1 / 55

PERENC DAN PERANC LINGK BINAAN

Pendahuluan. DEFINISI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LINGKUNGAN BINAAN.

mabyn
Download Presentation

PERENC DAN PERANC LINGK BINAAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pendahuluan DEFINISI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LINGKUNGAN BINAAN The man-made surroundings that provide the setting for human activity, ranging in scale from personal shelter to neighborhoods to the large-scale civic surroundings.interdisciplinary field of study which addresses the design, management and use of these man-made surroundings and their relationship to the human activities which take place within them. The field is generally not regarded as an academic discipline in its own right, but as a "field of application" (or "interdiscipline") which draws upon the individual disciplines of economics, law, management, design and technology in sustainable sense. PERENC DAN PERANC LINGK BINAAN SURJONO, PWK UB

  2. Perencanaan Wilayah & Kota sbgAlatPenataan Kota Perkemb dg Intervensi Perkemb tanpa intervensi Perkemb yang ada • Perlu Upaya Pengembangan Kota • Penataan Ruang • Action Program • Rekayasa Wilayah MASA LALU SAAT INI MASA DEPAN Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  3. FungsiRencana • SebagaiInstrumenPendorong, Pemacu Pembangunan • Lokasi Pembangunan SaranaBaru (GOR, Perdag, Terminal), Peningkatan & Pembangunan Jalan • SebagaiInstrumenPembatasan, Konservasi • Taman, SempadanJalan, Sempadan Sungai, KawasanKonservasi Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  4. PENGERTIAN • WOLF, 1994 • PERENCANAAN adalahPengembanganataupenyusunan FORMULASI suatu VISI dari KONDISI yang LEBIH diinginkanbagimasyarakatdimasaDepan • RENCANAadalahEkspresidari VISI diatas, yang memperlihatkanStruktur Tata Ruang, Tata GunaLahan & InstrumenTindakanuntukmewujudkannya. • IlmuPerencanaanberkaitandenganProsesPerubahan, ygsecarakhususmengarahkankegiatanmanusiadanjugalingkungannya Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  5. Taylor, 1998 • PERENCANAAN secaraumumadalah • Aktivitas yang didasarkan pada tujuan (bukan rutin dan reaksi yang sederhana) • Persiapan bagi masa depan, baik menyusun tindakan tunggal yang telah disiapkan maupun alternatif tindakan untuk mengantisipasi tujuan yang telah diputuskan • PERENCANAAN secara Institusional • Mempersiapkan keputusan Politik (decision making vs. decision taking) • Mengendalikan proses perkembangan wilayah & Kota Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  6. PENGERTIAN • D. Laepple • PERENCANAAN adalah • ProsesmeningkatkanRasionalitasdalamProsesPengambilanKeputusandanPengendalian, • PenggunaanMetode yang RasaionaluntukmemformulasikanVisimasyarakatdanPenerapannyadalam PROGRAM Tindakan yang konkret • Claus Heidemann, 1993 • PERENCANAAN adalahProsespenyusunankumpulanpedomansebagaiarahantindakan yang diinginkan • RENCANA adalahkumpulanpedomansebagaiarahantindakan yang diinginkan

  7. PENGERTIAN • PENGERTIAN • RENCANA • kumpulanpedoman • sebagaiarahantindakan yang diinginkan • PERENCANAAN • Prosespenyusunankumpulanpedoman • sebagaiarahantindakan yang diinginkan • DUA LEVEL dalam PERENCANAAN • Kumpulan PEDOMAN bersifat KONSEPSUAL • TINDAKAN bersifat OPERASIONAL

  8. Level Konsepsual PEDOMAN PLANNING WORLD LIFE WORLD Level Operasioanl PENGERTIAN • Dua Level dalam PERENCANAAN TINDAKAN

  9. PLANNING WORLD LIFE WORLD PENGERTIAN • PROSES DASAR PERENCANAAN Proses Input Output Setting Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  10. PENGERTIAN • TITIK KRITIS dalam PERENCANAAN • Adanya 2 Level yang Berbeda • PenggunabukansebagaiPenyusun • Melibatkanbanyak Stakeholders • Multi masalah • Multi tujuan • Multi metode (disiplin) STRATEGInya

