1 / 17

PENGANTAR ILMU RESEPTIR & FARMASI

PENGANTAR ILMU RESEPTIR & FARMASI. BUDIASA. TUJUAN :. MENGERTI : PENULISAN RESEP YG RASIONAL BENTUK SEDIAAN OBAT (BSO) CARA PEMBERIAN OBAT KONTRA INDIKASI OBAT FARMAKOKINETIK & FARMAKODINAMIKA OBAT. FARMASI :.

vail
Download Presentation

PENGANTAR ILMU RESEPTIR & FARMASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGANTAR ILMU RESEPTIR & FARMASI BUDIASA

  2. TUJUAN : MENGERTI : • PENULISAN RESEP YG RASIONAL • BENTUK SEDIAAN OBAT (BSO) • CARA PEMBERIAN OBAT • KONTRA INDIKASI OBAT • FARMAKOKINETIK & FARMAKODINAMIKA OBAT

  3. FARMASI : CARA MEMBUAT,MEMFORMULASI,MENYIMPAN & MENYEDIAKAN OBAT (MERAMU & MENGKEMAS OBAT ).

  4. RESEPTIR RESEP : PERMINTAAN TERTULIS DARI : DR,DRH & DRG KEPADA APOTEKER PENGELOLA APOTEK (APA) UNTUK MENYEDIKAN & MENYERAHKAN OBAT PADA PASIEN/KLIEN.

  5. FARMAKODINAMIKA “EFEK OBAT THD TUBUH” • AFINITAS • RESEPTOR • AKTIVITAS INTRINSIK

  6. OBAT + RESEPTOR KOMPLEKS OBAT RESEPTOR • RESEPTOR : MAKROMOLEKUL LIPOPROTEIN TEMPAT OBAT BERIKATAN. • AFINITAS : KEMAMPUAN OBAT U/ BERIKATAN PADA RESEPTOR • AKTIVITAS INTRINSIK : KEMAMPUAN KOMPLEKS OBAT RESEPTOR U/ MENIMBULKAN RESPON / EFEK

  7. FARMAKOKINETIKA “EFEK TUBUH THD OBAT” (PERJALANAN OBAT DLM TUBUH) • ABSORPSI • DISTRIBUSI • BIOTRANSFORMASI • EKSKRESI

  8. FARMAKOKINETIKA • ABSORPSI : PERPINDAHAN OBAT MENUJU SIRKULASI DARAH • DISTRIBUSI : PENYEBARAN OBAT MENUJU JARINGAN TUBUH • BIOTRANSFORMASI : PERUBAHAN OBAT AKTIF MENJADI INAKTIF/SEBALIKNYA • EKSKRESI : PENGELUARAN OBAT MLL ORGAN-ORGAN EKSKRESI

  9. BENTUK & KEMASAN OBAT TABLET, KAPSUL, SYRUPI, SUSPENSI, EMULSI, PULVIS, PULVERES, PIL & OBAT-OBAT INJEKSI

  10. CARA PEMBERIAN OBAT • ENTERAL : SAL. PENCERNAAN (ORAL, BUKAL, REKTAL) • PARENTERAL : LUAR SAL. PENCERNAAN (IV, IM, SC, TOPIKAL, &INHALANSI)

  11. BIOAVAILIBILITAS OBAT BIO => HIDUP/HAYATI AVAILIBILITAS => KETERSEDIAAN BIOAVAILIBILITAS : KETERSEDIAAN HAYATI • KECEPTN &JMLH ZAT AKTIF OBAT YG DIABSORPSI DARI BNTUK SEDIAAN TT KEMUDIAN TERSEDIA DITEMPAT AKSI OBAT. 2. FRAKSI DOSIS OBAT YG MNCPAI SIRKULASI SISTEMIK KEMUDIAN TERSEDIA DITEMPAT AKSI TT U/MENJLNKAN EFEK FARMAKOLOGI

  12. 3 FASE YG DILALUI OBAT SBLUM MENIMBULKAN EFEK TAHAP I(FARMASETIKA) => BTK SEDIAAN OBAT MENGALAMI PERUBAHAN FISIS => ZAT AKTIF SIAP U/ DIASORPSI MELL.LIBERATION (DISENTEGRASI & DISSLUTION). TAHAP II(FARMAKOKINETIKA) => ZAT AKTIF OBAT DIABSORPSI, DIDISTRIBUSIKAN, DIMETABOLISME, & AKHIRNYA DIEKSKRESIKAN KELUAR TUBUH (ADME). TAHAP III(FARMAKODINAMIK)=> EFEK TERAPI TERJADI KARENA ADANYA “DRUG RESEPTOR INTERACTION” DLM JARINGAN.

  13. BIOFARMASI “ILMU YG MEMPELAJARI EFEK FAKTOR FISIKO KIMIA OBAT & BTK SEDIAAN TERHADAP ABSORPSI YG TERJADI TERKAIT DG SIFAT FISIOLOGIS TEMPAT ABSORPSI & FARMAKODINAMIKA YG DITIMBULKAN”. MEMPELAJARI HUB. FORMULASI OBAT TERHADAP EFEK FARMAKOLOGIS OBAT YG TERJADI SECARA INVIVO.

  14. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI ABSORPSI ZAT AKTIF SUATU OBAT • SIFAT KIMIA BHN OBT (GARAM, ESTER, SENYAWA KOMPLEKS) • SIFAT FISIS BHN OBT (BTK KRISTAL, POLIMORF, LUAS PERMUKAAN PARTIKEL, VISKOSITAS DLL) • BTK SEDIAAN OBAT TERKAIT DG CARA PEMAKAIAN: PULV, KAPSUL, TABLET, PIL(ORAL), CAIRAN INJEKSI, (IV, IM, SC), SUPPOS(REKTAL) DLL • ADA TIDAKNYA ZAT PEMBANTU (ADJUVANS) • PROSES PENYIMPANAN BHAN, PROSES PABRIKASI & PROSES PENYIMPANAN SEDIAAN

  15. PEMILIHAN BTK & SEDIAAN OBAT • KEMASAN OBAT DG EFEK TERAPI YG OPTIMAL & EFEK SAMPING YG MINIMAL. • MUDAH CARA PEMBERIANNYA/ PENGGUNAANNYA.

  16. URUTAN KECEPATAN ABSORPSI OBAT INJEKSI, SOLUTIO, SUSPENSI, PULVERES, KAPSUL, TABLET, COATED.

  17. KESEPAKATAN WHO (1986) UJI BIOAVAILIBILITAS OBAT • ZAT AKTIF MEMILIKI LINGKUP TERAPI SEMPIT • ZAT AKTIF MENUNJUKKAN KURVA DOSIS-RESPON TERJAL • KISARAN DOSIS TERAPI =>FARMAKOKINETIK NON LINEAR • ZAT AKTIF DG KECEPATAN DISOLUSI YG RENDAH • ZAT AKTIF DIGUNAKAN U/ TERAPI PENYAKIT YG PARAH • STR. KIMIA MIRIP OBAT LAIN YG BERMASALAH BIOAVAILIBILITAS NYA

More Related