1 / 42

IMPLEMENTASI TEKNIK ANALISIS DALAM PENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER

IMPLEMENTASI TEKNIK ANALISIS DALAM PENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER. KONSEP GENDER. GENDER : KONSEP YANG TIMBUL SEBAGAI AKIBAT KONSTRUKSI SOSIAL DAN BUDAYA YANG MEMBEDAKAN FUNGSI DAN PERAN ANTARA LAKI- LAKI DAN PEREMPUAN KONSEP INI SEOLAH-OLAH DISAMAKAN SEBAGAI KODRAT

reba
Download Presentation

IMPLEMENTASI TEKNIK ANALISIS DALAM PENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. IMPLEMENTASI TEKNIK ANALISIS DALAM PENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER

  2. KONSEP GENDER GENDER : • KONSEP YANG TIMBUL SEBAGAI AKIBAT KONSTRUKSI SOSIAL DAN BUDAYA YANG MEMBEDAKAN FUNGSI DAN PERAN ANTARA LAKI- LAKI DAN PEREMPUAN • KONSEP INI SEOLAH-OLAH DISAMAKAN SEBAGAI KODRAT • GENDER BERBEDA MENURUT RUANG, WAKTU, KELAS SOSIAL

  3. PERSPEKTIF GENDER : • ADALAH SUATU CARA MEMANDANG SUATU FENOMENA/ GEJALA PERMASALAHAN BERDASARKAN ASPEK GENDER • CARA PANDANG YANG BAGAIMANA ? CARA MEMANDANG YANG MERUPAKAN PROSES BERFIKIR YANG MELAHIRKAN SUATU SIKAP SENSITIF/PEKA GENDER, SADAR GENDER, DAN RESPOSSIF GENDER. • OLEH KARENA ITUPENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER : BERARTI MENEMPATKAN KEPEKAAN, KESADARAN DAN TANGGAPAN BERDASARKAN ASPEK GENDER SEJAK LATAR BELAKANG, PERUMUSAN MASALAH. TUJUAN PENELITIAN, KAJIAN PUSTAKA SAMPAI DENGAN METODE PENELITIAN.

  4. PERSPEKTIF PENELITIAN : PENELITIAN BERPERSPEKTIF PEREMPUAN : - MENEMPATKAN PEREMPUAN SEBAGAI OBJEK DAN SUBJEK - BERANGKAT DARI MASALAH YANG DIHADAPI PEREMPUAN - MEMBANTU UNTUK MENGATASI MASALAH PEREMPUAN PENELITIAN MENGENAI PEREMPUAN : - MENEMPATKAN PEREMPUAN SEBAGAI OBYEK - TIDAK BERANGKAT DARI MASALAH YANG DIHADAPI PEREMPUAN - BERTENTANGAN DENGAN KEPENTINGAN PEREMPUAN

  5. PENELITIAN BERPERSPEKTIF PEREMPUAN : • TIDAK DAPAT DILEPASKAN DARI LAKI-LAKI KARENA KEDUANYA BERADA DALAM SATU SISTEM SOSIAL YANG SAMA • OLEH KARENA ITU DIKEMBANGKAN PENDEKATAN GENDER ATAU PENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER : YAITU PENELITIAN YANG BERANGKAT DARI MASALAH GENDER DAN BERUPAYA UNTUK MEMECAHKAN MASALAH GENDER TERSEBUT.

  6. PENELITIAN GENDER: MODEL PENELITIAN GENDER TIMBUL KARENA METODE PENELITIAN PADA UMUMNYA BERSIFAT SEXIST ATAU MENEMPATKAN SATU KATEGORI JENIS KELAMIN DIATAS YANG LAINNYA. GEJALANYA : ANDROSENTRIS, BIAS GENDER, DOUBLE STANDART, OVER-GENERALISASI

