1 / 26

PENGUMPULAN DAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN

PENGUMPULAN DAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN. SUB DIREKTORAT STATISTIK PETERNAKAN DIREKTORAT SP2K BPS. PE NDAHULUAN M E TODE PENGUMPULAN DATA STATISTIK PETERNAKAN KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN KESIMPULAN. URUTAN PEMBAHASAN.

elam
Download Presentation

PENGUMPULAN DAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGUMPULAN DAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN SUB DIREKTORAT STATISTIK PETERNAKANDIREKTORAT SP2KBPS

  2. PENDAHULUAN METODE PENGUMPULAN DATA STATISTIK PETERNAKAN KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN KESIMPULAN URUTAN PEMBAHASAN

  3. Salah satu tugas pokok organisasi dari Subdit Statistik Peternakan adalah mengumpulkan data peternakan Sampai dengan saat ini, data yang selalu dikum-pulkan adalah: 1. Statistik Ternak Besar Kecil 2. Statistik Ternak Unggas 3. Statistik Sapi Perah 4. Statistik Rumah Potong Hewan (RPH) dan Keurmaster I. PENDAHULUAN

  4. 1. Statistik Ternak Besar Kecil - Selang waktu pengumpulan data adalah tahunan - Unit observasi adalah perusahaan 2. Statistik Ternak Unggas - Selang waktu pengumpulan data adalah tahunan - Unit observasi adalah perusahaan 3. Statistik Sapi Perah - Selang waktu pengumpulan data adalah tahunan - Unit observasi adalah perusahaan 4. Statistik RPH dan Keurmaster - Selang waktu pengumpulan data adalah triwulanan - Unit observasi adalah RPH dan Keurmaster I. PENDAHULUAN

  5. Disamping data statistik peternakan dengan unit observasi perusahaan, Subdit Statistik Peternakan juga melakukan pengumpulan data dengan basis data rumahtangga. I. PENDAHULUAN 1. Sensus Pertanian (ST) - Dilaksanakan setiap 10 tahun sekali (tahun berakhiran 3) - Diperoleh sampling frame berupa rumahtangga - Diperoleh populasi ternak 2. Survei Struktur Ongkos Usaha Peternakan (SOUP) - Dilaksanakan pada tahun 1996 3. Survei Rumahtangga Peternakan Nasional (SPN) - Dilaksanakan pada tahun 2006 s.d. 2008 - Diperoleh populasi dan parameter usaha peternakan

  6. II. METODE PENGUMPULAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Metode pengumpulan data, pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: - Sensus ST - Sampel SOUP, STU, SPN, Pengumpulan data ‘rutin’ di Sub Direktorat Statistik Peternakan, menggunakan ‘registrasi’ - Obyek yang dicatat adalah seluruh perusahaan peterna- kan dan RPH/keurmaster - Metode sensus Perusahaan adalah unit usaha peternakan yang berbadan hukum PT, CV, Firma, BUMN, BUMD, Koperasi, atau Yayasan.

  7. II. METODE PENGUMPULAN DATA STATISTIK PETERNAKAN RPH adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain dan syarat tertentu yang digunakan sebagai tempat memotong hewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat. Tempat Pemotongan Hewan (TPH) adalah tempat pemotongan hewan sementara yang merupakan kegiatan pelayanan pemotongan hewan untuk keperluan pembinaan kesehatan masyarakat veteriner oleh Dinas Peternakan setempat (Dinas Tingkat II).

  8. II. METODE PENGUMPULAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Keurmaster adalah tenaga paramedik pemerintah yang telah mengikuti pelatihan tentang uji daging dan bertugas di RPH serta ditunjuk oleh Dinas Peternakan atas nama Bupati/ Walikota yang selanjutnya memiliki kewenangan untuk melaksanakan uji daging. Tugas Keurmaster dalah: - Pemeriksaan dokumen hewan, pengawasan perlakuan hewan saatpenerimaan/pengistirahatan dan pemeriksaan kesehatan hewan (ante mortem) - Pengawasan teknis penyembelihan, pengulitan, pengeluaran jero-an dan pemeriksaan post mortem - Pengawasan kebersihan ruang produksi, peralatan, higiene per-sonal, penanganan karkas, dan pelaporan

  9. III. KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Sudah lengkapkah data peternakan yang telah dikumpulkan untuk menjawab permintaan data para pengguna? Bagaimana pula dengan kualitas data yang disajikan?

