1 / 14

METODE-METODE PENELITIAN

METODE-METODE PENELITIAN. STUDI KESEJARAHAN (HISTORICAL STUDY)

wendi
Download Presentation

METODE-METODE PENELITIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. METODE-METODE PENELITIAN STUDI KESEJARAHAN(HISTORICAL STUDY) Bertujuan memperoleh pengetahuan khusus tentang sejarah, dalam bentuk rekunstruksi masa lampau yang sistematis dan obyektif. Studi kesejarahan bukan berarti penelitian tentang raja-raja belaka, melainkan juga tentang kehidupan masyarakat , organisasi-organisasi tertentu dsb. Tipe: taxonomical (deskriptif) ; pekejaannya: eksporatif mendalam (grounded) dalam rangkaian waktu. STUDI KASUS (CASE STUDY) Tipe:taxonomical; pekerjaan penelitian : eksploratif mendalam. Bedanya dengan studi kesejarahan ialah pada peristiwa yang ditelitinya, yaitu peristiwa sekarang; peristiwanya hanya satu unit kasus, dapat berupa kesatuan sosial tertentu, orang seorang, satu keluarga, suatu kelompok atau organisasi dalam suatu masyarakat atau suatu komunitas tertentu.

  2. SURVEI DESKRIPTIF (DESKRIPTIVE SURVEY) Bertujuan menemukan deskripsi general dan universal yang berlaku pada sejumlah variasi situasi dan kondisi. Survei Deskriptif disebut pula penelitian pengembangan (developmental research). Pengembangan artinya meluas, yaitu meluas pada sejumlah variasi situasi dan kondisi; oleh karena itu biasanya tidak mendalam artinya tidak semua ucs atau fungsi fenomena diteliti dan dianalisis, melainkan hanya beberapa saja, yang masih dianggap merupakan masalah yang pemecahannya belum diketahui. Mengarah pada penggunaan sampling. Teknik analisis data untuk metode ini digunakan analisis statistik deskriptif. • SURVEI EKSPLANATORI (EXPLANATORY SURVEY) Tipe penelitian :theoritical untuk ilmu-ilmu non eksak. Eksplanatori artinya penjelasan atau hal-hal yang berkaitan dengan menjelaskan, baik menjelaskan peristiwa atau keadaan sekarang atau keadaan yang akan datang (prediction). Menjelskan berarti menerangkan mengapa ada atau terjadi, atau apa yang akan ada atau terjadi. Metode penelitian semacam ini disebut pula penelitian sebab akibat (causality research). Sering puladisebut penelitian pengujian (verifikative research).

  3. METODE EKSPERIMENTAL (EXPERIMENTAL METHOD) Tipe: theoritical, tetapi biasanya dilakukan pada ilmu eksakta, ialah Metode eksperimental. Metode ini dilakukan dengan mengikuti prosedur tertentu dengan maksud untuk memahami pengaruh suatu kondisi yang sengaja diciptakan terhadap suatu gejala tertentu. • STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY) Studi kelayakan sebenarnya adalah studi kasus yang bersifat evaluatif, yang ditujukan pada layak tidaknya suatu tindakan atau usaha dilakukan. Pada umumnya dilakukan dibidang ekonomi dan atau pembangunan disuatu wilayah/daerah tertentu. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Threath) dalam manajemen, sebenarnya adalah dasar dari studi kelayakan. SWOT dianalisis untuk menetapkan apakah proyek itu layak diselenggarakan pada suatu wilayah/lokasi tertentu. Studi Kelayakan merupakan peneleitian terapan (Applied Research). • PENELITIAN TINDAKAN (ACTION RESEARCH) Disebut pula Kaji Tindak, termasuk dalam penelitian terapan. Jika Studi Kelayakan bertujuan untuk memahami kelayakan suatu proyek dibangun disuatu daerah, penelitian tindakan bertujuan memperbaiki suatu daerah (termasuk kehidupan msyarakatnya) segera setelah penelitian dilakukan.

  4. LANGKAH-LANGKAH/TAHAPAN PENELITIAN • Tahapan Persiapan : meliputi pekerjaan-pekerjaan studi kepustakaan, penyusunan usulan penelitian, dan pembuatan alat-alat pencatat data/informasi  selektif, komparatif, kritis dan analitis. • Tahapan Pengumpulan Data: meliputi pekerjaan a.l menetapkan sumber data (baik primer maupun sekunder), siapa-siapa saja yang akan dijadikan responden dan informan  masalah teknik pengambilan contoh/sampel.(random sampling; purposif dll). Menumbuh keakraban agar ada saling pengertian  informasi/data yang terpercaya (reliable) teknik wawancara maupun observasi; alat-aat pengumpul data yang telah dipersiapkan (kuesioner, ceklist). • Tahapan Pengolahan Data: meliputi pekerjaan-pekerjaan mengorganisasikan data, menganalisis data dan interpretasi data  Seleksi data , coding, skoring, index, tabulasi … melakukan pekerjaan statistik, atau non statistik interpretasi data yaitu memberi makna, arti atau tafsir terhadap hasil analisis tadi. • Tahapan penyusunan/penulisan laporan …hasil analisis dan interpretasi data kemudian dibahas  menghubungkan kembali hasil analisis dan interpretasi itu dengan kerangka teoritis/kerangka pikiran dan tujuan penelitian kemudian ditarik kesimpulan-kesimpulan. Penyusunan laporan ini memerlukan ketentuan-ketentuan tertentu, yang menyangkut Sistemtika; TataTulis; Bahasa; Format dsb.

