1 / 45

ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL

ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL. Otot ( muscle ) jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan

armand
Download Presentation

ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL

  2. Otot (muscle)jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan Rangka (skeletal)bagian tubuh yg tdd tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sbg tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi SISTEM MUSKULOSKELETAL(OTOT-RANGKA)

  3. Alat gerak tubuh manusia  sistem muskuloskeletal: pasif rangka (skeletal); aktif  otot (muscle) • Rangka-tulang: jaringan ikat yg keras & kaku (jaringan penyokong); banyak mengandung mineral, zat perekat dan zat kapur. • Tulang rawan, tulang, dan sendi SistemRangkadanSendi

  4. Penyangga: berdirinya tubuh, tempat melekatnya ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak & organ • Penyimpanan mineral (kalsium & fosfat) dan lipid (yellow marrow) • Produksi sel darah (red marrow) • Pelindung; membentuk rongga melindungi organ yang halus & lunak • Penggerak; dpt mengubah arah & kekuatan otot rangka saat bergerak; adanya persendian FungsiSistemRangka

  5. Berkembang dari mesenkim membentuk sel yg disebut kondrosit • Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) di dalam matriks dgn substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yg basofilik. • Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang (keras). Tulangrawan

  6. Berdasarkan jenis & jumlah serat di dalam matriks, ada 3 macam tulang rawan: • Tl rawan hialin: matriks mengandung seran kolagen; jenis yg paling banyak dijumpai • Tl rawan elastin: serupa dg tl rawan hialin ttp lebih bny serat elastin yg mengumpul pd dinding lakuna yg mengelilingi kondrosit • Fibrokartilago: tdk pernah berdiri sendiri ttp scr berangsur menyatu dg tl rawan hialin atai jar.ikat fibrosa yg berdekatan Tulang rawan

  7. Ada 2 cara: • Appositional growth; tumbuh dari luar  sel pembentuk kartilago di dlm perikondrium menyekresi matriks baru ke permukaan luar kartilago yg sdh ada • Interstisial growth; tumbuh dari dalam  kondrosit yg berikatan dg lakuna di dlm kartilago membelah & menyekresi matriks baru & memperluas kartilago dari dalam Pertumbuhan tulang rawan berakhir selama periode dewasa PertumbuhanTulangRawan

  8. Tulang • Pembentuk jaringan:- sel-sel tulang (sel osteoprogenitor, osteoblast, osteosit, dan osteoklas)- matriks • Matriksnya mengandung unsur anorganik, terutama kalsium fosfat (hidroksiapatit) • Scr makroskopik:- spongiosa (kanselosa)- kompak (padat) • Permukaan luar tulang dilapisi selubung fibrosa (periosteum); lapis tipis jaringan ikat (endosteum) melapisi rongga sumsum & meluas ke dlm kanalikuli tulang kompak

  9. Struktur Mikroskopis Tulang • Sistem havers • Lamella • Lacuna • Kanalikuli

  10. Sistem Havers:saluran Havers (saraf, pembuluh darah, aliran limfe) • Lamella (lempeng tulang yang tersusun konsentris). • Lacuna (ruangan kecil yang terdapat di antara lempengan–lempengan yang mengandung sel tulang). • Kanalikuli (memancar di antara lacuna dan tempat difusi makanan sampai ke osteon). Struktur Mikroskopis Tulang

  11. Membran vaskuler fibrosa yang melapisi tulang, banyak pembuluh darah dan melekat erat pada tulang. • Pada tulang yang sedang tumbuh terdapat lapisan sel pembentuk tulang diantara periosteum dan tulang. Periosteum

  12. Tulang • Membranperiosteumberasaldariperikondriumtulangrawan yang merupakanpusatosifikasi. • Padatulang yang sedangtumbuhterdiriatas 1 batang (diafisis) dan 2 ujung (epifisis)

  13. Ossa longa (tulang panjang): tulang yg ukuran panjangnya terbesar, cth: os humerus • Ossa brevia (tulang pendek): tulang yg ketiga ukurannya kira-kira sama besar, cth: ossa carpi • Ossa plana (tulang gepeng/pipih): tulang yg ukuran lebarnya terbesar, cth: os parietale • Ossa irregular (tulang tak beraturan), cth: os sphenoidale • Ossa pneumatica (tulang berongga udara), cth: os maxilla Tulangmenurutbentuknya

  14. Sistem skeletal/ rangka

  15. Skull • Sternum • Ribs • Vertebrae • Sacrum Appendicular Skeleton Axial Skeleton • Scapula & collarbone • Upper limb bones • Hip • Lower limb bones

