1 / 50

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik. Pengantar Ekonomi Pembangunan. Pendahuluan. Adam Smith David Ricardo Robert Maltus Pertumbuhan Linear (Model Harrod-Domar) Teori Perubahan Struktural (Model Lewis) International-Dependence Revolution (Marxist/Radical Model)

coral
Download Presentation

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TeoriPertumbuhanEkonomiKlasik PengantarEkonomi Pembangunan

  2. Pendahuluan • Adam Smith • David Ricardo • Robert Maltus • Pertumbuhan Linear (Model Harrod-Domar) • Teori Perubahan Struktural (Model Lewis) • International-Dependence Revolution (Marxist/Radical Model) • Neoclassical-munculnya kembali pasar bebas • Aplikasi pertumbuhan dan Production Possibilities Curve (PPC), efficiency, trade-off, dan perubahan teknologi. • Model Pertumbuhan Baru-Model Solow (kualitas tenaga kerja) • Pengaruh institusi

  3. Teori Adam Smith • Kebijaksanaanpasarbebas • Pemupukan modal • Keuntungan • The law of deminishing returns • Spesialisasiataupembagiankerja agar produktivitastenagakerjasemakainmeningkat

  4. Teori David Ricardo • Adatigagolongandalamperekonomian • GolonganKapitalis • GolonganBuruh • Golongan Tuan Tanah • Ciri-ciriperekonomianmenurut Ricardo; • Tanah terbatas • Jumlah TK tergantungtingkatupah • Akumulasi modal terjadiketikatingkatkeuntungan > tingkatkeuntungan minimal untukmenarikinvestasi • Kemajuanteknologi • Sektorpertanian

  5. Robert Malthus • Tambahanproduksi marginal dibutuhkanuntukmengimbangipertumbuhanpenduduk yang semakinbesar. • Rendahnyakonsumsiataukurangnyapermintaanefektif yang menimbulkanpersediaanmelimpah, merupakansebabutamaketerbelakangan. • Faktornonekonomisepertipendidikan, standar moral, kebiasaanbekerjakeras, administrasi yang baikdanhukum yang efisien yang dapatmembantumeningkatkanproduksi

  6. Harrod-Domar Growth Model • Untukmemacupertumbuhanekonomi di butuhkanpengerahanataumobilisasidanatabungan (matauangdomestikatauvalutaasing) gunamenciptakaninvestasi

  7. Gambaran Umum mengenai teori Harrod Domar

  8. Model Harrod Domar (3.1) (3.2) (3.3) (3.4)

  9. Model Harrod-Domar (3.5) (3.6) (3.7)

  10. Kritik Terhadap Model • Kondisi Necessary (yang diperlukan) dan sufficient (cukup) Harrod Domar tidak menggambarkan apa yang disebut sebagai necessary dan Sufficient, sehingga peningkatan akumulasi modal tidak tergambarkan

  11. Pertumbuhan-Tahapan-Linear Model pertumbuhan-tahapan-linear menekankanpentingnyatabungandaninvestasi (modal fisikdan modal manusia) dalammembinapertumbuhanekonomijangkapanjang

  12. Model WW Rostow • Rostow membagi perkembangan pembangunan dari dari underdevelopment menjadi development dalam beberapa tahap pembangunan yaitu (1) masyarakat tradisonal, (2) pre kondisi lepas landas , (3) lepas landas (4) tahap menuju kedewasaan dan (5) Era konsumsi tinggi

  13. Rostow Model Masyarakat Tradisional Ciri-ciri: teknologi terbatas, pertanian subsisten, dan masyarakat yang static atau “rigid”, sedikitnya kelas ekonomi individu Pre Kondisi Lepas Landas Ciri-ciri: permintaan eksternal akan barang mentah, perkembangan akan pertanian lebih produktif dan komersil, penyebaran teknologi serta mobiltas sosial individu mulai terjadi Lepas Landas Ciri-ciri: manufaktur mulai terasionalisasi dan skala meningkat untuk beberapa leading industry. Tahap Menuju Kedewasaan Ciri-ciri: diversifikasi industri dasar: industri yang semakin banyak serta pembangunan yang cepat dari infrastruktur pembangunan Era Konsumsi tinggi Ciri-ciri:Industri mendominasi ekonomi, secara umum konsumen mempunyai disposable income untuk kebutuhan lain selain dasar

  14. Gambaran Umum Model WW Rostow

  15. Kritik terhadap model • Rostow tidak melihat kondisi geografis dari pembangunan, dan kondisi birokrat • Modelnya berdasarkan Sejarah Amerika dan Eropa • Modelny berdasarkan asumsi kebijakan perdagangan Neoliberal

