1 / 20

PERHITUNGAN SKS DI FAKULTAS KEDOKTERAN

PERHITUNGAN SKS DI FAKULTAS KEDOKTERAN. PENDAHULUAN. Tujuan pemberlakuan SKS: Untuk menentukan beban belajar bagi mahasiswa dalam menjalani program pendidikan di perguruan tinggi. Dijadikan pegangan untuk pengajar berapa berat beban mengajarnya. Landasan Hukum:

bruce-olson
Download Presentation

PERHITUNGAN SKS DI FAKULTAS KEDOKTERAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERHITUNGAN SKS DI FAKULTAS KEDOKTERAN

  2. PENDAHULUAN • Tujuan pemberlakuan SKS: • Untuk menentukan beban belajar bagi mahasiswa dalam menjalani program pendidikan di perguruan tinggi. • Dijadikan pegangan untuk pengajar berapa berat beban mengajarnya. • Landasan Hukum: • SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 124/U/1979 mengenai penggunaan sks di perguruan tinggi.

  3. PERHITUNGAN SEMESTER Waktu efektif 1 semester untuk proses belajar mengajar adalah minimal 16 minggu.

  4. PEMBERIAN NILAI 1 SKS 1. KULIAH Kuliah tatap muka: 50 menit, berikut diskusi Kegiatan akademik terstruktur: 60 menit Kegiatan akademik mandiri: 60 menit Kuliah 1 jam/minggu/semester adalah sebesar 1 sks. Dengan demikian angka pembagi untuk kuliah adalah = 1

  5. 2. PRAKTIKUM DI LABORATORIUM Kegiatan praktikum di laboratorium: 2 x 50 menit Kegiatan akademik terstruktur: 60 menit Kegiatan akademik mandiri: 60 menit Jadi, nilai sks untuk praktikum dengan penjadwalan 2 – 4/jam/minggu/semester adalah 1 sks. Dengan demikian nilai pembagi untuk praktikum adalah = 2 - 4

  6. 3. KERJA LAPANGAN Kegiatan kerja lapangan yang dilakukan selama 4 – 5 jam/minggu/semester, mendapatkan nilai 1 sks. 4. KARYA TULIS/ PENELITIAN Nilai sks diberikan untuk kerja 3 jam setiap hari selama 1 bulan penuh yaitu 25 hari atau sekitar 75 jam per semester. Jadwal kerja penelitiannya: 4 – 5 jam/minggu/semester mendapat nilai 1 sks.

  7. KEGIATAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN DI LUAR KLINIK Kuliah Seminar Praktikum di laboratorium Pengalaman Belajar Lapangan Praktikum di ruangan, dalam jam tertentu, misal: Forensik Metoda Problem Based Learning (PBL)

  8. DI KLINIK Kerja poliklinik Kerja bangsal Ronde Pembicaraan poli Latihan penerapan kognitif Latihan ketrampilan dengan kasus Latihan phantom Jaga malam

  9. KARYA TULIS Mahasiswa membuat makalah ilmiah yang dibimbing oleh dosen pembimbing.

  10. PEMBERIAN NILAI SKS UNTUK TIAP KEGIATAN • Nilai pembaginya berdasar beda muatan, bobot dan perkiraan waktu yang diperlukan. • Nilai pembagi: • Kuliah = 1 • Seminar = 1 • Praktikum = 2 – 3, ditetapkan 3 • Praktek Lapangan = 4 – 5, ditetapkan 5 • Karya Tulis = 4 – 5, ditetapkan 5 • Latihan Phantom = 3

  11. Latihan Ketrampilan = 3 • Kerja Praktek Forensik = 4 • Latihan Penerapan Kognitif, misal MEQ = 3 • Latihan Ketrampilan dengan Kasus = 4 • Jaga di luar jam kerja, merupakan praktikum lapangan, efektif 70%

  12. Praktek Lapangan: • Kerja poli • Kerja bangsal • Diskusi pasien langsung dari poli/ bangsal • Ronde • Parade Bedah • Bedside teaching

  13. KEGIATAN DALAM PARADIGMA BARU PENDIDIKAN KEDOKTERAN • Skill Lab, nilai pembaginya = 3 • Metoda Based Learning (PBL) Contoh perhitungan modul integrasi: Dalam 1 modul misal kardiovaskular tediri atas kegiatan: • Problem based learning dengan beberapa trigger • Kuliah • Praktikum • Latiahan di skill lab Masing-masing kegiatan sudah ada nilai pembaginya

  14. Contoh perhitungan sks di klinik Kepaniteraan di Departemen Ilmu Penyakit Dalam I. a. Kepaniteraan lama: 12 minggu Jam Kerja : dari pukul 08.00 - 14.00 b. Jaga : dari pukul 14.00 – 08.00 5. Jumlah mahasiswa per rombongan : 30 orang 6. Jumlah mahasiswa per regu jaga : 2 orang A. Jumlah jam kepaniteraan siang: 12 mgg x 6 hari kerja x 6 jam = 432 jam

  15. Kegiatan dalam kepaniteraan siang adalah sebagai berikut: • Poliklinik : ± 140 jam • Kerja Bangsal : ± 190 jam • Laporan Jaga : ± 12 jam • Diskusi kasus poli dan bangsal: ± 82 jam • Diskusi etik : ± 6 jam • Ronde

  16. B. Jaga: Jumlah jam/mahasiswa Di IGD 2 mgg x (6hari x 18 jam + 24 jam) x 2 m’wa/regu 30 m’wa/romb = 17.6 jam 10 mgg x (6hari x 18 jam + 24 jam) x 2 m’wa/regu x 70% 30 m’wa/romb = 61.6 jam Jadi total jam jaga : 17.6 + 61.6 jam = 79.2 jam

  17. Tujuan Kepaniteraan siang dan jaga adalah untuk penerapan. II. Karya tulis III. Lain-lain - Penerangan : 1.5 jam - Penjelasan kegiatan : 3.5 jam Total = 5 jam IV. Ujian: - Lisan Kepaniteraan : 2 jam - Tulis : 2 jam - Lisan pengelolaan 2 x : 6 jam Total = 10 jam

  18. Perhitungan sks: Misal 1 semester ditetapkan 18 minggu. I. A ……………………..432 jam II. Karya Tulis (26) jam/ 18 x 5 = 0.29 sks III. Lain-lain (5)jam IV. Ujian (10) jam Sisa Waktu = A’ = 391 jam B. Jam jaga = 79 jam Total jam = 470 jam/ 18 x 5 = 5.22 sks Total sks kepaniteraan = 5.51 sks

  19. Jadi perkiraan kepaniteraan di Ilmu Penyakit Dalam dengan kegiatan seperti diatas adalah : 5 – 6 sks dengan waktu 12 minggu.

  20. Contoh Pengalaman Belajar Lapangan • Kerja Lapangan 64 jam/ 18 x 5 = 0.71 sks • Persiapan 8 jam • Pengumpulan data 30 jam • Pengolahan & analisis 12 jam • Penyelesaian laporan 10 jam • Tutorial • Menambah ilmu 48 jam/(18 x 1) = 2.67 sks • Presentasi 20 jam/18 x 1 = 1.11 sks • Diskusi 40 jam/ 18 x 5= 0.44 sks Total = 4.93 sks Jadi kegiatan pengalaman belajar lapangan mempunyai nilai 5 sks

More Related