  10. III. KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Sudah lengkapkah data peternakan yang telah dikumpulkan untuk menjawab permintaan data para pengguna? Ketersediaan data populasi ternak setiap tahun? Produksi hasil peternakan? Cakupan atau jenis ternak yang ada? Pemanfaatan produksi hasil peternakan? dan lain-lain

  11. III. KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Belum dapat menyediakan data populasi ternak yang berkesinambungan setiap tahun (perusahaan + ruta) Produksi hasil peternakan (telur dan susu) yang disajikan hanya yang diproduksi oleh perusahaan (belum mencakup ruta) Produksi daging yang disajikan hanya daging dari ternak yang dipotong di RPH atau yang dilaporkan ke keurmaster Masih banyak jenis ternak yang belum ada statistiknya (hewan kesayangan dan aneka ternak) Belum ada statistik pemanfaatan hasil peternakan

  12. III. KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Bagaimana pula dengan kualitas data yang disajikan? Sudahkah konsep dan definisi disusun dengan benar? Sudah sempurnakah instrumen pengumpul data? Bagaimana kredibilitas pengumpul data? Bagaimana tahap pengolahannya? ? ? ? ?

  13. III. KETERSEDIAAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Pada saat ini sedang disusun konsep dan definisi serta cara pengisian dokumen yang benar Kuesioner pengumpulan data peternakan sedang disempurnakan dengan mempertimbangkan laporan para supervisi yang datang ke lapangan Perlu dilakukan pelatihan atau penyegaran bagi petugas pengumpul data (KSK) Sedang sisusun program aplikasi pengolah data secara terpadu (entry dan tabulasi)

  14. Banyak faktor yang mempengaruhi mutu suatu data, diantaranya adalah instrumen pengumpul data. IV. UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Daftar pertanyaan yang telah disusun hendaknya dilakukan pengujian, ujian yang dimaksud adalah uji validitas dan uji reliabilitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui, apakah pertanyaan-pertanyaan yang digunakan sudah tepat untuk mengukur variabel yang diinginkan Sedangkan uji reliabititas digunakan untuk mengetahui, ketetapan pertanyaan-pertanyaan yang digunakan

  15. Uji Validitas: Pengujian validitas kontruksi (contruct validity) Pengujian validitas isi (content validity) Pengujian validitas eksternal IV. UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN

  16. Uji Reliabilitas: Test-retest Equivalensi Gabungan Equivalensi dengan Test-retest Internal Consistency (Split Half, KR20, KR21 atau Anova Hoyt) IV. UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Teknik Belah Dua (split half) dari Spearman Brow

  17. IV. UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Parameter Mutasi Ternak (Data SPN08)

  18. IV. UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN Tabel 2. Output Uji Reliabilitas Variabel Parameter Mutasi Ternak (Data SPN08) Karena koefisien r (= 86,04%) lebih dari 60% maka dapat disimpulkan bahwa variabel mutasi reliabel.

  19. Belum tersedia data populasi ternak (runtun waktu) yang akurat. Data peternakan belum bervariasi dalam hal jenis ternak yang dicakup, produksi peternakan, maupun penggunaannya. Perlu refreshing petugas pengumpul data. Perlu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam pengumpulan data peternakan yang berkelanjutan Instrumen pengumpul data (khususnya SPN08), secara statistik dinyatakan valid dan reliabel. Diharapkan data yang dikumpulkan juga valid dan reliabel. IV. KESIMPULAN

  20. IV. KESIMPULAN TERIMA KASIH

  21. METODE PENGUMPULAN DATA (SEBUAH WACANA) Dalam kasus tertentu, pengumpulan data berda-sarkan registrasi merupakan teknik pengumpulan data yang “tidak selalu jelek” Bagaimana jika pengumpulan data populasi peternakan menggunakan pendekatan registrasi? Bagaimana jika pengumpulan data populasi peternakan menggunakan pendekatan registrasi?

  22. METODE PENGUMPULAN DATA (SEBUAH WACANA) • Semua jenis ternak yang dipelihara oleh rumahtangga dapat diikutsertakan (populasi) • Pencatatan dilakukan pada level kecamatan yang diambil dari registrasi desa • Laporan dapat dilakukan setiap tiga bulan atau setiap semester • Petugas pengumpul data adalah KSK atau mantri tani • Pengolahan dilakukan di BPS Provinsi atau Kab/kota, Subdit Stat Peternakan menyiapkan program aplikasi • Estimasi produksi, memanfaatkan parameter SPN

  23. METODE PENGUMPULAN DATA (SEBUAH WACANA) Pencatatan ternak sapi potong per desa dalam satu kecamatan Contoh Kuesioner Sapi Potong

  24. METODE PENGUMPULAN DATA (SEBUAH WACANA) Pencatatan ternak sapi perah per desa dalam satu kecamatan Contoh Kuesioner Sapi Perah

  25. METODE PENGUMPULAN DATA (SEBUAH WACANA) Pencatatan ayam ras petelur per desa dalam satu kecamatan Contoh Kuesioner Ayam Ras Petelur

  26. METODE PENGUMPULAN DATA (SEBUAH WACANA) Pencatatan ternak sapi perah per desa dalam satu kecamatan Contoh Kuesioner (rekap)

More Related