1 / 24

Pertemuan ke : 10 HUTAN RAKYAT ( PRIVATE FOREST)

Pertemuan ke : 10 HUTAN RAKYAT ( PRIVATE FOREST). Pengertian hutan rakyat Struktur dan fungsi hutan rakyat Manfaat hutan rakyat Pengembangan hutan rakyat. 1. Pengertian Hutan Rakyat. Undang-undang RI. No.41 (1999) tentang Kehutanan:

nicola
Download Presentation

Pertemuan ke : 10 HUTAN RAKYAT ( PRIVATE FOREST)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pertemuan ke : 10HUTAN RAKYAT (PRIVATE FOREST) Pengertian hutan rakyat Struktur dan fungsi hutan rakyat Manfaat hutan rakyat Pengembangan hutan rakyat

  2. 1. Pengertian Hutan Rakyat • Undang-undang RI. No.41 (1999) tentang Kehutanan: • Hutan rakyat ialah hutan yang terdapat di atas tanah yang dibebani hak atas tanah seperti hak milik, hak guna usaha dan hak pakai. Lahan yang dibebani dengan hak-hak seperti itu adalah lahan milik masyarakat. Oleh karenanya, hutan rakyat disebut juga dengan hutan milik. • Luas lahan hutan rakyat minimal 0,25 Ha dengan penutupan tajuk minimal 50% • Jumlah pepohonan awal minimal 500 pohon/Ha dan akhir 250 pohon/Ha

  3. Tujuan pembangunanhutan rakyat • Tujuan pembangunanhutan rakyat adalah untuk merehabilitasi dan meningkatkan produktivitas lahan serta kelestarian sumberdaya alam agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada pemiliknya, sehingga kesejahteraan hidup pemiliknya meningkat (Sumedi, 2006).

  4. Tujuan pembangunanhutan rakyat • Apabila dirinci, tujuan pembangunan hutan rakyat tersebut adalah : • meningkatkan pendapatan petani perdesaan terutama di daerah lahan kritis, • memperbaiki tata air dan lingkungan pada lahan milik rakyat, • memanfaatkan secara optimal lahan yang tidak produktif untuk usaha tani tanaman semusim maupun tahunan, • penganekaragaman komoditas dan hasil pertanian yang diperlukan masyarakat, dan • meningkatkan produksi kayu bakar dan kayu perkakas.

  5. Sasaran lahan untuk hutan rakyat • Sasaran lokasi pembangunan hutan rakyat ialah pada areal lahan kritis milikrakyatdengan kondisi seperti : • Berjurang, • Bertebing dengan kelerengan lebih dari 40 %, atau • Lahan yang diterlantarkan sebagai bekas lahan tanaman semusim.

  6. Potensi hutan rakyat • Hutan rakyat memiliki potensi cukup besar dalam menyediakan kayu bulat baik untuk industri kayu pertukangan maupun kayu bakar. • Luas hutan rakyat Indonesia telah mencapai 1.279.581 ha dengan produksi 42,97 juta m3 (Anonim, 2006).

  7. Potensi hutan rakyat • Kualitas produk kayu hutan rakyat tidak kalah dari produk kayu hutan alam baik untuk kebutuhan bahan bangunan maupun bahan baku industri. Untuk bahankonstruksi bangunanmisalnya: • lantai (flooring), • dinding, • jembatan, • tiang listrik, • kapal kayu dan lain-lain. Untuk bahan baku industri: • industri pulp (bubur kertas), • kayu perekatan (kayu lapis indah dan glulam), • papan partikel, • papan mineral, • papan blok dan industri balok kotak (box beam).

  8. 2. Struktur dan Pola Hutan Rakyat • Struktur dan komposisi hutan akyat sangat ditentukan oleh tujuan pengelolan pemiliknya • Struktur hutan rakyat di Pulau Jawa pada umumnya terdiri atas pepohonan dan tumbuhan bawah. • Jenis pepohonan penyusun hutan rakyat terdiri atas pepohonanygdisukaipemiliknya, misalnyajati, mahoni, sengon, jabon, suren, karet, kopi, coklat dll.

  9. 2. Struktur dan Pola Hutan Rakyat • Tumbuhan bawah biasanya berupa tanaman semusim guna menambah nilai ekonominya.Jenis tumbuhan bawahnya biasanya terdiri atas kapulaga, porang, lada, ubi jalar, ganyong dll yang tahan terhadap naungan pepohonan. • Strata tinggi kanopi penyusun hutan rakyat biasanya kurang dari 3 strata. • Struktur diameter batang pohon biasanya tersebar mualai dari seedling sampai pohon besar berdiameter > 20 cm

  10. Sistem penggunaan lahan pada hutan rakyat sangat efektif: karena tanaman tahunan (pepohonan) dan tanaman perdu tumbuh bersama-sama dalam campuran dengan pembagian tapak secara berurutan dengan ataupun tanpa hewan • Perpaduan pepohonan dengan tumbuhan perdu membentuk pola hutan rakyat yang khas.

