1 / 12

8. Teknik Mengukur Manfaat Intangible dalam Investasi Teknologi Informasi

8. Teknik Mengukur Manfaat Intangible dalam Investasi Teknologi Informasi. Suwirno Mawlan , S.Kom ., MTI. Pendahuluan.

nedaa
Download Presentation

8. Teknik Mengukur Manfaat Intangible dalam Investasi Teknologi Informasi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. 8. TeknikMengukurManfaatIntangibledalamInvestasiTeknologiInformasi SuwirnoMawlan, S.Kom., MTI

  2. Pendahuluan • Salah satu tantangan terbesar dalam menilai kelayakan sebuah investasi pembangunanteknologi informasi adalah menilai atau memperkirakan manfaat apa yang akan diperoleh olehperusahaan nantinya. • Dikatakan sebagai tantangan karena kebanyakan manfaat yang diberikanoleh teknologi informasi bersifat intangible atau sulit dikuantifikasikan ke dalam satuan angkafinansial dan tidak secara langsung berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.

  3. Mengukur Manfaat Intangible • David Silk (1990) mengemukakan 6 langkah utama untuk mengukur manfaat intangible, yaitu: • Menkonseptualisasikan dampak atau manfaat yang kira-kira akan diperoleh perusahaan dengan diimplementasikannya sistem baru; • Melihat perubahan langsung apa yang kira-kira akan terjadi terkait dengan manfaat yang telah didefinisikan pada langkah sebelumnya;

  4. Mengukur Manfaat Intangible • Menentukan jenis indikator ukuran apa yang dapat dipergunakan untuk merepresentasikan masing-masing perubahan tadi; • Memperkirakan kuantitas perubahan yang terjadi terhadap masing-masing indikator ukuran yang ada jika sistem baru diimplementasikan; • Mentransformasikan perubahan kuantitas indikator tersebut ke dalam satuan finansial terkait dengan hal tersebut; • Menggunakan total hasil perhitungan di atas sebagai jumlah manfaat yang diberikan sistem teknologi informasi kepada perusahaan.

  5. Langkah 1 • Misalnya: • Sistem Informasi Penagihan (Automatic Billing System) yang diharapkan dapat memberikan serangkaian manfaat seperti: mengurangi kesalahan, mempercepat pengiriman tagihan, mereduksi periode pembayaran, dan lain sebagainya.

  6. Langkah 2 • Perubahan langsung seperti: • Mengurangi kesalahan – berarti akan terjadi perubahan dalam hal: keluhan pelanggan berkurang, kepuasan pelanggan meningkat, biaya memperbaiki kesalahan dapat direduksi (biaya komunikasi, kertas, peralatan kantor, dan waktu yang hilang), dan lain sebagainya; • Mempercepat pengiriman tagihan – berarti akan terjadi perubahan dalam hal: ketepatan pembayaran, tertib administrasi, penjadwalan pemasukan, dan lain sebagainya;

  7. Langkah 2 • Mereduksi durasi pembayaran – berarti akan terjadi perubahan dalam hal: pemasukan diterima lebih cepat, memperkecil opportunity loss karena keterlambatan pembayaran, dan lain sebagainya.

  8. Langkah 3

  9. Langkah 4 • Misalnya: • Jumlah keluhan berkurang dari sekitar 10 buah per hari menjadi tidak lebih dari 2 per hari; • Jumlah kesalahan berkurang dari sekitar 150 buah per hari menjadi tidak lebih dari 10 per hari; • Waktu pengiriman tagihan ke klien atau pelanggan dari rata-rata 2 minggu menjadi sekitar 2 hari; • Periode pembayaran dari rata-rata 6 minggu menjadi 1 minggu; • dan seterusnya.

  10. Langkah 5 • Misalnya: • Untuk melayani sebuah keluhan seorang customer service menggunakan telepon selama kurang lebih 30 menit, sehingga dengan berkurangnya jumlah keluhan dari 10 menjadi 2, maka waktu komunikasi yang dihemat adalah kurang lebih 4 jam. Jika 1 jam perusahaan harus membayar sebesar Rp 25.000 untuk telepon interlokal, maka dalam sehari perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp 100.000.

  11. Langkah 5 • Misalnya: • Periode pembayaran yang tadinya biasa dilakukan dalam 6 minggu menjadi 1 minggu berarti perusahaan akan memperoleh uang satu bulan lebih cepat. Jika perusahaan memiliki 1.000 orang pelanggan dan nilai transaksi masing-masing pelanggan sebesar Rp 1 juta, maka perusahaan tersebut berhasil mendapatkan uang Rp 1 milyar lebih cepat. Jika bunga bank dalam setahun sebesar 12%, maka sama saja dengan perusahaan berhasil mendapatkan bunga yang selama ini hilang – karena keterlambatan pembayaran – sebesar Rp 10 juta per bulannya.

  12. Langkah 6 • Berdasarkan karakteristiknya, kita dapat menggunakan metode pengukuran cost-benefit seperti ROI, IRR, NPV, Value Analysis, dan lain sebagainya.

More Related