1 / 81

Plat Aktif Ortodontik

Universitas Gadjah Mada. Fakultas Kedokteran Gigi. Plat Aktif Ortodontik. Cendrawasih AF. http://cendrawasih.a.f.staff.ugm.ac.id/. C. V. S1: 1986:FKG UGM S2: 1989:FK UGM:ANATOMI Ortodontis: 2002:FKG UGM Minat: Clinical-Craniofacial problems Orthodontics-Oral Biology

coyne
Download Presentation

Plat Aktif Ortodontik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Gigi Plat Aktif Ortodontik Cendrawasih AF http://cendrawasih.a.f.staff.ugm.ac.id/

  2. C. V • S1: 1986:FKG UGM • S2: 1989:FK UGM:ANATOMI • Ortodontis: 2002:FKG UGM • Minat: • Clinical-Craniofacial problems • Orthodontics-Oral Biology • http://cendrawasih.a.f.staff.ugm.ac.id/

  3. Membahas mengenai Plat aktif, komponen, kegunaan dan cara aktifasinya

  4. Alat Ortodontik • Alat Cekat • Sistem yang menyeluruh untuk merawat berbagai tipe maloklusi • Alat Lepasan: • Untuk kasus dan gerakan gigi yang lebih terbatas, sehingga membutuhkan seleksi kasus

  5. Contoh Macam Plat aktif • Plat Aktif dengan Pir pembantu • Plat ekspansi • Plat Aktif dengan peninggi gigitan posterior atau anterior • Kombinasi Plat Aktif dengan Alat Cekat

  6. Komponen alat lepasan • Terdiri dari: • Komponen aktif: • Komponen Retentif • Komponen pasif • Base Plate • Clasps: bisa dikategorikan sbg komp. retentif dan anchorage, namun fungsi dipertimbangkan sendiri-sendiri

  7. 1. Komponen aktif • Spring (termasuk busur) • Screw • Elastik

  8. a. Spring • Idealnya: • Kekuatan yang diberikan kontinyu • Kekuatan spring: tergantung besar defleksi, begitu gigi bergerak, kekuatan berkurang

  9. Disain spring, Dipengaruhi: • Dimensi kawat: • Fleksibilitas tergantung dari panjang dan diameter kawat • Kekuatan spring berbanding lurus 4x kekuatan diameter dan berbanding terbalik dengan panjang • Force=4xkekuatan diameter/panjang • Bila suatu round wire digunakan sebagai fingerspring, Doubling diameter akan: • meningkatkan kekuatannya 8x • Springiness menurun 16x, • range menurun 2x • Keterbatasan ruang dalam mulut, untuk mendapatkan light force, spring dibuat sepanjang mungkin dalam bentuk coil dg diameter 3mm • Kekuatan kawat Ø 0,6mm=2xkawat Ø 0,5mm

  10. 2. Force • Optimal Force • 25-40 g single rooted • Heavy force: • Delay tooth movement • Overload anchorage • Discomfort utk pasien

  11. 3. Defleksi • Optimal: 3mm (1/3 lebar gigi) • Rate: 1-2 mm/month • Palatal spring Ø 0,5mm=15g/mm • Dengan Ø 0,7: besar defleksi 1mm • Defleksi besar: insersi sulit • Defleksi kecil: • kekuatan cepat habis • Perlu reaktifasi lebih sering atu akan terjadi penggerakan intermiten

  12. 4. Arah kekuatan penggerakan gigi • Ditentukan point contact antara kawat dan gigi • Gigi akan bergerak dalam arah dari komponen kekuatan yang tegak lurus terhadap permukaan gigi. • Kekuatan ortodontik yang diberikan pada permukaan melengkung, arah resultan pergerakan=90º kemiringan pada titik kontak • Gigi yang sedang erupsi sebagian bisa terintrusi bila spring terletak pada kemiringan mahkota gigi

