1 / 25

PERTEMUAN PERTAMA

PERTEMUAN PERTAMA. KONSEP EKONOMI DAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (MAX WEBER ) a. Struktur Ekonomi dan Masyarakat b. tindakan social c. agama,hukum, birokrasi. Reference.

hope-munoz
Download Presentation

PERTEMUAN PERTAMA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERTEMUAN PERTAMA KONSEP EKONOMI DAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (MAX WEBER ) a. Struktur Ekonomi dan Masyarakat b. tindakan social c. agama,hukum, birokrasi

  2. Reference • Weber, Max. 1968. Economy and Society: Part I and II, trans. by Fishoff et al. Berkeley, CA: The University of California Press.

  3. KONSEP DASARPEMIKIRANMAX WEBER

  4. Max Weber • Max Weber, Lahir di Erfurt, Jerman: tgl. 21 April 1864. Meninggal di Munich tahun 1920. • Berasal dari keluarga kelas menengah. • Karya-karya: Methodological Essays (1902); The Protestant Ethics and the Spirit of Capitalism (1902-4); Economy and Society (1910-14); Sociology of Religion (1916).

  5. Max Weber… • Max Weber (1864-1920): merupakan sosok paling terkenal dan paling berpengaruh dalam teori sosiologi. • Karyanya memberi pengaruh pada fungsionalisme struktural (Talcott Parsons), Tradisi konflik (R. Collins), teori kritis (Jurgen Habermas). • Juga berpengaruh bagi: para ahli interaksionisme simbolik terutama gagasannya ttg Verstehen; Alfred Schutz ttg makna dan motif; perkembangan etnometodologi; dan kalangan teoritisi pilihan rasional.

  6. Max Weber:METODOLOGI • Sejarah dan Sosiologi, • Verstehen (Pemahaman), • Kausalitas, • Tipe-Tipe Ideal, • Nilai.

  7. Sejarah dan Sosiologi: • Weber memfokuskanperhatiannyapadakaryasubstantif; “Hanyadgnmengungkapkandanmemecahkan masalah2 substantif-lahitudptdibangundanmetodenyadptberkembang”. • Weber menjelaskanperbedaanantarasosiologidgnsejarah: “Sosiologiberusahamerumuskankonseptipedankeseragamanumum proses2 empiris. Sementarasejarahyngberorientasipadaanalisiskausaldanpenjelasanatastindakan, struktur, dankepribadianindividuyngmemilikisignifikansikultural”. • Sosiologiberorientasipadapengembangankonsepyngjelasshgiadptmelakukananalisiskausalterhadapfenommenasejarah. • Weber dipandangsbg: SosiologHistoris.

  8. Sosiologi Substantif: • Menurut Weber: Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pemahaman interpretatif atas tindakan sosial dan pada penjelasan kausal atas poses dan konsekuensi tindakan tersebut. • Ciri2 Definisi Sosiologi Weber: (1) sosiologi haruslah berupa sebuah ilmu; (2) sosiologi harus memusatkan perhatian pada kausalitas; dan (3) sosiologi harus menggunakan pemahaman interpretatif (verstehen).

  9. Tindakan Sosial: • Keseluruhan sosiologi Weber, didasarkan pada pemahamannya ttg.: Tindakan Sosial. • Weber: memusatkan perhatiannya pada tindakan yang jelas2 melibatkan campur tangan proses pemikiran (dan tindakan bermakna yang ditimbulkan olehnya) antara terjadinya stimulus dgn respons. • Dlm teori tindakannya, tujun Weber tdk lain adalah memfokuskan perhatian pada individu, pola dan regularitas tindakan, dan bukan pada kolektivitas • Tindakan dalam pengertian orientasi perilaku yng dapat dipahami scr subjektif hanya hadir sbg perilaku seorang atau beberapa orang manusia individual.

  10. Empat Tipe Tindakan Rasional: • Rasionalitas Sarana-Tujuan: atau tindakan yng ditentukan oleh harapan terhadap perilaku objek dlm lingkungan dan perilaku manusia lain; harapan2 ini digunakan sbg syarat atau sarana utk mencapai tujuan2 aktor lewat upaya dan perhitungan yang rasional. • Rasionalitas Nilai: atau tindakan yang ditentukan oleh keyakinan penuh kesadaran akan nilai perilaku22 etis, estetis, religius atau bentuk perilaku lain, yang terlepas dari proyek keberhasilannya. • Tindakan Afektual: ditentukan oleh kondisi emosi aktor. • Tindakan Tradisional: ditentukan oleh cara bertindak aktor yang biasa dan telah lazim dilakukan.

