1 / 11

Contoh Analisis Unsur Intrinsik Puisi

Oleh: Herman Josef C.N./XII IS2-2 Audrey Natasah/XII IS2-4 Joana Marvelin/XII IS2-6 David Wijaya/XII IS2-8. Contoh Analisis Unsur Intrinsik Puisi. Analisis Unsur Intrinsik Puisi.

matty
Download Presentation

Contoh Analisis Unsur Intrinsik Puisi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Oleh: Herman Josef C.N./XII IS2-2 Audrey Natasah/XII IS2-4 Joana Marvelin/XII IS2-6 David Wijaya/XII IS2-8 Contoh Analisis Unsur Intrinsik Puisi

  2. Analisis Unsur Intrinsik Puisi Analisis unsur instrinsik puisi adalah penelaahan suatu puisi berdasarkan unsur-unsur tertentu. Unsur-unsur tersebut adalah: 1.Tema 10.Kata Konkret 2.Perasaan 11.Enjabemen 3.Nada 12.Tipografi 4.Amanat 13.Majas 5.Larik 14.Verifikasi 6.Pertautan bait 7.Diksi 8.Pengimajian 9.Rima

  3. Pada kesempatan ini kami akan menganalsis puisi yang berjudul “Pahlawan Tak Dikenal”. Berikut ini adalah puisi tersebut: Pahlawan Tak Dikenal Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

  4. Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda

  5. Analisis

More Related