1 / 53

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR)

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR). NOV-2013. Tujuan KRR. Membantu remaja agar memahami dan menyadari KRR Memiliki sikap & perilaku sehat yg btanggungjawab dgn masalah KR. Kebijakan dan KRR.

avi
Download Presentation

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA(KRR) NOV-2013

  2. Tujuan KRR • Membantu remaja agar memahami dan menyadari KRR • Memiliki sikap & perilaku sehat yg btanggungjawab dgn masalah KR

  3. Kebijakan dan KRR • Pemerintah, masy termasuk remaja wajib menciptakan lingkungan kondusif agar remaja dapat berperilaku hidup sehat • Setiap remaja mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pelay kesh berkualitas tmsk pelay informasi dgn memperhatikan kesetaraan & keadilan gender

  4. Strategi yang diterapkan • Pembinaan kesh remaja disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembangnya • Pelaksanaan pembinaan kesehatan remaja dilaksanakan terpadu lintas program dan lintas sektor scr efektif dan efisien

  5. Lanjutan… • Pelay kesh remaja dilakukan melalui pelay kesehatan dasar dan rujukannya • Pelay kesh remaja dilakukan secara pro aktif melalui penerapan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

  6. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja atau disingkat PKPR • Sebutan ini merupakan terjemahan dari istilah adolescent friendly health services (AFHS), yang sebelumnya dikenal dengan youth friendly health services (YFHS). • Model pelayanan kesehatan remaja yang memenuhi kebutuhan, hak dan “selera” remaja di beberapa propinsi, dan diperkenalkan dengan sebutan pelayanan kesehatan peduli remaja atau disingkat PKPR.

  7. Sasaran PKPR • Remaja usia 10-19 tahun • Pelajar SLTP/MTs, SMU/MA, • remaja putus sekolah. • Memantapkan program UKS dan pesantren di wilayah kerja puskesmas • Perluasan jangkauan pelay kesh di luar sekolah.

  8. Segmentasi pelayanan • Remaja tidak bermasalah : tidak berperilaku berisiko dan tidak mempunyai masalah • Remaja berisiko : pernah melakukan perilaku berisiko bagi kesehatan • Remaja bermasalah : melakukan perilaku berisiko dan telah mengalami dampak/akibat

  9. Langkah kegiatan • Perencanaan : kajian sederhana, pembentukan tim dan persiapan petugas kesehatan • Pembentukan tim di kab/kota dan kecamatan dengan melakukan upaya dukungan politis • Pelaksanaan : fokus pelayanan.

  10. Jenis pelayanan KRR • Puskesmas : promotif dan preventif • Rumah sakit : kuratif dan rehabilitatif

  11. Peran masing2 sektor • Sektor kesehatan : menyelenggarakan pelay KRR dlm upaya mjd calon orang tua yg sehat • Sektor KB : menyelenggarakan pelay KIE dalam membina kaum remaja utk mjalankan kehidupan reproduksi yg sehat dan mpersiapkan keluarga yg berkualitas

  12. Lanjutan… • Sektor pendidikan : menyelenggarakan pendidikan kurikuler/ekstrakurikuler utk membina remaja menjalankan KR yg sehat melalui sekolah umum dan kejuruan • Sektor sosial : membina remaja melalui kelp karang taruna

  13. Lanjutan… • Sektor agama : membina remaja melalui pondok pesantren, remaja masjid/gereja dan sekolah agama

  14. Permasalahan KRR • Permisivitas remaja terhadap perilaku berisiko • Kurangnya akses pelayanan • Kurangnya informasi yg benar dan dpt diptanggungjawabkan • Banyaknya akses pada informasi yg salah tanpa tapisan • Masalah IMS termasuk HIV/AIDS

  15. Lanjutan… • Tindak kekerasan seksual seperti pemerkosaan, pelecehan seksual dan transaksi seks komersial • Kehamilan dan persalinan di usia muda yg berisiko kematian ibu dan bayi • Kehamilan yg tidak dikehendaki menjurus pada aborsi tidak aman dan komplikasinya.

