1 / 24

Pengelolaan Sampah

Pengelolaan Sampah. Klasifikasi Sampah ( Sumber dan komposisi ). Dalam paradigma lama pengelolaan persampahan terdiri dari sumber sampah, pewadahan, pengumpulan/pemindahan, pengangkutan dan pembuangan akhir.

gene
Download Presentation

Pengelolaan Sampah

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PengelolaanSampah KlasifikasiSampah (Sumberdankomposisi)

  2. Dalam paradigma lama pengelolaan persampahan terdiri dari sumber sampah, pewadahan, pengumpulan/pemindahan, pengangkutan dan pembuangan akhir. • Jelas terlihat dan dirasakan tentang sampah hanya pantas untuk dibuang begitu saja tanpa ada tanggapan dan langkah lain yang dapat dilakukan. • Dapat diidentikkan sampah adalah tanggung jawab satu pihak yang terkait saja.

  3. Didalam paradigmabaru berbagai potensi kelembagaan dipacu untuk aktif berperan dan juga sekaligus mengawasi. • Kegiatandanpenanganan persampahanbukanhanyamenjadi tugasdankewajibandari Dinas PU Cipta Karya atau Kebersihan, tapi masyarakat memegang peranan yang setara dan sama. • Pengelolaan sampah dengan para- digma baru perlu dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah.

  4. Klasifikasisampah • Sampah dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara tergantung dari kondisi yang dianut oleh kebijakan negara setempat. • Penggolongan ini dapat didasarkan atas sumber sampah, komposisi, bentuk, lokasi, proses terjadinya, sifat, dan jenisnya. • Penggolonganinisangatpentingdalampenentuanpenanganandanpemanfaatansampah.

  5. Klasifikasisampahberdasarkansumbernya (Tchobanoglous, 1993) yaitu: Sampahdomestik/pemukimanpenduduk → Jenissampah yang dihasilkanbiasanyaberupasisamakanan, bahan-bahansisadaripengolahanmakananatausampahbasah (garbage), dansampahkering (rubbish).

  6. Sampahkomersil → Sampah yang berasaldaritoko, restoran, hotel, danperkantoran. Jenissampah yang dihasilkanberupasampahmakanan, kertas, karton, plastik, kaca, logam, sampahkhusus, dankadang-kadangsampah B3. Sampahinstitusi →Sampahinstitusiantara lain sekolah, rumahsakit, penjara, danpusatpemerintahan. Jenissampah yang dihasilkanberupasampahmakanan, kertas, karton, plastik, kaca, logam, sampahkhusus, dankadang-kadangsampah B3.

  7. Sampahkonstruksidanpemugaran →Sampahyang berasaldarikegiatankonstruksi, remodeling, perbaikanperumahan, danperbaikanbangunankomersil. Sampah yang dihasilkanberupabatu, batubata, beton, plester, dan lain-lain. Sampahpemugaranadalahsampah yang berasaldarireruntuhanbangunan, jalanretak, trotoar, danjembatan. Jenissampah yang dihasilkanadalahkaca, plastik, baja, danjugasamadengansampahkonstruksi.

  8. Sampahpelayanankota →Sampah pelayanan kota terdiri atas sampah penyapuan jalan, sampah taman, pantai, dan sampah sarana rekreasi. Lumpur instalasi pengolahan dan sisa-sisa lain →Yang termasuk ke dalam jenis ini berasal dari pengolahan air minum, pengolahan air buangan, dan pengolahan limbah industri.

  9. Sampahindustri →Macamdanjenissampah yang dihasilkantergantungkepadajenisindustri. Sampahpertanian →Sampahjenisiniberasaldariaktivitaspertaniansepertikegiatanpenanaman, panen, peternakan, danpemupukan. Padaumumnyasampahjenisinibukanmerupakantanggungjawabdaripihakpersampahankota.

  10. SampahKhusus Sampahkhususadalahsampah yang memerlukan Penanganankhususuntukmenghindaribahaya yang akanditimbulkannya. Sampahkhususmeliputi : 1. Sampah dari Rumah Sakit Sampahrumahsakitmerupakansampahbiomedis, sepertisampahdaripembedahan, peralatan (misalnyapisaubedah yang dibuang), botol infus dan sejenisnya, serta obat-obatan (pil, obat bius, vitamin).

  11. 2. BateraiKeringdanAkumulatorbekas Bateraiumumnyaberasaldarisampahrumah tangga, danbiasanyamengandunglogamberat sepertiraksadankadmium. Logamberat sangatberbahayabagikesehatan. Akumulator denganasamsulfatatausenyawatimbal berpotensimenimbulkanbahayabagimanusia.

