1 / 38

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TRAUMATIC BRAIN INJURY

Ns. SUNARDI, M.Kep.,Sp.KMB. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TRAUMATIC BRAIN INJURY. LOBUS OTAK. Fungsional otak. PENGERTIAN. TRAUMATIC YANG TERJADI PADA OTAK YANG MAMPU MENGHASILKAN PERUBAHAN PADA PHISIK, INTELEKTUAL, EMOSIONAL, SOSIAL, DAN VOCATIONAL.

elaina
Download Presentation

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TRAUMATIC BRAIN INJURY

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Ns. SUNARDI, M.Kep.,Sp.KMB ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN TRAUMATIC BRAIN INJURY Cidera Kep_SUnardi

  2. Cidera Kep_SUnardi

  3. LOBUS OTAK Cidera Kep_SUnardi

  4. Fungsional otak Cidera Kep_SUnardi

  5. PENGERTIAN • TRAUMATIC YANG TERJADI PADA OTAK YANG MAMPU MENGHASILKAN PERUBAHAN PADA PHISIK, INTELEKTUAL, EMOSIONAL, SOSIAL, DAN VOCATIONAL. • Trauma atau cedera kepala (Brain Injury) adalah salah satu bentuk trauma yang dapat mengubah kemampuan otak dalam menghasilkan keseimbangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan pekerjaan atau dapat dikatakan sebagai bagian dari gangguan traumatik yang dapat menimbulkan perubahan – perubahan fungsi otak (Black, 2005) • Menurut konsensus PERDOSI (2006), cedera kepala yang sinonimnya adalah trauma kapitis = head injury = trauma kranioserebral = traumatic brain injury merupakan trauma mekanik terhadap kepala baik secara langsung ataupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fisik, kognitif, fungsi psikososial baik bersifat temporer maupun permanen. Cidera Kep_SUnardi

  6. ETIOLOGI • Dikelompokan berdasarkan mekanisme injury: • Trauma tumpul. • Trauma tajam (penetrasi) Dan bagaimana jenis/tipe cedera: • Focal. • Diffuse. • Frakture Cidera Kep_SUnardi

  7. TIPE HEAD INJURY Pattern of Injury Focal Injury Diffuse Injury Mechanism of Injury Contact Forces Inertial Forces Inertial Forces (Translational Acceleration) (Rotational Acceleration) Type of Injury Skull Fracture Counter Coup Contusion Concussion Epidural Hematoma Intra Cerebral Hematoma Diffuse Axonal Injury Coup Contusion Subdural Hematoma Intra Ventricular H Subdural Hematoma Tissue Tear Hemorrhagic Gliding Contusion Sub Arachnoids Hemorrhagic Skema1: Mechanism of particular types of head injury (Marion, 1999:2006) Skema 2 : Patofisiologi Akibat Cedera kepala Cidera Kep_SUnardi

  8. Cidera Kep_SUnardi

  9. Kepala dengan bangunan intrakranial dapat mengalami jejas oleh : tenaga percepatan (akselerasi), tenaga perlambatan (deselerasi), rotasi, Penetrasi • Jejas : karena perbedaan gerakan pada tulang dan otak. Dasar lobus frontal ---- permukaan kasar fossa anterior Lobus temporal ------ pinggiran tulang sfenoid Korpus kallosum ---- pinggiran falks serebri Tentorium serebelli ---- permukaan superior serebellum batang otak. Cidera Kep_SUnardi

  10. Hantaman. Deselerasimendadak deformitastengkorak volume kranial tekanancairanserebrospinal Hantamanawal ----------- contercoup, robekanjaringan Rotasi. Robekanpadaotak, aksondifus, pembuluh darah, selaputotak • Hantamantraumatik Hematoma intrakranial,H. epidural, H. subdural, perdarahansubarakhnoid, perdarahanintrakranial, perdarahanintraserebelar, rinore, otorea. Cidera Kep_SUnardi