  16. Faktor penyebab remaja melakukan seks pra nikah

  17. Penyebab dasar dari permasalahan • Rendahnya pendidikan remaja • Kurangnya keterampilan petugas kesehatan • Kurangnya kesadaran semua pihak akan pentingnya penanganan kesehatan remaja

  18. Upaya peningkatan pengetahuan KRR • Tumbuh kembang remaja : fisik, kejiwaan, kematangan seksual termasuk permasalahan yg dihadapi remaja. • Persiapan pra nikah : pemeriksaan kesehatan, gizi dan imunisasi TT • Persiapan psikis dan psikososial pra nikah

  19. Lanjutan… • Proses reproduksi sehat yg bertanggungjawab • IMS termasuk HIV/AIDS • Penyalahgunaan NAPZA • Kehamilan tidak diinginkan • Kekerasan seksual • Penyimpangan perilaku seksual

  20. Lanjutan… • KIE kesehatan • Pengenalan gender • Pemeliharaan kesehatan sistem reproduksi

  21. Perilaku Seksual Remaja (BAB 14) • Kehamilan Remaja (BAB 15) • IMS pada Remaja (BAB 16) • HIV/AIDS pada Remaja (BAB 21) • Gay, Lesbian & Biseksual pada Remaja (BAB 28) • KETERANGAN : BAB MENUNJUKKAN LINK DG TUMBUH KEMBANG REMAJA DAN PERMASALAHANNYA, SOETJININGSIH 2010

  22. 1. Perilaku Seksual Remaja • Pemahaman ttg perilaku seksual remaja adalh PENTING, krn remaja merupakan masa peralihan dari perilaku seksual anak  dewasa. • Kurang pemahaman  sangat merugikan remaja & keluarga  perkembangan penting • Kurang pemahaman disebabkan beberapa faktor-faktor ,al : • Adat istiadat • Budaya • Agama • Kurang informasi Dampak merugikan bagi remaja

  23. Akibat kurang pemahaman terhadap perilaku seksual remaja  dapat terjadi : • Hub seksual pd masa pubertas (80% L, 70% P), 20% memiliki partner 4/ lebih. • 53% P usia 15-19th melakukan hub seksual, L 2x lipat. • Bbrp kekerasan seksual dilakukan remaja kpd sebaya atau anak lebih kecil (3-11 thn). Sebagian remaja mengalami kebingungan utk memahami apa yg boleh & tidak boleh. Perilaku seksual remaja kurang sehat. Pemahaman ilmu pengetahuan >< ilmu agama

  24. Perkembangan seksual remaja :1. Fisik (nyata) 2. Psikososial (bervariasi): • REMAJA : • Ingin bersikap tidak tergantung pada orang tua • Ingin mengembangkan ketrampilan scr interaktif dg kelompoknya • Mulai mempelajari prinsip2 etika • Ingin menunjukkan kemampuan intelektualnya • Mempunyai tgjwb pribadi & sosial

  25. Aktifitas seksual, dapat terjadi : • Sentuhan seksual • Membangkitkan gairah seksual • Seks oral • Seks anal • Masturbasi • Hubungan heteroseksual Perkembangan perilaku seksual dipengaruhi a.l: • Perkembangan fisik • Perkembangan psikis • Proses belajar • Sosio kultural

  26. Hubungan Seksual Remaja, sebagai gambaran : Faktor berpengaruh: • Saat pubertas, tdk memahami perubahan yg dialaminya • Kontrol sosial kurang tepat (terlalu ketat/ longgar) • Frekuensi pertemuan dg pacar >> & tanpa kontrol • Kondisi keluarga • Kontrol ortu kurang • Status ekonomi • Korban pelecehan seksual AS : meningkat 1% tiap tahunnya, dampak: • 40% remaja hamil sebelum tamat sekolah menengah  50% abortus, 50% melahirkan • Penularan IMS terutama HIV/AIDS

