1 / 311

Megenal Sifat Material

Sudaryatno Sudirham. Megenal Sifat Material. Pendahuluan : Perkembangan Konsep Atom Elektron Sebagai Partikel dan Sebagai Gelombang Persamaan Gelombang Schrödinger Aplikasi Persamaan Schrödinger pada Atom Konfigurasi Elektron Dalam Atom Ikatan Atom dan Susunan Atom

Download Presentation

Megenal Sifat Material

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Sudaryatno Sudirham MegenalSifat Material

  2. Pendahuluan: PerkembanganKonsep Atom • ElektronSebagaiPartikeldanSebagaiGelombang • PersamaanGelombang Schrödinger • AplikasiPersamaan Schrödinger pada Atom • KonfigurasiElektronDalam Atom • Ikatan Atom danSusunan Atom • Struktur Kristal danNonkristal • Teori Pita Energi

  3. SifatListrik Metal • SifatListrikDielektrik • Sifat-Sifat Thermal • PengertianDasarThermodinamika • SistemMultifasa • GejalaPermukaan • Difusi • OksidasidanKorosi • KarbondanIkatanKarbon • SenyawaHidrokarbon

  4. Pendahuluan

  5. PerkembanganKonsep Atom Perkembangan pengetahuan tentang materialdilandasioleh konsep atom yang tumbuhsemakin rumit dibandingkan dengankonsepawalnya yang sangatsederhana. Dalamtayanganinikitahanyaakanmelihatselintasmengenaiperkembanganini. Uraianagakrincidapatdilihatdalambuku yang dapatdiunduhdarisitusinijuga.

  6. 1803 Dalton : berat atom Emaks metal 1 metal 2 metal 3 f 0 1 2 3  460 SMDemocritus  elektron : atom bukan partikel terkecil 1897 Thomson Akhirabad 19:Persoalanradiasibendahitam 1880Kirchhoff Eosc = h  f h = 6,626  1034 joule-sec 1901 MaxPlanck 1905Albert Einstein efek photolistrik Dijelaskan: gelombang cahaya seperti partikel; disebut photon : Intiatom (+) dikelilingi oleh elektron (-) 1906-1908Rutherford

  7. 5 4 3 PASCHEN tingkat energi 2 BALMER 1 LYMAN 1913 Niels Bohr photon darisinar-X mengalamiperubahan momentum saatberbenturandenganelektronvalensi. 1923Compton : partikel sub-atom dapat dipandang sebagai gelombang 1924Louis de Broglie : 1926 Erwin Schrödinger : mekanika kuantum 1927 Davisson danGermer : berkas elektron didefraksi oleh sebuah kristal 1927 Heisenberg : uncertainty Principle 1930Born : intensitas gelombang

  8. Model Atom Bohr Model atom Bohr dikemukakan dengan menggunakan pendekatan mekanika klasik. Model atom Bohr berbasis pada model yang diberikan oleh Rutherford: Partikel bermuatan positif terkonsentrasi di inti atom, dan elektron berada di sekeliling inti atom. Perbedaan penting antara kedua model atom: Model atom Rutherford: elektron berada di sekeliling inti atom dengan cara yang tidak menentu Model atom Bohr: elektron-elektron berada pada lingkaran-lingkaran orbit yang diskrit;energi elektron adalah diskrit.

  9. r Fc Ze Gagasan Bohr : orbit elektron adalah diskrit; ada hubungan linier antara energi dan frekuensi seperti halnya apa yang dikemukakan oleh Planck dan Einstein

  10. Dalam model atom Bohr : energi dan momentum sudutelektron dalam orbitterkuantisasi Setiap orbit ditandai dengan dua macam bilangan kuantum: bilangan kuantum prinsipal,n bilangan kuantum sekunder,l

  11. Jari-Jari Atom Bohr Untuk atom hidrogen padaground state, di mana n = 1 dan Z= 1, maka r = 0,528 Å

  12. bilangan kuantum prinsipal n : 1 2 3 4 5 1,51 energi total [ eV ]  1,89 eV 3,4  10,2 eV 13,6 ground state Tingkat-Tingkat Energi Atom Hidrogen

  13. 5 4 Tingkat Energi 3 deret Paschen 2 deret Balmer 1 deret Lyman Spektrum Atom Hidrogen

  14. Gelombang

  15. Gelombang Tunggal bilangan gelombang Kecepatan rambat gelombang dicari dengan melihat perubahan posisi amplitudo Kecepatan ini disebut kecepatan fasa Paket Gelombang Paketgelombangadalahgelombang komposit yang merupakan jumlah dari n gelombang sinus dengank0 , 0, A0, berturut-turut adalah nilai tengah dari bilangan gelombang, frekuensi dan amplitudo