  11. Rasionalitas dlm Berbagai Setting Sosial: • Rasionalitas Ekonomi, • Rasionalitas Agama, • Rasionaitas Hukum, • Rasionalitas Politik.

  12. Agama dan Kelahiran Kapitalisme: • Weber banyak melakukan studi ttg agama. • Perhatian utamanya adalah hubungan antar berbagai agama dunia dengan perkembangan sistem ekonomi kapitalis yang hanya terjadi di Barat. • Weber tertarik pada sistem gagasan agama2 dunia, semangat kapitalisme, dan rasionalisasi sebagai nilai dan norma sistem modern. • Weber melakukan penelitian ttg agama dan kapitalisme dengan menggunakan pendekatan: Sosiologi Historis-Komparatif.

  13. Freund: Meringkas Kesaling-terkaitan dlm penelitian Weber: • Kekuatanekonomimempengaruhi agama Protestan. • Kekuatanekonomimempengaruhi agama selainprotestan (misalnya: Hindu, Konfusianisme, danTaoisme). • Gagasan2 agama mempengaruhipikirandantindakanindividu, khususnyapikirandantindakanekonomi. • Sistemgagasan agama meninggalkanpengaruh yang tidaksedikitdiseluruhdunia. • Sistemgagasan agama (khususnya agama Protestan) melahirkanakibat yang unikdi Barat dalammembantumerasionalkansektorekonomidanhampirsetiapinstitusi lain. • Sistemgagasan agama didunialuar Barat menciptakankendalastruktural yang begitubesarbagirasionalisasi.

  14. Jalan Keselamatan: • Analisis ttg hubungan antara agama2 dunia dgn ekonomi, Weber menemukan konsep “Jalan Keselamatan”: Asketisisme dan Mistisisme. • Asketisisme: adalah jenis religiositas pertama yang cakupannya begitu luas, yang menggabungkan orientasi pada tindakan dgn komitmen orang beriman untuk meninggalkan kenikmatan dunia. Asketisisme, berisi jenis2 tindakan dan penolakan diri. • Mistisisme: berisi komtemplasi, emosi, dan pengucilan diri.

  15. Jenis2 Askesitisme dan Mistisisme: • AskesitismeDunia Lain: yang meliputiserangkaiannormadannilai yang memerintahkanparapengikut agar tidakbekerjadiduniasekulerdanmelawanhawanafsu. • AskesitismeDuniawi:tidakmenolakdunia, namunsecaraaktifmenyerukananggotanyautkbekerjadiduniasehinggadapatmenemukankeselamatan, atau paling tidak tanda2nya. Kontrolketatdanmetodisataspolakehidupan, pikiran, dantindakan anggota2nya. • Mistisisme yang menolakdunia:meliputipelarian total daridunia. • Mistisismeduniawi:mengarahpadaupayakontemplatifutkmemahamimaknadunia, namun upaya2 iniberakhirdgnkegagalan, karenaduniadilihatberadadiluarpemahamanindividu.

  16. The Protestan Ethic and The Spirit of Capitalism: • Weber melacakdampakProtestanisme, terutamaCalvinisme, terhadapkelahiransemangatKapitalisme. • CalvinsmeadalahaliranProtestanisme yang paling menarikperhatian Weber. • SalahsatuciriCalvinismeadalahgagasanbahwahanyasejumlahkecilorangterpilih yang memperolehkeselamatan. • Orangdiserukanutkbekerjakeras, karenajikamerekajeli, merekadapatmenyingkap tanda2 keselamatan, yang dapatditemukandalamkesuksesanekonomi.

  17. Agama dan Kapitalisme di Cina: • Weber melakukan perbandingan perkembangan Kapitalisme di Barat dgn di Cina. • Di Cina terdapat prasyarat bagi perkembangan kapitalisme (industri besar, gilda, penduduk meningkat, dsb.), namun ada kendala2 sosial, struktural, dan religius di Cina yang mencegah berkembangnya kapitalisme.

