1 / 28

PERIKATAN

PERIKATAN. SEBAGAI YANG DIMAKSUD OLEH BUKU III K.U.H. PERDATA Terakhir ditinjau ulang Tgl. 2 Desember 2004. PERUMUSAN. PERUMUSAN YANG DIBERIKAN OLEH DOK-TRIN :

kirk
Download Presentation

PERIKATAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERIKATAN SEBAGAI YANG DIMAKSUD OLEH BUKU III K.U.H. PERDATA Terakhir ditinjau ulang Tgl. 2 Desember 2004

  2. PERUMUSAN • PERUMUSAN YANG DIBERIKAN OLEH DOK-TRIN : HUBUNGAN HUKUM DALAM LAPANGAN HU-KUM KEKAYAAN, DIMANA DISATU PIHAK ADA HAK DAN DILAIN PIHAK ADA KEWAJI-BAN

  3. UNSUR-UNSURNYA • HUBUNGAN HUKUM • DALAM LAPANGAN HUKUM KEKAYAAN • ADA SEGI HAK • ADA SEGI KEWAJIBAN

  4. SEGI HUBUNGAN HUKUM ARTI DAN PENGARUHNYA

  5. HUBUNGAN HUKUM • CIRI INI DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBEDA-KANNYA DARI HUBUNGAN MORAL DAN HU-BUNGAN ATAS DASAR NORMA YANG BUKAN NORMA HUKUM • KONSEKWENSINYA : ATAS HUBUNGAN YANG BUKAN MERUPAKAN HUBUNGAN HUKUM, TI-DAK DAPAT DITERAPKAN KETENTUAN2 HU-KUM, TERMASUK BUKU III TENTANG PERIKA-TAN

  6. PERMASALAHAN • APAKAH DENGAN ITU BERARTI, BAHWA PERIKATAN ALAMIAH MERUPAKAN PERIKA-TAN SEBAGAI YANG DIMAKSUD OLEH BUKU III K.U.H.PERDATA ? • DASARNYA : BUKANKAH PERIKATAN ALAMI-AH DIATUR DALAM Ps. 1359 ayat 2 K.U.H. PERDATA ?

  7. PERIKATAN ALAMIAH • PERIKATAN ALAMIAH ADALAH PERIKATAN YANG TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN PEMENU-HANNYA MELALUI SARANA HUKUM, NAMUN DEMIKIAN KALAU PERIKATAN ITU DIPENUHI SECARA SUKARELA, MAKA PEMBAYARAN ITU BUKAN MERUPAKAN PEMBAYARAN YANG TIDAK TERHUTANG

  8. JAWABAN SEMUANYA BERGANTUNG DARI PERUMUSAN KITA TENTANG HUKUM • PADA UMUMNYA DIDALAM DOKTRIN DIAKUI CIRI “ DAPAT DIPAKSAKAN MELALUI HUKUM “ • KONSEKWENSINYA : PERIKATAN ALAMIAH BUKAN MERUPAKAN PERIKATAN SEBAGAI YANG DIMAKSUD OLEH BUKUM III K.U.H. PERDATA

  9. KONSEKWENSINYA • NAMUN DEMIKIAN ADA YANG BERPENDAPAT BAHWA MUNGKIN SAJA ADA KEWAJIBAN HUKUM TANPA SARANA PEMAKSA MELALUI PENGUASA. • DENGAN DEMIKIAN ADA YANG MENGAKUI, BAHWA PERIKATAN ALAMIAH MERUPAKAN PERIKATAN HUKUM DAN KEWAJIBAN YANG TIMBUL DARIPADANYA ADALAH KEWAJIBAN HUKUM

  10. KESULITAN • KESULITANNYA ADALAH MEMASUK-KAN PERIKATAN ALAMIAH KEDALAM SISTIMATIKA HUKUM

  11. CONTOH CONTOH PERIKATAN ALAMIAH : • HUTANG BERDASARKAN JUDI ( Ps. 1359 ) • PEMBAYARAN BUNGA YANG TIDAK DIPER-JANJIKAN ( Ps. 1766 ) • PEMBAYARAN SESUDAH HOMOLOGASI AC-COORD ( Ps. 155 K ).

  12. HUKUM KEKAYAAN ARTI DAN MAKSUDNYA

  13. HUKUM KEKAYAAN • HUKUM KEKAYAAN MENGATUR HUBUNGAN HUKUM YANG BERSIFAT HUKUM KEKAYAAN • HAK DAN KEWAJIBAN YANG MUNCUL DARI-PADANYA DAPAT DINILAI DENGAN UANG

  14. KEGUNAAN CIRI INI • CIRI “ KEKAYAAN “ DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBEDAKAN PERIKATAN BUKU III B.W. DA-RI PERIKATAN2 YANG LAHIR DARI HUBUNG-AN KEKELUARGAAN • KONSEKWENSINYA : SEKALIPUN ADA HU-BUNGAN KEKELUARGAAN YANG MENGAN-DUNG UNSUR NILAI UANG, TETAPI ATAS-NYA TIDAK DAPAT DITERAPKAN LANGSUNG KETENTUAN BUKU III B.W., KECUALI SECARA ANALOGI

