1 / 26

PREMEDIKASI

PREMEDIKASI. Premedikasi adalah pemberian obat sebelum induksi anesthesia dengan tujuan untuk melancarkani induksi , pemeliharaan dan pemulihan anestesia . Tujuan : Meredakan / menghilangkan ketakutan dan kecemasan ( ansietas ) Memperlancar induksi anesthesia

trixie
Download Presentation

PREMEDIKASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PREMEDIKASI • Premedikasiadalahpemberianobatsebeluminduksi anesthesia dengantujuanuntukmelancarkaniinduksi, pemeliharaandanpemulihananestesia. • Tujuan: • Meredakan/menghilangkanketakutandankecemasan (ansietas) • Memperlancarinduksi anesthesia • Mengurangisekresikelenjar saliva danbronkus • Meminimalkanjumlahobatanestetik • Mengurangimualdanmuntahpascabedah • Untukmenimbulkan amnesia • Mengurangiisicairanlambungdanmeningkatkan pH asamlambung. • Mengurangirefleks yang tidakdiinginkan

  2. Cara pemberian premedikasi

  3. Obat-obat Premedikasi Untukmeredakankecemasan 1. Benzodiazepin • Antiansietas (sedasi, antikonvulsi, relaksasiototamnesia) • Bekerjapadasistemlimbik & amigdala (pusat rasa takut, cemas, & depresi). Cara: ↑kepekaanreseptor GABAkanalClterbuka hiperpolarisasi seltidakdapatdieksitasi. • Absorbsi baik di GI, metabolisme di hepar, ekskresi melalui ginjal dengan waktu paruh 12-24 jam. Dosis Ulangan menyebabkan akumulasi • Sistem kardiovaskular  vasodilatasi sistemik ringan dan menurunkan CO (tidak mempengaruhi HR). Risiko depresi napas pada psien penyakit paru.

  4. Cont’d Diazepam • Efekpuncakakanmunculdalam 4-8 menitIV. • Waktuparuh: ±24 jam • Dosisobat IV: 0,1-0,2 mg/kgBB, IM: 0,2-0-0,25 mg/kgBB, Per rektal: 0,75 mg/kgBBdan Per oral: 10-20 mg Lorazepam • Onsetkerja: ± 5-20 menit • Waktuparuh:sekitar 48 jam • Masapemulihandenganlorazapam6x lebihlambatdibandingkan midazolam. Lorazepamdirekomendasikanuntuksedasijangkapanjangdanefek amnesia.

  5. Cont’d Midazolam • Onset kerja sekitar 30-60 detik • Efek puncak : 3-5 menit • Waktueliminasimidazolamadalahsekitar 1-4 jam • Jikadibandingkandengan diazepam, midazolammemiliki onset kerja yang lebihcepat, efek amnesia yang lebihbesar, efeksedasi yang lebihkecil, sertamasapemulihannyalebihcepat. Nyeriinjeksidan thrombosis vena jauhlebihjarangditemukanjikadibandingkandenganinjeksi diazepam. • Fungsi mental kembali normal dalam 4 jam. • Dosis 0,05-0,1 mg/kgBBsecara IV

  6. Cont’d 2. Beta-bloker Obat ini biasanya diberikan kepada pasien yang mengalami manifestasi somatik ansietas yang berlebihan, misalnya takikardia.

  7. Amnesia • Obat yang biasa digunakan: gol. Benzodiazepin. • Midazolam dapat menimbulkan efek amnesia yang lebih besar dengan masa pemulihan yang cepat. • Fungsi mental akan kembali dalam 4 jam. • Pilihan obat lain yang biasa digunakan adalah lorazepam. Namun, masa pemulihan dengan lorazepam lebih lama

  8. Antiemetik • mengurangi insidensi mual muntah pasca operasi • Keadaan ini tidak menjadi kronik dan tidak menyebabkan kematian, namun dapat sangat mengganggu. • Namun, sampai saat ini memang belum ada obat yang paling efektif untuk mengatasi keadaan ini dengan • ngka kejadian 20-30% pada pasien yang mengalami anestesia umum

  9. Antiemetik • Benzodiazepin. • Contoh: midazolam. Cara:penghambatan dopamin; efek ansiolisis berperan dalam antiemetik. Angka kejadian mual muntah pada pasien pasca-operasi THT dan strabismus menurun dengan diberikannya midazolam. • Antagonis dopamin (metoklopramid) • Dosis: 10 mg perIV. • Cara kerja: penghambatan dopamin pada Chemoreseptor Trigger Zone (CTZ) medula (meningkatkan ambang rangsang CTZ dan menurunkan sensitivitas) • Onset kerja: IV: 1-3 menit, IM: 10-15 menit, Oral: 30-60 menit. Ekskresi oleh ginjal dengan waktu paruh 5-6 jam. • Mempercepat pengosongan lambung

  10. Antiemetik • Antagonis serotonin 5-Hidroksitriptamin (5-HT3) • Ondansetron • Serotonin 5-HT3 merangsang saraf vagus, menyampaikan rangsangan ke CTZ dan pusat muntah sehingga terjadi mual dan muntah. • mengatasi mual dan muntah yang hebat dan relatif aman • Dosis obat 4-8 mg per IV • Onset kerja: kurang dari 30 menit, biasa digunakan 1 jam sebelum operasi. Efek puncak muncul bervariasi • Durasi kerja obat 12-24 jam • Dapat menyebabkan hipotensi, bradikardia, bronkospasme dan sesak napas, konstipasi.