  11. PERENCANAAN SETTING PENGERTIAN • Didukung ILMU PENGETAHUAN • Dikendalikan REASONING (masukakal) • Diarahkan TUJUAN • Terikat HUKUM & PERATURAN Tindakan

  12. PENGERTIAN • PERENC. didukung ILMU PENGETAHUAN • ProsesdalamPerencanaanmerupakanProses ILMIAH • Mengamati FENOMENA • Metode Survey • Memahami FENOMENA • MetodeAnalisisDeskriptif • MetodeAnalisisEvaluatif (Korelasional, KausalKomparatif) • Mengantisipasi FENOMENA • Metode Development, Action Research • Mengendalikan FENOMENA • Metode Monitoring, Management Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  13. PENGERTIAN • PERENCANAAN dikendalikan REASONING • Sebagaipedoman TINDAKAN, perencanaanharusmemilikijustifikasi yang tepatdankuat • Perencanaanmelibatkanbanyak Stakeholders (multy stakeholders)  Prosesnyaharusdapatdipahamiolehbanyakpihak • PERENCANAAN diarahkan TUJUAN • PerencanaanberkaitandenganTindakanpadamasadepan harusmemilikitujuan yang jelas yang mendasaritindakan yang diambil • PERENCANAAN terikat HUKUM/ PERATURAN • Perencanaanberadapada domain Publik diperlukanaturanjelas yang mengikatsegalahal yang telahdisepakati

  14. INSTITUSIONAL PROFESIONAL METODIK TEMATIK PENGERTIAN • FUNGSI MEDIASI RENCANA Kepentingan politis planning Kemampuan administratif Pertimbangan teoritis planning Operasional praktis Kondisi saat ini planning Konsepsi masa depan Temuan planning Usulan tindakan Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  15. PENGERTIAN • UNSUR PERENCANAAN • Informasi • Input suatuprosespengolahan/ analisis yang berbentuk data empiris yang bermakna • Transformasi • Prosesperubahan yang sistematisdariinformasiempirismenjadirencana • Pedoman/Instruksi • Hasilsuatutransformasi yang berbentukpedomanatauinstruksi (rencana)

  16. INFORMASI PEDOMAN/ INSTRUKSI TRANSFORMASI Perenc.dg. SPEKULASI Perenc.dg. INTUISI PERENCANAAN Perenc.dg. INSPIRASI ANALISIS STATISTIK MODELISTIK ‘NGRUMPI’ PENGERTIAN • Kategorisasi PERENC. berdasarkan UNSUR PERENCANAAN

  17. Symbolic Level Material Level SiklusdalamPerencanaan • SIKLUS EPISTEMIK Beliefs Experience Expectation Situation PENGALAMAN yang didapat dari SITUASI, berakibat perubahan thd PEMAHAMAN. PEMAHAMAN ini digunakan sebagai dasar PENGHARAPAN/PERKIRAAN pada saat menghadapi SITUASI

  18. Symbolic Level Material Level SiklusdalamPerencanaan • SIKLUS PRAGMATIK Intents Outcome Action Situation TINDAKAN yang didasarkan atas TUJUAN, diterapkan pada saat menghadapi SITUASI untuk mendapatkan HASIL yang DIINGINKAN

  19. Symbolic Level Material Level SiklusdalamPerencanaan • SIKLUS PERENCANAAN Beliefs Intents Experience Instruction Outcome Action Situation TINDAKAN yang didasarkan atas TUJUAN, diformulasikan untuk mengantisipasi PEMAHAMAN berdasar PENGALAMAN thd proses TINDAKAN-SITUASI-OUTCOME/HASIL; dan kemudian ditransforma-sikan kedalam INSTRUKSI/PEDOMAN untuk melakukan TINDAKAN Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  20. Symbolic Level Material Level SiklusdalamPerencanaan • SIKLUS PERENC.DG SELEKSI INTERNAL TUJUAN yang mendasari formulasi INSTRUKSI selalu merujuk hanya pada satu SITUASI/SETTING yang dipresentasikan pada PEMAHAMAN. Sedangkan TINDAKAN selalu mendapatkan OUTCOMES yang beragam di luar PEMAHAMAN awal. Oleh sebab itu diperlukan SIKLUS RANCANGAN dan PENILAIAN Beliefs Intents Concepts Experience Evaluation Instruction Outcome Action Situation