  11. Cidera Kep_SUnardi

  12. Cidera Kep_SUnardi

  13. PengolonganberdasarkanakibatJejas Jejas kepala. • Lesi primer. hantaman langsung pada kepala. akselerasi, deselerasi, rotasi. fraktur tulang tengkorak, sel neuron rusak, pembuluh darah robek. • Lesi sekunder. proses patologik dinamis, komplikasi intrakranial hematoma intrakranial: epidural, subdural, subarakhnoid, intraserebral, intraserebelar. pembengkakan otak, edema otak  TIK meningkat, aliran darah setempat menurun, spasme pemb. darah, infark. Cidera Kep_SUnardi

  14. Klasifikasi cedera kepala • Cedera kepala ringan (GCS : 13 – 15 ) ,, ,, sedang (GCS : 9 - 12 ) ,, ,, berat (GCS : =< 8 ) • Jejas kepala tertutup . Komosio serebri kontusio serebri • Fraktur depresi tulang tengkorak • Fraktur komplikata tulang tengkorak Cidera Kep_SUnardi

  15. Pemeriksaan • Keadaan umum. jejas ringan : keadaan sadar-siaga • Jalan nafas, respirasi, tekanan darah, keadaan jantung. • Kesadaran. • Fungsi mental • Saraf otak • Sistem motorik, • Sistem sensorik, otonom, refleks-refleks. Cidera Kep_SUnardi

  16. Glascow Coma Scale • Used to document assessment in three areas • Eyes • Verbal response • Motor response • Normal is 15 and less than 8 indicates coma Cidera Kep_SUnardi

  17. From Rehabilitation Nursing Cidera Kep_SUnardi

  18. Other Assessment • Assess bodily function including respiratory, circulatory and elimination • Pupil checks – are pupils equal and how they react to light • Extremity strength • Corneal reflex test Cidera Kep_SUnardi

  19. Diagnostic Tests • CT • MRI • Cerebral angiography • EEG • PET • No lumbar puncture if there is ICP because sudden release of pressure can cause brain to herniate • ABG’s – keep O2 at 100% (Lewis 1615) and PCO2 as related to ICP (25-35) Cidera Kep_SUnardi

  20. PENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA • Penanganan harus ditangani sejak dari tempat kecelakaan, selama transportasi, diruang gawat darurat, kamar Ro, sampai ruang operasi, ruang perawatan/ ICU • Monitor : derajat kesadaran, vital sign,kemunduran motorik, reflek batang otak, monitor tekanan intrakranial. • Monitor tekanan intrakranial diperlukan pada: • Koma dengan perdarahan intrakranial atau kontusio otak • Skala Koma Glasgow <6 (motorik < 4) • Hilangnya bayangan ventrikel III dan sisterne basalis pada CT skan otak • “Tight brain” setelah evakuasi hematom • Trauma multipel sehingga memerlukan ventilasi tekanan positif intermitten (IPPV) Cidera Kep_SUnardi

  21. PENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA • Indikasi CT san: • Skala Koma Glasgow (GCS) ≤ 14 • GCS 15 dengan: a. Adanya riwayat penurunan kesadaran b. Traumatik Amnesia c. Defisit neurologi fokal d. Tanda dari fraktur basis kranii atau tulang kepala. Cidera Kep_SUnardi

  22. TindakanresusitasiABC (Kegawatan) a.Jalan nafas (airway) Jalan nafas dibebaskan dari lidah yang turun kebelakang dengan posisi kepala ekstensi, kalau perlu pasang pipa oropharing (OPA )/ endotrakheal, bersihkan sisa muntah, darah ,lendir, atau gigi palsu. Isi lambung dikosongkan melalui pipa NGT untuk menghindari aspirasi muntahan dan kalau ada stress ulcer b. Pernafasan (breathing) _ Ggn sentral : lesi medula oblongata, nafas cheyne stokes, dan central neurogenik hiperventilasi _Ggn perifer: aspirasi, trauma dada, edema paru, DIC, emboli paru, infeksi. _Tindakan Oksigen, cari dan atasi faktor penyebab, kalau perlu ventilator Cidera Kep_SUnardi

