1 / 59

TEORI ekonomi NEO klasik

TAJIDAN. TEORI ekonomi NEO klasik. TEORI EKSPEKTASI RASIONAL. EKSPEKTASI. TEORI. STAGNASI = PENGANGGURAN. STAGFLASI. INFLASI. TEORI EKSPEKTASI RASIONAL. BAHWA TEORI EKPEKTASI RASIONAL MUNCUL SEBAGAI AKIBAT KETIDAKPUASAN TERHADAP DOKRIN-DOKRIN SEBELUMNYA.

tyrone
Download Presentation

TEORI ekonomi NEO klasik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TAJIDAN TEORI ekonomi NEOklasik

  2. TEORI EKSPEKTASI RASIONAL EKSPEKTASI TEORI STAGNASI = PENGANGGURAN STAGFLASI INFLASI

  3. TEORI EKSPEKTASI RASIONAL BAHWA TEORI EKPEKTASI RASIONAL MUNCUL SEBAGAI AKIBAT KETIDAKPUASAN TERHADAP DOKRIN-DOKRIN SEBELUMNYA. PERTAMA : KITA MENGETAHUI TENTANG EKSPEKTASI, NAMUN KITA TIDAK JUMPAI DALAM TEORI, HANYA DIANGGAP SEBAGAI FAKTOR EXOGEN KEDUA : ADANYA MASALAH STAGFLASI YANG TERJADI PADA TAHUN TUJUHPULUHAN.

  4. STAGFLASI ADALAH KOMBINASI ANTARA STAGNASI DAN INFLASI • STAGNASI BERARTI BERKURANGNYA PERTUMBUHAN EKONOMI, YANG DIARTIKAN SAMA DENGAN MENINGKATNYA JUMLAH PENGANGGURAN. • INFLASI ADALAH MENURUNNYA DAYA BELI / KENAIKAN HARGA UMUM

  5. TIPIKAL EKONOM PERTAMA : EKONOM NEW CLASSICS (PENYEMPURNAAN TERHADAP TEORI KLASIK) YANG MENYATAKAN BAHWA KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER TIDAK EFEKTIF) KEDUA : EKONOM NEW KEYNESIANS (MENGOREKSI KELEMAHAN TEORI EKONOMI KEYNESIANS SEHINGGA BERSIFAT MEDIATORI)

  6. Teori Neoklasik Kebijakan fiskal maupun moneter tidak efektif sama sekali Teori Ekspektasi Rasional Teori Kenynesian Bersifat lebih mediatori

  7. EKSPEKTASI DAN RASIONAL EKSPEKTASI Xd= a – b.Pt + ut t Xs = c + d. t-1Pet + vt t . t-1Pet = ekspektasisubjektiftahunke t-1

  8. EKSPEKTASI DAN RASIONAL EKSPEKTASI P P0 P* P1 0 XS Xd X

  9. HIPOTESIS RASIONAL EKSPEKTASI • BAHWA MASYARAKAT MEMANFAATKAN BERBAGAI INFORMASI TENTANG HARGA, TEORI EKONOMI DAN DATA-DATA LAINNYA UNTUK MEMPERKIRAKAN HARGA KESEIMBANGAN, HAL INI DISEBABKAN ADANYA KEMUNGKINAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DI MASA YANG AKAN DATANG (unexploited profit). Dimana: = ekspektasi rasional = nilai yang diharapkan dari P1 pada saat t-1

  10. LANJUTAN UNTUK MEMAHAMI HIPOTENSIS RASIONAL EKSPEKTASI, PENTING UNTUK DIREALISASIKAN DALAM BENTUK MATEMATIK, MESKIPUN TIDAK SEPENUHNYA TEPAT. Conditional expected value BERGANTUNG PADA KETERSEDIAAN INFORMASI PADA PERIODE t-1. VARIABEL GANGGUAN (seperti ut dan vt ) SERING KALI MENGAKIBATKAN KESALAHAN DALAM PREDIKSI. PERMASALAHAN DALAM VARIABEL EKSPEKTASI ENDOGEN BAHWA TINDAKAN EKONOMI SESEORANG BERGANTUNG PADA EKSPEKTASINYA, NAMUN KEPENTINGANNYA SENDIRI BERGANTUNG PADA TINDAKAN EKONOMI YANG DIAMBILNYA.

