1 / 60

PBL Pemicu 2: Sumbatan Hidung

PBL Pemicu 2: Sumbatan Hidung. Benedicta/Calvin/Christopher/Deriyan/Dwi/Evan/Faradila/Farah/Hanifah/Herli. Pemicu. Identitas: Tn. I, laki-laki, 44 tahun , pegawai swasta, pendidikan terakhir SMA, tinggal di Jakarta KU: Hidung tersumbat. RPS.

milla
Download Presentation

PBL Pemicu 2: Sumbatan Hidung

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PBL Pemicu 2: Sumbatan Hidung Benedicta/Calvin/Christopher/Deriyan/Dwi/Evan/Faradila/Farah/Hanifah/Herli

  2. Pemicu Identitas: Tn. I, laki-laki, 44 tahun, pegawai swasta, pendidikan terakhir SMA, tinggal di Jakarta KU: Hidung tersumbat

  3. RPS Sejak 5 bulan yang lalu pasien mengeluh hidung terasa tersumbat. Tersumbat dirasakan hilang timbul dan bergantian antara hidung kanan dan kiri. Jika sedang kambuh, ia bernapas melalui mulut. Dikeluhkan juga suaranya yang menjadi sengau.

  4. Sejak satu setengah tahun yang lalu, pasien sering pilek hilang timbul. Ingus berwarna putih encer dan terkadang berwarna putih hingga hijau kental. Terkadang pasien merasa ingusnya mengalir sendiri. Hidung pasien juga sering terasa gatal. Pasien juga mengeluh penciumannya tidak terlalu peka, bahkan pasien terkadang tidak bisa mencium bau sama sekali sejak satu tahun yang lalu

  5. Pada pagi hari, terutama setelah mandi menggunakan air dingin, pasien sering bersin. Ia juga terkadang batuk, dahak sedikit berwarna putih. Pasien juga mengeluh pendengarannya terganggu. Ia merasakan kedua telinganya seperti kemasukan air. Keluhan tersebut dirasakan hilang timbul. Dari kedua telinganya tidak keluar cairan maupun telinga berdenging. Keluarga pasien juga mengeluh mulut pasien bau dan sering tidur mengorok.

  6. RPD: Tidak terdapat riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi, trauma, penggunaan obat tuberkulosis maupun operasi. RPK: Tidak ada keluarga yang menderita penyakit serupa, penyakit jantung, DM, atau keganasan Pasien sudah menghentikan kebiasaan merokok sejak 5 tahun yang lalu. Sebelumnya merokok 5 batang perhari.

  7. Identifikasi Masalah Pasien mengeluhkan hidung tersumbat sejak 5 bulan yang lalu disertai gangguan penciuman dan pendengaran

  8. Analisis Masalah • 1,5 Tahunlalu • Pilekhilangtimbul • Hidunggatal • Bersinpagihari • Batukberdahakputih • 5 Bulanlalu • Hidungtersumbat • Halitosis • Suarasengau • Mengorok • 1 Tahunlalu • Gangguanpenciuman RHINOSINUSITIS KRONIK Rhinitis RiwayatMerokok Poliphidung Kelainananatomi

  9. Hipotesis Pasien mengalami rhinosinusitis kronik

  10. Daftar Pertanyaan • Jelaskan struktur dan fungsi hidung dan sinus! • Jelaskan mengenai rhinosinusitis kronis! • Epidemiologi • Etiologi • Faktor predisposisi & pencetus • Patogenesis & patofisiologi • Anamnesis & pemeriksaan • Tatalaksana • Komplikasi • Jelaskan diagnosis banding pada kasus ini!