  16. Model Perubahan Struktural • Model dua sektor Lewis • Sektor Modern dan tradisional

  17. PerubahanStrukturalDuaSektor • Model perubahanstrukturalduasektorrumusan Lewis, mementingkanupaya-upayauntukmenganalisisketerkaitantertentu yang terdapatdiantarasektorpertaniantradisionaldengansektorindustri modern

  18. Model Lewis dari Pertumbuhan sektor modern: two-setor Surplus-Labor Economy

  19. Kritik terhadap Model Lewis • Tingkat transfer tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja mungkin tidak proporsional dengan tingkat akumulasi modal pada sektor modern. Pertumbuhan di sektor modern mungkin tidak dapat menyerap seluruh tenaga kerja • Surplus tenaga kerja di daerah pedesaan dan full employment di urban? Asumsi ini tidaklah tepat • Asumsi diminishing return pada sektor moderm

  20. The Lewis Model Modified by Labor Saving Capital Accumulation: Employment Implications

  21. Model Neoklasik Solow

  22. Solow Neoclasical Growth Model • TeoriNeoklasiktradisionalmenyatakanbahwa, pertumbuhan output bersumberdarisatuataulebihdaritigafaktorproduksi, yaitu; • Kenaikankuantitasdankualitastenagakerja • Penambahan modal • Penyempurnaanteknologi • Liberalisasipasar-pasarnasionalakanmerangsanginvestasi (domestikatauluarnegeri)memacutingkatakumulasi modal  meningkatkanrasio modal-tenagakerja • Tingkat kemajuanteknologiditentukansecaraeksogen, sehinggateoriinidisebutjuga model pertumbuhan “eksogen”

  23. Gambaran Umum Model Solow

  24. Model Pertumbuhan Neoklasik Solow: dengan melihat SDM dan produksi

  25. Model Pertumbuhan Solow

  26. Model Pertumbuhan Solow

  27. Equilibrium pada model Pertumbuhan Solow

  28. Dampak jangka panjang dari perubahan tingkat tabungan pada model Solow

  29. Revolusi Ketergantungan Internasional: Radical/Marxist Model • Model Dependensi Neoklasik • Kekuatan yang tidak sama, core-periphery • Model false-paradigm • Menggunakan penasihat “expert” • Thesis pembagunan dualistik • Elemen superior dan inferior dapat saling bergantung • Konklusi dan implikasi • Tidak ada pembangunan yang insight, bukti empiris

  30. Kontra RevolusiNeoklasik: Kemunculan kembali Pasar • Menantang model Statis • Pendekatan pasar bebas • Pendekatan Pemilihan Publik • Teori Pertumbuhan Tradisional Neoklasik • Model Solow • Kesimpulan dan implikasi • Realitas institusi dan politik di Negara Berkembang

  31. IlmuEkonomi PembangunanTeoriEkonomiNeoklasikKonvensional • Masihbanyakaspekdariteoriekonomiklasikkonvensional yang harusdibenahidandiperbaiki agar lebihsesuaidenganfakta-faktasosial, kelembagaan, danstrukturalnegara-negaraberkembang yang serbaunik • Namun, tidakbisadiabaikanpentingnyapelaksanaanproduksidandistribusisecaraefisienmelaluiberfungsinyasuatusistemharga yang baiksebagaibagian integral darikeberhasilanusahapembangunan, sebagaimanaditonjolkanolehteoritersebut

  32. KetergantunganInternasional Pemikiranparateoretisiketergantunganinternasionaltelahberhasilmenonjolkanpentingnyastrukturdanfungsiperekonomiandunia: Keputusan yang diambilolehnegaramajuternyatasedemikianrupasehinggaselalumemberipengaruhterhadapkehidupanjutaanpendudukdinegara-negaraberkembang

  33. TeoriKetergantungan • Para teoretisiketergantunganmengemukakanbahwalangkahdankeputusanekonomipenting yang diambildiibukota-ibukotanegaradiAmerika Utara, Eropa Barat, atauJepang (juga yang diambiloleh IMF dan Bank Dunia) senantiasamenimbulkandampak yang besarbaginegara-negaraberkembang • Argumen-argumenlainnyamengenaiperekonomiandomestiknegara-negaraDuniaKetiga: • Strukturdualistik • Peranankelaselitpengusaha

  34. KontrarevolusiNeoklasik (1) • Cukupbanyakargumendarikontrarevolusineoklasik yang harusdisimak, yang berkaitandengan: • Inefisiensiperusahaan-perusahaanmilikpemerintah • Kegagalanperencanaanpembangunan • Buruknyadampak-dampak yang ditimbulkanolehdistorsihargadomestikdaninternasionalakibatcampurtanganpemerintah yang berlebihan

  35. KontrarevolusiNeoklasik (2) • Namun, adatantangandankritik yang sangatseriusterhadapargumendarialiranketergantungandandarikaumstrukturalismengenai: Pentingnyamekanismepasarbebasdanperekonomianterbukadantidakpentingnyaperananpemerintahdalampengelolaanekonomidalamrangkamempromosikanpertumbuhanekonomisecarameratadinegara-negaraberkembang

