1 / 31

IV. Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

IV. Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis. Teori:. prinsip-prinsip umum dari bidang keilmuan atau ajaran yg berlaku yg dpt dibuktikan dengan data empiris.  pandangan-pandangan empiris yg sudah disepakati secara umum karena merupakan hasil penyaringan fakta-fakta

zita
Download Presentation

IV. Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. IV. Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Teori: • prinsip-prinsip umum dari bidang keilmuan atau ajaran yg berlaku yg dpt dibuktikan dengan data empiris.  pandangan-pandangan empiris yg sudah disepakati secara umum karena merupakan hasil penyaringan fakta-fakta yg terjadi sebelumnya dan dapat digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa atau pun mengatasi suatu masalah.

  2. Teori menurut Wimmer & Dominick (1987): Seperangkat proposisi (pernyataan) yg berhubungan, yg menggambarkan suatu pemikiran sistematis terhadap fenomena melalui penentuan hubungan antar konsep. Suatu teori dpt terdiri dari: konsep-konsep, asumsi-asumsi, hipotesis, dan hubungan perilaku Proposisi : pernyataan yang membenarkan atau menolak suatu perkara. Asumsi : dasar/alasan yg mendasari argumentasi. Asumsi bisa cocok dengan realitas bisa juga tidak. Konsep : “pendapat ringkas” yang dibentuk melalui proses penyimpulan umum dari suatu peristiwa berdasarkan hasil observasi yang relevan.

  3. Teori lahir dari pemikiran empiris yg bersifat ilmiah, sehingga dapat memberikan jawaban atas persoalan serupa dlm lingkupannya sendiri. Ketidakmampuan teori menjelaskan fenomena mungkin karena pendekatannya tdk ilmiah atau teorinya tdk sesuai.  perlu mengetahui teori apa yg sebaiknya digunakan, sejauhmana keterandalannya serta dapatkah teori tersebut memberi jalan dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi.

  4. Dasar penilaian keterandalan suatu teori dpt menggunakan kriteria: 1. Apakah mampu menjelaskan fenomena serupa yg diteliti? 2. Apakah penjelasannya tegas, sederhana dan dpt dimengerti? Semakin baik suatu teori, maka teori tsb semakin mampu menjelaskan fenomena yg diamati. Teori yg baik cenderung banyak memberikan bantuan pemakainya, bukan sebaliknya.

  5. Fungsi Teori dlm Penelitian: 1. sumber menggali permasalahan atau merumuskan topik 2. mempermudah membuat hipotesis penelitian 3. memberikan kerangka kerja sehingga memperlancar pelaksanaan penelitian hingga ditemukan jawaban yg diinginkan.

  6. Kerangka Pemikiran Disusun relevan dgn identifiksi masalah. Dpt disajikan dlm bentuk flow-chart atau model, yg mengungkapkan: - rumusan masalah jelas & pemecahannya; - keterkaitan semua tujuan penelitian,  memudahkan penyusunan metode penelitian.

  7. Hipotesis Rumusan jawaban (kesimpulan) sementara mengenai permasalahan, berdasarkan landasan teori atau konsep dan hasil penelitian-penelitian terdahulu yang relevan.  akan dibuktikan dengan data empiris

  8. Hipotesis Berperan dalam: • Membantu membuat rancangan penelitian (research design) • Membantu memilih metode pengumpulan data • Mempermudah proses analisis, interpretasi, dan kesimpulan.

  9. V. Rancangan Penelitian Rancangan Penelitian (Research Design): kerangka kerja suatu studi, yg menjelaskan prosedur pengumpulan data & analisis informasi yang dibutuhkan.  master plan pelaksanaan penelitian. Proposal mencakup: - Sumber informasi, - Teknik rancangan (survei atau percobaan), - Bahan dan alat penelitian - Teknik sampling - Metode analisis - Jadwal dan biaya penelitian.

  10. Klasifikasi Sumber Data dan Rancangan Pengumpulan Datanya

  11. Sumber Data Data primer : dikumpulkan utk memenuhi kebutuhan penelitian yg sedang dihadapi. Data sekunder : berkaitan dgn data yg waktu dikumpulkannya bukan (tidak harus) utk memenuhi kebutuhan penelitian yg sdg dihadapi peneliti. Perbedaan prinsip terletak pd tujuan awal (original) waktu mengumpulkan data, tdk berkaitan dgn relatif pentingnya informasi, atau siapa yg mengumpulkan data. Aturan umum : gunakan data sekunder dulu sebelum menentukan pengumpulan data primer.

  12. Rancangan Penelitian (data primer) 1. Rancangan Survei 2. Rancangan Percobaan. • Ada juga yg mengkategorikan 4 macam: survei, percobaan, data sekunder, dan observasi. • Pengkategorian tergantung pd karakateristik yg digunakan utk mengelompokkannya. • Teknik rancangan yg dipilih tergantung pada: • Tujuan studi, • ketersediaan sumber data, • urgensi keputusan, • biaya pengumpulan data

  13. Jika menggunakan data primer, research design harus mencakup: 1. Definisi operasional dari konsep (variabel) yg diukur 2. Instrument pengukurannya 3. Teknik sampling-nya. Ketiga aspek perlu agar pelaksanaan studi: 1. relevan dgn permasalahan penelitian 2. menggunakan prosedur yg ekonomis.