  15. ANALOGI • ANALOGI ADALAH PENERAPAN SUATU KE-TENTUAN HUKUM PD PERISTIWA, YG MENU-RUT KATA2 MAUPUN MAKSUDNYA MESTINYA TDK TERCAKUP OLEHNYA, TETAPI MEMPU-NYAI KEMIRIPAN DGN PERISTIWA2 YG DIA-TURNYA. • DISINI ADA PERLUASAN RUANG LINGKUP SUATU KETENTUAN • CONTOHNYA KETENTUAN TENTANG JUAL -BELI RUMAH SEWA PADA SEMUA PERALI-HAN ATAS BENDA SEWA

  16. PEMBAGIAN HAK KEKAYAAN DIBEDAKAN : • HAK KEKAYAAN YANG ABSOLUT - HAK KEBENDAAN - HAK ATAS BENDA-BENDA IMMATERIIL • HAK KEKAYAAN YANG RELATIF

  17. CIRI HAK KEKAYAAN YANG ABSOLUT • BISA DITUJUKAN KEPADA SEMUA ORANG • YANG DIMAKSUD DISINI ADALAH BAHWA YANG WAJIB MENGHORMATI HAK SEPERTI ITU TIDAK DAPAT DISEBUT SECARA PRIBADI

  18. HAK KEBENDAAN • SALAH SATU WUJUD HAK KEKAYAAN ABSO- LUT ADALAH HAK KEBENDAAN • DIATUR DALAM BUKU II B.W. YANG BERSIFAT TERTUTUP • SEKARANG DITAFSIRKAN : TIDAK ADA HAK KEBENDAAN SELAIN YG DITENTUKAN OLEH UNDANG-UNDANG. KONSEKWENSINYA : ORANG TIDAK BISA MEM- PERJANJIKAN HAK KEBENDAAN

  19. CIRI - CIRI HAK KEBENDAAN • MERUPAKAN HAK ATAS SUATU BENDA • HAK TERSEBUT BISA DITUJUKAN KEPADA SI -APA SAJA, DALAM TANGAN SIAPA DIKETE-MUKAN BENDANYA ( DALAM COMMON LAW DIPA-KAI ISTILAH RES IN REM; A RIGHT AGAINST PERSONS IN GENERAL ). • ADA SIFAT DROIT DE SUITE ( HAK ITU MENG -IKUTI BENDANYA KEDALAM TANGAN SIAPA-PUN IA BERPINDAH )

  20. LANJUTAN • HAK KEBENDAAN YANG LAHIR LEBIH DAHU -LU MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG LEBIH TINGGI • HAK TSB. BISA DIALIHKAN / BERALIH

  21. HAK KEKAYAAN RELATIF • HAK KEKAYAAN RELATIF ADALAH HAK YANG TIMBUL DARI PERIKATAN SEBAGAI YANG DI MAKSUD OLEH BUKU III B.W. • MERUPAKAN HAK TAGIH, DAN SERING DISE-BUT DENGAN ISTILAH “ PERIKATAN “ SAJA

  22. KESIMPULAN ( 1 ) • HAK DAN KEWAJIBAN YANG TIMBUL DARI PERIKATAN SEBAGAI YANG DIMAKSUD DA-LAM BUKU III B.W., MERUPAKAN HAK YANG HANYA BISA DITUJUKAN KEPADA PIHAK TERTENTU SAJA, YAITU ORANG DENGAN SI-APA IA ADA / MENGADAKAN HUBUNGAN

  23. KESIMPULAN ( 2 ) • PADA HAK KEBENDAAN ADA HUBUNGAN AN-TARA SUBYEK TERTENTU DENGAN BENDA TERTENTU ( DIDALAM B.W. DIATUR DALAM BUKU II ). • BUKU III MENGATUR HUBUNGAN ORANG DE-NGAN ORANG TENTANG BENDA

  24. KONSEKWENSI ( 1 ) • SUATU PERJANJIAN TIDAK MELAHIRKAN HAK - HAK BAGI PIHAK - KETIGA, KECUALI ADA JANJI UNTUK PIHAK KETIGA ( Ps. 1315 jo Ps. 1340 ayat 2 jo Ps. 1317 )

  25. KONSEKWENSINYA ( 2 ) • SUATU PERJANJIANTIDAK BISA MELETAK-KAN KEWAJIBAN KEPADA PIHAK KETIGA, KECUALI DENGAN PERSETUJUAN YBS. • PENJABARANNYA NAMPAK DALAM Ps. 1315 DAN Ps. 1340 K.U.H.PERDATA

  26. PERJANJIAN KEBENDAAN • PADAHAL HAK KEBENDAAN JUGA LAHIR DA -RI SUATU PERJANJIAN • NAMUN PERJANJIANNYA MERUPAKAN PER-JANJIAN KEBENDAAN ( ZAKELIJKE OVER-EENKOMST ) • DIATUR DALAM BUKU II DAN DILUARNYA • KARENANHYA BUKU III TIDAK BISA DITERAP -KAN ATASNYA, KECUALI SECARA ANALOGI

  27. KONSEKWENSI ( 4 ) • PEMBERIAN SIFAT HAK KEBENDAAN KEPA-DA HAK TERTENTU DARI KREDITUR, MERU-PAKAN PENYIMPANGAN ATAS PRINSIP BUKU III B.W. • SIFAT HAK KEBENDAAN DIBERIKAN OLEH UNDANG2 AGAR KEDUDUKAN PEMEGANG HAKNYA MENJADI KUAT

  28. KONSEKWENSI DARI HAK KEKAYAAN • SEGI INI ( SEGI “ KEKAYAAN “ ) MEMBAWA KONSEKWENSI DALAM MASALAH GANTI – RUGI YANG AKAN DIBAHAS DIBELAKANG NANTI

More Related