1 / 11

Ns. Paskalis Lukimon, S.Kep 2 0 0 7

BBLR & PREMATUR. Ns. Paskalis Lukimon, S.Kep 2 0 0 7. BBLR  Bayi lahir dgn BB < 2500 gr (Saifuddin, 2002) PREMATUR  Bayi yg dilahirkan pd usia kehamilan 20-37 mgg (Mansjoer, 2000) ETIOLOGI Faktor Ibu Faktor Janin Faktor lingkungan. D e f i n i s i.

meira
Download Presentation

Ns. Paskalis Lukimon, S.Kep 2 0 0 7

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BBLR & PREMATUR Ns. Paskalis Lukimon, S.Kep 2 0 0 7

  2. BBLR  Bayi lahir dgn BB < 2500 gr (Saifuddin, 2002) PREMATUR  Bayi yg dilahirkan pd usia kehamilan 20-37 mgg (Mansjoer, 2000) ETIOLOGI Faktor Ibu Faktor Janin Faktor lingkungan D e f i n i s i

  3. MANIFESTASI KLINIK • Nadi cpt, ireguler, tangis lemah • Tbh panjang, kurus, lemah, perut agak buncit • Kepala relatif > besar drpd badan • Kulit tipis, transparans, lanugo banyak, lemak subcutan < • Ubun-ubun & tengkorak lebar • Genitalia immatur • Pembuluh darah kuliut banyak terlihat • Refleks menghisap < , menelan dan batuk krg sempurna

  4. PROBLEM BBLR & PREMATUR • Respirasi : sist. sraf & paru blm sempurna • Thermoregulasi : hipothermi / hiperthermi • Sistem immunologi : mudah infeksi • Cairan & elektrolit : < 80 % tbh terdiri dr air, luas permukaan tbh > besar • Kulit : tipis, kaku, sensitif  mudah mengalami kerusakan integritas kulit

  5. Nutrisi : • Kemampuan menelan & menghisap  • Kemungkinan intolerans lactosa • Frekuensi pemberian minum sesuai dgn BB : - BB < 1250 gr = 24 X / 24 jam - BB 1500 gr - < 2000 = 12 X / 24 jam - BB 2000 gr - < 2500 = 10 X / 24 jam - BB 2500 gr - 4000 = 8 X / 24 jam • Nutrisi yg diterima peroral : • Hari I = 60 cc / kg. BB / 24 jam • Hari II = 90 cc / kg. BB / 24 jam • Hari III = 120 cc / kg. BB / 24 jam • Hari IV = 150 cc / kg. BB / 24 jam • Hari V = 180 cc / kg. BB / 24 jam • Hari VI = 210 cc / kg. BB / 24 jam

  6. PROGNOSIS • BBLR dgn BB 2000 – 2500 gr  HH > 97 % • BBLR dgn BB 1500 – 2000 gr  HH > 90 % • BBLR dgn BB 1000 – 1500 gr  HH 65 – 80 % PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK • Pemeriksaan cairan amnion  profil paru janin • Darah lengkap • Dextrostic  hyupoglikemi • Kalsium serum  mungkin rendah

  7. PENATALAKSANAAN •  Aspek perawatan baik sehat maupun sakit ( Rosa N. Sacharin, 1994) sbb : • Penanganan bayi • Pertahankan suhu tubuh • Rawat incubator • Pencegahan infeksi • Pemberian 02 dan nutrisi • Memandikan

  8. DIAGNOSE KEPERAWATAN • Kerusakan pert. gas b.d ketidakseimb perfusi ventilasi, def. surfactan, imatur otot tambahan • Pola nafas tdk efektif b.d imatur pst nafas, keterbatasan pengembangan otot dada • Resti thermoregulasi tdk efektif b.d imatur pst thermoregulasi tbh, lemak subcutan tipis • Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tbh b.d intake kurang, reflux isi lambung • Ggn keseimbangan cairan dan elektrolit b.d GFR menurun • Resti infeksi b.d sistem immun immatur

  9. INTERVENSI KEPERAWATAN NDX 1. • Tujuan : Mempertahankan P02 /PC02 dalam batas normal • KH : • RR = 30 – 40 X/mt • HR = 100 – 120 X/mt • Tidak sianosis • Retraksi dinding dada <

  10. Intervensi : • Kaji ulg informasi yg berhub. dgn kondisi bayi R : pers lama me↑ resiko hipoxia, depresi pernafasan dpt tjd stlh pemb obat2 pd ibu • Perhatikan usia kehamilan, BB dan jenis kel. R : bayi lhr sblm 30 mgg dan BB < 1500 gr resti RDS • Kaji status pernaf. dan tanda distres pernafasan R : tachipnu menendakan distres pernafasan, khusus bila RR ≥ 60 X/mt, 5 jam petrtama stl kehidupan • Gunakan pemb. 02 dgn oksimetri sesuai kebutuhan R : Memenuhi kebut 02 dan memantau sec. noninvasif konstan thd kdr 02 • Hisap hidung dan oro pharing dgn hati2 sesuai kebut. R : perlu utk mempertahankan kepatenan jalan nafas • Kolab. Pemberian makanana via NGT sbg pengganti ASI bila perlu R : menurunkan kebut 02 dan me↑ istirahat, menghemat energi dan mencegah aspirasi

  11. Terima kasih….

More Related