1 / 52

M. Azam Sakhson SMKN3 Jombang

PENGENALAN SISTEM. EFI. E lectronic F uel I njection. M. Azam Sakhson SMKN3 Jombang. LATAR BELAKANG. MENGAPA HARUS BERALIH KE SISTEM EFI. Standar emisi di Eropa dan Amerika ( UERO 3 ) begitu ketat , dimana karburator tidak bisa memenuhi syarat tersebut Dengan sistem EFI terpenuhi

teague
Download Presentation

M. Azam Sakhson SMKN3 Jombang

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGENALAN SISTEM EFI ElectronicFuelInjection M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  2. LATAR BELAKANG MENGAPA HARUS BERALIH KE SISTEMEFI Standar emisi di Eropa dan Amerika (UERO 3)begituketat, dimanakarburatortidakbisamemenuhisyarattersebut Dengansistem EFI terpenuhi . Emisi gas buangrendah . Hematbahanbakar . Tenaga mesin lebih optimal Apakahemisi gas buangitu ? Hasildarisatuprosespembakaran yang terjadidalammesin CxHx + O2 CO2 + H2O + NOx Zat-zatberacun : Carbon Monoxide (CO), Hidrocarbon (HC), Nitrogen Oxide (NOx), Sulfur Oxide (SOx), Plumbum Oxide(PbOx) M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  3. LATAR BELAKANG DAMPAK DARI EMISI GAS BUANG BagiKesehatanManusia M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  4. LATAR BELAKANG M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  5. LATAR BELAKANG M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  6. LATAR BELAKANG M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  7. LATAR BELAKANG

  8. LATAR BELAKANG Membangunpolapikirmasyarakat Indonesia tentangkendaraanteknologi EFI Menjadikanmasyarakatdaritidaktahumenjadiakrab dengankendaraanteknologsistem EFI CintakendaraanEFI CintaINDONESIA

  9. SISTEM EFI DEFINISI Sistemsuplaibahanbakardenganmenggunakanteknologikontrolsecaraelektronik yang mampumengaturpasokanbahanbakardanudarasecaraoptimum yang dibutuhkanolehmesinpadasetiapkeadaan

