1 / 22

Konsep Formal rente ekonomi

Konsep Formal rente ekonomi. By : Erlinda Indrayani. Pertama sekali dikembangkan oleh David Ricardo th 1817 yaitu untuk konteks sumbedaya lahan .

cicero
Download Presentation

Konsep Formal rente ekonomi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Konsep Formal renteekonomi By : ErlindaIndrayani

  2. Pertamasekalidikembangkanoleh David Ricardo th 1817 yaituuntukkontekssumbedayalahan. • Renteekonomipadadasarnyaadalah Surplus yaituperbedaanantaraharga yang diperolehdaripenggunaansumberdayadenganbiaya per unit input ygdigunakanuntukmenjadi SD tersebutmenjadisuatukomoditas.

  3. Selisihiniseringdisebutsebagairente per unit input • Rentejugabisadiartikansebagainilaidari input produktifketikadigunakanmelebihibiaya yang diperlukan. Atau residual seluruhbiayadibayarkandanbiasanyaditerimaolehpemiliki SD. • Rente ≠ sewa.

  4. Untukkonteks SDA, renteekonomiseringdibedakanantara: • Scarcity rent (renteekonomi yang ditimbulkankarenasifatkelangkaansumberdaya) • Rentericardian (Differntial rent)

  5. Kurvasuplaimenggambarkankurvabiaya marginal dariekstrkasi SDA. • Dari teori: kurvabiayamarginal diatasharga minimum menggambarkankurvasuplai. • Hargaygditerimadiatasharga minimum tersebutmerupakan surplus. Dengandemikian pd harga P* terdapatselisish yang positifantarahargadanbiaya marginal sehinggadihasilkan surplus yang merupkanarenteekonomiicardian. Pada panel b, out put dikendalikanpadatingkat Q=Q**<Q* sehinggadihasilkanrentekelangkaan (scarcity rent) selainrentericadian.

  6. Perludiperhatikan : • Untukperikanantangkap, tidakbisamengendalikan out put (hasiltangkapan) karenaditentukanolehketersediaanalamdanfaktorlainnya. • Konseprenteekonomidalamperikanandigambarkandalam variable input (kapal, jumlah TK, Gross tone,)

  7. Gambar 3.4 dalam panel a : situasiperikanandiukurdaripelakuusahaindividutanpaintervensikebijakan. Pelakumemperoleh surplus sebesar ABEF yang identikdengan surplus produsen. Surplus inimerupakankeuntungandiataskeuntungan normal. • Panel b, jikapemerintahmelakukanintervensikebijakan, danintervensitersebutmampumengendalikan input perikanan, makapenerimaan rata-rata(AR) meningkatdari AR1 menjadi AR2.

  8. Peningkatanpenerimaaninimenghasilkandua surplus yaknirente SD sebesardaerah ABCD danintramarginal rent sebesardarah DCEF. • Rentesebesar ABCD sebagianmerupakan surplus ekonomi yang seharusnyaditerimaolehpemerintahsebagaibiayapengelolaanSDi. • Rente SD berkaitaneratdenganpengelolaanperikanansehinggaRentepositifbisadihasilkandaripengelolaan yang baik. • Sebaliknyarente negative bisadihasilkandaipengelolaan yang buruk.

  9. Pengukuranrenteekonomiperikanan Ada 4 pendekatanperhitunganrentesumberdaya : 1. Pendekatansurplus • Padakasusinipemerintahridakmelakukanintervensikebijakansehinggarentesumberdayalangsungditerimaolehpelakuekonomisebagai surplus produsen • Dalamkonteks formal, Rentesumberdayaadalahluasdaerahygdibatasiolehkurvabiayadanharga • Perhitungandenganmenggunakanpendekataninipadahakikatnyaadalahmenghitungluaskurva (Gambar 3.3 dan 3.5) • Metodeinikelemahnyaadalahhanyabisadilakukanpadasatukomoditas. Sehiggajarangsekalidigunakan

  10. 2. Pendekatanhargabersih • Metodebanyakdigunakandalamkerangkamakro, RR = TR – (IC + CE + CFC + NP) NP = rK Nilai (IC + CE + CFC + NP) = biaya marginal ekstraksi SD (marginal cost). RR= Resource Rente TR = Total Revenue (penerimaan total) CE= Compensation of employee) CFC=Compensation of fixed capital NP =Normal profit.

  11. 3. Keragaanfinansialdankeragaanekonomidenganmerincistrukturbiayadanpenerimaandari industry perikanan. • Pendekataninidigunakandenganmenggunakan data survey dari industry penangkapanikan yang kemudiandirinciberdasarkankomponenbiaya yang dikeluarkaoleh industry tersebut.

  12. Perhitunganinimudahdilakukantetapimemerlukanbiaya yang sangatbesar • Tabel 3.1 danTabel 3.2

  13. 4. Pendekatan Bio Ekonomiyaiturentesumberdayadihitungberdasarkanselisihantaranilaidariikan yang ditangkapdenganseluruhbiaya yang dikeluarkanuntukmengekstraksi.

  14. MEKANISME PENGUMPULAN RENTE EKONOMI 1. Mekanismelelang 2. Pungutanrente : Pembayaranatasupaya yang digunakanuntukprosesmenghasilkanikan yang dapatdipasarkan. • Pembayaraninisetaradengannilaiatassumberdayaikansebelumikantersebutditangkap. • Bisaberupapungutanatasikan yang didaratkansecaranilaitetap per kilogram atauproporsionalterhadapnilaiikantersebut. Ataubisajugakombinasi.

  15. PenjualansebagianhakdaripemilikanSDiyaitumelalui Individual Transferable Quota (TFQ) • Ketikanjumlahkuotasudahditentukanolehpemerintah, kuotatersebutdapatdilelang (dijual) kepadapengguna SD (nelayan) dengannilai yang sesuaidengannilaiSDiygdieksploitasi.

More Related