1 / 15

MATERI KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP)

MATERI KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP). Oleh : Ir. Tri Erina, MM, MBA. KEPEMIMPINAN. Pentingnya Kepemimpinan

izzy
Download Presentation

MATERI KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MATERI KEWIRAUSAHAAN(ENTREPREUNERSHIP) Oleh : Ir. Tri Erina, MM, MBA

  2. KEPEMIMPINAN Pentingnya Kepemimpinan Menurut Peter F. Drucker pimpinan perusahaan merupakan unsur pokok dan sumber yang langka didalam setiap perusahaan. Sukses tidaknya sebuah perusahaan terletak pada dinamika dan efektivitas kepemimpinan. Pendekatan Utama Kepemimpinan Untuk mempelajari kepemimpinan, ada tiga pendekatan utama yaitu: Pendekatan sifat-sifat (Traits approach) Sejumlah sifat-sifat kepribadian yang perlu dimiliki para pemimpin: Pendidikan umum yang luas, seorang yang berpendidikan akan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan.

  3. Kematangan mental, seorang pemimpin harus memiliki kematangan mental yang terlihat pada kestabilan emosional, tidak mudah tersinggung, tidak gampang marah dan sebagainya. Sifat ingin tahu, sifat ini mendorong seorang pemimpin untuk menyelidik, inovatif dan kreatif. Kemampuan analitis. Seorang pemimpin harus mampu menganalisa gejala-gejala informasi yang ia terima, sehingga dapat mengambil keputusan yang positif dan berguna untuk kemajuan bisnisnya. Memiliki daya ingat yang kuat. Seorang pemimpin harus mampu menganalisa gejala-gejala informasi yang ia terima, sehingga diperlukan kemampuannya untuk mengingat. Kemampuan mengingat ini akan sangat membantu proses kepemimpinannya.

  4. Integratif. Seorang wirausaha harus memiliki kepribadian terpadu tidak terpecah-pecah yang membuat dia terombang-ambing. Keterampilan berkomunikasi. Hal ini sangat diperlukan oleh seorang wirausaha untuk komunikasi dengan lingkungan bisnisnya. Keterampilan mendidik. Seorang wirausaha harus mampu memberi petunjuk dan mendidik para karyawan dalam beberapa hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Rasional dan objektif. Pemikiran-pemikiran, kesimpulan dan keputusan yang diambil oleh seorang wirausaha harus berlandaskan pada pemikiran-pemikiran sahat, rasional dan objektif, tidak pilih kasih dan tidak emosional.

  5. Pragmatisme. Keputusan-keputusan seorang wirausaha harus dibuat sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Keputusan jangan bersifat teoritis sehingga sulit dalam pelaksanaannya. Ada naluri prioritas. Berhubung terbatasnya sumber daya yang tersedia maka seorang wirausaha harus mampu menetapkan skala prioritas apa yang harus dikerjakan lebih dulu. Sehingga demikian semua pekerjaan dan proyek akan dapat berjalan secara bertahap. Pandai mengatur waktu. Seorang wirausaha harus mampu bertindak cepat dan tepat dan mempertimbangkan waktu secara efisien. Kesederhanaan. Seorang wirausaha harus mampu menampilkankesederhanaan dan bekerja dengan penuh efisiensi.

  6. Sifat keberanian. Dia harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dengan mengajak beberapa karyawan inti. Kemauan mendengar. Seorang wirausaha harus mampu menggali informasi dan mendengar apa ide dan keinginan dari pada karyawannya. Segala informasi ini merupakan barang berharga buat seorang wirausaha untuk mengambil keputusan. b. Pendekatan keprilakuan (Behavioral approach) Rensis Likert, mengembangkan teori kepemimpinan pada dua dimensi yaitu orientasi tugas dan orientasi bawahan, yang dijabarkan menjadi empat tingkat model efektivitas kepemimpinan.

  7. Menurut teori ini kepemimpinan terdiri atas empat sistem yaitu; Sistem pertama bercirikan tidak ada kepercayaan kepada bawahan. Pemimpin ini selalu menggunakan ancaman dan hukuman kepada karyawan. Sistem kedua ada sedikit kepercayaan pada bawahan tetapi hubungan seperti tuan dengan budaknya yang masih menggunakan ancaman dan hukuman dalam pelaksanaan tugas. Sistem ketiga berdasarkan kepercayaan kepada bawahan tetapi tidak penuh. Proses pengambilan keputusan untuk hal penting tetap berada ditangan pimpinan. Sistem keempat merupakan sistem ideal ada kepercayaan penuh dari atasan. Komunikasi sangat terbuka hubungan antar karyawan lancar dan suasana perusahaan segar dan sehat.

