1 / 30

UNSUR BENTUK PUISI

UNSUR BENTUK PUISI. BAHASA INDONESIA KELAS X Smtr. gazal. Sman 1 tanjungbalai. Dra . Herlina Rusmaryanti , M. Pd. Kompetensi Dasar: 5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung atau melalui rekaman.

sydney
Download Presentation

UNSUR BENTUK PUISI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. UNSUR BENTUK PUISI BAHASA INDONESIA KELAS X Smtr. gazal Sman 1 tanjungbalai Dra. HerlinaRusmaryanti, M. Pd.

  2. Kompetensi Dasar:5.1 Mengidentifikasiunsur-unsurbentuksuatupuisi yang disampaikansecaralangsungataumelaluirekaman 1. Mengidentifikasiunsurbentukpuisiberupadiksidanmajasdalampuisi yang disampaikansecaralangsung/rekaman 2. Mengidentifikasiunsurbentukpuisiberupairamadanrimadalampuisi yang disampaikansecaralangsung/rekaman 3. Mengidentifikasiunsurbentukpuisiberupabaris, bait, dantipografidalampuisi yang disampaikansecaralangsung/rekaman

  3. APRESIASI PUISI A. PENGANTARPuisisebenarnyaadalahhasilkaryaseseorang yang menciptakandunianyatersendiri. Iamenciptadenganpenuhperenungandanekspresihati paling dalam. Olehsebabitu, sebuahpuisi yang lahirdaritanganpenyairatauAndasendiriadalahcurahanhati yang menggambarkansuasanabatin.Sebuah puisi terdiri dari dua unsur pembangunnya, yaitu: unsur bentuk dan unsur isi. Unsur bentuk puisi dikenal juga dengan nama struktur fisik puisi atau metode puisi. Sementara unsur isi puisi disebut juga dengan struktur batin puisi atau hakikat puisi.

  4. Unsurbentuk (BangunStruktur) Puisi Bangunstrukturpuisiadalahunsurpembentukpuisi yang dapatdiamatisecara visual. Unsurtersebutmeliputi: a. bunyi; b. kata; c. Larik/baris dan bait; d. tipografi. Bunyi meliputi: rima dan irama. Kata meliputi: diksi, kata konkret, majas, lambang, simbol, dan citraan. Larik dan bait meliputi: enjambemen dan tipografi.

  5. Unsurbentuk (BangunStruktur) Puisi Bangunstrukturdisebutsebagaisalahsatuunsur yang dapatdiamatisecara visual karenadalampuisijugaterdapatunsur-unsur yang hanyadapatditangkaplewatkepekaanbatindandayakritispikiranpembaca. Unsurtersebutpadadasarnyamerupakanunsur yang tersembunyidibalikapa yang dapatdiamatisecara visual. Unsur yang tersembunyidibalikbangunstrukturdisebutdenganistilah lapis makna. Unsur lapis maknainisulitdipahamisebelummemahamibangunstrukturnyaterlebihdahulu.

  6. Bunyi dalam Puisi Rima/persajakan merupakan Persamaanbunyidalampuisiuntukmenimbulkanefekirama, estetika, dansuasanatertentu.

  7. Rima Akhir RIMA BEBAS Rima yang tidakberpola / beraturan Anginkencangdatangdarijiwa Air berpusardangelombangnaik Memukulhatikita yang telanjang Dan menyelimutidengankegelapan

  8. RIMA BERATURAN Rima yang berpola / beraturan (aaaa, abab, aabb, abba, dsb). Pagikuhilangsudahmelayang Harimudakusudahpergi Sekarangpetangdatangmembayang Batangusiakusudahtinggi

  9. Kata-KatadalamPuisi Berdasarkanbentukdanisi, kata-katadalampuisidapatdibedakan, antara lain:a. Lambang, yaknijikakata-kataitumengandungmaknasepertimaknadalamkamus (maknaleksikal) sehinggaacuanmaknanyatidakmerujukpadaberbagaimacamkemungkinan lain (maknadenotatif).