  11. HIPOTESIS EKSPEKTASI RASIONAL PADA FUNGSI PERMINTAAN : HIPOTENSIS EKSPEKTASI RASIONAL PADA FUNGSI PENAWARAN : KONDISI KESEIMBANGAN :

  12. KONDISI KESEIMBANGAN MENUJU KEPADA NILAI EKSPEKTASI YANG DIGUNAKAN DALAM RAMALAN PEREKONOMIAN.

  13. PENYELESAIAN PERSAMAAN PERHITUNGAN NILAI EKSPEKTASI DARI PERMINTAAN : PERHITUNGAN NILAI EKSPEKTASI DARI PENAWARAN : * Diasumsikan nilai ekspektasi dari variabel-variabel stokastik hilang (sama dengan nol)

  14. PERHITUNGAN NILAI KESEIMBANGAN :

  15. KURVE PHILLIPS • KURVE PHILLIPS MENGGAMBARKAN HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGANGGURAN DENGAN PERUBAHAN TINGKAT UPAH • TINGKAT PENGANGGURAN DIGAMBARKAN PADA SUMBU DATAR, SEDANGKAN PERUBAHAN TINGKAT UPAH DIGAMBARKAN PADA SUMBU VERTIKAL

  16. ŵ/w 0 ≈6% U U = tingkatpengangguran ŵ/w = perubahantingkatupah

  17. KARAKTERISTIK KURVE PHILLIPS • SELOP NEGATIF • BENTUK HIPERBOLA • BERPOTONGAN DENGAN SUMBU DATAR PADA TINGKAT PENGANGGURAN SEKITAR 6%,

  18. APABILA PERUBAHAN TINGKAT UPAH = 0 (NOL), MAKA TINGKAT PENGANGGURAN SEKITAR 6%, JIKA TINGKAT PENGANGGURAN BERKURANG, MAKA PERUBAHAN UPAH NOMINAL AKAN MENINGKAT • RICHARD G.LEPSEY MENDUKUNG THESIS PHILLIPS BAHWA HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGANGGURAN DENGAN TINGKAT UPAH YANG STABIL DALAM JANGKA PANJANG.

  19. MODIFIKASI KURVE PHILLIPS KELEMAHAN DARI KURVE PHILLIPS ADALAH TIDAK MENJELASKAN TENTANG PERUBAHAN THEORITIS DENGAN DINAMIKA POLITIK YANG DISAMPAIKAN DALAM PAPER PAUL A.SAMUELSON DAN ROBERT M.SOLOW, DI MANA MEREKA MENGOREKSI PERUBAHAN UPAH DENGAN MAMASUKKAN TINGAKT INFLASI

  20. NAMUN HASILNYA MIRIP DENGAN KURVE PHILLIPS. P’/P 0 ≈5,5% U

  21. ASUMSINYA ADALAH PEMERINTAH DAPAT MENGENDALIKAN TINGKAT INFLASI MELALUI KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER, PILIHANNYA ADALAH APAKAH MENGHENDAKI TINGKAT INFLASI YANG TINGGI ATAU TINGKAT PENGANGGURAN YANG TINGGI DAN ADA TRADE OFF ANTARA KEDUANYA. • KURVE PHILLIPS MENDUKUNG TEORI KEYNESIAN, NAMUN TIDAK MENJELASKAN SECARA KESELURUHAN SKENARIO KEYNESIAN.

