1 / 17

PRESENTASI KIMIA ANORGANIK Golongan 16

Gustyana Andre H Robbie Fadly Ferdi Chrisnaldi Edu Ibrahim Fahriansyah Septin Aldila Alfredo Kono Nganti Tresna Velianti J.Y. Nurin Putrika S.W. PRESENTASI KIMIA ANORGANIK Golongan 16. OLEH:. sifat-sifat umum. Dari oksigen ke polonium : Jari – jari atom semakin besar

nasya
Download Presentation

PRESENTASI KIMIA ANORGANIK Golongan 16

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Gustyana Andre H Robbie Fadly Ferdi Chrisnaldi Edu Ibrahim Fahriansyah Septin Aldila Alfredo Kono Nganti Tresna Velianti J.Y. Nurin Putrika S.W. PRESENTASIKIMIA ANORGANIKGolongan 16 OLEH:

  2. sifat-sifat umum • Dari oksigen ke polonium : • Jari – jari atom semakin besar • energi ionisasi semakin kecil • keelektronegatifan semakin kecil • affintas elektron semakin kecil • Oksigen, sulfur, dan selenium termasuk non logam • Tellurium termasuk semi logam • Polonium dikategorikan sebagai logam

  3. Titik didih, titik leleh, dan energi ionisasi unsur golongan 16

  4. unsur-unsurnya oksigen Selenium Sulfur Polonium Telurium

  5. OKSIGEN

  6. Ikatan Kovalen padaSenyawa-Senyawa Oksigen • Oksigen dapat membentuk ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen ganda, ikatan kovalen rangkap tiga dan ikatan kovalen koordinat. • Ikatan kovalen koordinat yang terdapat dalam senyawa oksigen, dapat menyebabkan senyawa tersebut bersifat sebagai basa atau asam lewis.

  7. Kecenderungan SifatSenyawa-Senyawa Oksigen • Logam dalam biloks yang rendah membentuk oksida basa yang bersifat ionik. BaO(s) + H2O(l) Ba(OH)2 • Oksida logam tertentu seperti Al, Zn, dan Sn bersifat amfoter. ZnO(s) + 2 H+(aq) Zn2+ (aq) + H2O(l) • Unsur non logam membentuk oksida asam, dan ikatannya kovalen. 1. Bila biloksnya rendah, membentuk oksida netral. Contoh : Na2O 2. Bila biloksnya tinggi, membentuk oksida asam. Contoh : Na2O5(s) + H2O(l) HNO3(aq)

  8. Logam dengan biloks yang bervariasi dapat membentuk oksida basa, oksida amfoter dan oksida asam. 1. Bila biloksnya rendah (misal +2), umumnya bersifat basa. MnO(s) + 2 H+(aq) Mn2+ (aq) + H2O(l) 2. Dengan biloks yang sedang, umumnya bersifat amfoter. Cr2O3(s) + 6 H+(aq) 2 Cr3+(aq) + 3 H2O(l) Cr2O3(s) + 2 OH-(aq) 2 CrO 2- (aq) + H2O(l) 3. Dengan, biloks yang tinggi, umumnya bersifat asam. CrO3(s) + H2O(l) H2CrO4(aq)

  9. Oksida Logam Campuran Rumus umum: AB2X4 dengan A = ion dipositif B = ion tripositif X = anion dinegatif (dalam hal ini oksigen) atau ABO3 dengan A = ion logam dipositif berukuran molekul besar B = ion logam tetrapositif berukuran molekul kecil Sifat: 1. Kisi-kisi kristalnya terdiri dari ion-ion oksida dengan ion logam pada sisi oktahedral dan tetrahedralnya. 2. Tidak dapat menghasilkan ion-ion bebasnya seperti pada senyawa oksianion 3. Umumnya dapat menghantarkan listrik.

  10. Senyawa-senyawa turunan oksigen : • dioksigen (O2) • trioksigen (ozone) • air • hidrogen peroksida • hidroksida

  11. Oksigen diamagnetik terbentuk dengan bantuan sinar UV Dioksigen Sifat-sifat dioksigen tidak berwarna & tidak berbau membentuk molekul non polar bersifat paramagnetik & diamagnetik

  12. reaktif, dapat bereaksi dengan semua elemen, kecuali gas mulia • kelarutan dalam air menurun dgn naiknya temperatur • kandungannya di atmosfer sebesar 21% Pembuatan Dioksigen Dioksigen di atmosfer diperoleh dari reaksi fotosintesis tumbuhan hijau CO2 + H2O  C(H2O) + O2(g) Di lab dioksigen dapat dibuat dengan cara 2 KClO3 2 KCl + 3 O2 2 H2O2 2 H2O + O2 cahaya kalor kalor

  13. OZONE BM = 47.998 g/mol Ρ = 2.14 g/L Td = 111.9o C Tf = 197 o C

  14. Sifat-sifat OZONE : • Diamagnetik sifat diamagnetik ozone dapat dijelaskan dari orbital molekulnya

  15. Eo = + 1,23 Volt Eo = + 2,07 Volt • Oksidator kuat O2 + 4 H+ + 4e  H2O O3 + 2 H+ + 2e O2 + H2O kemampuan ozone untuk mengoksidasi senyawa lain 2 NO2 + O3 N2O5 + O2 CN- + O3 OCN- + O2 PbS + O3 PbSO4 + 4 O2 • Toxic

  16. Fungsi OZONE • Sebagai bakterisida dalam minuman botol. • Pensteril air minum isi ulang • Pelindung bumi (ozone sebagai salah satu komponen atmosfer) Pembentukan OZONE • fotolistrik NO2 NO2 (g) NO (g) + O. (g) O. (g) + O2(g) O3 (g) • radikal bebas di Stratosfer O2 (g) O. (g) + O. (g) O. (g) + O2(g) O3(g) uv uv

  17. uv Reaksi-reaksi yang melibatkan OZONE • Reaksi disosiasi OZONE O3 O2 + O. O3 + O  2 O2 X + O3  XO + O2 XO + O.  X + O2 • Reaksi dengan logam alkali & alkali tanah Akan membentuk senyawa trioksida. Contoh: NaO3, Ba2O3, dll.

More Related