1 / 14

POHON PENURUNAN

POHON PENURUNAN. PENDAHULUAN. Bentuk umum produksi CFG adalah : α → β, α ∈ V N , β ∈ ( V N VT )*

hye
Download Presentation

POHON PENURUNAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. POHON PENURUNAN

  2. PENDAHULUAN Bentukumumproduksi CFG adalah : α → β, α ∈ V N , β ∈ (V N VT )* Analisissintaksadalahpenelusuransebuahkalimat (atausentensial) sampaipadasimbolawal grammar. Analisis sintaks dapat dilakukan melalui derivasi atau parsing. Penelusuran melalui parsing menghasilkan pohon sintaks.

  3. CONTOH 1 Diketahui grammar G 1 = {I → HI HIA, H → abc...z, A → 012...9} denganI adalahsimbolawal. Berikutinikeduacaraanalisasintaksuntukkalimat x23b.

  4. CONTOH 2 Diketahui grammar G 2 = {S → SOSA , O → *+, A → 012...9} Kalimat : 2*3+7 mempunyai dua pohon sintaks berikut :

  5. Metoda Parsing Ada 2 metoda parsing : top-down dan bottom-up. • Parsing top-down : Diberikankalimat x sebagai input. Parsing dimulaidarisimbolawalS sampaikalimat x nyata (atautidaknyatajikakalimat x memangtidakbisaditurunkandari S) daripembacaansemualeaf daripohonparsing jika dibaca dari kiri ke kanan. • Parsing bottom-up : Diberikan kalimat x sebagai input. Parsing dimulai dari kalimat x yang nyatadaripembacaansemualeaf pohon parsing darikirikekanansampaitibadisimbolawal S (atautidaksampaidi S jikakalimat x memang tidak bisa diturunkan dari S).

  6. Parsing Top-down Ada 2 kelasmetoda parsing top-down, yaitu: • Kelasmetodadenganbackup, contohmetodakelasdengan backup adalahmetoda Brute-Force, • Kelasmetodatanpabackup, contohmetodakelastanpa backup adalahmetoda recursive descent.

  7. MetodaBrute-Force Kelasmetodadengan backup, termasukmetoda Brute-Force, adalahkelasmetodaparsing yang menggunakanproduksialternatif, jikaada, ketikahasilpenggunaansebuahproduksitidaksesuaidengansimbol input. Penggunaanproduksisesuaidengannomorurutproduksi.

  8. CONTOH Diberikan grammar G = {S → aAdaB, A → bc, B → ccdddc}. GunakanmetodaBrute-Force untuk melakukan analisis sintaks terhadap kalimat x = accd.

  9. MetodaBrute-Force tidakdapatmenggunakan grammar rekursikiri, yaitu grammar yang mengandungproduksirekursikiri (left recursion) : A → A∝. Produksirekursikiriakan menyebabkan parsing mengalami looping takhingga.

  10. MetodaRecursive-Descent Kelas metoda tanpa backup, termasuk metoda recursive descent, adalah kelas metoda parsing yang tidakmenggunakanproduksialternatifketikahasilakibatpenggunaansebuah produksi tidak sesuai dengan simbol input. Jika produksi A mempunyai dua buahruaskananataulebihmakaproduksi yang dipilihuntukdigunakanadalahproduksidengansimbolpertamaruaskanannyasamadengan input yang sedangdibaca. Jikatidakadaproduksi yang demikianmakadikatakanbahwa parsing tidakdapatdilakukan.

  11. Ketentuan produksi yang digunakan metoda recursive descent adalah : Jika terdapat duaataulebihproduksidenganruaskiri yang samamakakarakterpertamadarisemua ruas kanan produksi tersebut tidak boleh sama. Ketentuan ini tidak melarang adanyaproduksi yang bersifatrekursikiri.

  12. CONTOH • Diketahui grammar G = {S → aBA, A → a, B → bd}. Gunakanmetodarecursive descent untukmelakukananalisissintaksterhadapkalimat x = ac.

  13. Parsing Bottom-Up • Salah satu contoh menarik dari parsing bottom-up adalah parsing pada grammar preseden sederhana(GPS). Sebelumsampaike parsing tersebut, akandikemukakanbeberapapengertiandasarsertarelasi yang adapada GPS.

  14. PengertianDasar • Jikaα dan x keduanyadiderivasidarisimbolawal grammar tertentu, makaα disebutsentensialjikaα ∈ (V T  V N )*, dan x disebutkalimatjika x ∈ (V T )* • Misalkanα = Q 1 β Q 2 adalahsentensialdan A ∈ V N : - β adalahfrasedarisentensialα jika : S ⇒ … ⇒ Q 1 A Q 2 dan A⇒ … ⇒ β - β adalahsimple frasedarisentensialα jika : S ⇒ … ⇒ Q 1 A Q 2 dan A⇒ β - Simple frase terkiri dinamakan handel - frase, simple frase, dan handeladalahstringdenganpanjang 0 ataulebih..

More Related