  16. Bilangan gelombang: k variasik sempit Perbedaan nilai k antara gelombang-gelombang yang membentuk paket gelombang tersebut sangat kecil  dianggap kontinyu demikian juga selang k sempit sehingga An / A0 ≈ 1.Dengan demikian maka Pada suatu t tertentu, misalnya pada t = 0 persamaan bentuk amplitudo gelombang menjadi Karena perubahan nilai k dianggap kontinyu maka

  17. x selubung Persamaan gelombang Persamaan gelombang komposit untuk t = 0 menjadi Persamaan ini menunjukkan bahwa amplitudo gelombang komposit ini terselubung oleh fungsi lebar paket gelombang

  18. KecepatanGelombang kecepatan fasa: kecepatan group: Amplitudo gelombang akan mempunyai bentuk yang sama bilaS(x,t) = konstan. Hal ini terjadi jika ()t = (k)x untuk setiap n Kecepatan group ini merupakan kecepatan rambat paket gelombang Panjang gelombang de Broglie, Momentum, Kecepatan Einstein : energi photon de Broglie:energielektron konstanta Planck momentum Panjang gelombang Momentum Kecepatan

  19. Elektron Sebagai Partikel dan Elektron Sebagai Gelombang Elektron dapat dipandang sebagai gelombang tidaklah berarti bahwa elektron adalah gelombang; akan tetapi kita dapat mempelajari gerakan elektron dengan menggunakan persamaan diferensial yang sama bentuknya dengan persamaan diferensial untuk gelombang. Elektron sebagai partikel: massa tertentu, m. Elektron sebagai gelombang massa nol, tetapi  = h/mve. Elektron sebagai partikel: Etotal= Ep+ Ek= Ep+ mve2/2. Elektron sebagai gelombang: Etotal = hf = ħ. Elektron sebagai partikel: p = mve2 Elektron sebagai gelombang: p = ħk = h/. Dalam memandang elektron sebagai gelombang, kita tidak dapat menentukan momentum dan posisi elektron secara simultan dengan masing-masing mempunyai tingkat ketelitian yang kita inginkan secara bebas. Kita dibatasi oleh prinsip ketidakpastian Heisenberg: px  h. Demikian pula halnya dengan energi dan waktu: Et  h .

  20. Persamaan Schrödinger

  21. Sebagaipartikelelektronmemilikienergi energikinetik + energipotensial E merupakan fungsi p dan x H = Hamiltonian ¶ ¶ H ( p , x ) V ( x ) - = - ¶ ¶ x x Turunan H(p,x)terhadap p memberikan turunan x terhadap t. Turunan H(p,x) terhadap x memberikan turunan p terhadap t.

  22. Gelombang : u merupakan fungsi t dan x Turunanuterhadapt: Turunanuterhadapx: Operator energi Operator momentum

  23. Hamiltonian: Operator: Jika H(p,x) dan E dioperasikan pada fungsi gelombang  maka diperoleh Inilahpersamaan Schrödinger satu dimensi tiga dimensi

  24. Persamaan Schrödinger BebasWaktu Aplikasipersamaan Schrödinger dalambanyakhalhanyaberkaitandenganenergipotensial, yaitubesaran yang hanyamerupakanfungsiposisi Oleh karena itu jika persamaan tersebut diupayakan tidak merupakan fungsi yang bebas waktu agar penanganannya menjadi lebih sederhana Jikakitanyatakan: makadapatdiperoleh sehingga Satudimensi Tiga dimensi

  25. FungsiGelombang Persamaan Schrödinger adalah persamaan diferensial parsial dengan  adalah fungsi gelombang dengan pengertian bahwa adalah probabilitas keberadaan elektron pada waktu tertentu dalam volume dx dy dz di sekitar titik (x, y, z) Jadi persamaan Schrödinger tidak menentukan posisi elektron melainkan memberikan probabilitas bahwa ia akan ditemukan di sekitar posisi tertentu. Kita juga tidak dapat mengatakan secara pasti bagaimana elektron bergerak sebagai fungsi waktu karena posisi dan momentum elektron dibatasi oleh prinsip ketidakpastian Heisenberg Contoh kasus satu dimensi pada suatu t = 0

