1 / 24

PARADIGMA 1

CRICIS. REVOL. NORMAL SCIENCE. ANOMALIES. PARADIGMA 1. PARADIGMA 2. CULTURE. 1. 2. 3. Semiotic approach. Interpretative approach. Indexicality approach and metapragmatics. Cultural as communications. Culture as knowledge. Cultural as distinct from nature. 5. 6. 7. 4.

rue
Download Presentation

PARADIGMA 1

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. CRICIS REVOL NORMAL SCIENCE ANOMALIES PARADIGMA 1 PARADIGMA 2

  2. CULTURE 1 2 3 Semiotic approach Interpretative approach Indexicality approach and metapragmatics Cultural as communications Culture as knowledge Cultural as distinct from nature 5 6 7 4 Culture as a system of participation Predicting and interpreting Culture as of system of practices Culture as a system of mediation

  3. ANCANGAN ILMU HUMANIORA INDIVIDU MASYARAKAT BUDAYA ANTROPO LOGIS PSIKO SOSIO LOGIS SOSIO LOGIS

  4. OBSERVA- SIONAL KLARIFIKASI ABSTRAKSI KONSTRUKSI HAKIKAT TEORI SUSUNAN DAN IKHTI- SAR IP PEMFO- KUSAN KONSEP TEORI DALAM PROSES PENELITIAN FUNGSI TEORI UNSUR POKOK TEORI PREDIKSI HEURISTIK PENJE- LASAN PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN TEORI KOMUNI- KATIF PENGEN- DALI INTENSI REVOLUSI EKSTENSI GENRATIF

  5. ? SUBYEK +PENGERITIN OBYEK SUBYEK -PENGERITIN OBYEK PERANCIS SEMIOLOGI Saussure AMERIKA SEMIOTIKA Charles Sanders Peirce SYMBOL SIGNAL SIGN PENALARAN: Deduktif Induktif praktis PERSPEKTIF: Psikososial Sosiologis Antropologis RANAH: Teks kultural FILOSOFIS: Strukturalisme Fungsionalisme postmoderisme KATEGORI: Knowledge Science praxis

  6. DEDUKTIF • RASIO • MENTAL ISI REFERENCE REFERENT SEGALA SESUATU YANG DAPAT DIBICARAKAN FORMALISASI UNIT BAHASA/KONSEP LINGUISTIK A B SUBSTANSI BENTUK C D MEDIA FISIK BAHASA FORMALISASI MEDIA FISIK BAHASA • INDUKTIF • EMPIRIS • BEHAVIORIS SIMBOL EKSPRESI

  7. MAKRO Teknik Kues- cener, Interview FAKTA SOSIAL realisme Struktural F, Sistem, Konflik PSIKOANALISIS HOMO VALENS berkeinginan KOGNITIF HOMOSAPIENS berfikir STRUKTUR SOSIAL PRANATA SOSIAL OBYEKTIF SUBYEKTIF PRAKTIS STIMULUS- RESPON HUMANIS HOMO LUDENS bermain BEHAVIORISME HOMO MECHANICUS mesin Aksi, IS Fenomenologi Perilaku, Perubahan Teknik Observasi Teknik Kues- cener, Inter- view, Observasi, Eksperimental PERILAKU SOSIAL nominalisme DEFINISI SOSIAL humanisme MIKRO

  8. KONSEP PSIKOLOGI TTG MANUSIA TEORI KOGNITIF TEORI BEHAVIORIS TEORI HUMANIS TEORI PSIKOANALISIS HOMO MECHANICUS manusia mesin HOMO LUDENS Manusia bermain HOMO VALENS Manusia berkeinginan HOMO SAPIENS Manusia berfikir

  9. KARAKTERISTIK INDIVIDU BERSIFAT STATIS PENJELASAN SIFAT TEORI PRODUKSI, PENERIMAAN, PEMROSESAN PESAN CARA-CARA TERJA- DI PROSES KOMUNIKASI PIKIRAN BERSIFAT -STABIL -KEKAL PENJELASAN KEADAAN PENJELASAN PROSES