  14. Rancangan Survei • Paling umum untuk mengumpulkan data primer. • Informasi dari contoh responden dikumpulkan. • Menggunakan Instrumen kuesioner atau wawancara. • Datanya sudah ada di lapang. • Menyusun kuesioner, daftar pertanyaan, merancang format • merupakan aspek penting dlm mengembangkan rancangan. Peneliti dpt memilih menghubungi responden dgn menggunakan telpon, surat, langsung tatap muka. Jika kontak langsung dgn responden dpt menggunakan wawancara.  Tugas peneliti memilih rancangan atau cara survei yg cocok utk mengumpulkan data yg dibutuhkan.

  15. Rancangan Percobaan • data belum ada di lapang, dibangkitkan via percobaan. • Efektif dlm mengkaji hubungan sebab-akibat • Memungkinkan mengubah nilai suatu variabel (faktor) namun mempertahankan nilai faktor lainnya, shg pengaruh faktor tsb dpt diketahui dgn jelas. • Memberikan dasar utk mengisolasi faktor penyebab karena faktor lainnya dibuat (dikendalikan) sama shg tdk berperan pengaruhnya. • Mengkaji pengaruh minimal satu variabel bebas (independent variable: variabel perlakuan atau eksperimental) thd satu atau lebih variabel tak bebas (dependent variables; respons atau outcome ).

  16. Karakteristik Experimental Research: 1. Minimal dua (sering lebih) kondisi atau 2 metode dibandingkan untuk menilai pengaruh dari perlakuan-perlakuan atau kondisi tertentu (independent variable). 2. variabel bebas tersebut dimanipulasi secara langsung oleh peneliti, untuk mengkaji pengaruhnya pada satu atau lebih respons/outcome (dependent variable). Dpt dikategorikan dlm 2 kelompok subjek: 1. experimental group: menerima perlakuan tertentu, misalnya menggunakan bahan baru. 2. control (comparison) group: tidak menerima perlakuan misalnya menggunakan bahan biasa. Atau kelompok pembanding yg menerima perlakuan berbeda. Control group digunakan untuk menentukan apakah perlakuan mempunyai pengaruh, atau suatu perlakuan lebih efektif dari yg lain.

  17. Variabel Bebas: 1. Dapat dimanipulasi, misal: suhu, tekanan. 2. Tidak dapat dimanipulasi, mis: jenis kelamin, etnis, umur, agama, lingkungan keluarga. Untuk memanipulasi variabel, peneliti harus menentukan SIAPA yang mendapat perlakuan tertentu, KAPAN, DIMANA, dan BAGAIMANA mendapatkannya. Contoh lain variabel bebas ?

  18. 3 Prinsip Dasar dlm perancangan percobaan (1) Ulangan utk dpt taksiran bagi error (kekeliruan), memperkecil standar deviasi rata-rata perlakuan. (2) Pengacakan utk dpt dugaan tak bias (3) Pengelompokkan (kontrol lingkungan): utk mengurangi error percobaan shg yakin menyimpulkan bahwa perbedaan respons diakibatkan karena perbedaan perlakuan Karakteristik Pengumpulan Data dengan Rancangan Percobaan

  19. Ilustrasi Perbandingan: “mengkaji apakah ada perbedaan efektivitas antara dua jenis pengobatan A dan B “ Dgn Metode Percobaan, pasien-pasien yg memenuhi syarat dikelompokkan menjadi 2 grup, dgn prosedur pengacakan shg masing-masing pasien mendapat kesempatan yg sama utk menerima salah satu jenis pengobatan. Selanjutnya diusahakan agar supaya lingkungan maupun perawatan yg diterima mereka relatif seragam. Apabila kemudian ditemukan ada perbedaan waktu kesembuhannya, dgn analisis yg sesuai, maka terdapat alasan utk menyimpulkan kesembuhannya dipengaruhi cara pengobatan. Dgn Metode Survey, kita hanya mengamati sejumlah pasien yg diberi atau mengakui menerima pengobatan jenis tertentu tanpa usaha-usaha pengawasan selanjutnya. Seandainya terdapat perbedaan dlm waktu kesembuhannya, agak sulit untuk menyimpulkan apakah hal ini benar-benar disebabkan oleh perbedaan jenis pengobatan, karena mungkin banyak faktor lain yg ikut berperan dlm proses penyembuhan tetapi dlm metode ini tdk diperhatikan dgn baik.