  5. USULAN PENELITIAN/RESEARCH PROPOSAL/PROJECT STATEMENT Usulan Penelitian  Rencana Penelitian Selengkapnya Penilaian terhadap R.P memagang peranan penting dalam proses pekerjaan penelitian  Tidak sempurna pada awalnya akan menyebabkan hasil pekerjaan tidak ada manfaatnya. Beberapa hal yang biasa dipakai untuk menilai rencana/ usulan penelitian: • Latar belakang pengetahuan peneliti • Persoalan tentang data/ informasi • Persoalan tentang cara pengambilan sampel • Persoalan tentang maksud dan tujuan serta kegunaan penelitian • Persoalan tentang teknik analisis Mengerti akan kelima persoalan-persoalan yang biasa dipakai sebagai dasar penilaian Rencana Penelitian itu, setidak-tidaknya akan memberikan bimbingan kepada peneliti dalam menyusun R.P yang akan diajukannya: Hal lain yang harus dikuasai: * Pemilihan Topik Penelitian * Menetapkan Judul Penelitian * Sistematikan Usulan Penelitian

  6. PEMILIHAN TOPIK PENELITIAN Topik Penelitian  Kejadian atau Peristiwa (Fenomena) yang akan dijadikan lapang penelitian. Empat (4) hal yang biasa dipakai sebagai bahan pertimbangan pemilihan topik penelitian: 1. Manageble Topic (topik tidak berada diluar jangkauan kemampuan peneliti)  Perlu Mempertimbangkan Beberapa Segi a.l: 1.1 Latar belakang kemampuan memecahkan masalah dalam topik 1.2 Tersedianya pembiayaan yang cukup 1.3 Batas waktu untuk menyelesaikan penelitian 1.4 Kerjasama dengan pihak lain 2. Obtainable Data (Data/ informasi dari toik mudah diperoleh)  perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 2.1 Apakah sumber-sumber data (termasuk kepustakaan) untuk mengembangkan penelitian tersedia secukupnya dan mudah diperoleh. 2.2 Apakah teknik-teknik pengumpulan data cukup dikuasai  menjamin untuk dapat menangkap data/ informasi itu

  7. 2.3 Apakah tidak ada faktor-faktor pribadi dan faktor-faktor luar yang akan merintangi kegiatan pengumpulan data; 2.4 Kadang-kadang ada pula data yang dapat diperoleh tergantung kepada waktu tertentu (musim tertentu, atau cuaca tertentu) 3. Significancy of Topic (topik cukup penting untuk diteliti)  harus didasarkan kepada dua hal: 3.1 Memenuhi minat akademis (academic interest) dan memenuhi minat masyarakat (social interest). 3.2 Tidak merupakan duplikasi dari topik-topik yang telah diteliti orang lain. 4. Interested Topic (menarik untuk diteliti)  topik yang didorong rasa ingin tahu secara ilmiah (scientific curriousity) dengan maksud mencari kebenaran ilmiah (scientific truth), bukan timbul dari prasangka atau kecenderungan yang bersifat pribadi (biased attitude).

  8. JUDUL-JUDUL PENELITIAN Dalam Kata Sehari-hari, Judul = “Kepala Karangan” Penelitian Ilmiah Bukanlah Karangan. Jadi Tidak Benar Seluruhnya  Ditetapkan Lebih Awal  Judul Tentatif Judul Penelitian Wujudnya Merupakan Kalimat, Dan Hanya Satu Kalimat Pernyataan (Bukan Kalimat Pertanyaan), Yang Terdiri Dari Kata-kata Yang Jelas (Tidak Kabur), Singkat (Tidak Bertele-tele), Deskriptif (Berkaitan Atau Runtut, Dengan Pernyataan Yang Tidak Terlalu Puitis Atau Bombastis) Judul Harus Merupakan Pencerminan Atau Identitas Dari Seluruh Isi Karya Tulis, Yang Bernafas, Menjelaskan Dan Menarik Judul Penelitian Merupakan Gambaran Dari “Conceptual Frame Work” Suatu Penelitian  Judul Merupakan Kompas Dalam Penyusunan Tulisan