  21. Siklus dalam Perencanaan Life World Planning World Penyusunan Rencana Scanning Rencana Hasil/Outcome Setting Intervensi • PROSES PERENCANAAN • Rancangan/ Alternatif • Penilaian • Tahapan • Peran Stackholders • Sumber Daya • Skedul • Eksplorasi • Interpretasi • Fisik Ekologis • Sosial • Ekonomi • Institusi • Informasi • Motivasi • Organisasi • Instalasi • Preservasi • Modifikasi

  22. REPRESENTASI PENJELASAN SiklusEksplorasi-Interpretasi INTERPRETASI Decoding DATA REFLEKSI Pengukuran Penilaian OBSERVASI JEJAK Perekaman Askripsi KEJADIAN Scanning EKSPLORASI Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  23. PENYELESAIAN PEMERIKSAAN Siklus Rancangan - Penilaian PENILAIAN Antisipasi HASIL PENILAIAN Peroleh Pertimbangkan PENGEMBANGAN TINDAKAN Formulasi Refleksikan TUJUAN Uraian RANCANGAN

  24. PERGESERAN PARADIGMA PERENCANAAN

  25. THEOSENTRISME • MerupakanFaham • yang melahirkanPemerintahanTheokrasi, yang Menggabungkan Dogma Agama dg Kekuasaan • Yang menggeserfahamPoliteismeolehMonoteisme • Mitos-mitosdigeseroleh dogma agama • Bentukmasyarakatberkembangkearahkehidupanygdiatur & diperintaholeh Raja melaluisistemygbersifatmiliterdidampingiahli agama, pendetaataurohaniawan • PengaruhthdPerencanaan: muncul AUTHORITARIAN PLANNING

  26. THEOSENTRISME • AUTHORITARIAN PLANNING • Perencanaankotaygmendukung/ menerjemahkanbentukkekuasaan Authoritarian (monarkiabsolutdanpenguasa agama) • Mengesampingkankepentinganpasar, masyarakat • Ciri AUTHORITARIAN PLANNING • BentukkotamengikutiPerencGeometrik • Terdapatjalanpanjang & lurus • Fasade bang disepanjangjalancenderungseragam • Terdapat plaza terbukadidepan bang monumental

  27. Kota Karlsruhe Jerman THEOSENTRISME • Blok permukiman dibuat dg mengikuti bentuk empat persegi panjang • Terdapat boulevard dan taman-taman yg sangat luas Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  28. THEOSENTRISME • Karlruhe Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  29. THEOSENTRISME • Bagaimanadi Indonesia? • Munculpadaabad VII atau VIII • Raja dianggapsebagaiperantaraantararakyat & Tuhan • Berkembanghinggajaman Hindu dan Islam • Contoh yang jelas: kota Jogjakarta & Surakarta denganpenggunaankonsep “PanotogomoKalifatullah” • Adanyaalun-alun • BangunanMasjidberadadisekitaralun-alun

  30. THEOSENTRISME • Kota Jogja Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  31. Kraton Jogja dan Ringin Kurung

  32. THEOSENTRISME • Malioboro dan Tugu, Jogja

  33. THEOSENTRISME • Alun-alun dan Masjid Kota Bandung Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  34. UTOPIANISME • DalamlingkupPerencanaandapatdiartikan “no where land” ataukhayalanatauimpian • DalambudayaJawa, terdapat slogan: • Gemahripahlohjinawi • Tata tititentremkartoraharjo • Adilporomarto • Saatini? • JogjaBerhatiNyaman • Solo Berseri • Malang Kota Bunga • AkarFilosofi Utopia • Humanisme (melahirkan Social Utopia) danNaturalisme (melahirkan Physical Utopia)

