1 / 67

Materi Kuliah Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman

HAMA PADI. Faktor Penyebab Ledakan Populasi HamaPerluasan areal pertanamanPerbaikan sistem irigasiPengembangan varietas baruPeningkatan penggunaan pupuk Penggunaan pestisida. Perluasan areal pertanaman. Meningkatkan ketersediaan inang bagi hamaPeningkatan jangkauan persebaran hama yang terisol

phallon
Download Presentation

Materi Kuliah Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


    1. Materi Kuliah Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Hama-hama Tanaman Pangan : Padi dan Palawija Downloaded from: www.arwans.com arwan@arwans.com

    2. HAMA PADI Faktor Penyebab Ledakan Populasi Hama Perluasan areal pertanaman Perbaikan sistem irigasi Pengembangan varietas baru Peningkatan penggunaan pupuk Penggunaan pestisida

    3. Perluasan areal pertanaman Meningkatkan ketersediaan inang bagi hama Peningkatan jangkauan persebaran hama yang terisolasi Meningkatkan keragaman jenis hama karena musnahnya habitat alami

    4. Perbaikan sistem irigasi Memungkinkan periode tanam yang lebih panjang yang berakibat meningkatnya ketersediaan inang, contoh kasus : perubahan status hama penggerek batang padi Scirpophaga incertulas di areal pertanaman padi di kawasan pantai utara jawa (pantura) Meningkatnya hama-hama akuatik karena kestabilan pasokan air, contoh kasus : keong mas Pamacea caniculata, hama putih Nymphulla depunctalis

    5. Pengembangan varietas baru Varietas unggul tipe baru (VUTB) Varietas unggul hibrida (VUH) Varietas unggul hibrida baru (VUHB) Varietas unggul baru (VUB) spesifik lokasi Contoh : Varietas unggul tahan wereng (VUTW)

    6. Peningkatan penggunaan pupuk kimia Ketidakseimbangan penggunaan pupuk menyebabkan peningkatan hama-hama tertentu

    7. Dampak peningkatan penggunaan pestisida Resistensi : sebagai akibat penggunaan secara terus menerus Resurgensi : sebagai akibat terbunuhnya musuh alami Munculnya hama sekunder : efek kompetisi

    8. Cara Budidaya Padi Padi gogo (lahan kering) Padi gogo rancah Padi pasang surut Padi sawah tadah hujan Padi sawah beririgasi teknis

    9. Pengelompokan Hama Padi Hama-hama berhabitat dalam tanah Hama-hama fase vegetatif Hama-hama fase generatif

    10. Hama-hama berhabitat dalam tanah (Soil Pests) Semut (ants) Rayap (termites) Uret (white grub), Philophaga helleri, Lepidiota stigma Anjing tanah (mole cricket), Grylotalpha sp. Kumbang mocong (rice weevils)

    11. Hama-hama Fase Vegetatif Lalat bibit (seedling maggots), Atherigona oryzae Lalat pengorok pucuk (Rice world maggots), Hydrellia sp. Hama putih (rice case worm), Nymphula depunctalis Ganjur (rice gall midge), Orseolia oryzae Penggerek batang (stem borrer), Sciprpophaga incertulas, S. innotata, Chilo supressalis, C. polychrisus, Sesamia inferens Ulat grayak (army worm), Mythimna separata Kepinding tanah (Rice black bugs), Scotinophora sp.

    12. Hama-hama Fase Generatif Kepik padi (Rice bug), Leptocoriza sp. Wereng batang (plant hoppers), Nilaparvata lugens, dll Wereng daun (leaf hoppers), Nepotettix sp. Hama putih palsu (rice leaf folder), Cnaphalocrosis medinalis

    13. Pengelolaan Hama Padi Umur tanaman (sejak pratanam sampai panen) Identifikasi jenis hama Klarifikasi bagian tanaman yang diserang Biologi hama Ekologi hama

    14. Fase Pertumbuhan Tanaman Padi

    15. Target serangan hama pada padi

    16. Biologi Hama Padi

    17. Stadium Hama pada Padi

    18. Ekologi Hama Padi

    19. Komponen Pengendalian Pengendalian secara bercocok tanam Pengendalian dengan memanfaatkan tanaman tahan Pengendaian secara fisik Pengendalian secara mekanis Pengendalian secara hayati Pengendalian kimiawi Penerapan peraturan perundang-undangan

