1 / 24

Materi I AQIDAH Oleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI.

Materi I AQIDAH Oleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI. UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA. Pengertian Aqidah عقيدة. Secara Bahasa Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan

toya
Download Presentation

Materi I AQIDAH Oleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI.

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Materi IAQIDAHOleh: Ahmad Arif Rifan, SHI., MSI. UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

  2. Pengertian Aqidah عقيدة Secara Bahasa Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan “Saya ber-i’tiqad begini” maka maksud dari perkataan ini adalah saya mengikat hati terhadap hal tersebut. Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu.

  3. Pengertian Aqidah عقيدة Secara Syara’ Aqidah adalah iman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya dan Hari Akhir serta kepada Qadar yang baik maupun yang buruk. Hal ini disebut juga sebagai Rukun Iman.

  4. Syariat terbagi menjadi dua : Pertama, I’tiqadiyah Kedua, Amaliyah

  5. I’tiqadiyah Hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Seperti I’tiqad (kepercayaan) terhadap Rabubiyah Allah dan kewajiban beribadah kepada-Nya, juga beri’tiqad terhadap rukun-rukun Iman yang lain. Hal ini disebut Ashliyah (Pokok Agama)

  6. Amaliyah Segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal. Seperti sholat, zakat, puasa dan seluruh hukum-hukum amaliyah. Hal ini disebut Far’iyah (cabang Agama). Hal ini disebut demikian karena ia dibangun di atas I’tiqadiyahnya (pokok Agama).

  7. Hubungan I’tiqadiyah dan Amaliyah Benar dan rusaknya Amaliyah tergantung dari benar dan rusaknya I’tiqadiyah. Maka Aqidah yang benar adalah fundamental bagi bangunan agama serta merupakan syarat sahnya amal.

  8. “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya". (Al-Kahfi : 110)

  9. “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu : “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (Az-Zumar : 65)

  10. “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (Az-Zumar : 2 – 3)

  11. “Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu ...”(An-Nahl : 36)

  12. SUMBER AQIDAH Al – Quran Al – Sunnah

  13. “Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka” (Al-Baqarah : 1-3)

  14. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai ...” (Ali Imran : 103)

  15. “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha : 123)

  16. “Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini, dan para sahabatku” (HR. Ahmad)

  17. Sebab-sebab Penyimpangan Aqidah Ketidaktahuan terhadap Aqidah yang benar. Fanatik kepada sesuatu yang diwarisi dari nenek moyang meskipun hal itu salah. Mengikuti pendapat orang secara membabi buta. Berlebihan dalam mencintai orang shalih. Lalai terhadap perenungan ayat-ayat Allah. Kurangnya perhatian keluarga terhadap Ilmu Agama. Kurangnya media pendidikan dan informasi tentang Aqidah yang benar.

  18. “ Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu”(Muhammad : 19)

  19. yang pernah dikatakan Umar : “Sesungguhnya ikatan simpul Islam akan pudar satu demi satu, manakala di dalam Islam terdapat orang yang tumbuh tanpa mengenal kejahiliyahan”

  20. “ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?" (Al-Baqarah : 170)

  21. "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr” (Nuh : 23)

  22. “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya” (Ibrahim : 32 – 34)

  23. Langkah-langkah Perbaikan Kembali kepada Al-Quran dan Al-Sunnah untuk mengambil Aqidah yang benar. Memberi perhatian kepada Ilmu Aqidah. Menetapkan materi Ilmu Aqidah sebagai materi wajib bagi setiap siswa. Bekerjasama dengan para orang tua dalam menanamkan Aqidah yang benar

  24. wassalam

More Related