  10. Garisbesarsistem EFI Digolongkanmenjadi 3 system Electronic Control System Air Induction System Fuel Delivery System M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  11. Garisbesarsistem EFI M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  12. Sistemaliranbahanbakar Injector Fuel Pressure Regulator Fuel Delivery Pipe Fuel Filter Fuel Tank Fuel Return Pipe Fuel Pump M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  13. Sistemaliranbahanbakar Terdiridaritanki, pompa, saringan, pipasaluran, injector, regulator tekanan, danpipapengembali Bahanbakardialirkandaritankike injector olehpompaelektrik. Letakpompakhususadadidalamtankiataudekattanki, disaringolehfuel filter Tekananbahanbakardijagakonstanolehregulator. Bahanbakar yang tidakdialirkanke intake manifold oleh injector dikembalikanketankimelaluipipapengembali M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  14. SistemInduksiUdara M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  15. SistemInduksiUdara Terdiridaripembersihudara (air cleaner), meter aliranudara (air flow meter), katup gas (throtle valve), ruangmasukudara (air intake chamber), intake manifold runner, dankatubmasuk (intake valve) Ketikakatub gas dibuka, udaramengalirsampai air cleaner, teruskeair flow meter (ON padatype L), melaluikatub gas dansampaikedinding intake manifold runner teruskekatubmasuk Udaradialirkankemesin, ketikakatub gas dibukalebihlanjutudaralebihbanyakmasukkesilinder Mesin Toyota menggunakan 2 cara yang berbedauntukmengukur volume udara yang masuk. Tipe Lmengukuraliranudarasecaralangsungmenggunakan air flow meter. Tipe Dmengukuraliranudaratidaksecaralangsung, tapimemonitortekanandidalam intake manifold M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  16. SistemInduksiUdara Perbedaan type D-EFI dan L-EFI M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  17. SistemKontrolElektronik M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  18. SistemKontrolElektronik Terdiridaribeberapamacam: sensor engine, ECU (Electronic Control Unit), injector unit, dankabelrangkaian ECU menentukandengantepatjumlahbahanbakar yang diperlukan injector oleh engine sensor ECU menentukan injector ON untukwaktu yang tepat, sebagaiacuan lama-pulsainjeksi (injection duration), untukdialirkansesuaiperbandinganudaradanbahanbakar yang dibutuhkan engine M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  19. DASAR KERJA EFI SENSOR ECU INJECTOR CKP TPS OS ECT KS IAT MAP M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  20. DASAR KERJA EFI Udara yang masukkemesindiukurolehair flow meter, ketikaudaramasukkesilinder, bahanbakardicampurdenganudaraoleh injector Injector diaturdidalam intake manifold sebelumkatubmasuk, injector menggunakanselenoid yang dikendalikanoleh ECU ECU memberipulsake injector agar rangkaianground injector ON dan OFF Ketika injector ON, membukamenyemburkan atom bahanbakardibelakangkatubisap M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  21. DASAR KERJA EFI Ketikadalam intake yang berarusudara, danmembentukuapmasihbertekananrendahdidalam intake manifold. ECU memberisinyalke injector untukmengalirkan bb secukupnyauntukmencapaiperbandingan ideal udaradan bb 14,7: 1 Ketepatanjumlah bb ygdisemburkanke engine adalahtugasdari ECU ECUmenentukandasarjumlahinjeksiygberdasarpadaukuranvolume udaradanrpm Tergantung pd kondisikerja engine, jumlahinjeksiakanbervariasi, ECUmemonitorvariabelsepertiSuhuPendingin, speed engine, sudutpembukaan gas, dankandunganoksigenpd knalpotdanmengoreksiinjeksiuntukmenentukanakhirjumlahinjeksi M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  22. KEUNTUNGAN SISTEM EFI Campuranudara & bb sama yang didistribusikan Setiapsilinderadainjektornya yang mengalirkan bb secaralangsungkekatupmasuk : inimenghilangkanhambatan bb harusmelalui intake dulu, alhasilpeningkatandistribusi bb kesilinder Kontrolperbandinganudara & bb sangatacurat pd segalakondisikerjamesin EFI mensuplaisecaraterusmenerusperbandinganudara & bb ke engine, inimemberikandaya yang lebihbaik, ekonomisdan control emisi M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  23. KEUNTUNGAN SISTEM EFI Respon pedal gas dantenagasangatbagus Aliran bb secaralangsungdibelakangkatubmasuk, katubmasukdidesainuntukdptmengoptimalkanaliranudara , iniakanmeningkatkantenagadanresponkatub gas Peningkatanpadasaat Start dingindanwaktuoperasi Kombinasiygbaikatomisasi bb daninjeksilangsung pd katubmasukmeningkatkankemampuan start dankerjapada engine dingin Mekaniknyasimpel, mengurangipenyetelan yang sanatpeka Sistem EFI tdkbersandar pd banyakpenyetelanutamauntukpengayaandinginatau bb metering, sebabsisteminimekaniknyasimpel, mengurangikebutuhan maintenance M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  24. EFI – TCCS SYSTEM DenganpengenalandariTCCS (Toyota Computer Control System), EFI lebihmajudari system control bb yang simpelmenujuke system engine yang terintegrasidan system emisi. Walaupunsistempengaliran bb nyasamasepertikonfensional EFI. TCCS Electronic Control Unit (ECU)jugamengontrolsudutpengapianbusi, jugamengaturIdle Speed Control (ISC), Exhaust Gas Recirculating (EGR), Vacum