1 / 19

Nephrologi

Nephrologi . Batasan: ilmu yg mempelajari fungsi dan patofisiologi ginjal dan saluran2 penunjangnya serta penyakit2nya. Dasar2 yg perlu: 1. Anatomi & histologi 2. Fisiologi & biokimia 3. Patologi & laborat. Pendekatan klinis:. Anamnesis Pemeriksaan fisik Laboratorium Pem. Penunjang:

greg
Download Presentation

Nephrologi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Nephrologi Batasan: ilmu yg mempelajari fungsi dan patofisiologi ginjal dan saluran2 penunjangnya serta penyakit2nya. Dasar2 yg perlu: 1. Anatomi & histologi 2. Fisiologi & biokimia 3. Patologi & laborat.

  2. Pendekatan klinis: • Anamnesis • Pemeriksaan fisik • Laboratorium • Pem. Penunjang: a. radiologis: - BOF - IVP - CT Scan - MRI b. biopsi ginjal.

  3. Anamnesis: 1. Keluhan utama: a. dysuria,polyuri,polakisuri, b. edema c. nyeri d. penurunan fungsi ginjal e. hematuria 2. Penyakit terdahulu 3. Anamnesa keluarga.

  4. Pemeriksaan fisik: inspeksi palpasi perkusi auskultasi

  5. Pem.laboratorium: 1.urinalisis: - pH, BJ, warna - albumin - reduksi - bilirubin/urobilin - sedimen: eri,leko, kristal,silinder epitel. 2. Kimia darah: kreatinin plasma klirens kreatinin konsentrasi ureum plasma.

  6. Glomerulopathy • adalah proses inflamasi glomerulus • Terjadi akibat berbagai sebab yg berbeda etiologi, patofisiologi ataupun patogenesanya • Dulu dikenal dg istilah glomerulonephritis • Peyebab utama Gagal Ginjal • Manifestasi klinis bisa tanpa gejala sampai gejala yang berat • Terpenting:menghambat progresifitas kerusakan

  7. Klasifikasi glomerulopathy • Klasifikasi klinis • Klasifikasi lesi histopatologi • Klasifikasi berdasar etiologi&patogenesis • Klasifikasi berdasar proses imunologi

  8. Klasifikasi klinis: • Kelainan urine tanpa keluhan • Sindroma nefrotik • Sindroma nefritik akut • Sindroma nefritik kronik • Sindroma RPGN (Rapid Progressive Glomerulonephritis)

  9. Klasifikasi lesi histopatologis • Lesi minimal • Lesi glomerulosklerosis fokal segmental • Lesi mesangioproliferatif (IgM) • Lesi mesangioproliferatif (IgA) (penyakit Berger) • Lesi proliferatif akut • Lesi membranoproliferatif • Lesi membranosa • Lesi bulan sabit (crescentic) • Lesi glomerulosklerosis.

  10. Klasif. Etiologi& patogenesa • Kelainan imunologi • Kelainan metabolik: - nefropati diabettik - nefropati as. Urat - amiloidosis primer/sekunder • Kelainan vaskuler • Disseminated Intravascular Coagulopathy (DIC) • Kel. Herediter: sindr.Alport, peny.Fabry • Patogenesis tak diketahui: lipoid nefrosis

  11. Klasif. imunologi • peny. Kompleks immun: 1. Circulating immune complex: Nephropathy Berger Henoch-Schonlein Purpura Nefritis Lohlein (endokar.bakteri) 2. Pembentukan komplek imun insitu: Glom. Post Streptococcus infection Glom. Membranosa b. peny.AGBM: sindroma Goodpasteur.

  12. Sindroma nefrotik Batasan: sindroma klinik ok.berbagai penyakit yg ditandai dg meningkatnya perm.membran basal glomerulus thd protein dg.G/ utama proteinuri > 3,5 gram/24 jam. Patofisiologi: • meningkatnya perm.GBM  proteinuri • Bila loss albumin> produksihipoalbuminemi • Hipoalbumin  edema anasarka • Hiperlipidemia : patogenesanya belum jelas • Ggn. Metab.lemaklipiduria: oval Fat Bodies

  13. Etiologi: • Glomerulopati primer • Glomerulopati sekunder: a. infeksi: sifilis, malaria, TBC, tifus,virus b. nefrotoksin: diuretik merkuri, bismuth, preparat emas c. allergen: sengatan lebah, gigitan ular, tepung sari. d. peny.kolagen: SLE, PAN,dermatomiositis, peny.Goodpastur, giant cell arteritis. e. peny.lain: Hodgkin, mieloma, leukemi, DM, feokromositoma, miksedema, gagal jantung kongestif, SBE, perikarditis konstriktif, amiloidosis, trombosis vena renalis, obstruksi vena cava inferior.

  14. Gejala klinis: • kencing berbuih • Sembab tungkai yg progresif s/d anasarka • Sesak nafas (bila ada cairan pleura) • Sebah dan perut buncit (bila ada asites)

  15. Pemeriksaan & diagnosis 1.urinalisis: - proteinuri +3+4, lipiduria - torak eritrosit: khas utk SN prim -glukosuri: bila ok DM. 2.ekskresi protein 24 jam (Esbach) 3.kadar albumin serum 4. Elektroforesa protein serum & protein urin 5.kadar lipid plasma 6.tes imunologi 7.pem.radiologi: BOF, IVP, foto thorax 8. Biopsi ginjal.

  16. Diagnosis banding: Penyakit dg edema dan hipoalbuminemi lain: • Penyakit hati kronis • Malnutrisi • Gagal jantung

  17. Penatalaksanaan • Diet TKTP rendah garam. • Obat: a. diuretik b. antiagregasi platelet: dipiridamol c. infus albumin d. kortikosteroid:prednison 2mg/kg/hr 4 minggu lalu tapering of e. imunosupresif: siklofosfamid 2 mg/ kg/hr atau klorambusil 0,2 mg/kg/hr selama 8 minggu. 3. Koreksi penyakit primernya

  18. Komplikasi: • Kelainan kardiovaskuler (atherosclerosis) • Shock hipovolemi • Mudah terserang infeksi • Gagal ginjal kronik.

  19. Terimakasih

More Related