  11. Struktur dan Fungsi Hidung dan Sinus

  12. AnatomiHidung Marrieb EN, Hoehn K. Human Anatomy & Physiology : 7th edition. 2007 [ebook]

  13. FisiologiHidung Soepardi EA, Iskandar N, et al. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher: Edisi ke-6. Fakultas Kedokteran UI : 2007. • FungsiRepirasi • Pintumasukudarainspirasi • Humudifikasi, pengatursuhu, penyaringudara • Sistempertahanan • FungsiPenghidu • Keterlibatanmukosaolfaktorius • FungsiFonetik (FonasiSuara) • Resonansisuara • Refleks Nasal • Refleksbersin

  14. Sinus Paranasalis

  15. SINUS PARANASALIS • Sinus Maksilaris • Terbesar • Dasarnyaberdekatandenganakargigi risikopenyebaraninfeksi • Drainasetergantungsiliadanharusmelewatiinfundibulum • Dapatmenyebabkankomplikasiorbita • Ostium sinus maksilabermuarake hiatus semilunarismelaluiinfundibulumetmoid • Sinus Frontal • Berasaldarisel-selresesus frontal atausel-selinfundibulumetmoid. • Kiri-kanantidaksimetris • Bersekat-sekatdanberlekuk • Infeksidapatmenjalarkeorbitadanfosaserebri anterior Soepardi EA, Iskandar N, et al. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher: Edisi ke-6. Fakultas Kedokteran UI : 2007.

  16. SINUS PARANASALIS • Sinus Etmoid • Dapatmenjadifokusinfeksibagi sinus lain • Struktur : berongga, menyerupaisarangtawon • Seringkomplikasikeorbita • Tediridari : • Sinus etmoid anterior • Sel : kecildanbanyak • Di depan lamina basalis • Bermuaradimeatusmedius • Sinus etmoid posterior • Sel : besardansedikit • Di belakang lamina basalis • Bermuaradimeatus superior • Sinus Sfenoid • Dalamos. Sfenoid (dibelakang sinus etmoid posterior • Dipisahkanoleh septum intersfenoid • Batas • Superior : fosaserebri media, kel. Hipofisis • Inferior : atapnasofaring • Lateral : sinus kavernosusdan a. karotisinterna • Posterior : fosaserebri posterior Soepardi EA, Iskandar N, et al. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher: Edisi ke-6. Fakultas Kedokteran UI : 2007.

  17. Alison Burke Medocal & Scientific Illustration : Anatomy of Paranasal Sinuses and Nasal Passages. http://www.alison-burke.com/works-anatomy.html [web]

  18. Fisiologi Sinus Paranasal • Sampaisaatinibelumdiketahuipasti • Beberapateorimenyebutkanfungsi sinus paranasal: • Air conditioning • Penahansuhu • Keseimbangankepala • Resonansisuara • Peredamperubahantekananudara • Produksimukus Soepardi EA, Iskandar N, et al. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher: Edisi ke-6. Fakultas Kedokteran UI : 2007.

  19. KompleksOstio-Meatal • Meatusmedius muarasaluran sinus maksila, sinus etmoid anterior, sinus frontalis. • Terdiridari: • infundibulumetmoid (dibelakangprosesusunsinatus) • resesusfrontalis (bagianterdepan sinus etmoid anterior) • bulaetmoid (seletmoidterbesar), seletmoid anterior danostiumnya • Ostium sinus maksila • American Association of Family Physician: Acute Sinusitis. http://www.aafp.org/afp/1998/1115/p1795.html [web] • Alison Burke Medocal & Scientific Illustration : Anatomy of Paranasal Sinuses and Nasal Passages. http://www.alison-burke.com/works-anatomy.html [web]

  20. Rhinosinusitis

  21. Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmukesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: BadanPenerbit FKUI; 2012 Sinusitis= inflamasimukosa sinus paranasal Disertai/dipicu rhinitis  rhinosinusitis 6-15% populasi Common cold Multisinusitis; pansinusitis Tersering: sinus etmoid & maksila Sinusitis dentogen Komplikasiorbita & intrakranial