  10. Kata-KatadalamPuisi b. Utterance atauindice, yaknikata-kata yang mengandungmaknasesuaidengankeberadaandalamkontekspemakaian. Kata "jalang" dalambarispuisiChairil, "Akuinibinatangjalang", telahberbedamaknanyadengan "wanitajalangitutelahberjanjimengubahnasibnya".

  11. c. Simbol, yaknijikakata-kataitumengandungmaknaganda (maknakonotatif) sehinggauntukmemahaminyaseseorangharusmenafsirkannya (interpretatif) denganmelihatbagaimanahubunganmaknakatatersebutdenganmaknakatalainnya (analisiskontekstual), sekaligusberusahamenemukanfitursemantisnyalewatkaidahproyeksi, mengembalikankataataupunbentuklarik (kalimat) kedalambentuk yang lebihsederhanalewatpendekatanparafrastis. Lambangdalampuisimungkindapatberupakatatugas, katadasar, maupunkatabentukan.

  12. Adapunsimboldapatdibedakanantara lain: a. Blank symbol, yaknijikasimbolitu, meskipunacuanmaknanyabersifatkonotatif, pembacatidakperlumenafsirkannyakarenaacuanmaknanyasudahbersifatumum, misalnya "tanganpanjang", "lembahduka", atau "matakeranjang", b. Natural symbol, yaknijikasimbolitumenggunakanrealitasalam, misalnya "cemara pun gugurdaun", "ganggangmenari", atau "hutankelabudalamhujan", c. Private symbol, yaknijikasimbolitusecarakhususdiciptakandandigunakanpenyairnya,. misalnya "akuinibinatangjalang", "mengabutnyanyian", atau 'lembarbumi yang fana". Batas antaraprivate symbol dengannatural symbol dalamhalinisering kali kabur.

  13. Ada pula istilahpengimajian, yaknipenataankata yang menyebabkanmakna-maknaabstrakmenjadikonkretdancermat. Adanyakekonkretandankecermatanmaknakata-katadalampuisimembuatpembacalebihmampumengembangkandayaimajinasinyasekaligusmengembangkandayakritisnyadalamupayamemahamitotalitasmaknasuatupuisi. Imaji atau Citraan

  14. CITRAAN / IMAJI Bayangan, khayalan, pikiran, gambaran.Citraanberfungsiuntukmenggugahperasaan, merangsangimajinasi, danmenggugahpikirandibaliksentuhanindra.

  15. Jenis – jenisCitraan • Citraan visual (penglihatan) • Citraan auditif (pendengaran) • Citraan kinestetik (gerak) • Citraan termal (rabaan/peraba) • Citraan penciuman • Citraan perasaan • Citraan pencecapan (lidah)

  16. DEWA TELAH MATI (SubagioSastrowardojo) Takadadewadirawa-rawaini Hanyagagak yang mengakakmalamhari Dan siangterbangmengitaribangkai Pertapa yang terbunuhdekatkuil ----------- Barispertama = citraan visual (takada) Bariskedua = citraanauditif (mengakak) Barisketiga = citraankinestetik (terbang) dan citraan penciuman(bangkai) Bariskeempat = citraan visual(dekatkuil)

  17. Majas Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah sebuah karya tulis (puisi, pidato, dsb.) Secara umum, majas dibagi empat macam : • Majas Perbandingan • Majas Sindiran • Majas Penegasan • Majas Pertentangan

  18. Majas Personifikasi Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati sehingga seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia atau benda hidup. Contoh : Angin berbisik menyampaikan salamku padanya.

  19. Majas Metafora Majas yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama. Contoh : Raja siang telah pergi ke peraduannya. (raja siang = matahari) Aku bunga dan engkau kumbangnya.

  20. Majas Hiperbola Majas yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa/tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pengertiannya untuk menyangatkan arti. Contoh : Cintaku membara setiap melihat wajahmu. Airmatanya jatuh menganak sungai.