  27. Faktor berpengaruh (lanjutan) : • Tekanan teman sebaya • Penyalahgunaan NAPZA • hilang kontrol karena tdk tahu batas boleh-tidak boleh • Merasa sudah saatnya • Keinginan menunjukkan cinta kepada pasangan • Penerimaan aktifitas seksual pasangan • Menunjukkan kegagahan & kemampuan fisik • Peningkatan rangsangan seksual akibat peningkatan kadar hormon reproduksi

  28. Saran  pencegahan masalah perilaku seksual remaja : • Pendidikan seksual scr holistik & terpadu perlu diberikan kepada anak sedini mungkin, dan juga kepada ortu & konselor • Perlu perubahan pemahaman masy trhadap seksualitas dari kaku  fleksibel • Kepedulian masy thdp seks yg aman & sehat perlu ditingkatkan.

  29. 2. Kehamilan Remaja Kehamilan & mjd ortu pd masa remaja  Risiko medis & psikososial pd ibu (remaja) dan bayinya. • Resiko kehamilan • Kondisi keluarga kurang baik • Kondisi fisiologis • Kondisi psikososial intrinsik remaja • Faktor sosiodemografi,al : • Kemiskinan • Pendidikan <<

  30. Masalah remaja  Faktor2: • Perubahan biologik & psikologik • Institusi pendidikan : ortu & guru, kurang siap memberi info yg benar & tepat waktu • Perbaikan gizi  usia menarche lebih cepat  pola tradisional : kawin muda • Kemajuan teknologi  arus informasi sulit diseleksi • Kemajuan pembangunan, pertumbuhan penduduk, transisi industri  urbanisasi  perubahan tata nilai • Kurangnya pemanfaatan sarana penyaluran gejolak remaja  aktifitas jasmani <<

  31. Gejala masalah: • Hub seks pranikah • Remaja tdk siap mengatasi kehamilan  aborsi, kekejaman pd bayi, masalah perawatan anak, konsekuensi sosial, beban ekonomi • Ketakutan yg tidak wajar • Ggn kesehatan akibat ketidak tahuan, kurangnya kendali diri, dan kurangnya bimbingan • Tingkat kebugaran rendah • Lambatnya prestasi OR  derajat kesegaran jasmani pd remaja

  32. Hamil usia remaja, pengaruh pada: • Perawatan anak • Pendidikan anak • Pengembangan fisik & mental anak • Kehidupan sosial keluarga Hamil usia remaja  risiko komplikasi ibu & anak, al: • Anemia • Abortus • Lahir prematur • Kematian perinatal • Perdarahan pd tindakan operatif obstetrik

  33. KTD & Akibatnya Perilaku seks pranikah  Kehamilan tak diharapkan (KTD) • Mempertahankan kehamilan • Mengakhiri kehamilan (Aborsi) • Risiko: • Fisik • Psikis • Sosial • Ekonomi • (Baca Referensi)

  34. KURANGNYA PENGETAHUAN MENGENAI HUBUNGAN SEKSUAL. • DARI JUMLAH REMAJA YANG HAMIL PADA PRA NIKAH DAPAT DISIMPULKAN BAHWA BANYAK REMAJA MASIH MINIM PENGETAHUANNYA AKAN HUBUNGAN SEKSUAL. • PENGETAHUAN YANG SETENGAH-SETENGAH JUSTRU LEBIH BERBAHAYA KETIMBANG TIDAK TAHU SAMA SEKALI. • PENGETAHUAN YANG SETENGAH-SETENGAH TIDAK HANYA MENDORONG REMAJA UNTUK MENCOBA-COBA, TAPI JUGA MENIMBULKAN SALAH PERSEPSI. • komunikasi orangtua – anak berperanpentingbagipemantauanperilakuanakdimasyarakat. • orangtuadapatmemasukkanhal-hal yang bolehdantidakbolehdilakukandanapakonsekuensinyakalaudilanggar. • Kepercayaandariorangtuaakanmembuatmerekamerasalebihbertanggungjawab.