  10. W A C A N A PARADIGMA STRUKTURAL FUNGSIONAL Emergent interaktif PARADIGMA STRUKTURAL PARADIGMA FUNGSIONAL Formal Apriori grammar WACANA Sbg language above the sentence WACANA Sbg utterence WACANA Sbg language use ANCANGAN: SAT, IS, EC, Pg, CA ANCANGAN: SAT, IS, EC, Pg ANCANGAN: VA, CA MODEL KOMUNIKASI Model Kode: VA Model: IS, EC, CA Model: Pg, SAT

  11. 2 RUANGLINGKUP MASALAH 3 ANCANGAN TEORI 4 RELEVANSI DAN KEBERMAKNAAN MASALAH 1 LATARBELAKANG DAN MASALAH MODEL PENGEMBANGAN PROPOSAL 5 TUJUAN PENELITIAN 9 DEFINISI OPERASIONAL 6 RELEVANSI DG KAJIAN TERDAHULU 8 KAJIAN PUSTAKA DAN MODEL TEORITIK 7 ASUMSI

  12. LATARBELAKANG DAN MASALAH 1 ORIENTASIKAN PADA FOKUS YANG SECARA EMPIRIS-ONTOTOLOGIS JELAS KEBERADAANNYA RUMUSKAN MASALAH PENELTIAN ANDA 2 KONTROVERSI KONDISI OBYEKTIF DALAM KEHIDUPAN INDIVIDU, SOSIAL, BUDAYA SECARA REALITIS Sdh memanfaatkan LANDASAN TEORITIS dan implikasi metodologis- nya 3 PRASYARAT YANG HRS DIPENUHI UNTUK MENGHINDARI KEMUNGKINAN TERBURUK

  13. RUANGLINGKUP URAIAN DENGAN RINCI FOKUS/MASALAH DAN INDIKATORNYA YANG DILANDASI OLEH RUJUKAN PUSTAKA SERTA ALASANNYA SECARA AKADEMIS

  14. DISIPLINER RELEVANSI DAN KEBERADAAN MASALAH TERAPAN INTERDISIPLINER

  15. TUJUAN PENELITIAN RUMUSKAN TUJUAN PENELITIAN BERDASAR PADA RUANGLINGKUP

  16. RELEVANSI DG KAJIAN TERDAHULU SUBSTANSI FOKUS TEORI PERBEDAAN PERSAMAAN

  17. A S U M S I • ASUMSI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN URARAIN TERDAHULU • ASUMSI SEBENARNYA SUDAH HADIR DALAM URAIAN TERDAHULU • ASUMSI DAPAT DIURAIKAN SECARA HIERARKHIS MULAI DARI • ONTOLOGIS HINGGA EPISTIMOLOGIS

  18. KAJIAN PUSTAKA DAN MODEL TEORITIK • 1 • KRITIK TEORITIS • KEUNGGULAN • KELEMAHAN • EKLEKTIK TEORI 2 PENJABARAN KONSEP SECARA SISTEMATIS DENGAN BERPEDOMAN SUBSTANSI FOKUS (ONTOLOGIS) DAN CARA KERJA (EPISTIMOLOGIS) • 3 • MODEL TEORITIK • KRISTALISASI 2. • JABARAN ABSTRAKSI • ONTOLOGIS DAN • EPISTIMOLOGIS. • DIAKHIRI DENGAN • KERANGKA DIA- • GRAMATIS ABSTRASI • KONSEP TEORITRIS.

  19. DEFINISI OPERASINAL • BATASI PADA JUDUL. • PERPEDOMAN • PADA FOKUS DAN • TUJUAN PENELITIAN DEFINISI YANG DAPAT TERUKUR BERBEDA DG DEFINISI FORMAL DAN DEFINISI ILIMIAH (LUAS).

More Related