1 / 33

PENERAPAN STANDAR WAJIB SNI 1811–2007 Helm Pengendara Kendaraan Roda Dua

PENERAPAN STANDAR WAJIB SNI 1811–2007 Helm Pengendara Kendaraan Roda Dua. Fakta di Lapangan. Pertumbuhan Jumlah Kendaraan Bermotor. Angka Kecelakaan. Angka kecelakaan sepeda motor meningkat dari tahun ke tahun Tahun 2007  4.933 kasus, Tahun 2008  5.898 kasus

yin
Download Presentation

PENERAPAN STANDAR WAJIB SNI 1811–2007 Helm Pengendara Kendaraan Roda Dua

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENERAPAN STANDAR WAJIBSNI 1811–2007 Helm Pengendara Kendaraan Roda Dua

  2. Fakta di Lapangan

  3. Pertumbuhan Jumlah Kendaraan Bermotor

  4. Angka Kecelakaan Angka kecelakaan sepeda motor meningkat dari tahun ke tahun Tahun 2007  4.933 kasus, Tahun 2008  5.898 kasus Tahun 2009  6.608 kasus

  5. Hasil penelitian di Indonesia menunjukan : • 88% (1 dari 3 orang) korban kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala. • 66,7 % korban berumur antara 20 – 39 tahun • 25%kematian akibat kecelakaan adalah pengendara sepeda motor Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian pelindung kepala sangat penting bagi pengendara sepeda motor.

  6. Bagaimana Helm melindungi kepala ?

  7. Basic Construction

  8. Protective/Comfort Attributes

  9. Tahan Benturan Tempurung/sungkup menahan benturan Lapisan pelindung menyerap kejutan dan melindungi kepala dari benturan

  10. Cara Helm melindungi kepala

  11. Helmet Impact Zone Persentase daerah yang mengalami benturan Catatan : bagian dagu terkena benturan sebesar 34,6%, sehingga helm tertutup dalam hal ini lebih disarankan dibandingkan helm terbuka (Sumber : Dietmar Otte, Hannover Medical University, Department of Traffic Accident Research, Germany)

  12. Penerapan Standar Helm di berbagai Negara

  13. SNI Helm

  14. BS 6658: 1985 – “Protective Helmet for Motor Cyclists”, Specification”. EN 960: 1994 – “Head forms for use in the testing of protective helmets”. ISO 6487: 2000, “Road vehicles – Measurements techniques in impact tests – Instrumentation ”. JIS T 8133 : 2000 – “Protective Helmet for drivers and passengers of motor cycle and mopeds”. Rev. 1/add. 21/Rev.4 24 September 2002 dari E/ECE/324 dan E/ECE/TRANS/ 505 Regulation No.22, uniform provision concerning the approval of protective helmets and visors for drivers and passengers of motor cycles and mopeds. Acuan Standar Internasional

  15. Helm Standar Nasional Indonesia SNI 1811-2007 Standar ini menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi : helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face).

  16. Material/Bahan Konstruksi & ukuran Pengujian Persyaratan dalam SNI Helm

  17. Material/Bahan • Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam,bertahan pada suhu 0 - 55 derajat Celsius dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya • Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu • Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.

  18. Konstruksi Helm Tertutup (Full Face) berdasarkan SNI Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan temperatur pada ruang antara kepala dan tempurung harus terbuat dari bahan yg kuat & bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 oC sampai 55 oC selama paling sedikit 4 jam Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bolamata, terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10 milimeter Helm tidak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya.. Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, tameng atau tutup dagu. lebarnya minimum 20 milimeter dan harus berfungsi sebagai pengikat helm

  19. Konstruksi Helm Terbuka (open Face) berdasarkan SNI Keterangan gambar: 1. sungkup 2. Lapisan pelindung 3. Tali pemegang 4. Lapisan kenyamanan 5. Pelindung telinga 6. Kaitan kaca 7. Jaring helm 8. rim

  20. Ukuran Helm S : 500 – 540 mm M : 540 – 580 mm L : 580 – 620 mm XL : lebih dari 620 mm

  21. Pengujian Helm • Cara uji meliputi: • uji penyerapan kejut, • uji penetrasi, • uji efektifitas sistem penahan, • uji kekuatan sistem penahan dengan tali pemegang, • uji untuk pergeseran tali pemegang, • uji ketahanan terhadap keausan dari tali pemegang, • uji impak miring, • uji pelindung dagu dan • uji sifat mudah terbakar.

  22. Melihat data dan fakta di lapangan tentang banyaknya kematian yang diakibatkan oleh cedera kepala saat terjadi kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Republik Indonesia memberlakukan aturan penerapan SNI Helm secara wajib. SNI WAJIB Penerapan SNI wajib helm bagi pengendara motor merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi warga negara Indonesia

  23. Perundangan tentang Helm ber-SNI

  24. Kronologi Pemberlakuan Regulasi Teknis Penerapan SNI Helm Secara Wajib

  25. Pemberlakuan Wajib Helm ber-SNI • PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA • NOMOR : 40/M-IND/PER/6/2008 & NOMOR : 40/M-IND/PER/4/2009 • Berlaku WAJIB bagi seluruh produk helm(baik impor maupun lokal)yang beredar di seluruh wilayah NKRI UNDANG UNDANG REPUBLIKINDONESIA NOMOR 22TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN Berlaku WAJIB bagi semua pengendara kendaraan bermotor di seluruh wilayah NKRI

  26. Tanda SNI

  27. ApakahTanda SNI? Tanda SNI adalah sebuah tanda yang mengisyaratkan sebuah produk telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebuah SNI yang dibuktikan dengan serangkaian pengujian oleh lembaga penilaian kesesuaian (Lembaga Sertifikasi Produk dan Laboratorium Uji) yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional UntukProduk Helm, Siapakah yang berwenangmemberikantanda SNI?

  28. LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN YANG DITUNJUK(Permen Perindustrian no. 78/M-M/Per/10/2008) • 4 Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Helm • 1 Laboratorium Uji Helm yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional

  29. Notifikasi Peraturan Pemerintahtentang Pemberlakuan SNI Helmsecara WAJIBke WTO

  30. Notifikasi SNI Wajib Helm kepada seluruh negara anggota WTO Sebagai anggota WTO (Badan Perdagangan Dunia), Indonesia melalui BSN telah melakukan notifikasi SNI Wajib Helm pada tahun 2008, Dunia internasional, menyambut dengan baik rencana penerapan SNI wajib helm ini dengan Tidak ada penolakan atau keberatan dari seluruh anggota yang berjumlah 153 negara(per 23 Juli 2008) Jika dunia internasional setuju, mengapa kita tidak?

  31. NOTIFIKASI STANDAR HELM

  32. Kesimpulan Kewajiban pemerintah melindungi warga negaranya adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar Penerapan SNI wajib helm bagi pengendara motor, merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi warga negara Indonesia Pemerintah wajib melindungi industri dan produk Indonesia dari “ANCAMAN” produk-produk asing yang sub standar yang merusak pasar dalam negeri

  33. Terima kasih Informasi lebih lanjut : www.bsn.go.id

More Related