1 / 30

ASURANSI

ASURANSI. Pertemuan ke – 10 dan 11. Apakah Asuransi itu ? . Asuransi adalah suatu mekanisme pemindahan resiko dari Tertanggung (Nasabah) kepada Penanggung (pihak asuransi). Dengan sejumlah premi yang yang pasti, Tertanggung terbebas dari ketidakpastian kerugian yang mungkin akan diderita.

parker
Download Presentation

ASURANSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ASURANSI Pertemuan ke – 10 dan 11

  2. ApakahAsuransi itu? • Asuransi adalah suatu mekanisme pemindahan resiko dari Tertanggung (Nasabah) kepada Penanggung (pihak asuransi). • Dengan sejumlah premi yang yang pasti, Tertanggung terbebas dari ketidakpastian kerugian yang mungkin akan diderita.

  3. Asuransi menurut pasal 246 KUHD RI • Asuransi atau penanggungan adalah suatu perjanjian dimana seorang penanggung mengikat diri pada tertanggung dengan menerina suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yg diharapkan yg mungkin akan diderita karena suatu peristiwa tertentu.

  4. Unsur dalam asuransi • Pihak tertanggung (insured) • Pihak penanggung (insurer) • Suatu peristiwa (accident) • Kepentingan (interest)

  5. Tertanggung(insured) • Tertanggung adalah orang atau individu atau badan hukum yang memiliki kepentingan keuangan terhadap barang/properti yang dipertanggungkan sehingga ia memiliki hak untuk membeli proteksi asuransi

  6. Penanggung(insurer) Penanggung adalah perusahaan asuransi yang akan memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerugian yang dideritanya sesuai dengan polis yang diterbitkannya.

  7. Tujuan Asuransi • Dari segi Ekonomi Mengurangi ketidakpastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dlm rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan • Dari segi Hukum memindahkan risiko yang dihadapi suatu kegiatan kepada pihak lain

  8. Tujuan Asuransi • Dari segi Tata Niaga membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program • Dari segi Kemasyarakatan menanggung kerugian secara bersama-sama antar peserta program asuransi

  9. Fungsi utama dari Asuransi Fungsi utama dari asuransi adalah menempatkan posisi keuangan Tertanggung kembali kepada saat sebelum terjadi kerugian/loss.

  10. Asuransi Jiwa Besarnya uang yang akan diterima dpt ditentukan sendiri oleh pemegang polis daat perjanjian dibuat Ada unsur keharusan untuk membayar premi secara teratur Tabungan Besarnya uang yg diterima tergantung kemauan si penabung Tidak ada unsur keharusan (bersifat sukarela) Perbedaan Asuransi dg Tabungan

  11. 3. Besarnya premi yg harus dibayar sudah ditetapkan berdasar perhitungan 4. Terdapat unsur proteksi finansial, yaitu jaminan terima uang yg pasti sesuai perjanjian 3. Besar uang yang ditabung tiap kali menabung tidak selalu tetap 4. Tidak terdapat fungsi proteksi terhadap risiko Perbedaan Asuransi dg Tabungan

  12. 5. Saat tertanggung meninggal dunia jumlah uang yg diterima pasti meski baru membayar premi yg kecil 6. Bersifat kolektif 5. Besarnya uang diterima tergantung jumlah tabungan ditambah bunga 6. Bersifat individual dan bebas Perbedaan Asuransi dg Tabungan

  13. Persamaan Asuransi dg Spekulasi • Tujuan kontrak sama-sama untuk memindahkan risiko • Keduanya tidak mengandung unsur perjudian, karena tidak menimbulkan risiko yg baru

  14. Asuransi Kontrak persetujuan adalah penanggungan Risiko yg ditangani adalah kerugian yg mungkin timbul Transaksi asuransi lebih menguntungkan shg dpt mengurangi risiko Spekulasi Kontrak persetujuan adalah jual beli Risiko yg ditangani adalah kemungkina perubahan harga Risiko tidak berkurang, hanya berpindah kepada orang lain yg sanggup menanggung risiko tersebut Perbedaan Asuransi dg Spekulasi

  15. Macam-Macam Usaha Asuransi • Dari segi sifatnya : 1. Asuransi sosial (Asuransi Wajib) contoh ASTEK, TASPEN (tab. Asuransi PN) 2. Asuransi Sukarela

  16. Macam-Macam Usaha Asuransi • Dari segi jenis Obyek : • Asuransi Orang (obyek pertanggungan manusia) : asrn. Jiwa, asrn. Kesehatan, asrn. Pendidikan • Asuransi Umum/Kerugian (obyek pertanggungan harta/hak atau milik kepentingan) : asrn.kebakaran, asrn.pengangkutan brg dll.

  17. Perbedaan antara Asuransi Jiwa dengan Asuransi Kerugian • Perbedaan terletak pada obyek pertanggungannya. Dalam asuransi jiwa yang menjadi obyek pertanggungannya adalah jiwa manusia, sedangkan dalam asuransi kerugian yang menjadi obyek pertanggungan adalah barang atau properti (rumah, mobil, pabrik, dll) dan kewajiban hukum terhadap pihak ketiga. 