  12. Klasifikasisampahberdasarkankandunganorganikdananorganik (Tchobanoglous, 1993) Sampahbasah (garbage) →Sampahbasahadalahsampah yang mengandungunsur-unsurorganik, sifatnyamudahteruraidanmembusuk, danakanmenghasilkan air lindi. Sampahgolonganinimerupakansisa-sisapengolahanatausisa-sisamakanandarirumahtangga, hasilsampingankegiatanpasar.

  13. Sampahkering (rubbish) →Sampahkeringadalahsampah yang mengandungunsur-unsuranorganik, tidakmembusuk, tidakmudahterurai, dantidakmengandung air. Sampahjenisiniterdiriatas: • Sampah mudah terbakar (combustible) seperti kayu, kertas, kain, dan lain-lain; • Sampah tidak mudah terbakar (non combustible) seperti logam, kaca, keramik, dan lain-lain.

  14. Abu (Dust/Ash) →Abu adalahsampah yang mengandungunsurorganikdananorganik yang berasaldariprosesataukegiatanpembakaran.

  15. Klasifikasi sampah berdasarkan komposisinya (Damanhuri, 2004): Sampah yang seragam →Sampah yang berasal dari kegiatan industri pada umumnya termasuk pada sampah seragam serta sampah perkantoran yang terdiri atas kertas, karton, dan kertas karbon. Sampah yang tidak seragam (campuran) →Sampah campuran berasal dari pasar atau sampah dari tempat-tempat umum.

  16. Timbulan Sampah Timbulan sampah adalah volume sampah atau berat sampah yang dihasilkan dari jenis sumber sampah (perumahan, komersil, perkantoran, konstruksi dan pembongkaran, industri,institusi, pelayanan dan pertanian) di wilayah tertentu per satuan waktu (Departemen Pekerjaan Umum, 2004).

  17. Komponen Sumber Sampah • Rumah Permanen • Rumah Semi Permanen • Rumah Non Permanen • Kantor • Toko/ruko • Sekolah • Jalan Arteri Sekunder • Jalan Kolektor Sekunder • Jalan Lokal • Pasar

  18. Rata- rata timbulan sampah tidak akan sama antara satu daerah dengan daerah lainya, atau suatu negara dengan negara lainnya. • Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain (Damanhuri,2004): • Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhannya; • Tingkat hidup; • Perbedaan musim; • Cara hidup dan mobilitas penduduk; • Iklim; • Cara penanganan makanannya.

  19. KomposisiSampah • Komposisi sampah merupakan gambaran dari masing-masing komponen yang terdapat pada sampah dan distribusinya. • Dinyatakan dalam persentase berat (% berat). Data ini penting untuk mengevaluasi peralatan yang diperlukan, sistem, program, dan rencana manajemen persampahan suatu kota (jenis perlakuan penanganan sampah yang berorientasi kepada pemanfaatan, daur ulang, pengomposan, pembakaran, dan lain-lain).

  20. Komposisi sampah dikelompokkan atas sampah organik (sisa makanan, kertas, plastik, kain (tekstil), karet, sampah halaman, kayu, dan lain-lain) dan sampah anorganik (kaca, kaleng, logam, dan lain-lain) (Tchobanoglous, 1993). • Komposisi sampah dapat dihitung berdasarkan rumus berikut:

  21. Komposisi sampah dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: Frekuensi pengumpulan Semakin sering sampah dikumpulkan maka tumpukan sampah terbentuk semakin tinggi, tetapi sampah organik akan berkurang karena membusuk, sedangkan sampah non organiksulit terdegradasi akan terus bertambah.

  22. Musim Musimsangatberpengaruhterhadapsampah yang dihasilkan,. Padamusimkemarau, sampahmakanan, organiklainnya, dansampahhalamanmengalamikenaikan, sedangkansampahkertas, plastik, kaca, logam, inert, dansampahlainnyamengalamipenurunan. Padamusimdingin, bykdikonsumsimakanansiapsaji. Sampahlainnyaberupadebudanabusebagaiprodukhasilpembakaran, baikpembakaranbahanbakaruntukpemanasruanganmaupunabuhasilpembakaransampahdariincinerator.

  23. Cuaca • Cuaca memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap komposisi sampah, untuk daerah yang kandungan airnya cukup tinggi, kelembaban sampahnya juga cukup tinggi; Kemasan produk • Kemasan produk bahan kebutuhan sehari-hari juga mempengaruhi komposisi sampah. Negara maju seperti Amerika banyak menggunakan kertas sebagai pengemas, sedangkan negara berkembang seperti Indonesia banyak menggunakan plastik sebagai pengemas.

More Related