atrium sinistrum apicalis:ventriculus dexter danventriculus sinister

  3. Bagian-bagian jantung yang letaknya di kanan bidang median adalah : 1. atrium dextrum 2. sebagian kecil ventriculus dexter 3. sebagian kecil atrium sinistrum

  4. Bagian-bagian jantung yang letaknya di kiri bidang median : 1. sebagian besar ventriculus dexter 2. seluruh ventriculus sinister 3. sebagian besar atrium sinistrum dengan auricula sinistrum 4. puncak auricula cordis dextra

  5. Letak tetap jantung dipengaruhi oleh : 1. Umur • Pada orang dewasa, ictus cordis terdapat pada sela iga V kiri, agak medialis terhadap linea medioclavicularis . • Pada bayi, ictus cordis terdapat disela iga IV kiri dan biasanya di lateralis linea medioclavicularis, dan nanti sesudah berumur kira-kira 9 tahun menjadi seperti orang dewasa.

  6. 2. Bentuk thorax • Pada thorax yang bentuknya bundar, ictus cordis berpindah ke agak lebih lateralis dan cranialis, sehingga sumbu jantung menjadi lebih melintang. • Pada thorax yang sangat panjang, sumbu jantung menjadi lebih curam.

  7. 3. Letak diaphragma Letak diaphragma yang tinggi mengakibatkan jantung terletak melintang. 4. Viscera abdominalis Alat-alat dalaman perut padat yang terletak di caudalis diaphragma, seperti hepar dan lien, dapat mempengaruhi letak jantung di dalam thorax.

  8. 5. Pembuluh-pembuluh besar • Basis jantung difiksasi oleh pembuluh-pembuluh besar. • Bagian ventriculus lebih mudah bergerak dari bagian atrium karena bagian ventriculus lebih dekat ke apex.

  9. Letak sementara jantung dipengaruhi oleh: 1. Gerakan diaphragma Letak seluruh jantung dipengaruhi oleh letak fisiologis diaphragmahanya turun sangat sedikit pada kontraksi diaphragma dan pernafasan biasa.

  10. 2. Perubahan letak orang yang diperiksa • sikap tegak ke letak punggung →menyebabkan ictus cordis melemah bahkan menghilang, karena apex cordis tenggelam ke dalam thorax. • Pada letak sisi →ictus cordis berpindah ke arah sisi yang sesuai. • Pergeseran ke kanan lebih terbatas karena gerakan jantung terhalang oleh v.cava inferior

  11. 3. Terisinya ventriculus (gaster) Pengisian gaster yang cukup banyak akan mendorong kubah diaphragma kiri (= cupula sinistra diphragmatis) ke cranialis →mendorong jantung yang ada di atasnya sehingga bentuknya lebih mendatar dan memanjang kearah lateralis, terutama ke sisi kiri.

  12. Jantung mendapat fiksasi oleh: 1. Tekanan dalaman-dalaman viscera yang berdekatan yaitu: • paru, yang menahan dari lateralis • Cupula diphragmatis dan viscera abdominalis, yang di caudalisnya terdapat hepar, gaster, dan lien yang menahan dari caudalisnya.

  13. 2. Vena cava inferior Dinding v. Cava inferior bertumbuh menjadi satu dengan bagian foramen venae cavae sehingga memfiksasi atrium dextrum pada diaphragma. 3. Pembuluh-pembuluh besar yang keluar masuk pada basis cordis.

  14. LAPISAN JANTUNG • Endokardium Merupakan lapisan jantung yang terdalam, yang terdiri dari : →jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung.

  15. Miokardium Lapisan inti jantung →otot2 jantung (bundalan2 otot) • Bundalan otot atria, yang terdapat dibagian kiri/kanan dan basis cordis yang membentuk auricula cordis. • Bundalan otot ventrikel, yang membentuk bilik jantung, dimulai dari cincin atrioventrikuler sampai diapex jantung. • Bundalan otot atrioventrikuler, merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik jantung.

  16. Perikardium Lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus, terdiri dari 2 lapisan yaitu • Lapisan parietal • Lapisan viseral Keduanya bertemu dipangkal jantung membentuk kantung jantung.

  17. Fungsi bilik jantung • Atrium kanan Menampung darah miskin oksigen dari tubuh melalui vena kava superior serta inferior. • Ventrikel kanan Berupa pompa berotot, menampung darah dari atrium kanan dan memompanya keparu melalui arteri pulmoner.

  18. Atrium kiri Menerima darah kaya oksigen dari paru melalui ke empat vena pulmoner. Darah kemudian mengalir ke ventrikel kiri. • Ventrikel kiri Bilik paling besar dan paling berotot, menerima darah kaya oksigen dari paru melalui atrium kiri dan memompanya kedalam sistim sirkulasi melalui aorta.