  22. KURVE PHILLIPS DIBENTUK BERDASARKAN KEADAAN PENGANGGURAN DAN PERUBAHAN UPAH DALAM BEBERAPA TAHUN YANG DISELIDIKI. • KURVE PHILLIPS PADA HAKEKATNYA ADALAH MENGGAMBARKAN SUATU SIFAT UMUM DARI HUBUNGAN ANTARA KENAIKAN UPAH DAN KEADAAN PENGANGGURAN DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU, YAITU APABILA PERSETASE PENGANGGURAN TINGGI MAKA TINGKAT KENAIKAN UPAH ADALAH RENDAH SEBALIKNYA APABILA PERSENTASE PENGANGGURAN RENDAH MAKA TINGKAT KENAIKAN UPAH ADALAH TINGGI.

  23. BIASANYA DALAM SUATU MODEL YANG MANA SUPPLY YANG TIDAK LAIN ADALAH PRODUKSI YANG DITEMPATKAN VERTIKAL DAN TENAGA KERJA SEBAGAI VARIABEL INDEPENDEN PADA TINGKAT HARGA ATAU PERUBAHANNYA. TIDAK DEMIKIAN DENGAN KURVE PHILLIPS DITURUNKAN DARI MEDEL KLASIK SEBAGAI ISSUE TEORI.

  24. SEBALIKNYA PAKTA EMPIRIS DALAM TAHUN 1970-AN MENUNJUKKAN TINGKAT PENGANGGURAN YANG TINGGI TERJADI JUGA INFLASI YANG TINGGI, SEHINGGA PATUT DIDUGA BAHWA ADA FAKTOR DI LUAR YANG IKUT MEMPENGARUHI YANG DIJADIKAN SEBAGAI ASUMSI. • MILTON FREDMAN DAN EDMUND S. PHELPS YANG MENGKRITISI KURVE PHILLIPS. ESENSI DARI ARGUMEN MILTON FREDMAN DAN EDMUND S.PHELPS BAHWA SLOP NEGATIF DARI KURVE PHILLIPS SEBAGAI ILUSI UANG.

  25. BAHWA BENTUK KURVE PHILLIPS YANG BERSLOP NEGATIF HANYA UNTUK JANGKA PENDEK, DALAM JANGKA PANJANG KURVE PHILLIPS AKAN MENJADI VERTIKAL. • DETIL PENJELASANNYA ADALAH BAHWA PEKERJA BERADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN UPAH DAN PERUBAHAN HARGA BARANG, SEHINGGA PEKERJA AKAN MENYESUAIKAN DENGAN PERMINTAAN TENAGA KERJA.

  26. KritikterhadapkurvaphiLlips • Milton Friedman dan Edmund S. Phelps • Tingkat penganggurandantingkatinflasiberhubunganeratdanseringberubah-ubah. Kondisiini yang tidakbisadijelaskandengankurvaPhilLips yang hanyamenggambarkankondisi yang stabil jangkapanjang : vertikal.

  27. Asumsi: permintaaantenagakerjatergantungpadatingkathargaaktual

  28. Titik A menunjukkantingkatpengangguranalamidenganharga-hargastabil. Bank sentralmenambahuangberedaruntukmengurangipengangguran (U* ke U1). Pekerjamenyesuaikanekspektasiupahmenjadilebihtinggi. Sehinggatingkatupahriilkembalike level sebelumnya, danpenganggurankembalike U*. U1 (P/P)2 C (P/P)1 B U A U1 U* Tingkat inflasimenjaditidakberubahkarena bank sentralmenambahuangberedarpadasaattingkatbungatinggi. Sehinggaekuilibriumpadatitik B menunjukkantingkatinflasi yang lebihtinggi, namundengantingkatpengangguran yang sama.