    20. Komponen pengendalian secara bercocok tanam Pemilihan lokasi tanam : dataran rendah, dataran tinggi, lahan sawah, daerah pasang surut, jenis irigasi (sederhana, teknis, tadah hujan), jenis tanah, topografi wilayah Penentuan waktu tanam : musim hujan (MH-1, MH-2), musim kemarau (MK-1, MK-2), gadu (peralihan MK-MH pada lahan irigasi teknis) Penentuan pola tanam : padi-padi-padi (IP300), padi-padi-bero, padi-padi-palawija, padi-palawija-padi, padi-palawija-bero Pengaturan jarak tanam : acak, legowo, 20 x 20 cm, 20 x 22 cm, 20 x 25 cm. Pertimbangan ?? Sistem tanam : tumpangsari, monokultur, tumpang gilir, surjan Pemilihan jenis tanaman : tanaman pokok, tanaman perangkap, tanaman penolak hama Pemupukan berimbang : TSP, KCl dan Urea

    21. Pengendalian dengan memanfaatkan tanaman tahan Ketahanan genetik : pemanfaatan varietas unggul tahan hama (misalnya VUTW) Ketahanan ekologik : penanaman disesuaikan dengan waktu ketidakmunculan hama, ketidaksesuaian habitat

    22. Pengendalian secara fisik dan mekanis Pengumpulan dan pemusnahan : kelompok telur, larva dan pupa hama, kasus penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas Penggunaan lampu perangkap : ngengat penggerek batang padi, hama uret Lepidiota stigma, Phillophaga helleri Penggunaan trap barier system : untuk tikus Gropyokan : untuk pengendalian tikus, hama uret Lepidiota stigma, Phillophaga helleri Pengaturan air irigasi : penggerek batang padi putih, hama putih Nymphula depunctalis, nematoda puru akar Meloidogyne graminicola

    23. Pengendalian secara hayati Pemanfaatan parasitoid, pemangsa dan patogen hama : Parasitoid Trichogramma sp.untuk penggerek batang padi Pemanfaatan jamur Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana Pemanfaatan ular dan burung hantu Tyto alba pemangsa tikus

    24. Pengendalian kimiawi Penggunaan bahan kimia pestisida dalam pengendalian hama Cara kerja pestisida Racun kontak, lambung, pernafasan Macam pestisida Pestisida kimia sintetik Pestisida botanik IGR (Insect Growth Regulators) : brufofesin

    25. Penerapan peraturan perundang-undangan Pengaturan pelepasan dan pemantauan varietas padi jenis baru

    26. STUDI KASUS Ledakan populasi hama penggerek batang padi putih di Pantura Ledakan populasi penggerek batang padi kuning pada MH2 di Yogyakarta Hama tikus di wilayah Kabupaten Sleman Ledakan populasi hama wereng batang di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tiap bulan Maret Fenomena hama keong mas di Banyumas Fenomena hama uret padi gogo setiap bulan Januari di Gunung Kidul

    27. Apa yang menjadi faktor penyebab ledakan populasi hama padi? Kondisi tanah? Kondisi iklim? Pola tanam? Waktu tanam? Varietas tanaman? Sistem tanam? Peran musuh alami? Irigasi?

    28. Pengamatan Hama Padi Pengamatan populasi mutlak : hama ? Pengamatan populasi relatif : hama ? Pengamatan indeks populasi : hama ?

    29. Parameter pengamatan hama padi Waktu pengamatan (tanggal, bulan, tahun): pagi, siang, sore, malam? Varietas tanaman : lokal, VUB, VUH, VUHB, VU spesifik lokasi? Umur tanaman Kondisi cuaca : cerah, hujan, panas, lembab? Kondisi air tanah : tergenang, becek, kapasitas lapang, kering? Jenis tanah : berpasir, lempung? Kondisi pertanaman : tingkat kerusakan (%), kesuburan? Jumlah batang per rumpun Populasi hama per rumpun : jumlah tiap stadia hama Keberadaan musuh alami : predator, parasitoid, patogen

    30. Tindakan pengendalian Secara bercocok tanam Pemupukan? Secara fisik dan mekanis Pengelolaan air Penggunaan trap Pengendalian mekanis Secara hayati Pemberdayaan musuh alami Secara kimiawi Penggunaan pestisida

    31. Daftar Pustaka Buku Anonim, 1987. Permasalahan Lapangan Padi di Daerah Tropis. IRRI Anonim. 1994. Pedoman Eekomnendasi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pangan. De Data, 1981. Principles of Rice Production. Gallagher. 1993. Pengendalian Hama Terpadu pada Padi. BAPPENAS Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. Pathak, 1977. Insect Pests on Rice. IRRI Reissig, W.H. Ilustrated Guide to Integrated Pest Management in Rice. IRRI Majalah Terbitan IRRI, jurnal