  7. LANJUTAN • ANDROSENTRIS : MEMAHAMI SUATU GEJALA TERPUSAT PADA KEPENTINGAN KAUM LAKI-LAKI. • BIAS GENDER : KETERPIHAKAN PADA SATU JENIS KELAMIN, KARENA SISTEM PATRIARKHI • DOUBLE STANDART : PENGUKURAN SATU GEJALA YANG SAMA DENGAN STANDART YANG MENDUA • OVER-GENERALISASI : SUATU GEJALA YANG TERJADI PADA SALAH SATU KATEGORI (PEREMPUAN SAJA ATAU LAKI-LAKI SAJA), HASILNYA DIPERLAKUKAN BAGI KEDUANYA DALAM “MPBG”, BIAS-BIAS TSB. BERUSAHA DITIADAKAN, SEHINGGA TERJADI KESEIMBANGAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DAN TIDAK SEXIST

  8. ANALISIS GENDER: ADALAH USAHA SISTEMATIS UNTUK MEMBUKTIKAN DAN MEMAHAMI PERANAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM SUATU KONTEKS TERTENTU, ISUE-ISUE PENTING YANG ADA DALAM MASYARAKAT, UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN SPESIFIK MEREKA MASING-MASING. ANALISIS GENDER DIPERLUKAN: AGAR DAPAT MEMBERIKAN GAMBARAN YANG LEBIH JELAS TENTANG KONDISI DAN KEDUDUKAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI DOMESTIK (KELUARGA) MAUPUN PUBLIK. SEBAGAI DASAR UNTUK MERENCANAKAN SUATU PROGRAM PEMBANGUNAN YANG BERWAWASAN GENDER (GENDER PLANING)

  9. TEKNIK ANALISIS GENDER • TAG MEN. UPW-MENEG. PP • TEKNIK ANALISIS HARVARD • TEKNIK ANALISIS MOSER • TEKNIK ANALISIS LONGWE • TEKNIK ANALISIS MUNRO • TEKNIK CVA • TEKNIK MATRIKS ANALISIS GENDER • ANALISIS STATISTIK GENDER • KONSEP SEAGA • GAP DAN POP

  10. TEKNIK ANALISIS GENDER: ADALAH SUATU RANGKAIAN PROSES KEGIATAN YANG DIMULAI DARI USAHA UNTUK MENGETAHUI LATAR BELAKANG DAN SEBAB-SEBAB TERJADINYA KESENJANGAN SAMPAI PADA UPAYA PEMECAHAN MASALAH DAN MENYAMPAIKAN CARA LANGKAH TINDAK UNTUK MENGHILANGKAN ATAU MENGURANGI ADANYA KESENJANGAN DAN DALAM RANGKA MENCAPAI PERSAMAAN KEDUDUKAN DAN PERANAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

  11. PENGGUNAAN TEKNIK ANALISIS GENDER: DISESUAIKAN DENGAN PERMASALAHAN DAN TUJUAN PENELITIAN • PERAN MAJEMUK DAN KEBUTUHAN GENDER, RELEVAN DENGAN PENDEKAAN MOSER • PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, RELEVAN DENGAN PENDEKATAN LONGWE • PROFIL GENDER, RELEVAN DENGAN PENDEKATAN HARVARD • PERENCANAAN PROYEK PEDESAAN DALAM SKALA KECIL, RELEVAN DENGAN PENDEKATAN MUNRO

  12. LANJUTAN • UNTUK MENILAI SEJAUH MANA PROYEK PEMBANGUNAN AKAN MEMPERKUAT ATAU JUSTRU MEMPERLEMAH PEMBANGUNAN, DIGUNAKAN PENDEKATAN CVA • UNTUK MELIHAT BERBAGAI AKIBAT DARI SUATU PROYEK PEMBANGUNAN TERHADAP LAIKLAKI DAN PEREMPUAN DIGUNAKAN PENDEKATAN GAM • UNTUK MELIHAT DATA TERPILAH SECARA JENIS KELAMIN DAN MENGINTERPRETASIKANNYA DIGUNAKAN STATISTIK GENDER • UNTUK MELIHAT APAKAH KEBIJAKAN MEMPENGARUHI AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT DIGUNAKAN KONSEP SEAGA • EVALUASI KEBIJAKAN (PENDIDIKAN), RELEVAN DENGAN PENDEKATAN GAP DAN POP

