1 / 17

Pengembangan centra produksi sayuran dan buah di lahan pantai melalui hidroponik

Pengembangan centra produksi sayuran dan buah di lahan pantai melalui hidroponik. Eka Tarwaca Susila P Lab. Ilmu Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian. Solusinya. Pengembangan pertanian di lahan-lahan marginal, baik di jawa maupun luar jawa

paprika
Download Presentation

Pengembangan centra produksi sayuran dan buah di lahan pantai melalui hidroponik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pengembangan centra produksi sayuran dan buah di lahan pantai melalui hidroponik Eka Tarwaca Susila P Lab. Ilmu Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian

  2. Solusinya • Pengembangan pertanian di lahan-lahan marginal, baik di jawa maupun luar jawa • Lahan marjinal merupakan lahan yang bermasalah dan mempunyai faktor pembatas yang tinggi untuk pertumbuhan tanaman

  3. Permasalahan di Bidang Pertanian • Penyempitan lahan, koversi dari lahan pertanian ke non-pertanian • Degradasi kesuburan lahan, menimbulkan pelandaian produktivitas tanaman baik pangan maupun hortikultura • Kepemilikan lahan yang sempit

  4. Lahan Marjinal • Di jawa yang potensial dikembangkan sebagai lahan pertanian adalah lahan pantai • Pulau Jawa memiliki pantai yang luas (81.000 km) • Apabila lahan pantai di Jawa dapat digunakan sebagai lahan pertanian, stabilitas produksi pertanian terjaga

  5. Kelebihan Lahan Pantai • Luasan yang tinggi • Sumber air tanah dangkal, sehingga pemanfaatan sumber air tidak memerlukan biaya mahal • Merupakan lahan terbuka, sinar matahari dan temperatur bukan merupakan faktor pembatas

  6. Kendala • Kesuburan lahan sangat rendah, sumbangan tanah terhadap nutrisi tanaman dapat dikatakan nol • Kecepatan angin cukup tinggi, disertai hembusan garam sehingga bersifat racun bagi tanaman • Sifat fisik tanah yang sangat jelek, kaitannya dengan kemampuan menahan lengas dan nutrisi

  7. Kesuburan Rendah • Sumbangan tanah terhadap nutrisi tanaman nol, nutrisi sepenuhnya pemberian dari luar sistem • Komponen terbesar penyusun media merupakan fraksi pasir (bukan debu maupun lempung) • Sehingga membudidayakan tanaman di lahan pantai sebenarnya merupakan budidaya sistem hidroponik

  8. Peranan Hidroponik dalam Pertanian • Memungkinkan dilakukannya budidaya tanaman di tempat-tempat yang tidak memungkinkan untuk bertani secara konvensional • Membantu mengatasi beberapa permasalahan: masalah struktur dan kesuburan tanah di Kanada dan Kolombia (diatasi dengan serbuk gergaji), masalah salinitas di Meksiko (diatasi dengan penggunaan pasir pantai yang dicuci dengan air suling), lahan pantai di Indonesia

  9. Pengembangan Sayuran di Lahan Pantai • Kelompok tanaman yang potensial dikembangkan di pantai yaitu sayuran (baik sayuran buah maupun daun) dan buah • Kelompok sayuran meliputi cabai, tomat, kangkung, sawi, pakchoi, bawang merah, kacang panjang, terong, bawang daun • Kelompok buah meliputi semangka dan melon

  10. Nutrisi • Kendala utama di lahan pantai: kesuburan rendah • Diperlukan suplai nutrisi dari luar • Sumber nutrisi: pupuk makro (urea, TSP, KCl, dan dolomit) dan pupuk mikro lengkap

  11. Budidaya Sayuran Daun di Lahan Pantai • Sayuran daun: bagian yang dipanen merupakan bagian vegetatif • Nutrisi utama sayuran daun adalah nitrogen, dapat disuplai melalui pemberian pupuk urea • Perlu dilakukan penelitian mengenai dosis dan frekuensi pemupukan N yang tepat, untuk meningkatkan efisiensi pemupukan

  12. Dampak Pemupukan N yang tidak Tepat • Tanaman Kelebihan N, daun berwarna hijau tua (gelap), penampilan kurang menarik, mudah rusak (kualitas cepat menurun), nilai jual rendah • Tanaman kekurangan N, daun kekuningan, kandungan gizi rendah, penampilan kurang menarik, nilai jual rendah • Efisiensi pemupukan rendah (banyak nutrisi yang terbuang)

  13. Penelitian yang telah Dilakukan • Takaran Urea: 40 kg/ha (U4), 80 kg/ha (U8), 120 kg/ha (U12), dan 160 kg/ha (U16) • Frekuensi pemupukan urea: 100% saat tanam (F1), 50% saat tanam+50% 14 hst (F2), 1/3 saat tanam+1/3 11hst+1/3 21hst (F3), ¼ saat tanam+1/4 7hst+1/4 14hst+1/4 21hst (F4)

  14. Hasil Penelitian

  15. Hasil Penelitian

  16. Hasil Penelitian

  17. Kesimpulan • Tidak terdapat interaksi antara takaran dengan frekuensi pemupukan urea pada tanaman sayuran daun • Takaran sebesar 120 kg/ha dan 160 kg/ha memberikan nilai tertinggi pada semua variabel yang diamati • Frekuensi pemupukan urea 3 dan 4 kali selama satu siklus hidup tanaman sayuran daun memberikan nilai tertinggi pada semua variabel yang diamati

More Related