Switching Valve (VSV) dan yang lainnya M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  25. EFI – TCCS SYSTEM ISC EGR ISA M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  26. EFI – TCCS SYSTEM Ignition Spark Angle (ISA) System EFI-TCCS mengatursudutkemajuanpengapian yang dimonitorkondisikerja engine, hitungansaatpengapianyg optimum, danpengapianbusipadasaatygtepat Idle Speed Control (ISC) System EFI-TCCS mengaturkecepatan idle, untukbeberapatipedikontrololeh ECU. ECU memonitorkondisikerja engine untukmenentukan yang cocokkecepatan idle ygdipakai M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  27. EFI – TCCS SYSTEM Exhaust Gas Recirculation (EGR) Syatem EFI-TCCS mengaturperiodekebawahyg EGR dikenalkanke engine, kendaliiniterpenuhimelaluipenggunaan EGR Vacum Switching Valve (VSV) Other Engine Related System Sebagaitambahan pd sistemutamahanyadiuraikan, TCCS ECU mengoperasikan Electronically Controlled Transmission (ECT), VariabelInduksi System (T-VIS), koplingkompresor AC dan turbocharger/supercharger M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  28. EFI – TCCS SYSTEM Self Diagnosis Syatem Sebuahsistemmenganalisadirisendiriinidisatukandidalam TCCS ECU, sisteminimenggunakansebuahlampuperingatan check engine terdapatpada combination meter ygdptmemberikanperingatankepadapengemudiketikaadakesalahankhusus yang terdeteksididalamsistemkontrol. Lampu check engine jugadptmenginformasikanrankaiankode diagnosis untukmembantuteknisidalammengatasikesalahanini M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  29. EFI – TCCS SYSTEM Summary (Ringkasan) Sistem EFI terdiridari 3 sistemdasar: . Sistemkontrolelektronikmenentukandasarjumlahinjeksiberdasarkanpadasinyallistrikdari air flow meter dan rpm mesin . System aliran bb memeliharatekanan bb konstanpadainjektor. Disinimengharuskan ECU untukmengontrollamanyainjeksidanmengirimjumlah bb ygsesuaiuntukkondisimesin . System induksiudara, mengirimudarake engine berdasarkanpermintaan. Campuranudara bb dibentukdi intake manifold ketikaudarabergeraksampaike intake runner . System EFI memberikanpeningkatanperformace engine, perbaikan bb ekonomis, danpeningkatankontrolemisi. Sangatsedikitpemeliharaanatauperiodepenyetelan M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  30. INJECTOR TIMING/DRIVE CIRCUIT Bentukrangkaianpenggerak injector dan program ECM menentukankapansetiap injector mengalirkanbensin yang berhubungandenganrpm engine. Jika injector pada ON initergantungpadaposisisudutporosengkol, inidikatakanpenyesuaianinjeksi. Bahwasanya injector diaturwaktunyaolehposisisusudtporosengkol Tergantungpadapengetrapandi engine, ada 3 tipesynchron injection : Simultan – bersama , Groupied , dan Sequential – sendirisendiri M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  31. INJECTOR TIMING/DRIVE CIRCUIT Padasemuatipeini, tegangandikirimke injector darikontak-pengapianatau relay utama EFI dan ECM mengendalikanoperasi injector denganmengarahkan transistor kemassarangkaian injector . Untuktipesimultandan group adalahtipe lama dan yang saatinitidaklagidigunakan . Padatipesimultan , semua injector dipulsapadasaat yang samaolehsebuahrangkaianpengendali M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  32. INJECTOR TIMING/DRIVE CIRCUIT Padatipe group , injector dikelompokandalamkombinasi, pengarah transistor untuksetiap group injector Padatipe sequential, setiap injector dikontrolsecaraterpisahdandiaturwaktukepulsatepatsebelumkatupmasukmembuka Suatuketika ECM memerlukanuntukmenginjeksibensinkesilindertanpadipengaruhidariposisiporosengkolinidkatakansinkroninjeksi Injeksitidaksinkronketikabensindinjeksikankesemuasilindersecarabersamatanpadipengaruhiolehsudutporosengkol , perintahinidilakukanpadasaat Start danpercepatan M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  33. FUEL INJECTION VOLUME CONTROL Jumlahbensin yang diinjeksikantergantungpadatekanandanlamanya injector ON Tekananbensindikontrololeh regulator danlamanya injector ON dikontrololeh ECM Waktu injector ON seringdikatakandurasiataulebarpulsadandiukurdalam millisecond Saat start (dingin) memerlukanpulsa yang lebihlebar M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  34. FUEL INJECTION VOLUME CONTROL Lebarpulsatergantungterutamapadabeban enginedansuhupendingin. Padabeban engine lebihtinggidan throttle dibukalebihlebaruntukmemasukanudara, makalebarpulsaditingkatkan. ECM menentukandasardurasipadasinyalinput sensor, kondisi enginedanprogramnya M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  35. FUEL INJECTION DURATION CONTROL MODES AND CORRECTIONS - Basic Injection Duration Control - Intake Air Temperature Correction Starting Injection Control - Voltage Correction - Basic Injection Duration Control Fuel Injection Duration Control - Intake Air Temperature Correction - After-Start Enrichment - Warm-up Enrichment - Air-Fuel Ratio Correction During Transition Aftar-Start Injection Control - Power Enrichment - Injection Correction - Air-Fuel Ratio Feedback Correction - Idling Stability Correction - Voltage Correction - High Attitude Compensation Correction M. AzamSakhson SMKN3 Jombang - Fuel Cut-Off

