1 / 22

ALLOY (LOGAM CAMPURAN)

ALLOY (LOGAM CAMPURAN). Oleh Ir. Aminatun, M.Si. ALLOY ( SIFAT DAN STRUKTURNYA). DEFINISI ALLOY : Campuran 2 atau lebih elemen Lo gam SIFAT-SIFAT ALLOY bergantung pada perlakuan termis perlakuan mekanis komposisi penyusun Alloy. KOMPOSISI PENYUSUN ALLOY.

tavia
Download Presentation

ALLOY (LOGAM CAMPURAN)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ALLOY(LOGAM CAMPURAN) Oleh Ir. Aminatun, M.Si

  2. ALLOY (SIFAT DAN STRUKTURNYA) • DEFINISI ALLOY : Campuran 2 atau lebih elemen Logam • SIFAT-SIFAT ALLOY bergantung pada • perlakuan termis • perlakuan mekanis • komposisi penyusun Alloy

  3. KOMPOSISI PENYUSUN ALLOY • menentukan sifat mekanik alloy • sifat mekanik berbeda dengan logam murni • MISAL: Alloy (50% Au+50% Cu) memiliki tensile strength yang lebih besar dari Au murni dan Cu murni

  4. KLASIFIKASI ALLOY • BINARY (campuran 2 logam) • TERNARY (campuran 3 logam) • QUARTENARY (campuran 4 logam) • DST Sistem Alloy berkaitan dengan persentase komposisi logam dasarnya Misal: Sistem Gold – Silver (Au – Ag) Terdiri dari segala kombinasi kedua bahan tersebut mulai dari 100% Au sampai 100% Ag

  5. ALLOY BINARY • Dua logam dalam keadaan cair dicampur akan dihasilkan LARUTAN (Solution) : campuran yang homogen • Pada proses pendinginan akan terjadi 3 kemungkinan, yaitu: • Terbentuk suatu larutan padatan (solid solution) • Kedua logam tidak bercampur secara sempurna dalam keadaan padat (jarang terjadi) • Terjadi percampuran sebagian

  6. LARUTAN PADATAN (SOLID SOLUTION) • Pada solid solution hanya ada 1 fase • Solid Solution didapati dalam 2 tipe: • Substitutional solid solution • Interstitional solid solution Solid solution umumnya lebih keras, lebih kuat dan memiliki batas keelastisan yang lebih tinggi dibandingkan logam murni penyusunnya.

  7. Substitutional solid solution • Terbentuk bila 2 atom yang berbeda berada dalam posisi yang berbeda pada kisi kristal yang serupa. • Substitusi tidak beraturan

  8. Substitutional solid solution (Substitusi beraturan)

  9. CONTOH KISI KRISTAL • SC : simple cubic • BCC : body center cubic • FCC : face center cubic

  10. Solid solution terbentuk antara 2 logam, apabila: • Perbedaan ukuran atom kurang dari 15% • Memiliki kisi kristal yang serupa • Memiliki valensi kimia yang serupa • Tidak terjadi reaksi membentuk komponen inter metalik

  11. Interstitional solid solution • Atom-atom yang sangat kecil dapat masuk di sela-sela antara atom yang lebih besar • Contoh: Karbon di dalam besi (C dalam Fe)

  12. KURVA PENDINGINAN • T>TL alloy mencair semua • TL<T<TS alloy mulai memadat • T < TS alloy memadat sempurna

  13. GARIS ATAS: Diperoleh dari menghubungkan titik plot nilai TL untuk berbagai komposisi. Disebut LIQUIDUS Di atas garis ini alloy mencair sempurna GARIS BAWAH Diperoleh dari menghubungkan titik plot nilai Tsuntuk berbagai komposisi. Disebut SOLIDUS Di bawah garis ini alloy dlm keadaan padat sempurna Diantara garis liquidus dan solidus, alloy dlm keadaan padat sebagian DIAGRAM FASE

  14. Alloy (70%A+30%B) Pada suhu 9000C (titik O) alloy cair sempurna Pada suhu 8000C (titik L1) alloy mulai memadat Komposisi padatan yg terbentuk diperoleh dg menarik grs horisontal memotong solidus di S1. Shg pd keadaan ini padatan yg terbentuk memiliki komposisi 30%A+70%B SOLID SOLUTION BINARY

  15. Pada suhu 7500C komposisi total padatan yang telah terbentuk adalah S2 dan komposisi cairan masih tetap L2. Bahan memadat seluruhnya pada S3 PROSES PENDINGINAN

  16. JENIS ALLOY YG DIPERGUNAKAN DI KEDOKTERAN GIGI 1. DENTAL AMALGAM • Biasanya digunakan untuk tambal gigi • Merupakan campuran perak (Ag) dan timah (Sn), sedikit tembaga (Cu) dan seng (Zn) • Sewaktu dicampur dengan merkuri (Hg) memadat dg cepat menghasilkan suatu benda yang keras dan kuat

  17. 2. Alloy Emas • Digunakan untuk inlay, mahkota dan jembatan • Landasan gigi tiruan sebagai tuangan • Digunakan dlm bentuk kawat 3. Alloy Cobalt-Chromium, Alloy Silver-palladium, Alloy Aluminium – bronze • Digunakan untuk landasan gigi tiruan sebagai tuangan

  18. 3. Stainless steel • Digunakan sebagai landasan gigi tiruan • Digunakan dlm bentuk kawat 4. Alloy nickel-chromium, nickel – titanium • Digunakan dlm bentuk kawat

  19. ALLOY EMAS • Campuran emas dengan logam yang lain seperti tembaga, perak, platinum, nikel dan seng PENGARUH TEMBAGA • Emas dan tembaga selalu membentuk campuran padatan pada segala perbandingan • Menjadikan titik cair lebih rendah dibanding titik cair emas murni • Memberikan warna kemerah-merahan bila terdapat dalam jumlah yang cukup • Dapat mengurangi kekerasan/densitas alloy

  20. PENGARUH PERAK PADA ALLOY EMAS • Menghasilkan campuran padatan dengan emas pada segala perbandingan • Dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan alloy (jika terjadi larutan padatan) • Perak cair dapat menyerap gas seperti oksigen shg cenderung sebagai penyebab terjadinya porositas sewaktu penuangan • Memperputih warna alloy dan mengurangi warna kemerahan karena tembaga

  21. PENGARUH PLATINUM PADA ALLOY EMAS • Membentuk campuran padatan dengan emas tetapi meningkatkan kecenderungan terjadinya pembentukan inti • Meningkatkan titik cair alloy • Memperbaiki daya tahan alloy terhadap korosi

  22. STAINLESS-STEEL (BAJA TAHAN KARAT) • Merupakan alloy besi dan karbon ditambah chromium dan nikel. • Pengaruh Chromium, dalam jumlah yang cukup akan menyebabkan alloy lebih tahan terhadap serangan korosi. • Pengaruh nikel, membantu memperbaiki daya tahan terhadap korosi dan memperbaiki kekuatan alloy

More Related