    32. HAMA KEDELAI

    33. PENGGOLONGAN HAMA KEDELAI Berdasarkan fase tanaman yang diserang Berdasarkan bagian tanaman yang diserang Berdasarkan arti penting hama Berdasarkan waktu kemunculannya

    34. Berdasarkan Fase Tanaman yang Diserang Hama perusak bibit/perusak batang Hama fase generatif/perusak daun Hama fase generatif/perusak polong Hama lepas panen/gudang

    35. Hama Tanaman Muda (Bibit) Lalat bibit Agromyza phaseoli Lalat penggerek batang Melanagromyza sojae Lalat penggerek pucuk Melanagromyza dolichostigma

    36. Hama Kedelai Fase Vegetatif Aphid Aphis glysine Wereng daun Empoasca sp. Kutu kebul Bemissia tabaci Ulat tanah Agrotis epsilon Ulat penggulung daun Lamprosema indicata Ulat grayak Spodoptera litura Ulat jengkal Plusia chalcites Kumbang kedelai Phaedonia inclusa Kumbang helem Epilachna sparsa

    37. Hama Fase Generatif Kepik penghisap polong Ryptortus linearis Kepik hijau Nezara viridula Ulat penggerek polong Etiella zinckenella Ulat buah Helicoverpa armigera

    38. Hama Gudang pada Kedelai Hama bubuk Callobruchus sp.

    39. Lalat Bibit

    40. Lalat Bibit Agromyza phaseoli

    41. Lalat Penggerek Batang Melanagromyza sp.

    42. Hama penghisap cairan daun Aphis sp.

    43. Kutu kebul Bemisia tabaci

    44. Bemisia tabaci

    45. Ulat Penggulung Daun Lamprosema indicata

    46. Ulat Grayak Spodoptera litura

    47. Ulat Jengkal Plusia chalcites

    48. Kumbang perusak daun kedelai Phaedonia inclusa

    49. Kumbang helm Epilachna sparsa

    50. Larva kumbang Epilachna sp.

    51. Kepik penghisap polong Riptortus linearis

    52. Ulat buah Helicoverpa armigera

    53. Hama penggerek polong Etiella zinckenella

    54. Hama bubuk kedelai di gudang Callosobruchus sp.

    55. Kumbang bubuk Callosobruchus sp.

    56. Pengendalian Hama Kedelai Masa pratanam Masa pertumbuhan vegetatif tanaman Masa pertumbuhan generatif tanaman atau pengisian polong Masa pasca panen atau dalam penyimpanan

    57. Masa Pratanam Perencanaan pergiliran tanam, misalnya padi-kedelai-kacang tanah (irigasi non-teknis); padi-kedelai-padi (irigasi teknis) Pemilihan benih unggul bebas hama maupun penyakit Persiapan lahan tanam, diupayakan untuk memanfaatkan jerami sebagai mulsa dan tidak membakarnya Penentuan waktu tanam yang tepat (akhir musim kemarau), misalnya bulan April-Mei Keserentakan tanam, dengan selang waktu tidak lebih dari satu minggu Pemilihan cara tanam yang tepat, misalnya : (1) monokultur (2) tumpangsari (3) tumpang gilir

    58. Penyiapan lahan tanam

    59. Penentuan Jarak Tanam

    60. Penentuan jarak tanam yang baik

    61. Penentuan jarak tanam

    62. Penentuan cara tanam

    63. Penentuan cara tanam

    64. Persiapan penanaman Perlakuan benih dengan insektisida untuk melindungi dari serangan lalat bibit, khususnya untuk daerah endemis Penanaman segera setelah jerami dibabat dan memanfaatkannya sebagai mulsa untuk mengindarkan dari serangan lalat bibit Penanaman secara serentak

    65. Pengelolaan Hama Pada Fase Vegetatif Tanaman Pemantauan pertumbuhan tanaman dan populasi hama secara rutin (paling lama seminggu sekali) Pengendalian secara fisik dan mekanik diutamakan untuk mencegah perkembangan populasi hama lebih lanjut Pengendalian hama dengan insektisida selektif jika populasinya telah melebihi ambang ekonomi

    66. Pemantauan Pertumbuhan Tanaman dan Populasi Hama

    67. Tindakan Pengendalian

    68. TERIMA KASIH

More Related