1 / 20

PERTEMUAN 11

PERTEMUAN 11. APA YANG MENENTUKAN PENDAPATAN NASIONAL. Pengeluaran Agregat (AE). Fungsi Pengeluaran Agregat: Fungsi yang menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional riil dg jumlah agregat riil yang ingin dibelanjakan pada pembelian output dalam negeri. Rumus Umum:

nansen
Download Presentation

PERTEMUAN 11

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERTEMUAN 11 APA YANG MENENTUKAN PENDAPATAN NASIONAL

  2. Pengeluaran Agregat (AE) • Fungsi Pengeluaran Agregat: Fungsi yang menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional riil dg jumlah agregat riil yang ingin dibelanjakan pada pembelian output dalam negeri. • Rumus Umum: AE = C + I + G + ( X – M) • Pengeluaran yang diinginkan tidak harus sama dengan pengeluaran aktual. • Bab ini dimulai dengan memperlakukan semua komponen AE kecuali pengeluaran konsumsi adalah tetap

  3. Pengeluaran Konsumsi Yang Diinginkan • Faktor utama yang menentukan besar kecilnya pengeluaran RT adalah besarnya disposable income (Yd) dimana Yd = C + S • Fungsi Konsumsi adalah Fungsi yang menggambarkan hubungan antara pengeluaran konsumsi dengan semua faktor yang menentukan besarnya konsumsi dimana: C = C0 + bYd C0 = Konsumsi autonomous b = Marginal Propensity to Consume (MPC) Yd = Disposible Income

  4. Average dan Marginal Propensities to Consume • APC = C / Yd • MPC= ∆C / ∆Yd • Lihat Tabel 11.1

  5. Tabel 11.1 Contoh Perhitungan APC dan MPC Fungsi: C = 100 + 0.8Yd BUKTIKAN!

  6. C=Yd C C C Yd S S 450 Yd Yd 500 Gambar 11.1 Fungsi Konsumsi dan Tabungan

  7. Ciri penting dari fungsi konsumsi 1. Terdapat tingkat impas (break even level) dari pendapatan. Yd = C, sehingga APC = 1 2. Dibawah tingkat impas. C > Yd, APC > 1, dissaving 3. Di atas tingkat impas C < Yd, APC < 1, Saving 4. 0<MPC<1 pada setiap tingkat pendapatan

  8. Fungsi Tabungan • Yd = C + S, Jika diketahui C = C0 + bYd, maka : • Yd = C0 + bYd + S Yd - b Yd = C0 + S (1-b) Yd = C0 + S; maka: • S = - C0 + (1-b) Yd

  9. Average&Marginal propensity to save • APS = S / Yd • MPS = ∆S / ∆ Yd. • Hubungan MPS dan MPC MPS + MPC = 1 APC + APS = 1

  10. Konsumsi Sebagai Fungsi dari Pendapatan Nasional • Konsumsi sebagai fungsi dr Y dapat dinyatakan melalui 2 cara : 1. Hubungan umum antara Yd dg Y dapat didekati dengan anggapan bahwa proporsi Yd terhadap Y adalah tetap atau Yd = mY, dimana m adalah proporsi Y yang menjadi Yd. C = C0 + bYd , karena Yd = mY, maka C = C0 + b mY

  11. 2. Jika Yd = Y + Tr – Tx, maka; C = C0 + b(Y + Tr – Tx) atau C = C0 + bY + bTr – bTx

  12. Fungsi Pengeluaran Agregat (AE) Yang Diinginkan • AE = C + I + G + (X – M) karena C = C0 + bYd, maka; • AE = C0 + bYd + I + G + (X – M) AE = C0 + I + G + (X–M) + bYd, jika diasumsikan Yd = Y, maka; • AE = C0 + I + G + (X – M) + bY Jika; C0 + I + G + (X – M) = AE0, maka persamaan AE dapat ditulis sbb; • AE = AE0 + bY b = Marginal Propensity to Spend ( MPS), dimana MPS (b) = ∆AE/∆ Y

  13. Sisa dari bagian yang dibelanjakan atau bagian yang tidak dibelanjakan, biasanya disebut dengan “marginal propensity not to spend” (marginal propensity to withdraw), dan diukur dengan : 1 – ( AE /  Y)

  14. Peubah outonomous & Peubah induced • Peubah outonomous; Peubah yang berpengaruh terhadap peubah lain, tetapi tidak dipengaruhi oleh peubah di luar teori. • Peubah induced; Peubah yg dipengaruhi oleh peubah lain dalam teori • Investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor dianggap sebagai peubah induced

  15. Menentukan Keseimbangan Pendapatan Nasional • Keseimbangan pendapatan nasional tercapai pada saat : AE = Y • Jika AE > Y : Perusahaan akan mengeluarkan cadangannya, sehingga inventory turun, selanjutnya perusahaan akan meningkatkan produksi, sehingga Y naik. • Jika AE < Y : Sebagian produk yg dihasilkan perusahaan tidak terjual, sehingga inventory naik, selanjutnya perusahaan akan menurunkan produksi, sehingga Y turun.

  16. Tabel 11. 1. Keseimbangan Pendapatan Nasional (Milyar Rupiah)

  17. AE=Y AE AE Y=AE AE 450 Yriil Ye Gambar 11.2. Keseimbangan Pendapatan Nasional Perlu dicatat bahwa keseimbangan pendapatan tidak sama artinya dengan pendapatan full employment

  18. Hubungan Antara Permintaan Agregat dan Pengeluaran Agregat • Kurva AD–AS dan AE menentukan keseimbangan pendapatan riil. Kurva AD–AS menunjukan hubungan antara Y dengan tingkat harga, sedangkan kurva AE menunjukan hubungan antara Y dengan pengeluaran yang diinginkan. • Selama kedua diagram mempunyai pendapatan nasional riil pada garis horizontal, maka salah satu diagram dapat diletakkan di atas diagram lain, seperti pada Gambar 11.3 .

  19. AE Y=AE AE AEe 450 Ye AS Yriil P P0 AD Yriil Ye Gambar 11.3. Hubungan AD, AS, AE

  20. TERIMA KASIH

More Related