  36. INJECTION START MODE Start Mode Ketika switch pengapianpadaposisi start ECM menerimasinyal Voltage pada terminal STA. ECM menentukandasardurasiinjeksiberdasarpadasinyal ECT (THW), Pada engine yang dilengkapi sensor MAP akanmemodifikasidurasiberdsasarkansinyal IAT (THA) ECM akanmengaturdurasiberdasarpadateganganbatere. Selamaputaranporosengkolsaat start, teganganbatere drop menyebabkanklepinjektorbergeraklambat. ECM mengoreksiuntukmeningkatkandurasiinjeksi. Ketika ECM menerimasinyal NE (tergantungposisi sensor diporosengkol), semuainjektorakan ON bersama. Inimenjaminadanyacukupbensinuntukmelakukan start. Catatanbahwapadasuhudingin, waktudurassiinjeksiditingkatkansecaradrastisuntukmemperdayapenguapan bb yang miskinpada temperature ini M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  37. INJECTION START MODE M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  38. AFTER START INJECTION CONTROL MODE Engine Running (after start) Injection Duration Control Total durasiinjeksibensinadalahditentukan 3 dasar : 1.Dasar durasiinjeksi; 2. Koreksidurasi; 3. Koreksitegangan 1.Dasar durasiinjeksi: adalahberdasarpadajumlahudaradan rpm mesin. Jumlahudarapadakomponen MAF ditentukanolehsinyaltegangan MAF. Pada sensor MAP, ECM menghitungjumlahudaraberdasarkanpadasinyal PIM, rpm mesin, sinyal THA, danjumlahnilaiefisiendisimpandidalam ECM 2.Koreksi Injeksi : mengaturdasardurasiinjeksiuntukmengakomodasidayamesindankondisioperasimesin yang berbeda 3.Koreksi tegangan : mengaturdasardurasiinjeksiuntukmengkompensasiperbedaanteganganlistrik M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  39. AFTER START INJECTION CONTROL MODE M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  40. AFTER START ENRICHMENT & WARM UP CORRECTION After Start Enrichment (kaya) Seketikaitusetelah start, ECM mensuplaijumlahbensin extra untukperiodetertentumenstabilkanputaran engine Jumlahkoreksiiniadalah model paling tinggisetelah engine distartdanberangsur-angsurmenurun. Nilaijumlahkoreksimaksimumberdasarkanpadasuhupendingin engine. Engine lebihpanas, jumlahbensin yang diinjeksikanberkurang M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  41. AFTER START ENRICHMENT & WARM UP CORRECTION PemanasanCampuranKaya Suatubensincampurankayaadalahdiperlukanterutamauntuk engine padawaktudingin. ECM menginjeksi extra berdasarpadasuhupendingin. Sepertipadapemanasanmesin, jumlahcampuranmenurun , tergantungpadajenis engine pemanasanakanberakhirpadasuhumendekati 50oC – 80oC Jika ECM adadidalam Fail Safe Mode untuk DTC PO 115, ECM menggantisuatunilaitemperatur yang padaumumnya 80oC M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  42. Correction Based on Intake Air Temperature (MAP Sensor Equipped Engines) Koreksiberdasarpadasuhuudaramasuk (biladilengkapi MAP sensor) Kepadatanudaradi intake menurunketikasuhunaik. Berdasarkanpadasinyal IAT (THA), ECM mengaturdurasiinjeksibensinmeratakanuntukperubahankepadatanudara. ECM diprogramkansedemikianrupapada 20oC durasiditingkatkan, diatas 20oC durasiditurunkan Jika ECM adadidalam Fail Safe Mode untuk PO 110, ECM menggantikansuhunilai 20oC