  35. 3. Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.

  36. IMS pada Remaja • IMS : jejak yg mengambarkan corak perilaku seksual anak  remaja. • Di dunia : remaja merupakan kelompok terbanyak menderita IMS. Epidemiologi & Besar Permasalahan • Penyebab : dorongan & aktifitas seksual tinggi  tukar pasangan seks  resiko IMS >> • Gambaran masalah: 1. AS : kasus IMS 20 juta/thn  30% remaja  >50% dewasa muda (<25thn)

  37. 2. Inggris : Peningkatan kasus IMS terutama pd klp remaja  th 2000: 34% klamidia & 40% Go adalh remaja perempuan 3. Indonesia : kasus IMS terbanyak pd klp remaja; usia 20-24 thn. • Dampak tdk bisa diabaikan  penyulit dan penjalaran pd organ tubuh lain: • Reproduksi ♀ : kemandulan, penyakit radang panggul (pelvic inflamatory diseases, PID), kehamilan di luar kandungan. • Bayi : Go & klamidia ibu  infx pd mata bayi  kebutaan. • IMS mempermudah penularan HIV/AIDS  org dengan risiko tinggi terhadap IMS = risiko HIV/AIDS >>. • Upaya penanggulangan IMS  menekan penyebaran HIV/AIDS

  38. Gonore / GO (Kencing Nanah) • Penyebab : Bakteri Neisseria gonorhea • Gejala pada Pria : Keluar cairan berwarna putih kekuning kehijauan, rasa panas, gatal dan nyeri. • Gejala pada Wanita : Keputihan, cairan vagina kental kekuningan, rasa nyeri dirongga panggul dan sakit waktu haids. • Akibatnya : Penyakit radang panggul, kemungkinan mandul, infeksi mata pada bayi yang dilahirkan, memudahkan penularan HIV/AIDS. • YANG LAIN (dll): • Batu Singa Bakteri Treponema palidium • Herpes Genitalis Virus Herpes Simplex • Trikomonas Vaginalis Protozoa Vaginalis • Condiloma Akuminata (Jengger Ayam)  Virus Human papilomma

  39. Penelitian (2007) di 4 kota di Indonesia, 450 responden dengan umur 15 – 24 tahun. • 65% informasi tentang seks didapat dari kawan ; 35% dari film porno ; 5% yang mendapatkan informasi tentang seks dari orang tua. • Para remaja juga mengaku tahu resiko terkena PMS (29%), sehingga harus menggunakan kontrasepsi (29%) tapi hanya 24% dari responden remaja ini yang melakukan preventif untuk mencegah penyakit AIDS yang menghinggapi mereka.

  40. 4. HIV/AIDS pada Remaja Faktor risiko : • Perubahan fisiologis • Aktifitas seksual • Infeksi menular seksual (IMS) • Perilaku penggunaan obat • Anak jalanan & remaja yang lari dari rumah Penanganan: • Medis • Psikososial • Kebijakan  sistem pelayanan komprehensif: penilaian risiko, intervensi pencegahan, plynn psikososial sblum remaja terinfx (konseling), penatalaksanaan penyakit terkait HIV.

  41. CARA-CARA PENULARAN SEKS JARUM SUNTIK IBU DARAH ANAK REMAJA

  42. HIV(Human Immunodeficiency Virus) • VIRUS YG MENYERANG SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA  AIDS. • MENYERANG SEL LIMPOSIT–T (CD4) YG BERFUNGSI SBG SALAH SATU SIST. KEKEBALAN TUBUH MANUSIA. • MENGGUNAKAN RNA SBG MOLEKUL PEMBAWA INFORMASI GENETIK.