  16. Axial Skeleton Truncus/ Batang badan • Os Sternum- Manubrium sterni- Louis angle- Corpus Sterni- Processus Xyphoideus • Ribs/Costae- Costae vera (1-7)- Costae spuriae affixae (8-10)- Costae spuriae fluctuantes (11-12) • Vertebrae- Cervical (7)- Torakal (12)- Lumbal (5) • Sacrum (1) • Coccygeal (1) • Skull- Os Occipitale- Os Parietale- Os Temporale- Os Frontale- Os Sphenoid- Os Ethmoid- Os Maxilla- Os Palatine- Os Nasal- Vomer- Concha nasal inferior- Os Zygomatic- Os Lacrimal- Mandibula- Ossicles auditori & Os Hyoid Cranium Face

  17. Appendicular Skeleton Upper limb •   Os Scapula •   Os Clavicula •   Os Humerus •   Os Radius •   Os Ulna •   Os Carpals •   Ossa Metacarpals •   Ossa Phalanges Lower limb •   Os coxae (Os Ilium, Os Ischium,Os Pubis) •   Os Femur •   Os Patella •   Os Tibia •   Os Fibula •   Os Tarsals •   Ossa Metatarsals •   Ossa phalanges

  18. Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka. • Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian. Sendi

  19. Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa • Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan. • Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian. Sendi Sinovial Sendi Fibrosa Sendi Kartilago 3JenisSendiBerdasarkanstrukturnya

  20. Sinartrosis Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung tulang yang bersendi tdp suatu jaringan Diartrosis Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga (cavum articulare) Sendiberdasarkanjenispersambungannya

  21. Syndesmosis: jaringan penghubungnya mrp jaringan ikata. Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yg tipis. Cth: di antara tulang- tulang tengkorakb. Schindylesis: lempeng pd tulang yg satu terjepit di dlm celah pada tulang lain. Cth antara rostrum sphenoid & vomerc. Ghomphosis: tulang yg 1 berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yg sesuai dgn bentuk itu pd tlng lain.Cth: antara gigi dg rahangd. Syndesmosis elastica: jar ikat penghubungnya mrp jar ikat elastin. Cth: di antara arc. Vertebra oleh lig.flavume. Syndesmosis fibrosa: jar ikat penghubungnya mrp serat kolagen. Cth: antara ulna & radius oleh membran interossa antebrachii Sinartrosis

  22. Synchondrosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang rawan. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai, antara kedua ossa pubica • Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai, antara os ilium, os pubis, dan os ischium Sinartrosis

  23. Pada diartrosis tdp bagian2 sbb: • Ujung-ujung tulang yg bersendi: kepala sendi (caput articulare) & lekuk sendi (cavitas glenoidalis) • Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm) • Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial • Alat-alat khusus:- tendon: membatasi gerak sendi & sbg penyokong mekanik- kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sbg alat menerima tumbukan, penyangga, & untuk mengurangi diskongruen- kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi- ligament (accessories, extracapsular, & intracapsular ligaments) Diartrosis

  24. Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit-Symphysis; dihubungkan oleh fibrokartilago. Cth: intervertebral disc, pubic symphysis • Articulationes: kemampuan gerak luasa. Sendi sumbu 1 (1) sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd arah panjang tulang. Cth: art.interphalangeae, humero- ulnaris (2) sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dgn arah panjang tulang. Cth: art.radioulnaris,atlantodentalisb. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus (1) Sendi telur/ ellipsoidal joint (art. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dg sumbu panjang & sumbu pendek. Cth: art.radiocarpae (2) Sendi pelana/saddle joint (art.sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana; arah sumbu yg 1 permukaannya cembung & arah sumbu yg lain cembung. Cth: art.carpo-metacarpea Diartrosisbdsknkemungkinangerak

  25. c. Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola(1) Sendi peluru/ ball & socket joint(art. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah kepala sendi. Cth: art.humeri(2) Sendi buahpala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala sendi. Cth: art coxae Diartrosisberdasarkankemungkinangerak

  26. Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen. • Bentuk permukaan sendi  menentukan gerakan spesifik sendi • Adanya tulang lain, otot rangka, & bantalan lemak pd sendi • Tegangan pd tendon yg menempel pd tulang yang bersendi Penstabilsendi

  27. Gerakan lurus (linear motion) - gliding • Gerakan sudut (angular motion) * fleksi-ekstensi-hiperekstensi* abduksi-adduksi* sirkumduksi • Gerakan putar (rotation)* rotasi kanan-kiri* rotasi medial-lateral* pronasi-supinasi • Gerakan khusus* inversi-eversi* dorsofleksi-plantar fleksi* opposisi* protraksi-retraksi* elevasi-depresi* fleksi lateral GerakanSendi