  36. Komponen dari Pertumbuhan Ekonomi • Akumulasi Modal, investasi pada modal manusia dan fisik • Pertumbuhan pada populasi dan angkatan kerja • Progress Teknologi • Netral, tenaga kerja/modal-tabungan, tenaga kerja/penambahan modal • GNP=F(L,K,T)

  37. Efek dari meningkatnya sumber daya manusia dan fisik pada profuction possibiliy frontier

  38. Efek dari pertumbuhan modal dan tanah pada PPF: menunjukkan pertumbuhan ekonomi

  39. Figure A3.1.3 Dampak dari perubahan teknologi pada sektor pertanian pada production possibility frontier

  40. Figure A3.1.3 Dampak dari perubahan teknologi pada sektor industri pada production possibility frontier

  41. Teori Pertumbuhan endogen: Mengenai kualitas tenaga kerja, teknologi dan produksi • Motivasi untuk teori pertumbuahn baru • Model Romer

  42. PenelitianChenery Penelitianempiris yang dilakukanolehChenerydankawan-kawanmencobauntuk: • Mendokumentasikansecaratepatbagaimanasuatuperekonomianmengalamiperubahan-perubahan yang bersifatstruktural • Mengidentifikasikannilainumerikdariberbagai parameter ekonomipenting

  43. Ilmu Ekonomi Pembangunan Keseimbangan Keberhasilanpembangunanternyatamenuntutperanankeduanya (pasardanpemerintah) secaratepatdanseimbang

  44. Ilmu Ekonomi Pembangunan Kebutuhan • Faktamembuktikanbahwa yang dibutuhkanbukanhanyapasar yang secaraefisienmampumenciptakanhargadanalokasisumberdaya yang tepat • Dibutuhkanjugaaparatpemerintah yang cerdas, bersih, tanggapdanpeka, gunamenanganiberbagaibidangdanmasalah yang tidakmungkindiatasiolehmekanismepasar, terutamaberbagaipersoalansosialdanekonomi yang timbulsebagaiakibatdarioperasikekuatanpasar yang tidaksempurna

  45. Penentu tingkat kegiatan ekonomi negara: PANDANGAN KLASIK • Pengangguran bukannya keadaan yang selalu berlaku dalam perekonomian, karena: • Fleksibilitas tingkat bunga menyebabkan kemudahan penyesuaian agregat demand dan suplai • Fleksibiltas tingkat upah menyebabkan keseimbangan dipasar tenaga kerja • Selalu tercapai kondisi full employment dalam suatu perekonomian  padangan ahli Ekonomi, Klasik Jean Baptise Say (1767 – 1832), “Supply create its own demand”

  46. Penentu tingkat kegiatan ekonomi negara: PANDANGAN KLASIK • Padangan klasik tentang kondisi full employment didasarkan pada fenomena sistem perekonomian sederhana. • Walaupun rumah tangga tidak membelanjakan semua pendapatan karena ditabung, namun total tabungan digunakan dengan tepat sama untuk pengeluaran investasi. Sehingga agregate supply sama dengan agregate demand. • Tingkat bunga yang flexibel menyebabkan kemudahan dalam mencapai keseimbangan antara saving dan investasi. Digambarkan dalam grafik berikut.

  47. TINGKAT BUNGA, TABUNGAN DAN INVESTASI Interest rate Kurva Permintaan Investasi (I) Kurva Penawaran Tabungan (S) Kelebihan Tabungan r1 r0 r2 Kelebihan Ivestasi I0 = S0 O Tabungan, Investasi

  48. Penentu tingkat kegiatan ekonomi negara: PANDANGAN KLASIK • Dengan adanya flexibilitas upah maka mekanisme pasar tenaga kerja selalu melakukan penyesuaian sehingga pengangguran dapat dihapuskan • Ahli ekonomi klasik berkeyakinan : • Pengusaha akanselalu mencari keuntungan yang maksimal • Tigkat upah akan sama dengan marginal physical product (MPP)

  49. FLEXIBILITAS UPAH DAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA Upah Upah STK W0 W0 W1 W1 DTK MPPTK O TK0 TK1 NTK0 NTK1 NTK O TK Perekonomian Perusahaan

  50. PENENTU TINGKAT KEGIATAN EKONOMI MENURUT AHLI EKONOMI KLASIK • Jumlah barang-barang modal yang tersedia dan digunakan dalam perekonomian (K) • Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang tersedia dalam perekonomian (TK) • Jumlah dan jenis sumberdaya alam yan digunakan (Q) • Tingkat teknologi yang digunakan (T) Y = f( K, TK, Q, T)

More Related