  13. TAG MEN-UPW/MENEG-PP Profil Aktivitas Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  14. TAG MEN-UPW/MENEG-PP Profil Manfaat Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  15. TAG MEN-UPW/MENEG-PP Profil Akses Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  16. TAG MEN-UPW/MENEG-PP Profil Kontrol Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  17. TAG MEN-UPW/MENEG-PP Profil dampak Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  18. TEKNIK ANALISIS HARVARD Profil Aktivitas Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  19. TEKNIK ANALISIS HARVARD Profil Akses Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  20. TEKNIK ANALISIS HARVARD Profil Kontrol Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  21. TEKNIK ANALISIS HARVARD Faktor-faktor yang berpengaruh Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  22. TEKNIK ANALISIS MOSER Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  23. TEKNIK ANALISIS LONGWE Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  24. MATRIK CAPABILITIES AND VULNERABILITIES ANALYSIS Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  25. MATRIK ANALISIS GENDERTUJUAN PROYEK : MEMBANGUN PIPA AIR BERSIH SAMPAI KE RUMAH-RUMAH Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998 • Asumsi: • Perempuan mengambil dan membawa air untuk keperluan keluarga • Perempuan meninggalkan rumahnya secara teratur hanya untuk keperluan mengambil air ke sumber air atau mata air

  26. MATRIK ANALISIS GENDERTUJUAN PROYEK : MEMBANGUN PIPA AIR BERSIH SAMPAI KE RUMAH-RUMAH (ANALISIS PADA SAAT PERENCANAAN PROYEK) CONTOH : ANALISIS Sumber : The Oxfam Gender Training Manual (Terjemahan) dalam Harsoyo, 1998

  27. STRATEGI MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN BERWAWASAN GENDER

  28. APAKAH PROPOSAL? • Alat komunikasi, yang menyambung hubungan antara pengusul (peneliti) dengan pimpinan lembaga yang terkait • Rencana kegiatan, yang menjelaskan latar belakang, manfaat, langkah-langkah apa yang akan dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakan serta sarana pendukungnya • Kontrak kerja, yang merupakan janji yang akan ditepati oleh pengusul

  29. KIAT MENYUSUN PROPOSAL : • Memahami faktor penentu diterima/ditolaknya suatu usulan • Melakukan persiapan yang baik • Memperhatikan penampilan suatu usulan • Hal-hal penting yang perlu ditonjolkan dalam usulan • Mengacu pada penilaian suatu usulan penelitian • Strategi menulis usulan penelitian

  30. MELAKUKAN PERSIAPAN YANG BAIK • Pilih topik yang tepat a. Belum diteliti orang, trendi atau futuristik b. Sesuai kriteria pendanaan, dampak yang akan ditimbulkan dan peluang keberhasilan • Kumpulkan informasi ilmiah sebanyak mungkin sebelum menulis usulan a. Luangkan waktu yang cukup untuk mengumpulkan dan membaca pustaka b. Gunakan pustaka yang mutakhir dan tepat (teksbook bukan pustaka yang tepat) • Baca penuntun penulisan usulan dengan cermat

  31. Penampilan Suatu Usulan • Buat penampilan menarik a. Gunakan format penulisan ilmiah sesuai dengan petunjuk yang diberikan lembaga yang terkait b. Cetak usulan dengan huruf yang jelas • Permudah penelaah (reviewer) menggali informasi. Usulan harus memberikan informasi yang lengkap, mengenai: a. Status penelitian (awal, lanjutan) b. Kemampuan pengusul, dan ketersediaan saranapenunjang pelaksanaan penelitian c. Metodologi (tepat, ruintut dan komprehensif)

  32. TIP UNTUK SUKSES • Mengikuti panduan • Bersemangat • Mempengaruhi orang lain • Menegakkan kredibilitas • Membangun rasa percaya diri • Berbeda dari yang lain