  8. Sebab-sebab Munculnya Pemimpin Ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: Teori genetis Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak lahir dan tidak dapat dibuat. Teori sosial Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan dididik dan dibentuk agar bisa menjadi pemimpin yang hebat dikemudian hari. Teori ekologis atau Sintetis Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin.

  9. Sifat-sifat Pemimpin Oldway Tead mengemukakan 10 sifat kepemimpinan sebagai berikut: Energi Jasmaniah dan Mental Kesadaran Akan Tujuan dan Arah Antusiasme Keramahan dan Kecintaan Integritas Penguasaan Teknis Ketegasan Dalam Mengambil Keputusan (Decisiveness) Kecerdasan Keterampilan Mengajar (Teaching Skill) Kepercayaan (Faith)

  10. Tipe Kepemimpinan Beberapa tipe kepemimpinan yang dikenal adalah sebagai berikut: Tipe kharismatis. Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energi, daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh para pengikutnya. Tipe paternalistis dan maternalistis. Bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai seorang ibu yang penuh kasih sayang. Tipe pemimpin ini kurang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan. Tipe militeristis. Banyak menggunakan sistem perintah, sifatnya keras sangat otoriter, menghendaki bawahan agar selalu patuh, penuh acara formalitas.

  11. Tipe otokratis,berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi. Tipe laissez faire ini membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan. Pemimpin hanya merupakan simbol yang tidak memiliki keterampilan. Tipe populitis ini mampu memimpin rakyat. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional. Pemimpin tipe administratif ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Tipe pemimpin demokratis beroientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada pengikutnya. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerja sama yang baik antar karyawan.

  12. Keterampilan Kepemimpinan (Leadership Skill) Ada tiga keterampilan kepemimpinan yaitu: Technical skills berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan, misalnya ketermpilan pembukuan keuangan, mengetik, pekerjaan komputer dasar, menggunakan beberapa alat sederhana dan sebagainya. Human skills berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama-sama orang-orang lain. Keterampilan konsep berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep-konsep lain dalam memudahkan pekerjaan.

  13. Power Power atau kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Ada beberapa tipe kekuasaan: Personal Power juga disebut referent power atau charismatic power yaitu power yang melekat pada pribadi pemimpin. Legitimate Power adalah kekuasaan yang datang karena pengangkatan dari institusi yang lebih tinggi seorang kepala bagian pada sebuah perusahaan secara sah diangkat oleh surat keputusan pimpinan perusahaan. Expert Power adalah kekuasaan yang diperoleh oleh pemimpin karena dia mempunyai pengetahuan dan keistimewaan tertentu.

  14. Political Power berasal dari penunjukkan kelompok. Pemimpin ini mampu bekerja sama dengan kelompok-kelompok dalam masyarakat sehingga mengangkat dia menjadi pemimpin. Power Dalam Hubungan Bisnis Dalam hubungan bisnis antara produsen dan distributor antara pimpinan dan karyawan ada berbagai bentuk power yang digunakan antara lain: Kekuasaan Memaksa (Coercive Power) Kekuasaan ini digunakan oleh produsen untuk memaksa distributor atau perantara agar dapat bekerja sama dengan baik.

  15. Kekuasaan Penghargaan (Reward Power) Dalam hubungan ini ada penghargaan yang diberikan kepada para perantara atau pun karyawan oleh pihak pimpinan. Kekuasaan Sah (Legitimate Power) Dalam hal ini ada semacam kontrak formal yang diikuti oleh perantara atau distributor. Kekuasaan Ahli (Expert Power) Dalam hal ini pimpinan atau pun produsen memiliki keahlian tertentu yang diakui atau disegani oleh pihak lain. Ini merupakan bentuk kekuasaan yang efektif untuk memaksa orang lain mau bekerja sama. Kekuasaan Referen (Referent Power) Dalam hal ini produsen sangat dihormati oleh perantara dan perantara merasa bangga diajak kerjasam oleh produsen karena produsen ini memiliki wibawa dan nama baik yang cukup terkenal.

More Related