  28. Otot membentuk 43% berat badan; > 1/3-nya mrpkn protein tubuh & ½-nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat • Proses vital di dlm tubuh (spt. Kontraksi jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot Otot

  29. Menghasilkan gerakan rangka. • Mempertahankan sikap & posisi tubuh. • Menyokong jaringan lunak. • Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh. • Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot:energi  panas FungsiSistemOtotRangka

  30. Otot polosmemiliki 1 inti yg berada di tengah,dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber energi terutama dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, kadng mengalami tetani, tahan thd kelelahan • Otot rangkamemiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS), sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah • Otot jantungmemiliki 1 inti yg berada di tengah,dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumber Ca2+ dari CES & RS, sumber energi dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, tdk mengalami tetani, & tahan thd kelelahan 3 Tipejaringanotot

  31. 3 Tipe Jaringan Otot Otot jantung Otot polos Otot rangka

  32. TendonHampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang. TENDON StrukturOtotRangka

  33. Fascia- Ototrangkamrpknkumpulanfasciculus (berkasselototberbentuksilindrisygdiikatolehjaringanikat).- Seluruhseratototdihimpunmenjadisatuolehjaringanikatygdisebutepimysium (fascia).- Setiap fasciculus dipisahkanolehjar.ikatperimysium- Di dlm fascicle, endomysiummengelilingi 1 berkasselotot.- Di antaraendomysium & berkasseratotottersebarselsatelitygberfungsidlmperbaikanjaringanotot yang rusak. Selotot seratotot (endomysium) fascicle  fasciculus (perimysium) fascia (epimysium) ototrangka (organ) Struktur Otot Rangka

  34. Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma • Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0,01-0,1 mm;panjang 1-40 mm). • Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. • Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma. • Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasmA. • Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yg disebut miofibril. Struktur Otot Rangka

  35. Miofibril (diameter 1-2m) • Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. • Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin • Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin) Struktur Otot Rangka

  36. Sarkomer • 1 sarkomertdd: - filamentebal, - filamentipis, - protein ygmenstabilkanposisifilamentebal & tipis, & - protein ygmengaturinteraksiantarafilamentebal & tipis. • Pita gelap (pita/ bands Aanisotropic); pita terang (pita/bands I isotropic) • Filamentebaltdpditengahsarkomer Pita A, tdd 3 bgn:- garis M; zona H; danzona overlap • Filamentebaltdp pd pita I; • garis Z mrpbatasantara 2 sarkomerygberdekatan & mengandungprotein Connectinsygmenghubungkanfilamentiois pd sarkomerygberdekatan. Struktur Otot Rangka

  37. Retikulum sarkoplasma • Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot •  retikulum endoplasma di sel lain. • Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril, yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T). • Tempat penyimpanan ion Ca2+. • Tubulus T  saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion. • Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot. Struktur Otot Rangka

  38. Motor end platesmerupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot. Motor end plates Struktur Otot Rangka

  39. Otot rangka Sel (85%) Ekstrasel (15%) Air (75%) Solut (25% Protein (80%) Lain-lain (20%) Fibrilar (65%) Sarkoplasmic (35%) Komposisi Otot Rangka Tropomiosin (7%) Troponin (3%) Lain-lain (15%) Miosin (55%) Aktin (20%)

  40. Otot merah & putih Otot merah bny mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin, yg berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel)  kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzim transport elektron yang kuat Otot putih krn kurang mioglobin  kapasitas glikolisis anaerobik yang tinggi dgn aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase yang kuat. • EkstraktifYaitu zat non-protein yang larut dlm air meliputi kreatinin, kreatinin fosfat, ADP, asam amino, asam laktat, dll. Zat yang memiliki struktur grup fosfat mrpkn zat yang ‘kaya energi’ • ProteinKomponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pd proses glikolisis mrpkn protein sarkoplasmik. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin, aktin, troponin, dan tropomiosin. Komposisi Otot Rangka

  41. Parallel muscle • Convergent muscle • Pennate muscle • Circular muscle 4 Polapengorganisasianototrangka

  42. Axial musculature- melekat pd rangka aksial- memposisikan kepala, tulang belakang; menggerakkan tulang iga- mencakup 60% otot rangka tubuh • Appendicular musculature- menstabilkan atau menggerakkan komponen rangka appendikular- mencakup 40% otot rangka tubuh Axial & Appendicular Muscles

More Related