  26. PersyaratanFungsiGelombang Elektron sebagai suatu yang nyata harus ada di suatu tempat. Oleh karena itu fungsi gelombang (untuk satu dimensi) harus memenuhi: Fungsi gelombang , harus kontinyu sebab jika terjadi ketidak-kontinyuan hal itu dapat ditafsirkan sebagai rusaknya elektron, suatu hal yang tidak dapat diterima. Turunan fungsi gelombang terhadap posisi,juga harus kontinyu, karena turunan fungsi gelombang terhadap posisi terkait dengan momentum elektron Oleh karena itu persyaratan ini dapat diartikan sebagai persayaratan kekontinyuan momentum. Fungsi gelombang harus bernilai tunggal dan terbatas sebab jika tidak akan berarti ada lebih dari satu kemungkinan keberadaan elektron. Fungsi gelombang tidak boleh sama dengan nol di semua posisi sebab kemungkinan keberadaan elektron haruslah nyata, betapapun kecilnya.

  27. Im Re AplikasiPersamaan Schrödinger ElektronBebas Elektronbebasadalahelektron yang tidakmendapatpengaruhmedanlistriksehinggaenergipotensialnyanol, V(x) = 0 solusi harus berlaku untuk semua x Persamaan gelombang elektron bebas Energi elektron bebas

  28. I II III V= V=0 V= 1 2 3 0 x L Fungsi gelombang Elektron di Sumur Potensial yang Dalam Daerah I dan daerah III adalah daerah-daerah dengan V = , daerah II, 0 < x < L, V = 0 Elektron yang berada di daerah II terjebakdalam “sumurpotensial” Sumurpotensialinidalamkarena di daerah I dan II V =  Energi elektron Probabilitas ditemukannya elektron

  29. Fungsi gelombang *  Probabilitas ditemukan elektron 0 x L a). n = 1 * * Energielektron   0 L 0 L c). n = 3 b).n = 2 Fungsi gelombang, probabilitas ditemukannya elektron, dan energi elektron, tergantung dari lebar sumur, L

  30. V a * * * * E E E 0 L 0 L 0 L 0 L a) b) c) d) Pengaruhlebarsumurpadatingkat-tingkatenergi Makin lebarsumurpotensial, makinkecilperbedaanantaratingkat-tingkatenergi n = 3 V n = 2 V’ n = 1 Elektron di Sumur Potensial yang Dangkal 0 L 0 L’ Probabilitas keberadaan elektron tergantung dari kedalaman sumur Jikadidingsumur tipis, elektronbisa “menembus” dindingpotensial Makin dangkalsumur, kemungkinankeberadaanelektron di luarsumurmakinbesar

  31. Persamaan ini adalah persamaan satu dimensi yang memberikan energi elektron: Sumurtigadimensi z Lz y Ly Lx x Arah sumbu-x Untuktigadimensidiperoleh: Tiganilaienergisesuaiarahsumbu

  32. KonfigurasiElektronDalam Atom

  33. z elektron  r inti atom y  x Persamaan Schrödinger dalamKoordinat Bola inti atom berimpit dengan titik awal koordinat persamaan Schrödinger dalam koordinat bola Jikakitanyatakan: kitaperolehpersamaan yang berbentuk mengandung r tidak mengandung r salah satu kondisi yang akan memenuhi persamaan ini adalah jika keduanya = 0

  34. Persamaan yang mengandung r saja fungsigelombang R hanyamerupakanfungsir simetri bola kalikan dengan kalikan dengan dan kelompokkan suku-suku yang berkoefisien konstan Iniharusberlakuuntuksemuanilair Salah satukemungkinan:

  35. salah satu solusi: Inilah nilai E yang harus dipenuhi agar R1 merupakan solusi dari kedua persamaan Energi elektron pada status ini diperoleh dengan masukkan nilai-nilai e, m, dan h Probabilitas keberadaan elektron dapat dicari dengan menghitung probabilitas keberadaan elektron dalam suatu “volume dinding” bola yang mempunyai jari-jari r dan tebal dinding r.

