1 / 11

Tingkat keterbacaan ( readibility )

Tingkat keterbacaan ( readibility ). Minggu ke-4 Beniati_lestyarini@uny.ac.id. Mengapa perlu mengukur keterbacaan ?. Teks bacaan. Pengajar harus mempu membuat keputusan mengenai bacaan mana yang dipilih untuk siswanya (professional judgment)

evette
Download Presentation

Tingkat keterbacaan ( readibility )

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Tingkat keterbacaan (readibility) Minggu ke-4 Beniati_lestyarini@uny.ac.id

  2. Mengapaperlumengukurketerbacaan?

  3. Teksbacaan • Pengajar harus mempu membuat keputusan mengenai bacaan mana yang dipilih untuk siswanya (professional judgment) • Pengajar mengevaluasi teks bacaan agar dia bisa “in touch” dengan buku/bacaan bagi siswanya

  4. Pertimbanganmemilihbacaan/buku • Desain, format, strukturorganisasibukudaripenerbit • Pengetahuan yang diperolehpengajardaninteraksi yang dengansiswanyadikelas • Kebermanfaatanbukubagisiswa

  5. Pengukuranketerbacaan • SUBJEKTIF – bergantung pada pemberi tes bacaan • OBJEKTIF – bergantung pada kemampuan yang diberi tes bacaan (biasanya siswa membuat ringkasan) • FORMULA/RUMUS KETERBACAAN

  6. HAMPIR SEMUA PENGUKURAN KETERBACAAN MELIBATKAN • PANJANG KALIMAT • KATA-KATA SULIT • APAKAH KALIMAT YANG PANJANG SELALU LEBIH SULIT DARIPADA KALIMAT YANG PENDEK? • APAKAH KATA YANG PANJANG SELALU LEBIH SULIT DIMENEGRTI DARIPADA KATA YANG PENDEK?

  7. Pengukuranketerbacaanolehbeberapaahlimembaca

  8. CHARTA RUDOLF FLESCH

  9. Grafik fry (the fry graph) • Diperkenalkan oleh Edward Fry (1968) • Menggunakan dua variabel: panjang kalimat dan panjang kata • Menghitung dalam 100 kata (berapa kalimat dan berapa silabel) • Grafik ini untuk memprediksi tingkat kesulitan bacaan untuk masing-masing level • Gambar grafik Fry seperti yang ada pada handout

  10. Prosedurklos (cloze procedure) • Diperkenalkan oleh Tylor (1953) • Dpat digunakan untuk melihat bagaimana siswa mampu membaca jenis-jenis bahan bacaan • “the cloze procedure is a method by which you sistematically delete words from a text passage and then evaluate student’s ability to accurately supply the words that were delete” • Dua hal yang penting adalah “prior knowledge” dan “language competence” • Delisi (penghapusan kata) dilakukan secara konsisten pada kata ke-n pada teks. • Delisi tidak dilakukan pada kalimat pertama.

  11. Interpretasihasilprosedurklos

More Related