  21. Majas Litotes Majas yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri. Contoh : Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudera luas. Singgahlah ke gubuk kami yang reyot ini.

  22. Majas Simbolik Majas yang melukiskan sesuatu dengan memperbandingkan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang. Contoh : Melati  lambang kesucian Bunga  lambang kecantikan

  23. Majas Repetisi Majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali. Contoh : Cinta adalah keindahan Cinta adalah kebahagiaan Cinta adalah pengorbanan

  24. Majas Paralelisme Majas penegasan seperti repetisi tetapi dipakai dalam puisi. Paralelisme dibagi dua : a. Anafora bila kata/frase yang diulang terletak di awal baris/larik. contoh : Kalau’lah diam malam yang kelam Kalau’lah tenang sawah yang lapang Kalau’lah lelap orang di lawang

  25. b. Epifora bila kata/frase yang diulang terletak di akhir baris/larik. contoh : Kalau kau mau, aku akan datang Jika kau kehendaki, aku akan datang Bila kau minta, aku akan datang c. Gabungan bila kata/frase yang diulang terletak di awal dan akhir baris sekaligus. contoh : Kami jemu pada lagu Kami benci pada lagu Kami runtuh karena lagu

  26. Awalbaris (anafora) Sajakinimengingatkan … Sajakinimelupakan … Sajakinimelupakan …. • Tengah baris sungaipergikelautmembawa … lautpergikelautmembawa … awanpergikehujanmembawa … • Dalamsatubaris danberebutmenyebutnama Allah

  27. Objek Perlambangan Dalam Sajak. Bunga Apabila perkataan bunga ditambah dengan perkataan lain, maka wujud makna Atastafsiran yang berbeda. Contoh: Sekuntum bunga. Bunga mekar. Bunga layu. Bunga layu di taman. Hatinya berbunga. Sejambak bunga

  28. Memahami Simbol2 dalam Puisi Unsur-unsur Alam (1) bunga - perempuan, gadis, keindahan, cita-cita yangdiharapkan (2) bunga sayu - kesedihan (3) kumbang - lelaki, jejaka, pria (4) bulan - rindu (5) embun - harapan dan kemurniaan (6) api peperangan - kemarahan (7) burung merpati - kedamaian, utusan kedamaian (8) burung - kebebasan (9) burung gagak - kejahatan, kemusnahan (10) angin - perubahan, berita (11) laut dan ombak - pergolakan hidup (12) daun tak hijau - cinta mula pudar (13) gunung - harapan, cita-cita tinggi (14) hujan - pahit getir manusia (15) kematian angin - kekecewaan

  29. (16) kicau burung - keriangan • (17) langit - tempat bernaung • (18) mentari - harapan cerah, sinar kebahagiaan atau kejayaan • (19) pohon - tempat bergantung • (20) pulau - tempat atau tujuan • (21) rumput - kehidupan yang terbiar • (22) senja - jangka waktu yang singkat • (23) sungai - pengalaman kehidupan • (24) tembok - penghalang, pemisah Masa • (1) pagi - kehidupan baru • (2) fajar - peralihan daripada duka kepada bahagia, kelahiran harapan baru • (3) siang - permulaan, ketenangan, harapan • (4) senja - peralihan daripada bahagia kepada derita • (5) malam - kecewa, derita

  30. Warna (1) merah - bahaya, cemas, bergelora, berani (2) kuning - raja-raja (3) kuning keemasan - kemakmuran, hasil yang banyak (3) biru- cinta, kasih dan rindu, aman, damai, kasih sayang, tempat yang jauh (4) hijau- muda, baru, harapan, kesuburan, keremajaan (5) jingga - kedukaan (6) putih - suci, bersih, kegembiraan,aman (7) hitam- kecelakaan, kesengsaraan, kekotoran, kejahatan, kesedihan (8) kelabu - samar-samar

More Related