1 / 10

DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA DI BUDAYA KOLEKTIF: KAWAN ATAU LAWAN?

DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA DI BUDAYA KOLEKTIF: KAWAN ATAU LAWAN?. Gugup Kismono Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. PENDAHULUAN. Beberapa alasan pentingnya dunia kerja dan rumahtangga : Dunia kerja dan rumahtangga sejak lama dianggap terpisah namun berkaitan .

nau
Download Presentation

DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA DI BUDAYA KOLEKTIF: KAWAN ATAU LAWAN?

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA DI BUDAYA KOLEKTIF: KAWAN ATAU LAWAN? Gugup Kismono Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM GK FEBUGM

  2. PENDAHULUAN • Beberapaalasanpentingnyaduniakerjadanrumahtangga: • Duniakerjadanrumahtanggasejak lama dianggapterpisahnamunberkaitan. • Perubahansosialdiniakerjadanrumahtangga. • Semakinbanyakperempuanmemasukiduniakerja. • Semakinbanyakkeluargabekerja-keduanya. • Semakinbesarkemungkinanpekerjamengalamikonflikpekerjaan – rumahtangga. • Konflikduniakerjadanrumahtanggapotensialmenimbulkanketidaknyamanan, stres, sakit mental, sakitjantung yang selanjutnyadiikutidenganpenarikandiridaripekerjaantermasukpengundurandirisecarasukarela. GK FEBUGM

  3. KONFLIK DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA • Duniakerjadanrumahtangga yang dipandangterpisah, menuntutperan yang berbedadanmengkonsumsihal yang serupa. • Konflikmunculpadasaatseseorangtidakmampumemainkanperannyadenganbaikdisalahsatuataukeduadomain. • Bentukkonflikduniakerjadanrumahtangga: time-based, strain-based, danbehavior-based. • Konflikduniakerja – rumahtanggadibedakanmenjadiduasesuaidenganarahnya: konflikpekerjaan – rumahtangga (KPRT), dankonflikrumahtangga – pekerjaan (KRTP). Keduanyadianggapberbedawalaupunterkait. GK FEBUGM

  4. DAMPAK KONFLIK DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA • Secara personal konflikduniakerja – rumahtanggadapatmembawadampakburukterkaitdengankesehatanfisikdan mental seseorang. • Secaraorganisasionalkonflikdapatmenimbulkankerugianbesarbagiorganisasiterkaitdenganmenurunnyakepuasankerjadanmeningkatnyaperputarankaryawansecarasukarela. • Semakintinggitingkat KPRT dan KRTP semakintinggiperputarankaryawansecarasukarela. GK FEBUGM

  5. PENYEBAB KONFLIK DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA • Konflikduniakerja – rumahtanggamungkindisebabkanolehberbagaimacamfaktor. Namunkelekatanterhadappekerjaan (KTP) dankelekatanterhadaprumahtangga (KTRT) ataukelekatanterhadapkomunitasdidugamerupakanvariabel yang berpengaruhkuat. • Semakintinggitingkat KTP makintinggi pula tingkat KPRT. Semakintinggitingkat KTRT semakintinggi pula tingkat KRTP. • Padasisi lain KTP dan KTRT menggambarkankepuasanterhadapkeduanya yang menyebabkanmeningkatnyakeenggananseseoranguntukberpindahkerjasecarasukarela (BKSS). GK FEBUGM

  6. MODEL HUBUNGAN DI BUDAYA INDIVIDUALISTIK KPRT + + KTP - BKSS - + KTP + KRTP GK FEBUGM

  7. DUNIA KERJA DAN RUMAHTANGGA DI BUDAYA KOLEKTIFISTIK • Pekerjaan dan rumahtangga berkaitan satu sama lain, tidak terpisah. • Konsep (tanggungjawab) keluarga: keluarga besar (extended family). • Status sosial: pendidikan, pekerjaan, keberhasilan secara ekonomi. • Dukungan domestik: keluarga besar, pembantu rumahtangga. • Pekerjaan merupakan simbol keberhasilan. • Kelekatan pada pekerjaan mengindikasikan prospek karir yang baik dan berdampak positif pada ekonomi keluarga. GK FEBUGM

  8. MODEL HUBUNGAN • Kesibukan di dunia kerja dipandang secara positif sehingga tidak perlu menimbulkan konflik dengan dunia rumahtangga. • Karena dipandang positif, konflik dunia kerja dan rumahtangga tidak berpengaruh pada keinginan seseorang berpindah kerja. • Pekerja akan lebih sensitif terhadap kemungkinan konflik yang timbul dari rumahtangga ke dunia kerja. Pekerja akan berusahan kuat mencegah konflik yang timbul karena KTRT sehingga tidak perlu menimbulkan KRTP. • Kelekatan terhadap rumahtangga atau komunitas berpotensi tinggi menimbulkan konflik rumahtangga – pekerjaan. Jika tidk bisa dicegah, hal tersebut selanjutnya bisa memicu stres, dan keinginan berpindah kerja. GK FEBUGM

  9. BUKTI EMPIRIS(N = 1.122, convenience, industri perbankan) GK FEBUGM

  10. RANGKUMAN • Terdapat perbedaan cara pandang terhadap dunia kerja dan rumahtangga di budaya individualistik dan kolektifistik. • Di budaya kolektif, pekerjaan cenderung menjadi kawan dunia rumahtangga. Sebaliknya, dunia rumahtangga lebih condong dipersepsikan sebagai lawan dunia kerja. Karena bisa mengganggu pekerjaan, pekerja berusaha keras mencegahnya. Jika KRTP terjadi maka KBSS meningkat. • Kelekatan terhadap pekerjaan dipandang positif dan tidak menciptakan konflik pekerjaan – rumahtangga. • Jika terjadi konflik pekerjaan – rumahtangga hal tersebut dipersepsikan sebagai pertanda baik terkait dengan karir sehingga justru menurunkan keinginan berpindah kerja. • Sensitifitas yang tinggi terhadap konflik rumahtangga-pekerjaan dapat dikelola melalui beberapa program, misal: child care, waktu kerja fleksibel, bekerja di rumah. GK FEBUGM

More Related