  33. HINDARI PERANGKAP ……. • Rumusan masalah/Rasionalisasi lemah • Tulisan tidak jelas • Keluaran/manfaat tidak pasti • Tidak mempunyai pengalaman yang relevan • Proposal sangat besar atau ambisius atau sangat terbatas • Tidak merepresentasikan nilai pendanaan

  34. TEMA • Gambaran global penelitian yang akan dilakukan • Pilih tema yang sedang menjadi pusat perhatian • Pilih tema yang futuristik

  35. JUDUL • Judul hendaklah singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran penelitian yang akan dilakukan • Simpel, lugas, provokatif dan sugestif • Cukup cerdas mempresentasikan substansi persoalan yang menjadi kajian utama, kapan, bagaimana dilakukan dan apa hasil yang didapat

  36. JUDUL YANG BAIK • Konteks yang jelas Studi Analisis Kebijakan pendidikan berwawasan Gender pada Pendidikan Dasar di Propinsi Jawa Timur • Adanya luaran penelitian Pengembangan model pembelajaran “demokratis berperspektif gender” sebagai upaya penghapusan kesenjangan gender dalam pendidikan dasar • Menunjukkan tempat yang menarik Peran Gender dalam agroindustri Tiwul Instan di lahan kering Malang Selatan • Konteks yang tidak jelas Studi Analisis Kebijakan pada Pendidikan Dasar di Propinsi Jawa Timur • Tidak adanya luaran penelitian Pengembangan model pembelajaran “demokratis berperspektif gender” dalam pendidikan dasar • Tidak menunjukkan tempat yang menarik Peran Gender dalam agroindustri Tiwul Instan di Malang Selatan

  37. GENDER ANALYSIS PATHWAY Analisa Kebijakan Gender Formulasi Kebijakan Gender Tujuan Kebijakan saat ini Rencana Tindak Kebijakan Gender Tujuan Kebijakan Gender Data Pembuka Wawasan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Faktor GAP Indikator gender Sasaran Isu-isu Gender

  38. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN “GAP” 1 Analisis Kebijakan Responsif Gender 5 2 Monitoring dan Evaluasi Reformulasi Kebijakan yg Responsif Gender 3 Rencana Aksi yg Responsif Gender 4 Pelaksanaan Program

  39. LANGKAH-LANGKAH ANALISIS KEBIJAKAN 1 Tujuan/sasaran kebijakan Program/Kegiatan Faktor penyebab Kesenjangan Gender Data pembuka Wawasan 2 3 Isu Gender 4 NEXT

  40. 1 ANALISIS KEBIJAKAN Tujuan/sasaran kebijakan Program/proyek/kegiatan Rumusan kebijakan yang ada di dalam program PROPENAS, rens- tra, program/proyek. Ditelaah apakah formulasinya telah menggambarkan kesetaraan dan keadilan Gender (responsif gender) Diisi dengan data kuantitatif dan Kualitatif (terpilah menurut seks yg Relevan dengan kolom 1 Yang menunjukkan apakah ada Kesenjangan laki-laki dan perempuan 2 Data/Informasi Pembuka Wawasan

  41. Akses:Akses pada Sumber Daya Kontrol:mampu dalam penguasaan pengambilan keputusan Peran/Partisipasi:Universalitas dan cara yang sama dalam kegiatan program dan proses Manfaat:apakah seimbang laki-laki dan perempuan Faktor penyebab kesenjangan dilihat dari aspek Faktor penyebab Kesenjangan Gender • Apa yang dijelaskan oleh faktor kesenjangan • Dimana letak kesenjangan di kebijakan, di • program/di komunitas (Internal maupun • eksternal lembaga) • Mengapa terjadi kesenjangan • Bagaimana kesenjangan terjadi • Apa akar permasalahannya • Apakah ada kontribusi kebijakan dalam • kejadian ketidaksetaraan gender Isu Gender Secara Rinci Isu kesenjangan Gender

  42. Matriks Analisis (GAP/POP) 1 Tujuan Kebijakan 2 Data Pembuka Wawasan 3 Faktor Kesenjangan 4 Isu Gender 5 Reformulasi kebijakan 6 Indikator Gender 7 Rencana Aksi 8 Sasaran

More Related