1 / 19

PEDOMAN AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN

PEDOMAN AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor: 38/PB/2006. Barang Milik Negara. Barang Milik Negara (BMN) meliputi semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Tidak termasuk dalam pengertian BMN :

karlyn
Download Presentation

PEDOMAN AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PEDOMAN AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor: 38/PB/2006

  2. Barang Milik Negara • Barang Milik Negara (BMN) meliputi semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Tidak termasuk dalam pengertian BMN: • Barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki olehPemerintah Daerah. • Barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki BUMN/BUMD. • Barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki Bank Pemerintah dan Lembaga Keuangan Milik Pemerintah

  3. Barang Milik Negara dalam Neraca • Aset lancar Persediaan: aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. • Aset Tetap  aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Tanah; Peralatan dan Mesin; Gedung dan Bangunan; Jalan, Irigasi dan Jaringan; Aset Tetap Lainnya; dan Konstruksi Dalam Pengerjaan.

  4. Aset Tetap dalam Neraca • Tanah • Peralatan dan Mesin • Gedung dan Bangunan • Jalan Irigasi dan Jaringan • Aset Tetap Lainnya • Konstruksi dalam Pengerjaan

  5. Konstruksi Dalam Pengerjaan • KDP adalahaset-aset yang sedang dalam proses pembangunan atau proses perolehannya belum selesai pada akhir periode akuntansi. • KDP mencakuptanah; peralatan dan mesin; gedung dan bangunan; jalan, irigasi dan jaringan; dan aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai pengerjaannya.

  6. Akuntansi KDP: Pengukuran • KDP dicatat dengan biaya perolehan. • Swakelola: biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan konstruksi; biaya yang dapat diatribusikan pada kegiatan pada umumnya dan dapat dialokasikan ke konstruksi tersebut; dan biaya lain yang secara khusus dibayarkan sehubungan konstruksi yang bersangkutan. • Kontrak konstruksi: termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor sehubungan dengan tingkat penyelesaian pekerjaan; kewajiban yang masih harus dibayar kepada kontraktor berhubung dengan pekerjaan yang telah diterima tetapi belum dibayar pada tanggal pelaporan; dan pembayaran klaim pada kontraktor atau pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi.

  7. Akuntansi KDP: Pengakuan • Aset berujud diakui sebagai KDP, jika: besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh; Biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal; dan Aset tersebut masih dalam proses pengerjaan. • KDP merupakan aset yang dimaksudkan digunakan untuk operasional pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang dan oleh karenanya diklasifikasikan dalam aset tetap. • KDP dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika kriteria berikut ini terpenuhi: konstruksi yang secara substansi telah selesai dikerjakan; dan dapat memberikan manfaat/jasa sesuai dengan tujuan perolehan

  8. Akuntansi KDP: Pengungkapan • rincian Kontrak Konstruksi Dalam Pengerjaan berikut tingkat penyelesaian dan jangka waktu penyelesaiaanya; • nilai kontrak konstruksi dan sumber pembiayaannya; • jumlah biaya yang telah dikeluarkan; • uang muka kerja yang diberikan; dan • retensi.

  9. Organisasi Akuntansi KDP UAPB UAPPB-E1 UAPPB-W UAKPA UAKPB

  10. Dokumen Penatausahaan KDP • SPM/SP2D, dan dokumen pendukung (kuitansi, faktur, BAST, kontrak, Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, dan dokumen lain yang dipersamakan). • LA-SPM/SP2D: digunakan untuk mencatat hasil analisis terhadap SPM/SP2D beserta dokumen pendukungnya yang bertujuan u/mengetahui KDP mana saja yang dibiayai dengan SPM/SP2D dimaksud. • K-KDP: digunakan untuk mencatat akumulasi semua biaya yang dikapitalisasi pada setiap KDP. • L-KDP: laporan yang dibuat semesteran berdasarkan K-KDP untuk merekapitulasi saldo akhir KDP sebagai bahan pembuatan jurnal aset.

  11. Lembar Analisis-SPM/SP2D

  12. Kartu Konstruksi Dalam Pengerjaan (K-KDP)

  13. Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan (L-KDP)

  14. Formulir Jurnal Aset

  15. UAKPB UAKPB UAKPA Alur Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan Mulai Salinan SPM/SP2D 2 UAKPA LAP BMN ADK Salinan SPM/SP2D Merekam BMN Ada BAST Final? Membuat Jurnal Aset (Pengurangan KDP) Y 2 PROSES SABMN 1 T Jurnal Aset Tetap Membuat Jurnal Aset (Penambahan KDP) LAP BMN Analisis Y ADK > 1 KDP LA-SPM Memo Penyesuaian T Merekam Jurnal Aset Tetap Mengirim ADK dan LAP BMN Mengisi K-KDP Posting Merekam MP K-KDP Cetak Neraca Buat CALK Posting akhir smt Cetak Neraca Buat CALK T Neraca Y CALK CALK Membuat L-KDP Neraca L-KDP 1 Selesai Selesai

  16. Penatausahaan KDP: Prosedur (1 of3)

  17. Penatausahaan KDP: Prosedur (2 of3)

  18. Penatausahaan KDP: Prosedur (3 of3)

  19. Terimakasih Kunjungi kami di: www.perbendaharaan.go.id

More Related