M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  43. Correction Based on Intake Air Temperature (MAP Sensor Equipped Engines) KoreksiTenagaPengkayaan Ketika ECM menentukanmesinberoperasipadabebantengahmenujuberat , ECM akanmeningkatkandurasiinjeksibensin. Jumlahbensin yang ditambahkanberdasarpada sensor MAF atau MAP, TPS,rpm engine. Ketika engine bebanya (jumlahudara) dinaikan, durasiinjeksidinaikan. Ketika rpm dinaikan, frekuensiinjeksidinaikanpadatarip yang sama M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  44. Correction Based on Intake Air Temperature (MAP Sensor Equipped Engines) KoreksiPercepatan Padapercepatanawal, ECM memperluasdurasiinjeksicampurankayauntukmencegahtersendatataukeraguan. Durasiakantergantungpadabagaimanathrotle valve terbukadanbeban engine. Semakinbesarbebanmesindanthrotleterbukainjeksilebihpanjang M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  45. Deceleration Fuel Cut Deceleration Fuel Cut Selamathrotleditutup , adalahperiodeperlambatan, pengaliranbensintidakdiperlukan. Untukmencegahemisidanekonomisbensin, ECM tidakakanmembukainjektordibawahkondisiperlambatan. ECM akanmemulaipenyemprotanpadasuatuperhitungan rpm. Diperlihatkanpadagrafik, penghentianbensindankecepatansebagaivariabel, tergantungpadasuhupendingin, kondisikopling AC, dansinyal STA, khususnyaketikabeban extra terjadi, ECM akanmulaiinjeksilebihawal M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  46. Deceleration Fuel Cut Fuel Tau Cut Adalah mode yang diterapkanpadabeberapa engine saatperlambatan yang lama denganthrotle valve tertutup. Padasaatinikelebihanoksigenakanmasukkonvertor yang katalis. Untukmencegahini ECM akandengansingkatmempulsainjektor Engine Over-Rev Fuel Cut Off Untukmencegah engine rusak, suatu rev-limiter diprogramkankedalam ECM. Kapansaja rpm melebihiambangbatas yang diprogramkan, ECM menutupinjektor. Sekaliketika rpm jatuhdibawahambangbatas, injektordikembalikan ON. Secarakasambangbatas rpm sedikitdiatasgaris redline rpm M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  47. Deceleration Fuel Cut Vehicle Over-Speed Fuel Cut Off Padabeberapakendaraan, injeksibensindistopjikakecepatankendaraanmelebihiambangbatastertentu yang telahdiprogramdidalam ECM. Injeksibensinakankembalilagisetelahkecepatan drop dibawahambangbatas M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  48. Battery Voltage Correction KoreksiTeganganBatere Pengetrapantegangankeinjektorbensinakanmempengaruhiketikainjektormembukadanpadatingkatmembuka. ECM memonitor system tegangandanakanmerubahsinyalinjeksitepatwaktu. Jikasistemteganganlebihrendah , sinyalinjeksitepatwaktuakanlebih lama, tetapisuatukenyataaninjektorterbukaakanmenyisakan yang sama (jikasistemteganganmenjadilebihtinggi) M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  49. IGNITION SYSTEM Distributorless types (tipe tanpa distributor) Direct Ignition System (DIS) - 1 silinder 1 koil Sistem ini ada 2 macam : 1.Satu igniter untuksemua silinder (koil) 49 M. AzamSakhson SMKN3 Jombang

  50. IGNITION SYSTEM 2. Satu igniter untuk setiap silinder (koil) Igniter menyatu dengan koil) 50 M. AzamSakhson SMKN3 Jombang 50

More Related