1 / 18

PENGELOLAAN AIR LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN BERGAS

PENGELOLAAN AIR LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN BERGAS. Benny Syahputra, M.Si. FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA). HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENERAPAN . TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH. 1. Aspek Sosial :. Pengetahuan yang rendah

ganya
Download Presentation

PENGELOLAAN AIR LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN BERGAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGELOLAAN AIR LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN BERGAS Benny Syahputra, M.Si FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA)

  2. HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH 1. Aspek Sosial : • Pengetahuan yang rendah • Kesadaran yang rendah • Perasaan terganggu tanahnya digunakan • Letak pabrik yang dekat dengan sungai • Rutinitas Kegiatan industri • Kecemburuan sosial sesama perusahaan

  3. 2. Aspek Ekonomi • Mahalnya pembuatan unit pengolahan air limbah 3. Aspek Teknologi • Tanah pekarangan yang sempit • Konstruksi yang harus kuat • Debit air limbah fluktuatif • Permukaan air tanah yang dangkal • Tidak berada dalam areal industri

  4. KONDISI YANG MENDUKUNG DALAM PENERAPAN IPAL • Adanya kontrol dari Masyarakat • Luas lahan yang tersisa banyak • Adanya dorongan moril dari formal dan informal leader • Adanya UU no. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

  5. Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penerapan IPAL • Perlu pendekatan partisipatif • Jangan ada kesan pembangunan IPAL adalah proyek • Perlu dipikirkan teknologi yang murah dan kuat • Untuk membuat IPAL, budayakan menabung atau arisan diantara perusahaan

  6. 2 Syarat Penentuan IPAL yang Baik • Kuntitas Air Limbah • Kualitas Air Limbah

  7. Korelasi Stream & Effluent Standard Effluent Standard Stream Standard

  8. Apa itu Stream & Effluent Standard ? • Effluent Standard : adalah Standard (Baku Mutu) yang ditetapkan pada limbah yang telah diolah dari unit-unit IPAL atau keseluruan unit-unit IPAL. • Stream Standard : adalah Standard (Baku Mutu) yang ditetapkan pada badan air sesuai dengan peruntukannya

  9. Untuk Apa Stream & Effluent Standard ? Meningkatkan Kualitas Air Badan Air Stream Standard Industri Penghasil Limbah Cair Effluent Standard

  10. Bagaimana Fase Pencemaran Air ? Phase of Degradation 100 % Phase of Active Decomposition Phase of Recovery Phase of Cleaner Water 80 % 60 % Bakteri (+) Protozoa (- / +) Jamur ( - / + ) 40 % Protozoa (+) Fungi < Algae >> MH Aquatik >> Keadaan Pulih Kembali Ikan >> Ikan (-) Cacing (+) Jamur (+) Protozoa (+) 20 % 0 % Waktu (t)

  11. Baku Mutu (Standard) • Effluent Standard : Kep.Men LH No. 51/MENLH/10/1995 Tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri. (Ada 21 jenis Industri) • Stream Standard : PP No. 82 Th. 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

  12. Mengapa Standard Bisa Berbeda ? • Peruntukannya • Prioritas Pembangunan • Filosofi Masyarakat • Karakteristik Limbah • Politis Karena :

  13. Bagaimana Cara Memenuhi Stream & Effluent Standard ? Effluent Standard : • SDM yang Qualified • IPAL yang baik Stream Standard : • Limbah harus diolah • Law Enforcement

  14. 1. Industri “Pulp” Klarifier Beberapa Contoh IPAL Secara Skematik Aerator Air Air Olahan Kotor Bak Aerasi Bak Pengendap Tangki Flokulasi Pompa Filter Aid Filter Vacum Pemekat Lumpur Penampung Lumpur Kering

  15. 2. Industri Kertas Air Air Olahan Tangki Koagulasi Kotor Udara Pompa Tangki Udara Jenuh

  16. 3 Industri “DYE” Pewarnaan Alkali, Asam Koagulan Air Kotor Air Olahan Tanki Netralisasi Tanki Koagulasi Tanki Equalisasi Tanki Sedimentasi Air Filtrat Tanki Koagulasi Lumpur Pemekat Lumpur Press Filter

  17. Effluent Standard yang Berbeda pada Industri Sumber : Kep.Men LH No.51/MENLH/10/1995

  18. Untuk Lebih Jelasnya, Klik : www.Bennysyah.edublogs.org

More Related