1 / 11

JENIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

JENIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS.

gelsey
Download Presentation

JENIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. JENIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS 1. TunarunguTunarungu adalah individu yang mengalami gangguan dalam indra pendengaran. Karena memiliki gangguan dalam pendengaran, individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat.Ciri-ciri tunarungu :- kemampuan bahasanya terlambat- tidak bisa mendengar- lebih sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi- perkataan yang diucapkan tidak begitu jelas 2. TunanetraTunanetra adalah individu yang mengalami gangguan pada indra penglihatan. Karena tunanetra memiliki keterbatasan dalam indra penglihatan, maka proses pembelajaran menekankan pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. created by Ahmad Solehudin

  2. Tunanetra dibagi 2 kelompok : Buta total : tidak dapat melihat dua jari di mukanya atau hanya melihat sinar atau cahaya yang lumayan dapat digunakan untuk orientasi mobilitas. Low vision (kurang penglihatan) : mereka yang bila melihat sesuatu harus didekatkan atau dijauhkan dari objek yang dilihatnya, atau mereka yang mimiliki pemandangan kabur ketika melihat objek. • Klasifikasi anak tunanetra :Myopia : penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina. Hyperopia : penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina. Astigmatisme : penyimpanan atau penglihatan kabur yang disebabkan ketidakberesan pada kornea mata atau pada permukaan lain pada bola mata, sehingga bayangan benda, baik pada jarak dekat maupun jauh, tidak terfokus jatuh pada retina atau menggunakan kacamata koreksi dengan lensa silinder. created by Ahmad Solehudin

  3. 3. TunadaksaTunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio, dan lumpuh.Ciri-ciri tunadaksa :- anggota gerak tubuh tidak bisa digerakkan/lemah/kaku/lumpuh- setiap bergerak mengalami kesulitan- tidak memiliki anggota gerak lengkap- tidak dapat tenang- terdapat anggota gerak yang tidak sama dengan keadaan normal pada umumnya. 4. TunagrahitaTunagrahita adalah individu yang memiliki intelegensi yang signifikan berada dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi prilaku yang muncul dalam masa perkembangan created by Ahmad Solehudin

  4. Ciri-ciri tunagrahita :- penampilan fisik tidak seimbang- pada masa pertumbuhannya dia tidak mampu mengurus dirinya- terlambat dalam perkembangan bicara dan bahasa- cuek terhadap lingkungan, dll 5. Tunalaras Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar.Ciri-ciri tunalaras :- berani melanggar aturan yang berlaku,- mudah emosi,- suka melakukan tindakan yang agresif created by Ahmad Solehudin

  5. 6. Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa, berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berfikir, membaca, berhitung, berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi, brain injury, disfungsi minimal otak, dislexia, dan afasia perkembangan. 7. Autis Autis adalah suatu kondisi mengenai seseorang yang didapatkannya sejak lahir atau masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat berhubungan sosial atau komikasi secara normal. Secara Neurologis atau berhubugan dengan sistem persarafan. Autis dapat diartikan sebagai anak yang mengalami hembatan perkembangan otak, terutama pada area bahasa, sosial dan fantasi. created by Ahmad Solehudin

  6. Golongan Kelas • Klasifikasi Tunagrahita Anak Tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi, yaitu : 1.      Tunagrahita Ringan Anak yang tergolong dalam Tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididik dan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menggambar, bahkan menjahit. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi, selain itu kondisi fisik mereka juga tidak terlihat begitu mencolok. Mereka mampu mengurus dirinya sendiri untuk berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra, mereka hanya perlu terus dilatih dan dididik. 2.      Tunagrahita Sedang Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu untuk diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, mereka paham untuk menjawab pertanyan dari orang lain, contohnya, ia tahu siapa namanya, alamat rumah, umur, nama orangtuanya, ,ereka akan mampu menjawab dengan jelas. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan social anak tunagrahita sedang. . created by Ahmad Solehudin