  18. Kendala Struktural, Konfusianisme, dan Taoisme di Cina: • Terdapat beberapa kendala struktural bagi berkembangnya Kapitalisme di Cina: • Pertama: terdapat struktur komunitas khas Cina, yakni ikatan kekerabatan yng erat dlm bentuk wangsa. • Kedua: negara sangat patrimonial dan diatur oleh tradisi, hak prerogatif, dan favoritisme. • Ketiga: sifat bahasa Cina, dimana bhs Cina berlawanan dgn rasionalitas karena mempersulit pemikiran sistematis.

  19. Konfusianisme dan taoisme: • CiriutamapemikiranKonfusianismeadalahpenekanannyapadapendidikanliterersbgprasyaratbagidiperolehnyajabatandanbagi status sosial. • Utkmendapatkanposisipada strata penguasa, seseorangharusmenjadianggotakaumcerdikpandai. • Keterlibatanaktifdalamusahalabadipandangrendahsecara moral dantdk pas bagiposisiseorangKonfusian. • Weber memahamiTaoismesbg agama Cinamistisyngdidalamnyakebaikantertinggidiyakinisbgkondisipsikis, pikiran, danbukankondisimenggembirakan yang diperolehdgnamalperbuatandankerjadidunialuar. • Taoismetidakbersifattradisional, dansalahsatuciridasarnyaadalah: ”janganpernahlakukaninovasi”.

  20. Agama dan kapitalisme di India: • Weber mendiskusikan sistem Kasta. • Sistem Kasta menjadi kendala yang begitu besar bagi mobilitas sosial, dan bahkan cenderung mengatur hal2 kecil aspek kehidupan. • Contoh: Sistem Brahmana memiliki sejumlah komponen. Brahmana diharapkan menghindari pekerjaan kasar dan tetap bertingkah laku elegan dan bertindak secara pantas sesuai posisi sosialnya. Ketidak peduliannya trd urusan2 duniawai merupakan gagasan utama religiusitas Brahmana. • Konsep lainnya yang menjadi penghambat berkembangnya Kapitalisme adalah: Konsep tentang Reinkarnasi.

  21. Kontribusi Max Weber yg lain • Tema mendasar yang digagas Weber • Cross-cultural studies of types of legal systems • Demonstration of the relationship between law and the economy

  22. Tipe sistem Hukum • Weber mendasarkanstudinyadibeberapamasyarakatdiEropa. • Weber mengidentifikasiada 2 dimensisistemhukum : • Rationality-Irrationality • Refers to whether there are universal, calculable rules for deciding cases • Formal-Substantive • Formal systems are those in which there is an autonomous system for deciding cases • Substantive systems utilize laymen for making such decisions

  23. Types of Legal Systems

  24. Relasiantarahukumdanekonomi • Konsep sentral Weber adalah menjelaskan kebangkitan kapitalisme di Eropa • Weber menjelaskan bahwa kebangkitan kapitalisme dipengaruhi oleh politik, hukum dan institusi agama. • Weber berargumen bahwa kapitalisme bergantung pada aturan hukum formal • Jadi menurut Weber, relasi ekonomi membentuk hukum

  25. Ciri2 utama tipe ideal birokrasi: • Terdiri dari rangkaian organisasi fungsi resmi (badan) yang terikat oleh aturan. • Setiap badan memiliki ranah kompetisi spesifik. Badan tersebut membawa serta serangkaian kewajiban utk melakukan berbagai fungsi, otoritas utk menjalankan fungsi2 tersebut, dan cara2 pemaksaan yang diperlukan bagi dilakukannya pekerjaan tersebut. • Badan2 tsb. terorganisasi ke dalam sistem hierarki. • Badan2 tsb. Mungkin membawa serta kualifikasi teknis yang mengharuskan partisipasinya memperoleh pelatihan yang tepat. • Staf yang mengisi badan2 tersebut tdk memiliki sarana produksi yang terkait dengannya, anggota staf dibekali dengan manfaat benda2 yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut. • Pegawai tidak diizinkan mengubah posisi; ia tetap menjadi bagian dari organisasi. • Tindakan, keputusan, dan aturan administratif dirumuskan dan dicatat secara tertulis.

More Related