1 / 54

Pemeliharaan Software (Software Maintenance)

Pemeliharaan Software (Software Maintenance). Definisi. “modifikasi produk software setelah di reales untuk: memperbaiki kesalahan (faults), untuk meningkatkan performa atau atribut lainnya (reliable, maintainable, …), adaptasi produk software terhadap lingkungan baru.” (IEEE).

Download Presentation

Pemeliharaan Software (Software Maintenance)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pemeliharaan Software (Software Maintenance)

  2. Definisi • “modifikasi produk software setelah di reales untuk: • memperbaiki kesalahan (faults), • untuk meningkatkan performa atau atribut lainnya (reliable, maintainable, …), • adaptasi produk software terhadap lingkungan baru.” (IEEE)

  3. Alasan kesulitan pemeliharaan SW • Rendahnya kualitas software yang berjalan (yang sudah ada). • Sistem tidak dirancang untuk memperhatikan konsep pemeliharaan • Pemeliharaan bukan merupakan bagian yang dirasakan perlu pada suatu SW

  4. Spiral maintenance model

  5. Sistem Software saat kini bisa lebih mudah berubah volatile daripada sebelumnya • Mencerminkan perubahan lingkungan bisnis yang cepat • Menekankan pada pengembangan metode yang baru: • Faktor-faktor peningkatan • Pendekatan iterasi • Model “evolutionary” • Memiliki Biological paradigm bukan assembly line paradigm

  6. Saran untuk peningkatan • Merancang agar SW bisa terpelihara • Mengukur kompleksitas • Mengimplementasikan procedure management perubahan (SCM) • Meningkatkan kemampuan staff • Menambah tool pemeliharaan dan metrics

  7. Permasalah yang ada? • Pemeliharaan SW membutuhkan 50-80% dari total biaya pembuatannya • Biaya pemeliharaan SW di seluruh dunia diperkirakan mencapai $30 billion • Masih sedikit penelitan yang mengarah ke pemeliharaan software

  8. Microsoft Windows NT • 30 juta baris code ditambahkan selama 6 tahun • Telecom switch software • 5.2 juta modifikasi sepanjang satu dekade • Web-based applications • 73% dari biaya pembuatan e-commerce digunakan untuk re-design web site setelah implementasi pertama

  9. Kategori pemeliharaan SW • Corrective maintenance • perubahan yang dilakukan guna memperbaiki kesalahan • Adaptive maintenance • Perawatan berdasarkan perubahan lingkungan • Perfective maintenance • Perubahan untuk meningkatkan kualitas sistem tanpa merubah fungsinya • Preventive maintenance • Meningkatkan reliability, future maintainability, future enhancement (reverse engineering dan re-engineering)

  10. Proporsi kategori pemeliharaan SW Corrective maintenance (17%) Perfective Maintenance (65%) Adaptive maintenance (18%) Lientz and Swanson (1980)

  11. Proses Pemeliharaan Impact analysis System Release planning Change implementation System release Change request Perfective maintenance Adaptive maintenance Corrective maintenance

  12. Karakteristik Pemeliharaan SW • Aktivitas pada fase pemeliharaan dan dampak pendekatan software engineering untuk keberhasilan aktifitas tersebut. • Biaya untuk fase pemeliharaan software. • Masalah yang sering dijumpai ketika prosees pemeliharaan software.

  13. Permintaan perubahan • Perubahan yang diminta oleh users, customers atau management • Pada kenyataannya, semua perubahan memerlukan analisis yg hati-hati • Pada kenyataan, perubahan SW dirasakan perlu untuk • Memperbaiki kesalahan • Perubahan system’s environment • Urgently required business changes

  14. Structured vs. unstructured pemeliharaan SW code software Configuration Evaluation design Evaluation code Plan approach ? Modify design Recode Recode Review Review Test and Release

  15. Biaya Pemeliharaan • Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pemeliharaan software yang bisa mencapai 80% dari total biaya pembuatan software. M = p + Ke M = total usaha yang dikeluarkan untuk pemeliharaan p = productivity effort K= empirical constant c = pengukuran kompliksitas yang bisa berdasarkan kekurangan terhadap perancangan yang baik dan kokumentasi yang baik d = derajat familiarty software (c-d)

  16. Permasalahan yang ada • Kesulitan melakukan pelacakan evolusi software pd versi sebelumnya, • Kesulitan pelacakan pada proses pengembangan software, • Sulit untuk mengerti program orang lain, • Tidak adanya dokumentasi yang baik, • Tidak adanya nara sumber, • Kebanyakan software dirancang tanpa adanya pemikiran untuk diubah

  17. Initial development first running version evolution changes Evolution loss of evolvability servicing patches Servicing servicing discontinued Phase-out Switch-off Close-down Software Evolution • evolution is key part of lifecycle

  18. Alasan evolusi SW • Memperbaiki dan menajamkan requirement • Beberapa requirement yang ditemukan pada tahap inisial pengemebangan SW. • Perubahan pada lingkungan operasi • Iterasi pengembangan SW • Menambahkan satu fitur pada satu saat, membaca resiko pada integrasi sistem • Pengiriman yang cepat untuk versi yang kecil

  19. Age (years) 20 10 Size in Total Lines of Code (LOC) 181,652 189,999 Size in Function Points (FP) 1,321 1,446 Number of Modules 109 45 % of Online Modules 7% 62% % of Batch Modules 93% 38% Average Module Size (LOC) 1,666 3,878 Contoh:A tale of two systems’ evolution Financial System Shipping System

