1 / 48

Mechanical Fastener

Mechanical Fastener. Yusron Sugiarto , STP, MP, MSc. Mechanical Fastener. Teknik Pengencangan. Rivet. Mur dan Baut. Fisher. Sekrup. MUR dan BAUT. Baut dan mur dapat digunakan untuk proses penyambungan antara dua bagian pelat . Proses penyambungan ini dapat dilakukan dengan

landen
Download Presentation

Mechanical Fastener

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Mechanical Fastener YusronSugiarto, STP, MP, MSc

  2. Mechanical Fastener TeknikPengencangan Rivet Mur danBaut Fisher Sekrup

  3. MUR dan BAUT Bautdanmurdapatdigunakanuntukprosespenyambunganantaraduabagianpelat. Prosespenyambunganinidapatdilakukandengan mengeborbagian plat yang akandisambungsesuaidengan diameter baut dan mur yang akan digunakan. Sambunganbaur, murinimerupakansambungan yang tidaktetapartinyasewaktu-waktusambunganinidapatdibuka.

  4. MUR dan BAUT

  5. MUR dan BAUT Untukmenentukanukuran Mur danbaut, berbagaifaktorharusdiperhatikansepertisifatgaya yang bekerjapadabaut, syaratkerja, kekuatanbahan, kelasketelitiandan lain sebagainya.

  6. ULIR Bagian–bagianterpentingdarimurdanbautadalahulir. Uliradalahsuatu yang diputardisekelilingsilinderdengansudutkemiringantertentu. Bentukulirdapatterjadibilasebuahlembaranberbentuksegitigadigulungpadasebuahsilindersepertiterlihatpadagambar .

  7. ULIR Dalampemakaiannyaulirselalubekerjadalampasanganantaraulirluardanulirdalam. Ulirpengikatpadaumumnyamempunyaiprofilpenampangberbentuksegitigasamakaki . Jarakantarasatupuncakdenganpuncakberikutnyadariprofilulirdisebutjarakbagi (P) lihatgambar.

  8. ULIR Keterangangambar: D = diameter terbesarulirluar (ulirbaut) ataudiemeterterbesardariulirdalam (ulir Mur) Dc = diameter paling kecildariulirluar (ulirbaut) atau diameter terkecildariulirdalam (ulirmur). Dp= diameter rata-rata dariulirluardanulirdalam. 1 = sudutulir 2 = Puncakulir 3 = jarakpuncakulir (jarakbagi) (P) 4 = Kedalamanuliratautingggiulir (H) 1 2 3 4

  9. ulir Peristilahanulirsekrup,untuklebihjelasdiperlihatkanulir v yang tajam, sebetulnyapuncak danakartersebutadalahdatar ataumelengkungselamaoperasi pembuatannya. Semuaulirdibuat sesuaidengan kaidahtangankanan (right-bahd rule) kecualidijelaskan secarakhusus

  10. ULIR Ulirdisebuttunggalatausatujalanbilahanyasatujalur yang melilitsilinder, Disebut 2 atau3 jalanbila ada2 atau3 jalur. Jarakantarapuncak-puncak yang berbedasatuputarandarisatujalurdisebut KISAR. Kisarpadaulirtunggaladalahsamadenganjarakbaginya, sedangkanuntukulirgandadantripalbesarnyakisarberturut–turutsamadengandua kali atautiga kali jarakbaginya.

  11. ULIR Ulirjugadapatberupaulirkanandanulirkiri Ulirkananbergerakmajubiladiputarsearahjarum jam sedangkanulirkiridiputarsearahjarum jam akanbergerakmundur.

  12. LILITAN ULIR “ UlirSekrupBerupa Spiral” .Jadibilabatangulirkitabelahdankitabuka, makaakankitadapatkanbentuksbb; Dimanaα = sudut Helix , sudutperkalian Sudutαada yang besar & ada yang kecil αbesar → Padawaktumengencangkanmur-bautakan lebihcepat. αkecil → Kita memerlukanputaran yang lebihdariα yang besar.

  13. LILITAN ULIR Ilustrasi : Bilasuatubatangdililititalidanpadasatu kali putaran, akankitadapatkansudutα yang kecil.

  14. LILITAN ULIR Karenakitainginmendapatkansudutαbesar, makakitagunakanlebihdari satutali (2 atau 3 tali) αbesar → Untukskrupkasar αkecil→ untukskruphalus

  15. LILITAN ULIR Padagambardibawahinidiperlihatkanbentukulirulirtunggal, gandadanulirtripal.

  16. LILITAN ULIR • Sehinggaseringkitalihat, untuk diameter bautsama, tetapijumlahulirnyaberbeda. Disiniulirhaluspersatuanpanjangakanmemilikijumlahulirlebihbanyakdaripadaulirkasar. • Sifat-sifatulirsekruphalus • Diameter teraslebihbesardari diameter kasar, sehinggalebihkuat. • Sudutαkecilsehinggatidakmudahkendor/lepas. • Baiksekaliuntukkekuatansambungan yang bergetar. • Apabilaseringdibuka –pasang, akanmudahrusak. • Cara pemasangannya lama. • Cara pembuatannyaharuslebihteliti. Untukulirsekrupkasar, tentunyamempunyaisifat yang berkebalikan.