  29. EKONOMI NEOKLASIK

  30. The new classical vission Classicaldoctrine Walras Model • fully employment • optimally allocated Kontradiktifdengankenyataan (Failed to explain the business cycle

  31. TIGA KELOMPOK USAHA UNTUK MENGATASI MASALAH DASAR TEORI KLASIK • FUNDAMENTALIST CRTICISM  MENYIMPULKAN KETIDAKBERGUNAAN MODEL WALRAS DAN KETIDAK BERGUNAAN TEORI KLASIK SECARA KESELURUHAN DARI PENGAMATAN EMPIRIS PADA SIKLUS BISNIS. • IMPERFECTIONIST  PENJELASAN SIKLUS BISNIS YANG MUNGKIN • NEOKLASIK  IMPERFECTIONIST KEYNESIAN MEMAINKAN PERANAN SEPELE DALAM REALITA, DI MANA MEREKA TIDAK MAMPU MENJELASKAN FLUKTUASI EKONOMI

  32. NEOKLASIK MEMANDANG BAHWA SIKLUS BISNIS SEBAGAI FENOMENA KESEIMBANGAN.

  33. KARAKTERISTIK NEOKLASIK MODEL • Hargasecarasempurnafleksible • Gangguandalamsistemperekonomianmenyebabkanexpectasitidakterbuktisehinggadapatmeningkatkanfluktuasi • Semuaorangberhati-hatidalammenentukan Rational expectation

  34. MODEL NEOKLASIK Aggregate Commodity Demand Y = At + b . (mt – pt ) + ut d t (248) Keterangan : Y = permintaanagregatbarangwaktuke-t A t = seluruhpengeluarantermasukpermintaanpemerintahan b = konstanta (+) m dan p = logaritma M/P mtdan pt = logaritmadarikeseimbanganjumlahuangberedardantingkatharga Ut= variabel stochastic independent d t

  35. Aggregate Commodity Supply Keterangan : Y = persediaanagregatbarang yang ditawarkan Y* = tingkatproduksi yang berhubungandengantingkatpengangguran c = konstanta (+) pt = tingkatharga pte= harga yang diinginkan vt = variabel stochastic independen Y = Y* + c . ( pt – pte) + vt s t (249) s t

  36. LANJUTAN • pt = ptedanvt= 0 keadaan yang paling dipiliholehswasta Yt – Y* • Kalauadapengangguran, adalahpengangguransukarela. • Yt = Y* employment (agregat supply = agregate demand) • Unemployment yang dimaksudvoluntary (menganggurkarenainginmemaksimukanleisure = oppurtunitycostnyalebihbesarleisure

  37. Ytd = Yts = Yt (250) Yt = At + b . (mt – pt ) + ut (251) Yt = Y* + c . ( pt – pte) + vt (252) Y = A+ b . (m – p ) e t e t e t (253) (254) Y = Y* e t

  38. PERMINTAAN, PENAWARAN DAN PRODUKSI AKTUAL SELALU SESUAI DALAM MODEL NEOKLASIK MENGHARUSKAN MENGASUMSIKAN EKSPEKTASI RASIONAL, SEHINGGA SEMUA VARIABEL DENGAN INDEK “e”. Yte= Y* adalah level produksiaktual

  39. Y*- Ate Pte= mte- b (255)

  40. (259) 1 pt = pte + -------- . [(At-Ate) + b.(mt – mte) + ut-vt] b+c

  41. TINGKAT PRODUKSI ALAMI TEREALISASI JIKA TIDAK ADA GANGGUAN DAN TIDAK ADA KEBIJAKAN PEMERINTAH DI LUAR DUGAAN. DALAM HAL INI EKSPEKTASI RASIONAL TENTANG HARGA JUGA DIPENUHI. • PENAMBAHAN JUMLAH UANG BEREDAR YANG TIDAK DIANTISIPASI (mt > mte) dan PENINGKATAN PENGELUARAN PEMERINTAH (At > Ate) MENDATANGKAN PENINGKATAN DALAM PRODUKSI DAN HARGA.