  20. Pendefinisian pengukuran software evolution • Amplitude = ukuran modifikasi software • Periodicity = interval waktu antara perubahan • Deviation = variability panjang interval waktu

  21. Kategori pengukuranevolusi software

  22. Software Re-engineering • Reorganisasi dan modifikasi sistem software agar bisa dipelihara (maintainable)

  23. Re-engineering Sistem • Restrukturisasi atau penulisan ulang suatu sistem tanpa merubah fungsionalitasnya, • Dapat diaplikasikan kalau beberapa (bukan keseluruhan) sub-system dari suatu sistem yang besar sering memerlukan perawatan, • Memerlukan effort tambahan untuk memudahkan perawatan. Sistem mungkin di re-strukturisasi atau re-dokumentasi

  24. Kapan melakukan Re-engineering • Kalau perubahan sistem kebanyakan dilakukan pada bagian sistem maka dilakukan re-engineering pd bagian tesebut • Ketergantungan terhadap dukungan hardware/software yang penting • Jika ada dukungan tools untuk re-strukturisasi.

  25. Keuntungan melakukan Re-engineering SW • Mengurangi risiko • Adanya risiko yang tinggi pada pengembangan softwarebaru. (yaitu masalah pengembangan, staff, dan spesisfikasi). • Mengurangi biaya • Biaya re-engineering secara signifikan lebih kecil dari dari biaya pembuatan software baru

  26. Business process re-engineering • Konsentrasi pada proses re-disian bisnis agar lebih responsive dan efficient • Bergantung pada sistem komputer baru untuk mendukung proses perbaikan • Software re-engineering didisain untuk mendukung proses yang ada

  27. Forward engineering dan re-engineering

  28. Proses re-engineering

  29. Faktor biaya Re-engineering • Kualitas software yang akan di re-engineered • Fasilitas pendukung yang tersedia untuk proses re-engineering • Besarnya konversi data yang diperlukan • Adanya staff yang ahli untuk proses re-engineering

  30. Pendekatan Re-engineering

  31. Source code translation • Melibatkan konversi code dari satu bahasa pemrograman ke yang lain mis.: COBOL ke C++ • Diperlukan karena: • Perubahan Hardware platform • Kemampuan Staff yang kurangan • Perubahan kebijakan Organisational • Akan realisitis jika translate dilakukan sec. Otomatis.

  32. Proses translate Program

  33. Reverse engineering • Menganalisa software untuk mengerti disain dan spesifikasi SW. • Bisa merupakan bagian proses re-engineering tetapi dapat juga digunakan untuk melakukan spesifikasi ulang dalam re-implementasi sistem. • Dapat menggunakan Program understanding tools (browsers, cross-reference generators, dll.)

  34. Proses reverse engineering

  35. Reverse engineering • Reverse engineering sering diawali oleh re-engineering tapi dapat juga di keseluruhan proses reverse engineering itu sendiri • Disain dan specification system dapat di-reverse-engineered sehingga bisa dijadikan sebagai input ke requirements specification process untuk penggantian system (system”s replacement) • Disain dan specification dapat di-reverse- engineered untuk mendukung pemeliharaan program

  36. Meningkatkan struktur program • Program direstrukturisasi secara otomatis untuk menghilangkan cabang non-kondisi. • Statement kondisi disederhanakan sehingga mudah dibaca.

  37. Spaghetti logic

  38. Kontrol logic terstruktur

  39. Contoh penyederhanaan suatu kondisi -- Kondisi yang kompleks if not (A > B and (C < D or not ( E > F) ) )... --Kondisi yang sederhana if (A <= B and (C>= D or E > F)...

  40. Restrukturisasi program yang otomatis

  41. Masalah pada restrukturisasi • Masalah restrukturisasi : • Kehilangan documentasi • Kebutuhan akan komputasi yang tinggi • Restrukturisasi tidak bisa membantu pada sistem yang memiliki kelemahan modularisainya yaitu komponen-komponen yg terkait terseber di seluruh code.

  42. Modularitas Program • Proses re-organisasi suatu program sehingga program yang berkaitan terkumpul menjadi satu module. • Biasanya dilakukan secara manual pada inspeksi program dan re-organisasi

  43. Tipe-tipe Modul • Abstraksi Data • Abstract data type untuk pengelompokkan data structures dan operasinya • Hardware modules • Fungsi yang diperliukan untuk interface dg hardware (driver). • Functional modules • Module terdiri dari fungsi-fungsi yang memiliki tugas yang saling terkait. • Process support modules • Modules yang berfungsi mendukung proses bisnis

  44. Recovering data abstractions • Many legacy systems use shared tables and global data to save memory space • Causes problems because changes have a wide impact in the system • Shared global data may be converted to objects or ADTs • Analyse common data areas to identify logical abstractions • Create an ADT or object for these abstractions • Use a browser to find all data references and replace with reference to the data abstraction

  45. Data re-engineering • Involves analysing and reorganising the data structures (and sometimes the data values) in a program • May be part of the process of migrating from a file-based system to a DBMS-based system or changing from one DBMS to another • Objective is to create a managed data environment

  46. Pendekatan untuk data re-engineering

  47. Data problems • End-users want data on their desktop machines rather than in a file system. They need to be able to download this data from a DBMS • Systems may have to process much more data than was originally intended by their designers • Redundant data may be stored in different formats in different places in the system

  48. Data migration

More Related