  22. Etiologi & Predisposisi Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmukesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: BadanPenerbit FKUI; 2012 Fokkens WJ, et al. European position paper on rhinosinusitis and nasal polyps 2012. Rhinology (50); Maret 2012 ISPA (virus) Rhinitis: alergi, hormonal Poliphidung Kelainananatomi Sumbatan KOM Infeksitonsik Infeksigigi Kelainanimunologik Diskinesiasilia Hipertrofi adenoid LPR Ansietas & depresi Penyakitkronik Polusi Udaradingin & kering Rokok

  23. Patofisiologi Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Edema organ-organ yang membentuk KOM edema  siliatidakbisabergerak  ostiumtersumbat  tekanan (-) rongga sinus  transudasi  rhinosinusitis non-bakterial Menetap  multiplikasinakteri  sekretpurulen  rinosinusitisakutbakterial

  24. Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Terapitidakberhasil, inflamasiberlanjut  hipoksia  bakterianaerob  mukosamakin edema  perubahanmukosakronik: hipertrofi, polipoid; polip, kista Akut: Streptococcus pneumonia, Hemophylusinfluenzae, Moraxellacatarrhalis Kronik: bakteri gram negatif, anaerob

  25. Fokkens WJ, et al. European position paper on rhinosinusitis and nasal polyps 2012. Rhinology (50); Maret 2012

  26. Klasifikasi Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Akut: < 4 minggu Subakut: 4 minggu – 3 bulan Kronik: > 3 bulan

  27. Gejalarhinosinusitisakut Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Gejalalebihberat Hidungtersumbat Nyeri/tekananpadawajah Ingusmukopurulen PND  batuk, sesak Demam Lesu Sakitkepala Hiposmia/anosmia Halitosis Nyeritenggorok Disfonia Batuk Malaise

  28. Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Nyeripipi maksila Nyeriantara/belakang bola mata  etmoid Nyeridahi/seluruhkepala  frontal Nyeriverteks, osipital, ,belakang bola mata, mastoid  sphenoid Referred pain

  29. Diagnosis RinosinusitisAkut Fokkens WJ, et al. European position paper on rhinosinusitis and nasal polyps 2012. Rhinology (50); Maret 2012 Onset tiba-tiba 2/lebihgejala, salahsatunyaharusberupahidungtersumbatatausekrethidung (anterior atau PND): +nyeri/tekananpadawajah +hiposmia/anosmia <12 minggu

  30. Gejalarhinosinusitiskronik Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Sakitkepalakronik PND Batukkronik Gangguantenggorok Gangguantelinga (sumbatan tuba) Gangguanparu: bronkitis, bronkiektasis, asma Gastroenteritis

  31. Diagnosis rinosinusitis Fokkens WJ, et al. European position paper on rhinosinusitis and nasal polyps 2012. Rhinology (50); Maret 2012 2/lebihgejala, salahsatunyaharusberupahidungtersumbatatausekrethidung (anterior atau PND): +nyeri/tekananpadawajah +hiposmia/anosmia >12 minggu

  32. Fokkens WJ, et al. European position paper on rhinosinusitis and nasal polyps 2012. Rhinology (50); Maret 2012 • Didukungolehtandaendoskopi: • Polip nasal, dan/atau • Sekretmukopurulenterutamadarimeatus media, dan/atau • Edema/obstruksimukosaterutamadimeatus media • Dan/atau • Perubahanpada CT • Perubahanmukosa KOM dan/atau sinus

  33. Diagnosis Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Anamnesis Pemeriksaanfisik: rinoskopi anterior & posterior, nasoendoskopi Pus dimeatusmedius (sinusitis maksila, etmoid anterior, frontal) / meatus superior (sinusitis etmoid posterior, sphenoid) Mukosa edema & hiperemis

  34. Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Fotopolos, CT scan  perselubungan, air fluid level, penebalanmukosa Pemeriksaanmikrobiologik & tesresistensi Sinuskopi

  35. http://emedicine.medscape.com/article/232670-workup

  36. http://www.uwoent.ca/files/ent_cases/Rhinosinusitis/Physical2.htmlhttp://www.uwoent.ca/files/ent_cases/Rhinosinusitis/Physical2.html