  18. Keuntungan membeli jasa Asuransi • Mengurangi ketidakpastian resiko. • Kepastian akan adanya proteksi asuransi. • Mengurangi beban keuangan akibat timbulnya kerugian. • Memperoleh masukan berupa informasi dan saran mengenai cara untuk mengurangi/ meminimalisasi resiko • Menjamin ketenangan untuk berusaha/bekerja.  

  19. Biaya-Biaya dalam Asuransi • Biaya Operasional • Biaya akibat bahaya moral • Biaya akibat morale hazard

  20. PREMI ASURANSI • Adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung, sebagai imbalan jasa atas pengalihan risiko kepada penanggung.

  21. Fungsi Premi • Mengembalikan tertanggung pada posisi ekonomi seperti sebelum terjadi kerugian • Mengembalikan tertanggung dari kebangkrutan, hingga mampu berdiri pada posisis seperti keadaan sebelum terjadi kerugian.

  22. Faktor yang mempengaruhi penentuan tarif premi asuransi Dari sisi eksternal : • 1. Persaingan • 2. Kondisi ekonomi • 3. Peraturan perundang-undangan dari pemerintah

  23. Faktor yang mempengaruhi penentuan tarif premi asuransi • Dari sisi internal obyek kerugian (terutama dlm asuransi kerugian): • 1. Macam barang yg diasuransi • 2. Kondisi pertanggungan • 3. Macam alat pengukur barang yg diasuransikan • 4. Cara pengangkutan barang • 5. Jangka waktu pertanggungan

  24. Unsur-unsur dalam penentuan tarif premi asuransi • 1. kemungkinan/probability terjadinya kerugian • 2. value judgment • 3. policy pemerintah

  25. Komponen Premi Asuransi • Premi dasar, yaitu premi yg dibebankan kpd tertanggung ketika polis dibuat dengan perhitungan : data dan keterangan tertanggung serta luasnya risiko yang dijaminkan. 2. Premi tambahan, yaitu premi yang ditambahkan pada premi dasar ketika terjadi perubahan data dan keterangan tertanggung serta luasnya risiko yang dijaminkan.

  26. Komponen Premi Asuransi • Reduksi premi, yaitu potongan atas besarnya premi yang disebabkan keadaan tertentu seperti, pembayaran premi sekaligus untuk beberapa tahun, pembayaran premi melalui lembaga keuangan tertentu. • Tarif kompeni, yaitu besaran tarif yg ditentukan oleh asosiasi perusahaan asuransi guna menghindari persaingan tidak sehat.

  27. Pengembalian Premi(Restorno) • Merupakan pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung akibat: • a. gugurnya perjanjian sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian. b. premi yang dibayarkan lebih. c. insurable interest (adanya kepentingan yg harus diasuransikan) tidak ada d. kondisi jaminan pertanggungan dipersempit.

  28. Syarat-syarat Ideal Risiko yg dapat di Asuransikan • Kerugian potensial cukup besar sehingga layak secara ekonomis • Probabilitas kerugian dapat diperhitungkan • Terdapat sejumlah besar unit terbuka terhadap risiko yang sama (massal dan homogen) • Kerugian yg terjadi bersifat kebetulan ( fortuitous) • Kerugian tertentu (definitif) • Bukan risiko berupa bencana besar dan serentak (catastrope)

  29. Asuransi Risiko Konfensional • Investasi yang dilakukan oleh lembaga Asuransi bebas. • Adanya pengalihan risiko (risk transfer) Bila Tertanggung mengalami risiko sesuai dengan yangtertuang dalam kontrak asuransi, maka PerusahaanAsuransi harus membayar sejumlah dana yang disebutUang Pertanggungan kepada Tertangggung atau yangberhak menerimanya. Sebaliknya bila sampai akhir masakontrak Tertanggung tidak mengalami risiko yangdiperjanjikan maka kontrak Asuransi berakhir makasemua hak dan kewajiban kedua belah pihak berakhir.

  30. Asuransi Risiko Syariah • Investasi yang dilakukan oleh lembaga Asuransi diarahkan pada industri/perusahaan yang tidak mengandung unsur-unsur haram. • Adanya pembagian risiko (risk sharing) yang merupakan akad yang berkaitan dengan risiko Dengan konsep pembagian risiko, yang saling menanggungrisiko adalah para peserta itu sendiri bukanperusahaan asuransi, sehingga perusahaan asuransibukan sebagai penanggung tetapi berfungsi sebagaipemegang amanah, juga peserta tidak membeli polistetapi memberikan  donasi/derma (dalam asuransisyariah sering dinamakan tabarru') yang diniatkanuntuk tolong menolong diantara peserta bila terjadimusibah, juga tidak terjadi pengalihan kepemilikandana, yang ada adalah pengumpulan dana atau pooling offund.

More Related