  35. UTOPIANISME • SOCIAL UTOPIA • Hipotesa: manusia akan lebih baik, lebih bahagia, lebih produktif, lebih religius apabila tatatan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan diubah • Tokohnya: Plato • PHYSICAL UTOPIA • Hipotesa: manusia akan lebih baik, lebih sehat, lebih puas apabila lingkungan fisik ditata secara serasi • Bapak dari “Physical Utopia”: Thomas More (abad 16, yg terkenal dg konsep “rotasi kehidupan desa kota” Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  36. UTOPIANISME • Tokoh Lain Physical Utopia • Robert Owen (1824) dengankonsep “A New View of Sciety • Le Corbusier (abad 20) dg Proposisinya “A city made for speed is made for success” • Kota sebagaimesin • Kota sebagaikonsentrasipendudk • Franks Lloyd Wright (abad 20) • Konsepnya “Broadacre City” atau Kota skalabesar

  37. UTOPIANISME • Karya Le Corbusier Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  38. UTOPIANISME • Karya Le Corbusier

  39. UTOPIANISME

  40. UTOPIANISME • Kritikthd UTOPIANISME • Utopia hanyamemerincikeadaandimasadepan, tapitidakmemerincibagaimanacaramenciptakankeadaantsb • KritikinimelahirkankonsepPerencanaanLingkungan Kota • PengaruhthdPerencanaan: ROMANTIC PLANNING: • Mengembangkannilai-nilaiesensikemanusiananygtelahterabaikanolehsistemindustridanbirokrasi • Nilai-nilaikemanusiaaninidikembalikanataudikaitkankembali dg lingkperdesaan, dimanaudarabersih, open space dg pohon-pohonmenjadiperhatian/penekananperenc.lingkbinaan

  41. Konsep Garden City oleh Ebenezer Howard UTOPIANISME

  42. UTOPIANISME • Konsep Garden City oleh Ebenezer Howard

  43. UTOPIANISME • Bagaimanadi Indonesia? • Bersamaandengandatangnya era kolonialisme • Di Eropa: sebagaireaksiatasdampaknegatifrevolusiindustri • Di Indonesia: hanyasebagai “copy” dariEropa • Contoh • Jogja: Kawasan Kota Baru • Bandung: Kawasan Dago • Semarang: KawasanCandiBaru • Malang: KawasanJalanGunung-gunung Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  44. UTOPIANISME • Alun-alunBunder Kota Malang

  45. POSITIVISME • Abad ke 19 diyakinisebagaiabadpembangunan modern, ygjugadikenalsebagaiabadPositivisme • Pembangunan dankemajuanditandaiolehdominasiIlmuPengetahuan modern danilmupositif. • BapakPositivisme: August Comte (1798-1857), karenaaliranfilfasatygdihasilkandisebutsbgPositivisme • MaknaPositivismebagi Comte: • Nyata, tidakkhayal, menolakmetafisikadanteologik, bermanfaat & diarahkanpadapencapaiankemajuan, pasti, jelas & tepatsertamenujukearahpenataan & penertiban Sumber: Wicaksono, AD. Pelatihan Perencanaaan Kota dan Wilayah, 2006

  46. POSITIVISME

  47. POSITIVISME • Makna Pembangunan bagi Comte • Suatugerakpositif, yaitusuatugerakmenujukearahtingkatyglebihmajudanlebihtinggi, ygdikendalikanataudidominasiolehcendekiawandanindustrialis • PengaruhthdPerencanaanadalahbahwaPerencanaan: • Harusmemilikikapasitasreformasisosial (mengubahtatanansosial) • Harusmemilikicitrapasti • Merupkancetakbiru (blue print) drsuatubadanperencanaanygberisiperumusan-perumusan program utkmencapaitujuanygtelahditetapkan

More Related