  13. 5. Kemudahan insersi dan kenyamanan pasien • Biasanya bisa diterima pasien • Finishing agar tdk melukai pasien

  14. Tipe spring single cantilever • Finger/Palatal spring untuk menggerakkan ke mesial/distal

  15. Finger/Palatal spring… Cttn: • Coil harus pada sisi yang berhadapan dengan mukosa • Arah gerakan dijaga dengan memberikan palatal guard bar diatasnya atau dibawah plat (box in)

  16. Cara tentukan letak coil

  17. Finger/Palatal spring… Adjustment: • cek kontaknya dengan gigi, di dekat gingival margin • Initial visit: diaktifasi 1-2mm, penekanan ke arah gusi, dapatkan arah 90º titik kontak • Visit berikut: diaktifasi 3mm,ket: Ø0,6mm=1mm • Jangan membengkok ditempat keluarnya spring dari plat • Pada lengan bebas, sedekat mungkin dengan coil, kecuali bia angulasi spring perlu di sesuaikan utk capai arah yang diinginkan

  18. 2. Tipe springDouble Cantilever Z spring/ simple spring

  19. Z spring/simple spring Fungsi: • Proklinasi insisivus • Spring harus tegak lurus permukaan palatal I Aktifasi: 1. pada kaki yang tdk bebas: sbg derajat aktifasi 2. pada kaki yang bebas: arah kekuatan

  20. T Spring • Untuk gerakkan P atau C ke bukal • Aktifasi: tarik menjauhi plat • Untuk memperpanjang: lebarkan lup

  21. Buccal Spring Aktifasi: • Hanya diaktifkan 1mm setiap kali • Ke distal: pada coil kaki anterior ditekuk dengan tang bulat • Ke palatal : kaki anterior yang keluar dari coil Supported: 0,5mm disupport tube Unsupported : Ф0,7mm

  22. Reverse loop buccal retractor • Molar and Premolar Spring

  23. Spring untuk reduksi overjet dan pe-rapi-an anterior • Heavy wire: • Busur labial dengan lup kecil (0,7mm ) • Busur labial dengan lup besar (0,7mm) • Light wire • Roberts retractor (0,5mm) • Apron spring

  24. Busur labial dengan lup kecil • Busur labial dengan lup besar Short labial arch (retensi) Apron spring • Roberts retractor

  25. 2. Spring untuk ekspansi dan screw Coffin spring Ø 1,25mm….drg Sukarsono Coffin Screw: lebih rigid

  26. 3. Traksi elastik • Biasa untuk alat cekat • Jarang untuk alat lepasan Ex: • Memberi huk pada finger spring • Elastik dicantol dari huk ini ke coil pada bar adam klamer • Huk bisa ditanam di akrilik, misal untuk merotasi/tarik ke palatal

  27. 2. Komponen Pasif • Space maintainer • Kawat yang mencegah pergerakan gigi • Bagian dari base plate • Bagian dari komponen aktif yang dipasifkan/dipotong

  28. 3. Komponen Retentif • Adams’ Clasps dan variasinya • C clasps: pada desidui • Jackson crib: pada desidui • Arrowhead clasps

  29. 1. Adams’ Clasps dan variasinya

  30. Jackson crib: pada desidui C clasps: pada desidui Arrowhead clasps

  31. 3. Base plate • Umumnya terbuat dari acrylic • Ketebalan: 1 lembar wax Fungsi: • Tempat Komponen aktif dan retentif ditanam • Sebagai anchorage: intra oral, gigi dan struktur palatal/lingual

  32. Trimming • Retraksi anterior/gigi erupsi: ditrimming agar tidak hambat gerakan

  33. Bite raiserTipe Bite Raiser Maxilla: • Maxillary Anterior Flat BP • Intrusi gigi anterior bawah • Ekstrusi gigi posterior • Membebaskan gigitan sehingga geligi bawah dan mandibula bisa berkembang • Maxillary Anterior Inclined BP • Protrusi geligi anterior bawah • Prognasi mandibula pada kasus Kl II • Maxillary Anterior Hollow BP • BP dengan rongga di belakang geligi anterior