  37. Sinusitis Dentogen Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Infeksigigirahangatas: infeksiapikalakargigi, inflamasijaringan periodontal Menyebarlangsung/pembuluhdarah & limfe Sinusitis maksilakroniksatusisi, inguspurulen, baunapasbusuk

  38. Sinusitis jamur Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Pemakaianantibiotik, kortikosteroid, imunosupresan, radioterapi Diabetes melitus, neutropenia, AIDS, perawatan lama di RS Aspergillus & Candida Sinusitis unilateral, sulitdisembuhkandenganantibiotik, kerusakantulangdinding sinus, membranputihkeabuan

  39. Terapi Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 • Tujuan: • Mempercepatpenyembuhan • Mencegahkomplikasi • Mencegahperubahanmenjadikronik • Prinsip: membukasumbatan KOM  drainase & ventilasi sinus pulih

  40. Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 • Sinusitis akutbakterial • Antibiotik: penisilin (amoksisilin), amoksisilin-klavulanat, sefalosporingenerasi 2 (10-14 hari) • Dekongestan • Kronik: antibiotiksesuaibakteri • Terapitambahan: analgetik, mukolitik, steroid oral/topikal, pencucianronggahidungdenganNaCl, diatermi, irigasi sinus, Proetz displacement therapy, imunoterapi

  41. Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 • Bedah sinus endoskopifungsional, indikasi: • Sinusitis kronik + kistaataukelainanireversibel • Polipekstensif • Komplikasi • Sinusitis jamur

  42. Komplikasi Soepardi EA, et al. Buku ajar ilmu kesehatan THT. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2012 Kelainanorbita: edema palpebra, selulitisorbita, absessubperiosteal, absesorbita, trombosis sinus kavernosus Kelainanintrakranial: meningitis, absesekstradural/subdural, absesotak, trombosis sinus kavernosus Osteomielitis & absessubperiosteal Kelainanparu: bronkitisktonik, bronkiektasis (sinobronkitis), asmabronkial

  43. Diagnosis Banding

  44. PolipHidung Massa lunak yang mengandungbanyakcairandidalamronggahidung, berwarnaputihkeabu-abuan, yang dapatterjadiakibatinflamasimukosa. Teori Bernstein, peradangan/aliranudaraturbulensi terjadiprolapssubmukosa reepitelisasi pembentukankelenjarbaru; penyerapanairretensi air

  45. Makroskopis Mikroskopis • Massa bertangkai • Permukaanliicin • Bulatlonjong • Tunggal/multipel • Tidaksensitif • Warna • PutihKeabuan • Kemerahan • Kekuningan • Ostio-meatalmeatusmedius & Sinus etmoid • Sinus maksila – antrokoana • Epitelsemubersiliadengansubmukosasembabepiteltransisional, kubik.gepengberlapis non keratin • Limfosit, sel plasma, eosinofil, neutrofil, makrofag • Sel goblet

  46. Anamnesis Pemeriksaan • Rasa tersumbat • Rinorejernih-purulen • Post nasal drip • Hiposmia-anosmia • Bersin, nyerihidung, sakitkepala frontal • Bernafasmulut • Suarasengau • Halitosis • Gg. Tidur • Fisik • Rinoskopianteriormassapucat meatusmedius • Nasoendoskopi derajat 1-2 • Radiologi • Rx Sinus nasal • Penebalanmukosa, batasudaracairan • CT • Polipgagalterapi • Perencanaan op. endoskopi

  47. Kelainan Septum • Deviasi Septum • Sumbatanhidung, unilateral/bilateral • Rasa nyeridikepala, paraorbita • Gg. Penciuman • F. Predisposisi sinusitis • Hematoma Septum • Sumbatanhidung • Nyerihidung • Pembengkakan unilateral/bilateral, bulat, licin, merah

  48. Terapi • Kortikosteroid polipektomimedikamentosa • Bedah • Polipektomi • Etmoidektomi intranasal/ekstranasal • Caldwell-Luc  Sinus maksila • BSEF (Bedah Sinus EndoskopiFungsional)

More Related