  36. Pe Pe1 r0 r [Å] probabilitas maksimum ada di sekitar suatu nilai r0 sedangkan di luar r0 probabilitas ditemukannya elektron dengan cepat menurun keberadaan elektron terkonsentrasi di sekitar jari-jari r0 saja Inilah struktur atom hidrogen yang memiliki hanya satu elektron di sekitar inti atomnya dan inilah yang disebut status dasar atau ground state

  37. R R1 R2 R3 * * * r[Å]    0 x L 0 L 0 L c). n = 3 b).n = 2 a). n = 1 Adakah Solusi Yang Lain? Kita ingat: Energi Elektron terkait jumlah titik simpul fungsi gelombang solusi yang lain: bertitik simpul dua bertitiksimpultiga Solusi secara umum: polinom

  38. Pe Pe1 Pe2 Pe3 r[Å] probabilitaskeberadaanelektron Tingkat-Tingkat Energi Atom Hidrogen bilangan kuantum prinsipal n 1 2 3 4 5 energi total [ eV ] 1,51  1,89 eV 3,4  10,2 eV 13,6 ground state

  39. Momentum Sudut Momentum sudut juga terkuantisasi bilangan bulat positif Momentum sudut ditentukan oleh dua macam bilangan bulat: l : menentukanbesar momentum sudut, dan ml : menentukan komponen zatau arah momentum sudut Nilai l dan ml yang mungkin : dst. l disebut bilangan kuantum momentum sudut, atau bilangan kuantum azimuthal mladalah bilangan kuantum magnetik

  40. bilangan kuantum utama n : 1 2 3 4 5 3s, 3p, 3d 1,51 2s, 2p 3,4 energi total [ eV ] 0 1s 13,6 Bohr lebih cermat Bilangan Kuantum • Ada tiga bilangan kuantum yang sudahkitakenal, yaitu: • bilangan kuantum utama, n, yang menentukan tingkat energi; • bilangan kuantum momentum sudut, atau bilangan kuantum azimuthal, l; • bilangan kuantum magnetik, ml . (4)Spin Elektron:  ½ dikemukakan oleh Uhlenbeck

  41. Konfigurasi Elektron Dalam Atom Netral Kandungan elektron setiap tingkat energi

  42. 1s inti atom 2s inti atom Orbital Penulisan konfigurasi elektron unsur-unsur H: 1s1; He: 1s2 Li: 1s2 2s1; Be: 1s2 2s2; B: 1s2 2s2 2p1; C: 1s2 2s2 2p2; N: 1s2 2s2 2p3; O: 1s2 2s2 2p4; F: 1s2 2s2 2p5; Ne: 1s2 2s2 2p6.........dst

  43. energi Diagram Tingkat Energi tingkat 4ssedikitlebihrendahdari 3d

  44. Pengisian Elektron Pada Orbital H: pengisian 1s; He: pemenuhan 1s; Li: pengisian 2s; Be: pemenuhan 2s; B: pengisian 2px dengan 1 elektron; C: pengisian 2py dengan 1 elektron; N: pengisian 2pz dengan 1 elektron; O: pemenuhan 2px; F: pemenuhan 2py; Ne: pemenuhan 2pz.

  45. Tingkat energi 4s lebih rendah dari 3d. Hal ini terlihat pada perubahan konfigurasi dari Ar (argon) ke K (kalium). Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 K: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 (bukan 3d1) Ca: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 (bukan 3d2) Sc: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d1 4s2 (orbital 3d baru mulai terisi setelah 4s penuh) Y: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 4s2 (dan unsur selanjutnya pengisian 3d sampai penuh)

  46. Blok s Blok d Blok p Blok-Blok Unsur pengisian orbital d pengisian orbital s pengisian orbital p

  47. Ionisasi dan Energi Ionisasi Ionisasi: Energiionisasiadalahjumlah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu unsur guna membentuk ion positif bermuatan +1. Energi ionisasi dalam satuan eV disebut juga potensial ionisasi. Potensial ionisasi didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah terikat pada atom. Pada atom dengan banyak elektron, pengertian ini sering disebut sebagai potensial ionisasi yang pertama, karenasesudahionisasi yang pertamainibisaterjadiionisasilebihlanjutdenganterlepasnyaelektron yang lebihdekatkeinti atom. Energi Ionisasi [eV]

  48. p p p s d s s Energi Ionisasi Di setiapblokunsur, energiionisasicenderungmeningkatjikanomer atom makinbesar Energiionisasiturunsetiap kali pergantianblokunsur

  49. Afinitas Elektron Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan jika atom netral menerima satu elektron membentuk ion negatif bermuatan 1. Afinitas elektron dinyatakan dengan bilangan negatif, yang berarti pelepasan energi. Afinitas elektron merupakan ukuran kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron, bergabung dengan unsur untuk membentuk ion negatif. Makin kuat gaya tarik ini, berarti makin besar energi yang dilepaskan. Gaya tarik ini dipengaruhi oleh jumlah muatan inti atom, jarak orbital ke inti, dan screening (tabir elektron).

  50. Ikatan Atom danSusunan Atom

More Related