  9. JUDUL PENELITIAN MERUPAKAN SATU KALIMAT PERNYATAAN (STATEMENT), YANG MENGGAMBARKAN FENOMENA (KEJADIAN) YANG DIPIKIRKAN (DIPERMASALAHKAN), MAKSUD, TUJUAN, METODE PENELITIAN DAN SITUASI KONDISI DIMANA FENOMENA ITU TERJADI MAKSUD, TUJUAN DAN METODE PENELITIAN DAPAT DINYATAKAN DENGAN SATU “KATA KUNCI”  TERDIRI DARI TIGA BAGIAN: 1 KATA KUNCI 2. FENOMENA YANG DIPERMASALAHKAN 3 SITUASI KONDISI DIMANA FENOMENA ITU TERJADI KATA KUNCI DESKRIPSI (K.D) KATA KUNCI KOMPARASI (K.K) KATA KUNCI KATA KUNCI EKSPLANASI (K.E)

  10. FENOMENA KONKRIT SPESIFIK KSL LOCUS  DINYATAKAN OLEH SATU SITUASI DAN KONDISI TERTENTU (MISAL, SUATU TEMPAT TERTENTU) KKD FENOMENA ABSTRAK GENERAL AGU UNIVERSAL  DINYATAKAN OLEH SITUASI KONDISI YANG BERSIFAT UMUM/ LUAS (MISAL, SUATU TEMPAT YANG MENGGAMBARKAN SEJUMLAH TEMPAT TERTENTU) KSL: “DESKRIPSI FENOMENA F DI DESA D” AGU: “ DESKRIPSI FENOMENA F DI KECAMATAN K”

  11. JUDUL 1. MAKSUD MENDESKRIPSI FENOMENA F, BERTUJUAN MEMPEROLEH DESKRIPSI FENOMENA F DESAIN PENELITIAN DESKRIPTIF KUALITATIF  METODE PENELITIAN “STUDI KASUS” PADA SITUASI KONDISI DESA D. JUDUL 2. MENDESKRIPSI FENOMENA F,  MEMPEROLEH DESKRIPSI FENOMENA F  DESAIN PENELITIAN DESKRIPTIF KUNTITATIF  METODE PENELITIAN “SURVEY DESKRIPTIF PADA SITUASI KONDISI KECAMATAN K (SEJUMLAH DESA). K.K DESKRIPSI DAPAT DIGANTI DENGAN: - ANALISIS - GAMBARAN - PROFIL - KERAGAAN DARI FENOMENON ATAU FENOMENA YANG DIPERMASALAHKAN K.K KOMPARASI  MAKSUD MEMBANDINGKAN DUA FENOMENA ATAU LEBIH YANG BERTUJUAN MEMPEROLEH PERBANDINGAN ANTARA DUA FENOMENA ATAU LEBIH, BAIK SECARA KONKRIT, SPESIFIK DAN LOCUS MAUPUN SECARA ABSTRAK, GENERAL DAN UNIVERSAL.

  12. FENOMENA YANG DIBANDINGKAN  FENOMENA YANG BERBEDA PADA SITUASI KONDISI YANG SAMA ATAU FENOMENA YANG SAMA PADA SITUASI KONDISI YANG BERBEDA. KSL  “KOPARASI ANTARA fA dan fB DI DESA D” ATAU “KOMPARASI ANTARA fA DI DESA D DENGANDESA E” AGU  “KOMPARASI ANTARA FA DAN FB DI DESA PEGUNUNGAN” ATAU “KOMPARASI ANTARA FA DI DESA PEGUNUNGAN DENGAN DESA PANTAI” SITUASI KONDISI TIDAK HANYA DINYATAKAN DENGAN TEMPAT/ LOKASI SAJA, TETAPI DAPAT JUGA DINYATAKAN DENGAN PERIODE WAKTU TERTENTU: K.LONGITUDINAL (TIME SERIES)  ANTAR WAKTU KOMPARASI: K. ANTAR TEMPAT/ LOKASI (CROSS SECTIONAL)

  13. K.K KOMPARASI DAPAT DIGANTI DENGAN: • KEEFEKTIFAN • EFISIENSI • RASIO ANTARA • EVALUASI K.K EKPLANASI  MAKSUD MENJELASKAN (MENGEKSPLANASI) SEBAB AKIBAT KEJADIAN, BERTUJUAN MEMPEROLEH PENJELASAN TENTANG SEBAB ATAU AKIBAT DARI KEJADIAN YANG DIPERMASALAHKAN, DENGAN MENGGUNAKAN DISAIN KUANTITATIF ATAU KUALITATIF DAN METODE PENELITIAN PENGUJIAN HIPOTESIS (VERIFIKATIF)  “EKSPLANATORY SURVEY” K.K EKSPLANASI DAPAT DIGANTI DENGAN: • PENGARUH • DAMPAK • RESPON “EKSPLANASI (PENGARUH, DAMPAK, RESPON) X TERHADAP Y DI ….”

More Related