  23. Kegawatan 3. Sirkulasi (circulation) _Hipotensi– iskemik—kerusakan sekunder otak. Hipotensi jarang akibat kelainan intrakranial, sering ekstrakranial, akibat hipovolemi, perdarahan luar, ruptur organ dalam, trauma dada disertai tamponade jantung atau pneumotorak, shock septik. _Tindakan: hentikan sumber perdarahan, perbaiki fungsi jantung ,menggantidarah yang hilang dengan plasma, darah Cidera Kep_SUnardi

  24. Kegawatan • Tekanan Intra Kranial meninggi _Terjadi akibat vasodilatasi, udem otak, hematom _Untuk mengukurnya sebaiknya dipasang monitor TIK. TIK normal adalah 0-15 mmHg. Diatas 20 mmHg sudah harus diturunkan dengan: • Hiperventilasi • Setelah resusitasi ABC lakukan hiperventilasi terkontrol dengan pCO2 27-30 mmHg. Dipertahankan selama 48-72 jam lalu dicoba dilepas, bila TIK naik lagi diteruskan selama 24-48 jam. Bila tidak turun periksa AGD dan CT scan untuk menyingkirkan hematom Cidera Kep_SUnardi

  25. LanjutanPenatalaksanaan • Pasiendalamkeadaansadar (GCS 15) • Simple head injury Pasientanpadiikutiggnkesadaran, amnesia, maupungejalaserebral lain hanyaperawatanluka, Ro hanyaatasindikasi, keluargadimintaobservasikesadaran 2. Kesadaranterganggusesaat. Riwayatpenurunankesadaransesaatsetelah trauma tetapisaatdiperiksasudahsadarkembali : Ro kepala, penatalaksanaanselanjutnyaseperti simple head injury Cidera Kep_SUnardi

  26. LanjutanPenatalaksanaan • Pasien dalam keadaan menurun • Cedera kepala ringan (GCS 15-13) Kesadaran disorientasi, atau not obeycommand, tanpa defisit neurologi fokal: Peratan luka, Ro kepala CT scan: bila dicurigai adanya lucid interval (hematom intrakranial), follow up kesadaran semakin menurun, timbul lateralisasi Observasi: keadaran (GCS), tanda vital, pupil, gejala fokal serebral Cidera Kep_SUnardi

  27. LanjutanPenatalaksanaan 2. Cederakepalasedang GCS 9-12 Biasanyamengalamiggnkardiopulmoner • Periksadanatasiggnjalannafas, pernafasan, sirkulasi • Pemeriksaankeadaran, pupil, tandafokalserebral, dancedera organ lain • Fiksasileherdanpatahtulangekstremitasjikaada. • Ro kepala, bilaperlubagiantubuh yang lain • CT scan biladicurigaihematomintrakranial • Observasitanda vital, kesadaran, pupil, defisitfokalserebral Cidera Kep_SUnardi

  28. LanjutanPenatalaksanaan 3. Cederakepalaberat GCS 3-8 Biasanyadisertaicederamultipel, disampingkelainanserebraljugaadakelainansistemik a. Resusitasijantungparu (airway, breathing, circulation/ABC). Pasien CK beratseringdalamkeadaanhipotensi, hipoksia, hiperkapneaakibatggnpulmoner. Tindakanresusitasi ABC Cidera Kep_SUnardi

  29. Lanjutanpenatalaksanaan • Keseimbangan elektrolit _Pada saat awal masuk dikurangi untuk mencegah udem otak, 1500-2000 ml/hari parenteraldengan cairan koloid , kristaloid Nacl 0,9%, ringer laktat. Jangan diberikan yang mengandung glukosa – hiperglikemi, menambah udem otak _ Pantau keseimbangan cairan, elektrolit darah. • Profilaksis: diberikan pada CK berat dengan fraktur impresi, hematom intrakranial, PTA yang panjang • Komplikasi sistemik _Demam, Kelanan gastrointestinal, kelainan hematologis perlu ditanggulangi segera. • Obat Neuroprotektor _Manfaat obat pada CK berat masih diteliti manfaatnya seperti lazaroid, antagonis kalsium, glutamat, citikolin Cidera Kep_SUnardi