  34. Tipe Bite Raiser… • Mandibula • Mandibullary Posterior BP • Memfasilitasi jumping the bite • Maloklusi kl III • Mandibullary Anterior Inclined BP • Protraksi geigi anterior atas • Jumping the bite • Retraksi mandibula pada kasus Kl III • Meningkatkan anchorage plat atas melawan aksi ke distal

  35. Contoh bite raiser Mandibullary Anterior Inclined BP Maxillary Posterior Flat BP

  36. Keuntungan Alat Ortodontik Lepasan • Maloklusi dan malposisi yang membutuhkan tipping sederhana • reduksi overbite • hanya mampu menggerakkan beberapa gigi setiap kali • Maloklusi sederhana yang dapat dilakukan drg umum • Pembuatan di laboratorium, chair side lebih singkat • Murah • OH dan kebersihan alat lebih terjamin karena dapat dilepas • Bila alat rusak dan menyakiti, bisa dilepas

  37. Keterbatasan Alat Ortodontik Lepasan • Hanya dapat menggerakkan gigi secara tipping • hanya mampu merotasi 1 atau 2 gigi insisivi atas • Hanya mampu menggerakkan beberapa gigi setiap kali, memperlama perawatan • Anchorage • Penutupan ruang ekstraksi sulit, tetapi gerakan spontan ke mesial segmen bukal dapat diharapkan saat pemakaian alat dihentikan

  38. Keterbatasan…Alat Ortodontik Lepasan • Paling memuaskan untuk merawat kasus berjejal dengan pencabutan premolar 1 • Sulit didapatkan kontak sempurna antar gigi tetangga yang dicabut • Perawatan bawah sulit karena adanya lidah dan problem retensi • Membutuhkan kooperasi penuh dari pasien. • Alat yang tidak dipakai akan : • memperlama perawatan, • mesial drifting geligi akan terjadi, • alat bisa patah/rusak

  39. Besar Kekuatan • Light forces: • Dibawah kekuatan yang menyebabkan area hyalinisasi (tanpa sel) • Heavy forces: • Terjadi daerah hyalinisasi, mendelay gerak gigi • Loss anchorage • Pada single rooted: 25-40g(1-1,5oz) • Inisial forces (2-3ming)≤ 25-40g(1-1,5oz) • Rate: 1mm/bulan

  40. Anchorage • Macam Anchorage: • Intra oral: Gigi, jaringan palatal/lingual • Extra oral: Head Gear • Penguatan anchorage: • Base plate: akrilik fit dengan mukosa • Cuspal interlocked • Inclined bite plane • Labial bow • Intermaxillary traction • Extra Oral traction

  41. Anchorage… • Faktor pengaruhi anchorage: • Area akar gigi anchor • Kekuatan yang digunakan • Indikasi anchor loss • Terdapat mesial drifting, rotasi, tipping dari gigi anchor

  42. Masa Optimal Perawatan Ortodontik • Segala Umur, namun paling optimal pada masa pertumbuhan pasien: • optimal:6-16 tahun • Periode gigi bercampur akhir • Periode gigi permanen awal

  43. Masa Pertumbuhan/Adult (Proffit and Field, 2006)

  44. Seleksi Kasus • Pasien: • Kooperatif • OH dan kondisi dental baik • Kontra indikasi • Maloklusi klas II dan III berat, t.u dengan gigi yang juga adverse • Sudut bidang Frankfort Mandibular sangat tinggi atau rendah (normal: 27º ) • Bila dibutuhkan pe-rapian ekstensif lengkung gigi bawah • Bila gigi harus digerakkan bodily • Bila dibutuhkan rotasi multipel • Bila pola jaringan lunak tidak menguntungkan

More Related