  11. Mengurangi PH Lambung • Ranitidin • Absorbsi obat diperlambat dengan makanan • Metabolisme di hati, diekskresi di ginjal dengan waktu paruh sekitar 1,7-3 jam • Dosis 150 mg per oral, 2 jam sebelum operasi. • menghambat reseptor H2 secara selektif dan reversibel.Perangsangan terhadap reseptor tersebut akan merangsang sekresi asam lambung.

  12. Mengurangi PH lambung • Omeprazol • Golongan Proton Pump Inhibitor (PPI), lebih kuat dari AH2. • Dosis 40 mg, 3-4 jam sebelum operasi, 30 menit sebelum makan • Dalam bentuk salut enterik • la diberikan bersamaan dengan makanan sehingga sebaiknya diberikan 30 menit sebelum makan. • Obat berdifusi ke serl parietal lambung terkumpul di kanalikuli sekretoar  aktivasi berikatan dengan gugus sulfihidril penghambatan enzim menurunkan produksi asam lambung 80-90%.

  13. Antikolinergik • AtropindanHyoscine • obatgologanantagonismuskarinik • berfungsidalammenghambatreseptormuskarinik • memberikanefekterhadapsistemsarafotonomberupaefekparasimpatolitik. • Padasistemkardiovaskular efektakikardia. • Padasistemrespirasi menghambatkelenjarliurdanbronkialdanrelaksasiototbronkial. • Padasistem gastrointestinal  menurunkantonus danperistaltikusus. • Otonom Efekpenghambatanpadakelenjarkeringat • half-lifedi plasma 2-3 jam , diekskresisebagiandiginjal. • Dosis 0,25-0,5 mg IV, 0,015 mg/kgbb IV.

  14. Antikolinergik • Beta-bloker. • Digunakan untuk mengurangi aktivitas simpatis, seperti takikardia dan hipertensi saat dilakukan tindakan intubasi. • Obat yang digunakan adalah atenolol (25-50 mg) / esmolol. • Dapat mengurangi insidensi kejadian koroner yang tidak diinginkan pada pasien berisiko tinggi mengalami operasi besar.

  15. Analgesia • Untukmengurangi / menghilangkannyeri. Obat yang digunakanadalahopioidkuat. • memilikiefekdepresiterutamapadasistemsusunansarafpusat, respirasidan gastrointestinal. • Metabolismedihatidandiekskresimelaluiempedudanurin. • Tigajenisobat yang digunakan: Morfin, Petidin, Fentanyl • Petidinefekanalgetik1/10 morfindanmasakerjanyalebihsingkat. Dosis 1-2 mg/kgbb I.V/I.M. • Fentanyl efekanalgetik100 kali morfin. Dosis 1-3 mcg/kgbb.

  16. ILUSTRASI KASUS IDENTITAS PASIEN • NamaPasien: Tn. SW • Nomer RM : 375-42-48 • Umur : 54 Tahun • JenisKelamin: Laki-laki • Alamat : Saptaprasetya IV, Pedurungan, Semarang • Pekerjaan : PegawaiNegeriSipil • Agama : Islam • Diagnosis : Post-periosteal Graft OS e.c. UlkusKornea • JenisPembedahan : Keratoplasti • JenisAnestesi : Anestesiumum

  17. PENILAIAN PRA ANESTESI AnamnesisKeluhanutama: penurunanpenglihatanpadamatakiri. Pasieninginmatakiripasiendapatmelihatlagi. • Pasiendurujukdari RS Karyadi, Semarang. • Mata kirimerah, dantimbulmasaputihmenonjolpadabagianhitammatadantidakdapatmelihat. • Operasipenambalanmatatgl12/11/2012 di RS Karyadi. • Saatinimatatidaknyerinamunbanyakmengeluarkanbelek (kotoranmata). • Pasienmengalami diabetes melitus, berobattidakteratur. Penyakitasma(-), sakitjantung(-), batuk(-), flu (-), demam(-), gigigoyang(-), hipertensi (-).