  30. DiagnosaKeperawatan 1. Restitidakefektifnyabersihanjalannafasb.dakumulasiskret. 2. Perubahanperfusijaringan cerebral b.dperdarahandan edema cerebral 3. Resikopeningkatan TIK b.dprosesdesakruangakibat edema cerebral 4. Restigangguanpemenuhankebutuhancairandanelektrolitkurangdarikebutuhantubuhb.d intake tidak adequate: penurunankesadaran (soporokoma) 5. Restigangguanpemenuhankebutuhannutrisikurangdarikebutuhantubuhb.d intake tidak adequate: penurunankesadaran (soporokoma) 6. Kerusakanintegritaskulitb.dadanyalukalacerasi 7. Deficit perawatandirib.dkelemahan/keterbatasangerak 8. Restiterbatasnyapengetahuan (kebutuhanbelajar) keluargamengenaiprosespenyakit, prognosis danpenatalaksanaannyab.dterbatasnyainformasi Cidera Kep_SUnardi

  31. Implementasi • Restitidakefektifnyabersihanjalannafasb.d akumulasiskret. Intervensikeperawatan Mandiri: • Memonitorsuaraparutiap 8 jam danobservasiadanyaroncki/penumpukanskret • Memberikan posisi semi atau elevasi kepala 30 derajat dan kepala miring 1 sisi bergantian • Mempertahankanhidrasicairan 2-3 liter/hari, melaluiasupanparenteral yang diberikan. • Memonitordanmelakukankarakterisitiksekret, warna, jumlah, dankonsistensinyabilaterdapatskret yang keluarmelaluihidung/mulut. Kolaborasi : • MemberikanobatAntibiotik: (Cefriaxon2 x 2 g (tiap 12 jam) IV) Cidera Kep_SUnardi

  32. 2. Perubahanperfusijaringan cerebral danresikopeningkatan TIK b.dperdarahandan edema cerebral Intervensikeperawatan Mandiri : • Memonitor/obstanda vital tiap 4 jam danmemonitor/obskesadaran / GCS setiap 4 jam • Memberikan posisi Elevasi kepala 30 derajat setiap 4 jam • Menentukan faktor2 penyebabpenurunanperfusijaringanotak/resiko TIK meningkat. • Memantau/mencatat status neurologissecarateraturdanmembandingkan dg nilai normal • Mempertahankantirah baring miring kiri/kanandenganposisikepalanetral • Mengkajikondisivaskular (suhu, warna, pulsasidan capillary refill) tiap 8 jam • mencatat intake dan output. • menurunkanstimulasieksternal yang dapatmeningkatkan TIK danberikankenyamanandenganmenciptakanlingkungantenangdansuhuruangandalamkondisi normal (mengatursuhuruanganmenyalakan AC). Memasangpagarpengamantempattidurdanmemasang retrain padadaerahekstermitas • Penkespadakeluargadanselalubicaradankomunikasidenganpasien. Kolaborasi : • Memberikan O2 kanul 4 l/mnt • Memberi pertimbangan pemeriksaan AGD, LED, Leukosit setelah 3 hari perawatan • Pemasangan cairan IV NaCl 0,9% /12 jam • Memberikan obat-obatan injeksi : • - Citicolin 2 x 500 mg - Ranitidin 2 x 1 ampl • - Vit C 1 x 400 mg - Kaltropen 3 x 1 ampl • - Dexametason 4 x 1 ampl - Cefriaxon 2 x 2 g Cidera Kep_SUnardi

  33. 3. Restigangguanpemenuhankebutuhancairandanelektrolitkurangdarikebutuhantubuhb.d intake tidak adequate: penurunankesadaran (soporokoma). Intervensikeperawatan Mandiri: • Monitor tanda-tanda vital, termasukMengukur JVP setiap 8 jam • Mencatatpeningkatansuhudandurasidemam. • Memberikankompreshangatsaattemperaturmeningkat (Demam), danmempertahankanpakaiantetapkering • Mempertahankansuhuruangan yang nyaman (mengatursuhuruangandengan AC). • Mengkaji turgor kulit, membran mukosa bibir • Mengukur intake dan output cairandanmenghitung balance cairansetiaphariselama 24 jam. • Memberikancairan minimal 2.5 lt/haridenganpemberiansedikit-dikitdanmelibatkankeluargasaatpasiensudahdapatminum per oral. Kolaborasi : • MemberikancairaninfusNaCl 0,9% /12 jam • Memberikanmanitol 20% (bilakondisi TD sudah normal danstabil) Cidera Kep_SUnardi