  17. MACAM ULIR Dalamperdaganganulirsudahdistandarisasikan & bentukulirnyadapatbermacam-macamya: Standard British Witworth British Association American National Standar Unified Standar Square thread ( Ulirsekrupbujursangkar) Acme Thread Ulirsekrupbulat( Knuckle thread ) Ulirsekruptrapesium( Buttress thread ) Ulirsekrupmetris( Metric thread )

  18. Macamulirditinjaudari Negara asal/Pembuatnya • Macamulirditinjaudari Negara asal /Pembuatnya. • UlirsekrupWithworth ( W ), satuaninchi, karena • berasaldariInggris, miss : W1/2” x 5”. • Artinya : Ulirsekrup With worth • dengan DL = ½” dan L = 5”. Mata Ulirberbentuksegitiga. Aplikasi : untukmenahanvibrasi, automobile

  19. Macamulirditinjaudari Negara asal/Pembuatnya 2. Ulirsekrup yang berasaldariAmerika yang disebut “Sellers” ( s ). UNC , NF. Contoh : 5/8 – 18 UNC Artinya : dl = 5/8” . L=18”. StandarnasionalAmerikadimana memilikipuncakdatar

  20. Macamulirditinjaudari Negara asal/Pembuatnya 3. Ulirsekrup yang berasaldari German yang disebut “ Metrik” (M). Misal : M20 x 50. Artinya : dl = 20 mm, L = 50 mm

  21. Macamulir Macamulirditijaudarisegipenggunaannya; 1. Ulirsekrupgerak 2. Ulirsekruppengikatan. add. 1. Untukmerubahgerakputarmenjadigeraklurusdll. Uliriniada 2 macam: 1.1. Yang berbentuksegiempat 1.2. Yang berbentuktrapesium add. 2. ulirsekruppengikatan 2.1. Bentuksegitiga. 2.2. Bentuktrapesium.

  22. Mata ulirberbentuksegiempat aplikasi: power transmisi, machine tools, valves Mata ulirberbentuktrapesium aplikasi: cutting lathe, brass valves

  23. BAUT Biladitijaudarisegipenggunaannyabautdapatdibedakanterdiridari: 1.Baut penjepityang terdiridari3 macam: A .Bautbiasa (bauttembus) b. Bauttanam c. Baut tap

  24. BAUT 2.Baut untukpemakaiankhusus: a. BautPondasi, yang digunakanuntukmemasangmesinataubangunanpadapondasinya (5a) b. BautPenahan, untukmenahanduabagiandalamjarak yang tetap. (5b) c. Baut Mata atauBautKait, untukperalatankaitanmesinpengangkat. (5c) d. Baut T, untukmengikatbendakerjaatauperalatanpadameja yang dasarnyamempunyaialurT. (5d) e. BautKereta, dipakaipadakendaraan. (5d)

  25. BAUT Biladilihatkepalabautsesuaidenganalatpemutarnya (pengunci) makabentuknyaterdiridari: a. Kepalasegienam. b. Fillister head c. Kepalabulat(Round head) d. Kepaladatar(Flat head) e. Hexagonal Socket f. Socket beralur(Fluted Socket)

  26. BAUT Fillister head Socket beralur (Fluted Socket) Kepaladatar(Flat head) Kepalabulat (Round head) Kepalasegienam Hexagonal Socket

  27. BAUT Adapungaya-gaya yang bekerjapadabautdapatberupa; Bebanstatisaksialmurni,bebanaksialbersamadenganbebanpuntir, bebangeser, danbebantumbukanaksial. Bentuk-bentukMur danBaut

  28. MUR Padaumumnyamurmempunyaibentuksegienam, tetapiuntukpemakaiankhususdapatdipakaimurdenganbentukbermacammacam, misalnyaMurbulat, Mur flens, Mur tutup, Mur mahkota, dan Mur kuping

  29. Kekuatanbaut, murdan screw sangattergantungdarijenis bahandasarnya. Penggolongannyamenurutkekuatan distandarkan dalam JIS seperti yang diperlihatkan pada tabel.

  30. Tabelinimemperlihatkankekuatantarik minimum dan maksimumdaribahanbaut yang digunakan. Kekuatantarikini dipengaruhiolehjenisbahanbaut yang digunakan.

  31. RING Ring /Washer 1. Spring Washer : digunakan agar tidakmudahkendor 2. Plain Washer : Untukmerubah/menurunkantekananpermukaan. dt = diameter dalam/diameter teras; untukmenentukan kekuatan. Dl = Diameter luar ; untuk menentukanukuran

  32. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR Bautdanmurmerupakanalatpengikat yang sangatpenting, untukmencegahtimbulnyakerusakanpadamesin. Pemilihanbautdanmursebagaialatpengikat, harusdisesuaikandengangayayangmungkinakanmenimbulkanbautdanmurtersebutputusataurusak. Dalamperencanaanbautdanmurkemungkinankerusakan yang mungkintimbulyaitu: a. Putuskarenamendapatbebantarikan b. Putuskarenamendapatbebanpuntir c. Putuskarenamendapatbebangeser d. Ulirdaribautdanmurputustergeser

  33. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR Untukmenghindarikemungkinantimbulnyakerusakantersebut, makabeberapafaktor yang harusdiperhatikanyaitu: Sifatgaya yang bekerjapadabautdanmurtersebut Syaratkerjanya Kekuatanbahannya Kelasketelitiannya

  34. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR Kemungkinangaya-gaya yang bekerjapadabautdanmur: Bebanstatisaksialmurni Bebanaksial, bersamadenganpuntir Bebangeser Bebantumbukanaksial

  35. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR Dalammenganalisakemungkinanbautdanmurtersebutrusakatauputusberdasarkanjenis-jenispembebanan yang terjadi, makapadakonstruksidibawahinidimisalkanpemakaianbautdanmurmendapatkanpembebanansepertiterlihatpadagambar

  36. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

  37. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

  38. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

  39. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

  40. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

  41. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

  42. PERHITUNGAN BAUT DAN MUR

More Related