  18. PENILAIAN PRA ANESTESI PemeriksaanFisik • Keadaanumumtampaksakitringan, komposmentis • Tekanandarah: 140/90 mmHg • Nadi : 92 x/menit • Napas: 16 x/menit • Suhu : 26,5oC • Beratbadan : 72 kg • Mata: konjungtivamatakananpucat, skleramatakanantidakikterik (matakiritidakdapatdinilai) • Mallampati : Nilai 2 • Jantung : Bunyijantung I, II normal, murmur (-), gallop (-) • Paru : Vesikulerkanan = kiri, rhonki(-), wheezing (-) • Abdomen : Bisingususpositif normal, nyeritekantidakada • Ekstremitas : Hangat, edema tidakada

  19. PENILAIAN PRA ANESTESI PemeriksaanPenunjang • DPL : 15,2 / 44,7 / 4,12 / 9,0 • GDS : 177 • PT/APTT : 11,9 (11,6) / 33,2 (32,8) • Ur/Cr : 17 / 1,1 • Elektrolit : 142 / 3,67 / 105,3 • EKG : Sinurrhytm, QRS rate 80 x/menit, ST-T changesnegatif, T-invertednegatif, LVH tidakada, RVH tidakada, BBBB negatif. • Chest X-ray : Cordanpulmodalambatas normal Status Fisik • Skor ASA II dengan Diabetes Melitustipe II tidakterkontrol (GDS: 177 dalamterapigimepiriddanmetampiron)

  20. Anestesi • OBAT PREMEDIKASI • Midazolam 2 mg • Fentanyl 100 µg • ANESTESI • JenisAnestesi: AnestesiUmum • Induksi: Propofol 100 mg • Intubasi: LMA no. 4 • Muscle Relaxant: Atrakurium 20 mg • Posisi: Supine • Pernapasan: Ventilator OBAT-OBATAN • Granisetron 3 mg • Tramadol 100 mg • Dexametason 10 mg • Ranitidin 50 mg • Fentanyl 25 mg • Infus Ringerfundin 500 ml

  21. Anestesi MASA PEMULIHAN • Tidakadakeluhandiruangpemulihan. Tanda vital dalambatas normal. • SkorAldrette 10. Skor VAS 0-1 Intruksipascabedah : • Pemantauantekanandarahberkalasetiap 15 menitselama 2 jam dilanjutkansetiapsatu jam sampaikondisistabil • Ketorolac 3 x 30 mg • Ondansteron 3 x 4 mg • Makanminumbertahap

  22. DISKUSI DAN PEMBAHASAN • Pasien laki berusia 54 tahun. KU: penurunan penglihatan serta penonjolan masa pada mata. • Diagnosis: Post-periosteal Graft OS e.c. Ulkus Kornea • Operasi keratoplasti. Anestesi umum dengan obat propofol. • Kunjungan pra anestesi  mengetahui keadaan pasien, informed consent, dan meyakinkan pasien  menurunkan kecemasan • Obat premedikasi yang digunakan adalah midazolam dan fentanyl • Midazolam merupakan golongan obat benzodiazepin yang memiliki efek antiansietas • Pasien pada umumnya akan merasakan kecemasan ketika menjalani operasi

  23. DISKUSI DAN PEMBAHASAN • Pasien ini mengatakan siap untuk dioperasi, namuntetap mengaku merasa sedikit cemas dan khawatir. • Pemilihan midazolam: • Midazolam bekerja dengan cara meningkatkan kepekaan reseptor GABA pada sistem limbik dan amigdala • Onset kerja yang cepat, operasi yang dilakukan juga tidak membutuhkan waktu yang lama (± 1,5 jam) • Efek amnesia. Efek sampinglebih sedikit dan masa pemulihanlebih cepat, fungsi mentalkembali normal dalam 4 jam • Efek sedasi: namun minimal • Midazolam juga memiliki efek antiemetik (menurunkan kejadian mual muntah pascaoperasi)

  24. DISKUSI DAN PEMBAHASAN • Fentanyl merupakan obat golongan opioid kuat untuk meredakan dan menghilangkan rasa nyeri • Bekerja pada reseptor opiod, yang terdiri dari tiga reseptor utama yaitu mu, delta, dan kappa (agonis kuat reseptor mu) • Efek analgetik100 kali lebih kuat dari morfin. • Dosis fentanyl: 1-3 mcg/kgBB, dengan BB 72 kg adalah 72-216 mcg/kgBB. Dosis pasien: 100 mcg

  25. DAFTAR PUSTAKA • Nafrialdi, Suherman S, Gan S, Arozal W, Suyatna FD, Dewoto HR, et al. Farmakologidanterapi. ed 5. Jakarta: BalaiPenerbit FKUI. 2007. • Katzung BG. Basic and clinical pharmacology. 10th ed. New York: Lange. 2009. • Yusuf D. ProfilTekananIntraokulerPenggunaanKombinasiKetamin-XylazindanKetamin-MidazolampadaKelinci. 2010. [disitasipada 10 Januari 2013]. Diunduhdi: http://www.fkh.unair.ac.id/artikel1/2010/ARTIKEL%20ILMIAH%20DAUD.pdf • Latief SA, Suryadi KA, Dachlan MR. PetunjukPraktisAnestesiologi. 2nd ed. Jakarta: BagianAnestesiologidanTerapiIntensifFakultasKedokteranUniversitas Indonesia; 2001. • Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ. Clinical Anesthesiology. 4th ed. New York: McGraw-Hil; 2007.

More Related