1 / 75

Klasifikasi Jalan

Klasifikasi Jalan. Sesuai Peruntukannya Jalan Umum Jalan Khusus Jalan umum dikelompokan berdasarkan (ada 5) Sistem : Jaringan Jalan Primer; Jaringan Jalan Sekunder Status : Nasional; Provinsi; Kabupaten/kota; Jalan desa Fungsi : Arteri; Kolektor; Lokal; Lingkungan

Download Presentation

Klasifikasi Jalan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Klasifikasi Jalan • Sesuai Peruntukannya • Jalan Umum • Jalan Khusus • Jalan umum dikelompokan berdasarkan (ada 5) • Sistem: Jaringan Jalan Primer; Jaringan Jalan Sekunder • Status: Nasional; Provinsi; Kabupaten/kota; Jalan desa • Fungsi: Arteri; Kolektor; Lokal; Lingkungan • Kelas(sesuai bidang lalu lintas dan angkutan jalan) : I; II; IIIA; IIIB; IIIC • Spesifikasi penyediaan prasarana: • 1) jalan bebas hambatan; • 2) jalan raya; • 3) jalan sedang; • 4) jalan kecil.

  2. Klasifikasi & Spesifikasi Jalan berdasarkan Penyediaan Prasaran JalanSumber: PP 34/2006 tentang Jalan

  3. Klasifikasi penggunaan jalan

  4. Klasifikasi Penggunaan Jalan

  5. Persyaratan teknis jalan (PP34/2006)

  6. Matrik Klasifikasi Jalan (Proposed)

  7. Tipikal Ruang JalanSumber: Penjelasan PP 34/2006

  8. Ruang JalanSumber: UU 38/2004 & PP 34/2006, tentang Jalan

  9. Definisi Tingkat PelayananPerMen Hub No 14/2006

  10. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan antar Kota Publikasi Ditjen Bina Marga Versi tahun 1997 (ditanda tangan Dirjen Bina Marga)

  11. Rujukan • American Association of State Highways and Authority Offeceses (AASHTO, 1994): A policy design of highways and streets”. Dipublikasikan oleh AASHTO, Washington DC. • AASHTO 2001, ada yang baru! • Puslitbang Jalan (1996, 1997, 1998): “Pengukuran Elemen Geometrik Jalan”. Laporan Litbang, Bandung. • Puslitbang Jalan (1996, 1997, 1998): “Penelitian Faktor K dan VDF”. Laporan Litbang, Bandung.

  12. Klasifikasi Medan Jalan

  13. Kriteria Perencanaan • Kendaraan Rencana • Equivalent Mobil Penumpang • Volume Lalu-lintas • Kecepatan Rencana

  14. Kendaraan Rencana • Dimensi & Radius putar sbg dasar penyediaan ruang jalan • 3 Kategori: • Kendaraan Kecil: mobil penumpang • Kendaraan Sedang: Truk 3 As tandem atau TBus Besar 2 As • Kendaraan Besar: Truk Tempelan (Semi Trailer) • Ruang manouver kendaraan saat membelok di tikungan atau persimpangan sbg dasar penyediaan ruang

  15. Lapak Kendaraan (Proyeksi dimensi kendaraan rencana pada saat membelok ke atas perkerasan jalan, untuk menentukan “ruang” jalan yang perlu disediakan) KENDARAAN KECIL

  16. Kend. Sedang (Bus) dan Besar (Truk Semi Trailler-Tempelan)

  17. Emp (mengacu ke MKJI, 1977)

  18. Volume Lalu-lintas Rencana(mengacu ke MKJI, 1977) atau Perencanaan Lalu-lintas

  19. Faktor K dan Faktor F (=LHRT=AADT)

  20. Kecepatan Rencana (VR)(agar mengacu ke PP No.34/2006)

  21. Damaja, Damija, Dawasja(ketentuan lama)

  22. Rumaja, Rumija, Ruwasja

  23. Penampang Melintang Jalan Sedang dan Jalan Kecil ??

  24. Jalan ber TROTOAR

  25. Tipikal jalan ber MEDIAN(Jalan Raya dan Jalan Bebas Hambatan)

  26. JALUR dan LAJUR Lalu-lintas

  27. Tipikal Jalur Jalan

  28. Penentuan lebar Jalur & Bahu

  29. Ketentuan desain geometrik jalan (proposed)setelah mempertimbangkan UU38/2004 & PP34/2006

  30. Lajur

  31. Bahu Jalan

  32. Median

  33. Fasilitas pejalan kaki • Ngacu ke Tata cara perencanaan geometrik jalan perkotaan

  34. JARAK PANDANG + Jarak pandang Henti (Stopping sight distance, ssd) + Jarak Pandang Mendahului (Overtaking Sight Distance, osd) + Jarak kebebasan pandang di tikungan

  35. Jarak Pandang Henti, JH Jarak pandang Mendahului, JD

  36. Kebebasan pandang di tikungan

  37. Alinemen HORIZONTAL Bagian Lurus Bagian Lengkung (Tikungan) Tikungan gabungan

  38. Panjang Bagian Lurus

  39. Bagian Tikungan • Mengimbangi gaya sentrifugal • Daerah bebas pandang disamping • Bentuk: • Spiral Circle Spiral • Full circle • Spiral-Spiral • Superelevasi, e • eMAX = 10%

  40. Panjang jari-jari tikungan minimum, Rmin • Rmin = VR2 / {127 (emax – f )} • F = 0,14 – 0,24 • emax = superelevasi max

  41. Lengkung peralihan • Sisipan antar bagian lurus dan lengkung • Bentuk Spiral atau Parabola • Panjang lengkung peralihan, LS ditetapkan: • Waktu tempuh max 3 detik • Antisipasi gaya sentrifugal • Tingkat perubahan kelandaian re-max • VR <80 Km/jam, re-max = 0,035 m/m/detik • VR ≥ 80 Km/jam, re-max = 0,025 m/m/detik • Gunakan tabel LS

  42. Rumus LS(pilih LS terpanjang dari 3 rumus) • LS = (VR /3,60) T • LS = 0,022 VR3/(R.C) – 2,727 VR . E / C • LS = (emax-en) VR / (3,60 re) • T = waktu tempuh lengkung peralihan • VR =Kecepatan rencana, Km/jam • C = perubahan percepatan, 1 s.d. 3 m/detik3 • R =iari-jari tikungan, m • En = superelevasi normal, 2% s.d. 2,5% • re = tingkat perubahan pencapaian superelevasi (m/m/detik)

  43. LS = f {VR, e}

  44. Panjang Jari-jari tikungan tanpa lengkung peralihan, RTLP

  45. Panjang Jari-jari tikungan tanpa superelevasi, RTSe

  46. Pergeseran lintasan pd tikungan dengan lengkung peralihan, p • P = LS2/(24RC), RC=jari-jari circle. • P<0,25m tidak perlu lengkung peralihan

  47. Metoda pencapaian Superelevasi • Pencapaian secara Linear • Pada tikungan SCS: • Dari superelevasi normal pd bagian lurus s.d. TS: dari (2%-2,5%) s.d. (0%) • dari TS s.d. SC: 0% s.d. superelevasi penuh (e%) • Pada tikungan fC: • 2/3 LS pada bagian lurus • 1/3 LS pada bagian Circle • Pada tikungan SS: • Superelevasi seluruhnya dilakukan pada bagian Spiral

More Related