  34. 4. Restigangguanpemenuhankebutuhannutrisikurangdarikebutuhantubuhb.dintake tidakadequate: penurunankesadaran (soporokoma) Intervensikeperawatan Mandiri: • Mengkaji status nutrisisaatmasukrumahsakit/ruangandenganmenimbang BB/mengukur LL. • Mengkajikemampuanmenelan ; refleksmenelan, gerakanlidahdanbibirdankesulitan-kesulitanasupannutrisidanmendengarkanbisingusus, catatadanyapenurunan/hilangnya/suara yang hiperaktif • Melatihmakanperoraldikit-demisedikitdenganmelibatkankeluarga • Memberikanmakandalamjumlahkecildandalamwaktu yang seringdanteraturdalambentukcair • (Ignatavicius, 1999) • Menjagakeamanansaatmemberikanmakan; tinggikankepalatempattidurselamamakanperoral. • Mengkajipola BAB danfeses, cairanlambung, muntahandarahdanlainnyalalumencatathasil. Kolaborasi: • Memberikanpertimbanganuntukkonsultasidenganahligizi • Memberikannutrisiparenteral: Triofusin 500 ml/24 jam • Memberipertimbangandanmemantauhasilpemeriksaanlaboratorium: albumin, transferin, asam amino, zatbesi, ureum/kreatinin, glukosa, elektrolitsetelah 3 hariperawatan. Cidera Kep_SUnardi

  35. Pen-Kes keluarga diberikan penkes tentang perawatan pasien dengan masalah cedera kepala, diantara yaitu : • Penjelasantentangpengertian, penyebab, pengobatandankomplikasiciderakepalatermasukgangguanfungsiluhurdaripasien, olehkarenaituperlu control danberobatsecarateraturdanlanjut. • Mengajarkanbagaimanacarapemenuhannutrisidancairanselamadirawatdandirumahnantinya • Mengajarkanpadakeluargadanmelibatkankeluargadalampemenuhankebutuhansehari-haripasien • Mengajarkanmelatihmobilisasifisiksecarabertahapdanterencana agar tidakterjadiciderapadaneuromuskuler • Mempersiapkankeluargauntukperawatanpasiendirumahbilasaatnyapulang, kapanharusistirahat, aktifitasdankontrolselamakondisimasihbelum optimal terhadapdampakdariciderakepalapasiendanseringpasienakanmengalamigangguanmemorimakamengajarkanpadakeluargabagaimanamengorientasikankembalipadarealitapasien. Cidera Kep_SUnardi

  36. REHABILITASI • Berbaring lama daninaktivitibisamenimbulkankomplikasigerakansepertikontraktur, osteoporosis, dekubitus, edema, infeksi, trombophlebitis, infeksisalurankencing. • Goal jangkapendek _Meningkatkanspesifik area sepertikekuatan, koordinasi, ROM, balans, dan posture untukmobilitasdankeamanan. _Pengobatantergantungkondisipasienkestabilankardiopulmoner, fungsimusculoskletal, defisitneurologi Cidera Kep_SUnardi

  37. REHABILITASI • Rehabilitasi dini pada fase akut terutama untuk menghindari komplikasi seperti kontraktur dengan terapi fisik pengaturan posis, melakukan gerakan ROM (pergerakan sendi) dan mobilisasi dini • Terapi ini kemudian dilanjutkan dengan home program terapi yang melibatkan lingkungan dirumah • Pada pasien tidak sadar dilakukan dengan strategi terapi coma management dan program sensory stimulation • Penanganan dilakukan oleh tim secara terpadu dan terorganisis : dokter ,terapis, ahli gizi, perawat, pasien dan keluarga. • Melakukan mobilisasi dini, rehabilitasi termasuk stimulasi, suport nutrisi yang adekuat, edukasi keluarga. Cidera Kep_SUnardi

  38. TERIMA KASIH Cidera Kep_SUnardi

More Related