1 / 19

PROSEDUR DAN TEKNIK PENYUSUTAN ARSIP PERGURUAN TINGGI

PROSEDUR DAN TEKNIK PENYUSUTAN ARSIP PERGURUAN TINGGI. D isampaikan oleh Lolytasari. Lolytasari Langsa , 20 Agustus 1971. Staf Perpustakaan FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pendidikan : - S1 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta - S1 Ganda Ilmu Perpustakaan YARSI

kalb
Download Presentation

PROSEDUR DAN TEKNIK PENYUSUTAN ARSIP PERGURUAN TINGGI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROSEDUR DAN TEKNIK PENYUSUTAN ARSIP PERGURUAN TINGGI Disampaikan olehLolytasari

  2. Lolytasari Langsa, 20 Agustus 1971 StafPerpustakaan FKIK UIN SyarifHidayatullah Jakarta Pendidikan : - S1 IAIN SunanKalijaga Yogyakarta - S1 GandaIlmuPerpustakaan YARSI - Mahasiswa S2 IlmuPerpustakaan UI, PeminatanManajemenArsip E-mail : loly.bara@gmail.com HP : 081808964819

  3. Arsip merupakan rekaman kegiatan organisasi. Sebagai rekaman maka volumenya akan selalu bertambah seiring dengan perkembangan organisasi. Maka penanganan arsip tercipta membutuhkan pengelolaan arsip, baik dalam hal ruang penyimpanan, sistem, tenaga, pemeliharaan, perawatan dan penemuan kembali arsip. • Upaya untuk mengatasi meluapnya arsip, maka dibutuhkan program penyusutan arsip. Maksudnya adalah melakukan tindakan pengurangan arsip dengan cara penilaian, pemindahan, pemusnahan dan penyerahan arsip secara kontinyu.

  4. Penyusutan Arsip Menurut UU No. 43 tahun 2009 Adalahkegiatanpenguranganarsipmelalui: • Pemindahanarsipinaktifdari unit pengolah ke unit kearsipan; b. Pemusnahanarsip yang telahhabisretensi dan yang tidakmemilikinilaigunadilaksanakansesuaidenganketentuanperaturanperundang-undangan; dan c. Penyerahanarsipstatisolehpenciptaarsip kepadalembagakearsipan.

  5. Pemusnahan arsip dilakukan terhadap arsip yang: a. tidak memiliki nilai guna; b. telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan JRA; c. tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang; dan d. tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara.

  6. Pemusnahan arsip : (1) wajib dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang benar. (2) merupakan tanggung jawab pimpinan pencipta arsip yang bersangkutan.

  7. Teknik Penyusutan BERDASARKAN JRA BERDASARKAN NON JRA UU No. 43/2009 PP 34/ 79 SE 01/81 SE 02/83

  8. Jadwal Retensi Arsip • Jadwal Retensi Arsip menurut UU No. 43 tahun 2009, adalah daftar yang berisi sekurang-kurangnya jangka waktu penyimpanan atau retensi, jenis arsip, dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penetapan suatu jenis arsip dimusnahkan, dinilai kembali, atau dipermanenkan yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan dan penyelamatan arsip. • Manfaat Jadwal Retensi Arsip menurut Ira dkk adalah: (1) Pengurangan rekod, menghemat waktu dalam penelusuran informasi rekod, (2) Meghindari masalah hukum, (3) Melakukan efisiensi dalam menetapkan rekod yang sangat penting, (4) Menghemat tempat, dengan memindahkan rekod yang tidak digunakan saat ini, (5) Mengidentifikasi rekod yang memiliki nilai permanen.

  9. Contoh Bentuk Jadwal Retensi Arsip

  10. DaftarPertelaanArsip Yang Menyerahkan, Yang Menerima, Nama Petugas Nama Petugas

  11. PETUNJUK PENGISIAN DPA • Nomor: Nomor Urut Jenis Arsip; • Masalah Pokok: Masalah Utama Yang Terkandung Dalam Arsip; • Uraian Masalah: Rincian dari masalah pokok; • Tahun : Tahun terciptanya arsip; • Jumlah : Jumlah arsip (Berkas, Folder, Box); • No. Box : No. Urut Box dan No.Jenis Arsip yang tersimpan dalam box; • Keterangan : Keterangan arsip Rapuh, Berkas Tidak Lengkap

  12. Prosedur Pemusnahan Arsip Prinsip pemusnahan arsip dilakukan oleh unit kearsipan: • Memusnahkan duplikasi dan non arsip; • Meneliti arsip inaktif yang habis masa simpannya di unit kearsipan berdasar JRA; • Penyiangan arsip yang telah diteliti dari tempat penyimpanan arsip lainnya; • Arsip yang akan dimusnahkan dicatat dalam DPA usul musnah rangkap 2; • Harus diberitahukan kepada pimpinan unit kearsipan dan disetujui oleh pimpinan unit kearsipan.; • Dibuatkan berita acara pemusnahan rangkap 2; • Pemusnahan dilakukan secara total baik fisik maupun informasinya; • Pemusnahan disaksikan oleh pejabat bidang hukum dan pengawasan intern; • Berita Acara ditandatangani oleh pimpinan unit kearsipan dan 2 orang saksi; • Berita Acara dan DPA masing-masing disimpan di unit kearsipan dan u.p • Pemusnahan dilakukan secara periodik (akhir atau awal tahun)

  13. Pemusnahan Arsip pemusnahan dilakukan terhadap rekod yang tidak mempunyai nilaiguna; pemusnahan dilakukan setelah dilakukan penilaian; pemusnahan dilakukan dengan beberapa cara: * dibakar; * dicacah dengan mesin pencacah; * didaur ulang dengan dijual pada pabrik pulp (bubur kertas)

  14. Penyerahan Arsip Statis ke Arsip Perguruan Tinggi • Melakukan penilaian terhadap arsip yang layak sebagai arsip statis; • Penyerahan dilakukan Kepada Arsip Perguruan Tinggi; • Ada kriteria arsip yang disimpan pada Arsip Perguruan Tinggi

  15. Jenis Arsip yang Dipertimbangkan Permanen • Arsip tentang kebuktian keberadaan suatu organisasi • Arsip hasil penelitian atau prestasi kerja • Arsip tentang hak cipta, hak paten, formula, resep • Arsip tentang tokoh atau perorangan yang melekat dengan suatu peristiwa

  16. ROLL O’PACK

  17. ROLL O’PACK

  18. BOX ARSIP

  19. TERIMA KASIH

More Related