  19. Katup-katup jantung • Valvula trikuspidalis terdapat antara atrium dekstra dengan ventrikel dekstra yang terdiri dari 3 katup. • Valvula bikuspidalis terletak antara atrium sinistra dengan ventrikel sinistra yang terdiri dari 2 katup.

  20. Valvula semiulnaris arteri pulmonalis terletak antara ventrikel dekstra dengan arteri pulmonalis, tempat darah mengalir menuju paru2. • Valvula semiulnaris aorta terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta tempat darah mengalir menuju keseluruh tubuh.

  21. Dalam kerjanya jantung mempunyai 3 periode : 1. Periode konstriksi (periode sistole) • ventrikel dalam keadaan menguncup • Katup bikus dan trikuspidalis dalam keadaan tertutup • valvula semiulnaris aorta dan valvula semiulnaris arteri pulmonalis terbuka →darah dari ventrikel dekstra mengalir ke arteri pulmonalis masuk ke paru2 kiri dan kanan. Sedangkan darah dari ventrikel sinistra mengalir ke aorta kemudian diedarkan keseluruh tubuh.

  22. 2. Periode dilatasi (periode diastole) • Suatu keadaan ketika jantung mengembang • Katup bikus dan trikuspidalis terbuka →darah dari atrium sinistra masuk ventrikel sinistra dan darah dari atrium dekstra masuk ke ventrikel dekstra. →darah yang ada di paru2 kiri dan kanan melalui vena pulmonalis masuk ke atrium sinistra dan darah dari seluruh tubuh masuk ke atrium dekstra.

  23. 3. Periode istirahat • waktu antara periode konstriksi dan dilatasi ketika jantung berhenti kira 1/10 detik. • Pada waktu kita beristirahat jantung akan menguncup sebanyak 70-80 kali/menit. • Pada tiap2 kontraksi jantung akan memindahkan darah sebanyak 60-70 cc.

  24. Pembuluh-pembuluh darah jantung 1. Pasokan darah arteri jantung A.koronaria↔ memasok jantung dengan darah teroksigenasi Berasal: • A.koronaria sinistra keluar dari sinus aorta tepat di atas daun posterior kiri katup aorta. • A.koronaria dekstra keluar dari sinus aorta tepat di atas daun anterior katup aorta.

  25. 2. Drainase vena jantung(pembuluh2 balik jantung) Venae cordis yang bermuara ke dalam sinus coronarius adalah: • Vena cordis magna • Vena cordis media • Vena cordis parva • Vena posterior ventriculi sinistri • Vena obliqua atrii sinistri (MARSHALII)

  26. venae cordis bermuara langsung ke atrium dextrum, atau ke ruangan jantung lainnya, yaitu: • Venae cordis anteriores Merupakan vena2 kecil yang menyilang sulkus atrioventrikuler dan mengalir langsung ke atrium kanan. • Venae cordis minimae (THEBESII) Merupakan vena2 kecil yang langsung mengalir ke dalam bilik2 jantung

  27. Sistim konduksi jantung 1. Nodus sino-atrial (SA) atau pacemaker • Pencetus aliran listrik pada jantung (pacu jantung, pacemaker). • Letak: Pd pertemuan v.kava superior dan atrium kanan. • N. nodus SA mengawali setiap denyut jantung, →membangkitkan rangsangan listrik sekitar 60-100 kali/menit. • Berkas internodus dan interatrium membawa gelombang depolarisasi melalui atrium kanan dan kiri.

  28. 2. Nodus Atrioventrikuler (AV) • Terletak di aspek bawah dari septum atrium. • Nodus AV menerima rangsangan listrik dari nodus SA. • Dari sini impuls diteruskan ke ventrikel melalui atrioventrikuler bundle (of his) yang turun ke septum interventrikuler.

  29. 3. Berkas His (bundle of His) atau berkas AV • Terbagi menjadi cabang kanan dan kiri yang mengirim serabut purkinje di bagian subendokardium dari ventrikel. • Posisi serabut purkinje menyebabkan kontraksi ventrikel yang hampir singkron.

  30. Pasokan sarafi jantung • Saraf-saraf →plexus nervosus cardiacus (basis cordis). • Plexus terbentuk dari → Nn.vagi dan truncus simpathicus. • Nn.cardiaci yang berasal dari SSO →mengontrol sistim penghantar impuls jantung.

  31. Saraf simpatis → • Peningkatan kecepatan denyut jantung • Peningkatan kekuatan kontraksi jantung • Pelebaran (=dilatatio) a.coronaria yang memasok vaskularisasi jantung. Dengan demikian myocardium akan mendapatkan lebih banyak pasokan oksigen dan nutrien.

  32. Sistim saraf pusat (SSP) melalui plexus cardiacus menjalankan : • Kontrol terhadap kegiatan jantung • Pemantauan tekanan darah • Pemantauan pernapasan

  33. Saraf parasimpatis → • Perlambatan denyut jantung • Pengurangan kekuatan kontraksi jantung • Penyempitan (=constrictio) a.coronariae.

More Related