  7. 3.      Tunagrahita Berat Anak tunagrahita berat dapat disebut juga Idiot. Karena dalam kegiatan sehari- harinya membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayananyang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Asumsi anak tunagrahita sama dengan idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita tergolong dalam tunagrahita berat. Klasifikasi TunarunguTuna rungu dapat diklasifikasikan berdasarkan empat hal, yaitu: a) Tunarungu ringan (mild hearing loss)Siswa yang tergolong tunarungu ringan mengalami kehilangan pendengaran antara 27-40 dB, ia sulit mendengar suara yang jauh sehingga membutuhkan tempat duduk yang letaknya strategis. created by Ahmad Solehudin

  8. b) Tuna rungu sedang (moderate hearing loss)Siswa yang tergolong tunarugu sedang mengalami kehilangan pendengaran anatara 41-55 dB, ia dapat mengerti percakapan dari jarak 3-5 feet secara berhadapan ( face to face), tetapi tidak dapat mengikuti diskusi kelas. Ia membutuhkan alat bantu dengar serta terapi bicara. c) Tunarungu agak berat (moderately severe hearing loss)Siswa yang tergolong tunarungu agak berat mengalami kehilangan pendengaran antara 56-70 dB, ia hanya dapat mendengar suara dari jarak dekat sehingga ia perlu menggunakan hearing aid. created by Ahmad Solehudin

  9. d) Tunarungu (severe hearing loss)Siswa yang tergolong tunarungu berat mengalami kehilangan pendengaran antara 71-90 dB, sehingga ia hanya dapat mendengar suara-suara yang keras dari jarak dekat. e) Tunarungu berat sekali (profound hearing loss)Siswa yang tergolong tunarungu berat sekali mengalami kehilangan pendengaran lebih dari 90 dB, mungkin ia masih mendengar suara yang keras, tetapi ia lebih menyadari suara melalui getarannya (visbratiaons) dari pada melalaui pola suara. Berdasarkan saat terjadinya, ketunarunguan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Ketunarunguan prabasa (prelingual deafness), yaitu kehilangan pendengaran yang terjadi sebelum kemampuan bicara dan bahasa berkembang. b) Ketunarunguan pascabahasa (post lingual deafness), yaitu kehilangan pendengaran yang terjadi beberapa tahun setelah kemampuan bicara dan bahasa berkembang. created by Ahmad Solehudin

  10. Berdasarkan letak gangguan pendengaran secara anatomis, ketunarunguan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Tunarungu tipe konduktif, yaitu kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada telinga bagian luar dan tengah yang berfungsi sebagai alat konduksi atau pengantar getaran suara menuju telinga bagian dalam. b) Tunarungu tipe sensorineural, yaitu yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada telinga dalam serta saraf pendengaran (nervus chochlearis) c) Tunarungu tipe campuran yang merupakan gabungan tipe konduktif dan sensorineural, artinya kerusakan terjadi pada telinga pada telinga luar/tengah dengan telinga dalam/saraf pendengar. Berdasarkan etiologi atau usulnya ketunarunguan diklasifikasikan sebagai berikut:a) Tunarungu endogen, yaitu yang disebabkan oleh faktor genetik (keturunan)b) Tunarungu eksogen, yaitu tunarungu yang disebabkan oleh faktor non genetik (bukan keturunan) created by Ahmad Solehudin

  11. Tunanetra yang memiliki ketajaman penglihatan dengan visus 0, sudah sama sekali tidak dapat melihat. Berdasarkan adaptasi Pedagogis a.Kemampuan melihat sedang (moderate visual disability), masih dapat melaksanakan tugas-tugas visual yang dilakukan orang awas dengan menggunakan alat bantu khusus serta dengan bantuan cahaya yang cukup. b.Ketidakmampuan melihat taraf berat (severe visual disability), memiliki penglihatan yang kurang baik, atau kurang akurat meskipun dengan menggunakan alat bantu visual dan modifikasi. c.Ketidakmampuan melihat taraf berat (profound visual disability), mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas visual, dan tidak dapat melakukan tugas-tugas yang lebih detail seperti membaca dan menulis. created by Ahmad Solehudin

More Related