  42. POLITICAL INFERENCES BISAKAN EKONOMI PASAR DISTABILKAN DENGAN ALAT KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL ? UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN TERSEBUT, BAIK LAH DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT:

  43. KEBIJAKAN MONETER c Yt= Y* + ----- . [(At-Ate) + b.(mt – mte) + ut– b/c.vt] b+c (260) 1 pt = pte + -------- . [(At-Ate) + b.(mt – mte) + ut-vt] b+c (261)

  44. mt = m0 + k.tatau Mt = M0.ek (262) mte = m0 + k.t (263) DALAM PERSAMAAN DI ATAS, PERLUASAN JUMLAH UANG BEREDAR BISA DIPREDIKSI SECARA AKURAT, DI MANA TIDAK LAGI TAMPAK (mt-mte) dan KEBIJAKAN MONETER TIDAK AKAN MENGHASILKAN EFEK RIIL APAPUN.

  45. YANG MENJADI INTI ADALAH THEOREMA AKSELERASI MONETER TIDAK BERLAKU PADA NEOKLASIK. • PERCEPATAN ATAU PERLAMBATAN DALAM PERTUMBUHAN MONETER TIDAK MENGHASILKAN EFEK APAPUN DALAM KONDISI YANG SUDAH DIKETAHUI SEBELUMNYA. • DAMPAK TERHADAP KEBIJAKAN PERLUASAN MONETER APAKAH AKAN MENGHASILKAN KEMAKMURAN ATAU INFLASI ? NEOKLASIK MEMILIKI JAWABAN YANG JELAS :

  46. PERTAMA : PERLUASAN MONETER YANG DIANTISIPASI AKAN MENYEBABKAN INFLASI MURNI; • KEDUA : PERLUASAN YANG TIDAK DIANTISIPASI AKAN MENYEBABKAN KENAIKAN DALAM HARGA DAN KUANTITAS, DI MANA PERUBAHAN TERSEBUT BISA DIHITUNG DENGAN PERSAMAAN (261).

  47. MENURUT TEORI NEOKLASIK BAHWA INFORMASI , INDIVIDU AKAN MENDAPATKAN SEMUA INFORMASI YANG BISA DIPEROLEH PADA WEWENANG PUBLIK, MEREKA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI YANG SAMA BAIKNYA. • HAL INI AGAK KONTRADEKTIF KARENA DIANGGAP INFORMASI ASIMETRIS ANTARA PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA.

  48. STAGFLASI • PRODUKSI BISA TURUN KARENA GANGGUAN STOCHASTIC DAN PENGANGGURAN BISA MENINGKAT. • JIKA PEMERINTAH ATAU BANK SENTRA BERUSAHA MENAIKKAN PRODUKSI DENGAN KEBIJAKAN PERLUASAN MENOTER, MAKA INDIVIDU AKAN MENGANTISIPASI AKIBAT YANG AKAN TERJADI, JIKA KEBIJAKAN TELAH DIUMUMKAN, MAKA PRODUKSI TIDAK AKAN BERUBAH DALAM JANGKA PENDEK, HARGA AKAN MENINGKAT DAN STAGFLASI AKAN NAIK.

  49. KEBIJAKAN FISKAL • ASUMSINYA PEMERINTAH MENURUNKAN PAJAK DALAM JUMLAH BANYAK DALAM PERIODE SAAT INI DAN MEMBIAYAI BEDA / GAP YANG MUNCUL KARENA MENINGKATNYA PINJAMAN - ΔT = Δ B (265)

  50. DENGAN PENURUNAN PAJAK, AKAN MENINGKATKAN PERMINTAAN KOMODITAS AGREGAT. • PERUBAHAN PENURUNAN PAJAK SAMA DENGAN PERUBAHAN PENINGKATAN PINJAMAN, BAHWA HASILNYA TERKAIT DENGAN PENINGKATAN KEKAYAAN NETTO SEKTOR SWASTA (PERUSAHAAN). • KARENA ADA TAMBAHAN PINJAMAN OBLIGASI, MAKA KONSUMSI DAN PENGELUARAN LAINNYA AKAN MENINGKAT

More Related