  11. Pola hutan rakyat yang ditemukan di Pulau Jawa: • bentuk murni hutan dengan pola tanam monokultur misalnya hutan sengon monokultur, • bentuk murni hutan dengan pola tanam campuran dari berbagai jenis pohon hutan, dan • bentuk hutan rakyat dengan sistem agroforestri (yaitu campuran antara jenis-jenis tanaman tahunan dengan tanaman semusim).

  12. Berdasarkan komposisinya hutan rakyat pada prnsipnya terdir atas dua jenis yaitu monokultur dan polikultur. Sebagaicontohadalahpola hutan rakyat di Wonogiri Doni (1996) adalahsbb: • pola murni tanaman tahunan yang lambat tumbuh, • pola campuran tanaman tahunan dengan tanaman buah-buahan, • pola campuran tanaman tahunan dengan tanaman semusim, dan • pola campuran tanaman tahunan dengan tanaman buah-buahan dan tanaman semusim

  13. Di Gunung Kidul Sumedi (2006) mendeskripsi hutan rakayat berdasarkan dominansi jenis penyusunnya mendapatkan 6 pola hutan rakyat sebagai berikut: • Pola kayu-kayuan, yaitu hutan rakyat yang didominasi oleh tanaman penghasil kayu bangunan ataupun bahan perkakas. • Pola industri, yaitu hutan rakyat yang didominasi oleh jenis tanaman perdagangan • Pola hortikultura, yaitu hutan rakyat yang didominasi oleh tanaman buah-buahan • Pola kayu bakar, yaitu hutan rakyat yang didominasi oleh jenis pohon yang kayunya untuk menghasilkan energi • Pola tanaman pangan, yaitu hutan rakyat didominasi oleh tanaman pangan • Pola silvopasture, yaitu hutan rakyat yang didominasi oleh jenis tanaman yang dapat menghasilkan makanan ternak

  14. Pola hutan rakyat di Kabupaten Ciamis lebih beragam dibanding tempat lain • Di kab. Ciamis Sudiana (2010) mendapatkan 9macam pola tanam HR yaitu: • BerbasisSengon • BerbasisMahoni • BerbasisJati • BerbasisKaret • Berbasis MPTS • Berbasis • Tan.Semusim • BerbasisCoklat • BerbasisKapulaga • Berbasis Kopi SENGON MAHONI JATI KARET MPTS SEMUSIM COKLAT KAPULAGA KOPI

  15. EkosistemHutan Rakyat dengantanamanutamaJati. TanamanbawahnyaEmpon-empon, Garut, Tales, danumbi-umbianlainnya

  16. 3. Manfaat Hutan Rakyat Manfaat hutan rakyat dapat dianalisis dari3 segi: • Manfaat Ekologi dan Lingkungan • Manfaat Ekonomi • Manfaat Sosial

  17. Manfaat Ekologi dan Lingkungan • Konservasi tanah dan air • HR dptmenyerapkan air hujankedalamtanahshgdapatmengendalikanlimpasanpermukaan, erosidanbanjir • Semakin kompleks struktur dan komposisi ekosistem hutan rakyat maka semakin rendah limpasan permukaan dan erosi • Konservasi biologi • Di dalam HR terdapatbanyak species tumbuhanmaupunhewansebagaisumbergenetik

  18. Longsor, erosi, danbanjirselaluterjadidi Indonesia

  19. Perananvegetasidalamsiklus air

  20. Komponen vegetasi seperti tajuk, seresah/humus dan sistem perakaran, berperanan penting dalam menjaga sistem tata airyaitudalamhal: • menguapkan air (evaporasi & transpirasi) • Menyerapkan air kedalamtanah (infiltrasi) • Mengurangidayakinetisbutiran air hujan • memperbesar daya tampung lahan untuk menyimpan air dalam tanah • mengurangialiranpermukaan (run off) • mengurangierositanah • Produksi air bersih

  21. Peranvegetasidalammengurangilimpasanpermukaandanerosidptdilakukan dg membadingkanlimpasanpermukaanantaralahanbervegetasi dg lahankosong

  22. 2. ManfaatEkonomi • Menghasilkan lebih besar keuntungan pada penggunaan lahannya karena tumbuhan bawah dapat digantikan oleh tumbuhan budidaya., sehingga: • Terjadi keberlanjutan usaha konservasi tanah, • Terjadi peningkatan hasil, Memperkecil resiko kerusakan atau kegagalan tanam, • Kemudahan pengelolaan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman • Memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat setempat.

  23. 2. ManfaatSosial • Menyeraptenagakerja: • Pengolahanlahan • Pembibitan • Penanaman • Pemeliharaansptpemupukanulang, pengendalianhamapenyakit, penjarangan, pemangkasan (pruning) dll. • Panensepertipenebangan, pengangkutan log, penangananpascapanendll. • Mencegahurbanisasi

More Related