1 / 8

Algoritma Floyd

Algoritma Floyd. Teori Optimasi. Algortima Floyd. d ij : ∞ Jika tidak ada sambungan langsung antara i dan j Do : matriks jarak dari jaringan So : matriks urutan.  Untuk mencari jarak terpendek dari kejadian i ke j. Step 0 : Bentuk Do dan So.

maitland
Download Presentation

Algoritma Floyd

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Algoritma Floyd Teori Optimasi

  2. Algortima Floyd • dij : ∞ • Jika tidak ada sambungan langsung antara i dan j Do : matriks jarak dari jaringan So : matriks urutan  Untuk mencari jarak terpendek dari kejadian i ke j • Step 0 : Bentuk Do dan So

  3. Step i=1  baris 1 dan kolom 1 merupakan kolom i,j ≠ 1, ganti dij yang besar (ada alternatif rute) Ide mengganti : dij yang besar jika diketemukan alternatif rute. Cara : bertahap dengan pemilihan baris dan kolom pivot do23 = ∞ d23 = d21 + d13 = 3 + 10 = 13 d123 = 13 d21 : elemen dari kolom 1(klm pivot) d13 : elemen dari baris 1(brs pivot) Catatan Pada tahap ini kita tidak bisa mengganti do23 dengan d24 & d43 do32 = ∞ do32 = d31 + d21 = 10 + 3 = 13 d132 = 13

  4. Catatan Pada tahap ini kita tidak bisa mengganti do25 = ∞ pada tahap ini i = 1 tidak bisa diganti baru do25 = d21 + d15 Op. d15 = ∞ (tidak ada nilai jarak dari 1 ke 5) Sama halnya dengan d052 dan d053 • matriks menjadi :

  5. Step i=2  baris 2 dan kolom 2 (pivot) d214 = ∞  d214 = d112 + d124 = 3+5 = 8 d214 = 8 d241 = ∞  d241 = d142 + d121 = 5+3 = 8 d241 = 8 Matrik menjadi :

  6. Step i=3  baris 3 dan kolom 3 (pivot) d315 = d213 + d235 = 10+15 = 25 d325 = d223 + d235 = 13+15 = 28 Matrik menjadi :

  7. Step i=4  baris 4 dan kolom 4 (pivot) d323 = 13  d423 = d324 + d343 = 5+6 = 11 d332 = 13  d432 = d334 + d342 = 6+5 = 11 d325 = 28  d425 = d324 + d345 = 5+4 = 9 d351 = ∞  d451 = d354 + d341 = 6+8 = 12 d352 = ∞  d452 = d354 + d342 = 4+5 = 9 d353 = ∞  d453 = d354 + d343 = 4+6 = 10 d315 = 28  d415 = d314 + d345 = 8+4 = 12 d335 = 13  d435 = d334 + d345 = 6+4 = 10 Matrik menjadi :

  8. Step i=5  baris 5 dan kolom 5 (pivot) Karena tidak ada d3ij yang diperkecil, maka dari tabel D4 di dapat jarak minimal 10 : d15 = 12  jarak minimal dari 1 ke 5 dari tabel S4 : 1 ke 5  145 1 ke 4  124 Rute optimum 1245 jarak dari 2 ke 5 adalah d425 = 9 rute : 245

More Related