  43. A= AQUIRED (DIDAPAT) • I = IMMUNO ( SISTEM KEKEBALAN) • D= DEFICIENCY (KEKURANGAN) • S= SYNDROME (KUMPULAN GEJALA) • KUMPULAN GEJALA PENYAKIT AKIBAT MENURUNNYA SISTEM KEKEBALAN TUBUH OLEH HIV.

  44. Strategi Pencegahan HIV/AIDS : • Informasi ttg infx, transmisi, & pencegahannya • Instruksi & demonstrasi pemakaian kondom • Informasi ttg perilaku yg berhubungan dengan risiko  utk menilai diri sendiri • Informasi & role-play utk mengembangkan kemampuan komunikasi & sikap remaja  bertahan terhadap tekanan terhadap perilaku berisiko.

  45. 5. Gay, Lesbian & Biseksual pada Remaja • GLB  HIV/AIDS • Remaja GLB = remaja lain ≠ orientasi seksual  penolakan dari keluarga, teman, sekolah, dan masyarakat luas. • Sering mendapat kekerasan verbal, fisik, seksual  lari dari rumah, DO sekolah  tinggal di jlnn, prostitusi, penyalahgunaan obat, depresi, bunuh diri, IMS.

  46. Remaja GLB sebagian besar sama dengan kelompok heteroseksual dalam perjuangannya pada masa remaja.  • Walaupun berhadapan dengan penolakan orang tua, pemimpin agama dan teman-teman yang tentu tidak dapat menerima perilaku homoseksualitas.  • Remaja pada umumnya menyembunyikan perasaan seksualitas dari teman dekat dan keluarga sehingga makin terisolasi.

  47. faktor genetik : homoseksual • Penelitian orientasi homoseksual telah terbukti diantara kembar identik, kembar heterozigot dan saudara kandung.  • Penelitian  angka kejadian homoseksual pada kembar identik lebih tinggi (48-66%) dibandingkan kembar heterozigot.  • Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik memegang peranan penting, walaupun bukan satu-satunya penyebab.

  48. Faktor Hormonal • keseimbangan hormone androgen sebelum dan saat dewasa  ada kontribusi pd homoseksual • Hormon androgen prenatal diperlukan untuk perkembangan genitalia eksternal laki pada fetus dengan genetik laki. • Pada kasus yang dikenal sebagai Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) yaitu suatu kondisi dimana secara congenital terdapat defek dari suatu enzim  sehingga terjadi produksi hormon androgen secara berlebihan.  • Jika CAH terjadi pada fetus perempuan, maka akan menyebabkan terjadinya maskulinisasi pada bayi perempuan itu.

  49. Teori-teori Psikososial. Beberapa teori perkembangan orientasi homoseksual menghubungkan dengan pola asuh, trauma kehidupan dan tanda-tanda psikologis individu. • Freud dalam Wilson (2003) hubungan buruk dengan ayah dan memiliki ibu yang sangat dekat dengan dirinya  homoseksual • Beiber dan Socrarides dalam  Wilson (2003) melaporkan bahwa banyak kaum homoseksual mempunyai ibu yang dominan, overprotektif dan ayah yang lemah, bermusuhan dan bahkan tidak ada. Mereka berpendapat bahwa hubungan dengan orangtua seperti ini dapat menyebabkan rasa bersalah dan kecemasan yang mendorong mereka menjadi homoseksual.

  50. Beberapa terminologi : • Orientasi seksual: gambaran menetap dr gairah emosi & seksual ssorg thdp sesama jenis, lawan jenis, atau kedua jenis kelamin. • Identitas jenis kelamin: ssorg yg dari lahirnya sudah diketahui L/P, biasanya tampak jelas pd usia 3 tahun • Homoseksual: ssorg yg mengalami bangkitan emosi & sesksual thdp sesama jenis kelamin  Gay istilah utk L, Lesbian istilah utk P. • Heteroseksual: ssorg yg mengalami bangkitan emosi & seksual trhdp lawan jenis • Biseksual: individu yg melakukan aktifitas homoseksual & heteroseksual secara menetap selama satu periode kehidupan

More Related