  20. Perbedaan Karakteristik Survei Percobaan • Pasif. Peneliti hanya menentukan faktor yg diamati dan memeriksa ketelitiannya. • Perubahan yg terjadi pd respons, sulit diketahui penyebabnya krn mungkin disebabkan oleh faktor yg tidak diamati atau bahkan sebenarnya belum diketahui oleh penelitinya sehingga tidak kuat untuk menerangkan hubungan sebab-akibat. • Telaahannya biasanya bersifat enumeratif, utk menduga nilai agregat dari populasi. • Walaupun relatif lemah dlm pengendalian keberagaman tapi cukup kuat dlm representasi krn umumnya didasarkan pd kondisi alami dari masalah yg dihadapi. • Usaha-usaha utk membandingkan berbagai karakteristik dpt diperbaiki dgn pembuatan klasifikasi menurut kelas-kelas variabel tertentu sehingga secara buatan diciptakan keseragaman lingkungan dari variabelyg bersangkutan. Utk melakukan analisis seperti ini dibutuhkan volume data yg besar, baik dlm jumlah unit amatan maupun banyaknya variabel. • Aktif. Peneliti memiliki keleluasaan utk melakukan pengawasan thd sumber-sumber keragaman data. • Dpt menciptakan jenis perlakuan yg diinginkan dan kemudian mengamati perubahan-perubahan yg terjadi pada responnya. • Telaahannya bersifat analitik, yg bertujuan utk menjelaskan hubungan sebab akibat antar berbagai faktor.

  21. Pemilihan Research Design tgt tujuan atau fokus penelitian: 1. Exploratory Research : penekanannya pada penemuan gagasan (ideas) dan wawasan (insights). Beberapa pendekatan atau rancangan: – Literature Search – Experience Survey – Focus Group Discussion. – Analysis of Selected Cases. 2. Descriptive Research : biasanya menentukan suatu besaran sesuatu atau frekuensi dari suatu kejadian. Beberapa pendekatan dalam descriptive research: - Longitudinal (time series) studies - Cross-sectional studies 3. Causal Research : Berkaitan dengan penentuan hubungan sebab akibat. Pendekatan dalam causal research adalah experimental design; baik dengan laboratory experiment atau dengan field experiment

  22. Data, Instrumen dan Hasil Pengukuran Pengertian dan Kegunaan Data • Kegiatan penelitian utk mengumpulkan informasi yg relevan guna mengetahui, memecahkan masalah, atau mengembangkan ilmu pengetahuan • Informasi yang sudah diskalakan disebut data. • Data (angka): nilai-nilai dari satu atau beberapa variabel yg dicatat dari suatu kelompok unit pengamatan. • Unit pengamatan dpt berupa objek, individu atau kelompok individu spt: sekolah, perusahaan, desa. • Misal dari sekolah dapat diukur (dikumpulkan) data, spt: jumlah murid, jumlah kelas, jumlah guru.

  23. Klasifikasi Data menurut 1. Cara memperolehnya, yaitu: a) Data primer yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri baik perorangan atau suatu organisasi, misalnya Bada Pusat Statistik mengumpulkan data harga bahan farmasi langsung mendatangi pasar, atau PT Kalbe ingin mengetahui penggunaan obatnya langsung menghubungi masyarakat. b) Data sekunder yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi atau dalam file digital. Misalnya peneliti ingn mendapatkan data penduduk, pendapatan nasional, indeks harga konsumen serta data statistik lainnya dari Badan Pusat Statistik. Jika menggunakan data sekunder, peneliti harus mengkaji apakah relevan dengan masalah penelitian. Definisi konsep yang diukur apakah konsisten dari tahun ke tahun.

  24. 2. Sumbernya yang mengacu suatu organisasi, yaitu: a) Data internal yang dikumpulkan dari dalam organisasi yang terkait dalam penelitian. Misalnya, PT kalbe ingin mengetahui data jumlah karyawannya, produksinya, jumlah penjualannya, dan keuntungannya. b) Data eksternal yang dapat dikumpulkan dari luar organisasi yang terkait dalam penelitian. Misalnya PT Kalbe ingin mengetahui daya beli masyarakat yang diperkirakan mempengaruhi total penjualannya.

  25. 3. Periode atau waktu pengumpulannya, yaitu: a) Data cross sectionyang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang menggambarkan keadaan pada waktu tersebut. Analisis data ini bersifat statis karena tidak mengkaji perubahan-perubahan yang terjadi akibat perubahan waktu. b) Data berkala (time series data) yang dikumpulkan secara berkala untuk melihat perkembangannya dari waktu ke waktu. Misalnya ingin melihat perkembangan harga saham, harga 9 macam bahan pokok, atau perkembangan ekspor dan impor Indonesia.

  26. 4. Sifatnya, yaitu: a) Data kualitatif yang tidak berbentuk angka. Misalnya, preferensi konsumen, kepuasan konsumen, rumah tangga miskin, kestabilan harga, motivasi, dan lain-lain. Sebelum dianalisis, data kualitatif ini harus diskalakan dulu misalnya dalam skala nominal atau ordinal. b) Data kuantitatif yang berupa angka hasil pengukuran atau penghitungan (counting), misalnya produksi padi (ton), gaji karyawan (Rp), harga komputer (Rp), atau jumlah karyawan (orang). Data kuantitatif ini dapat diklasifikasikan juga dalam data diskrit (hasil hitungan) dan data kontinu (hasil pengukuran). 5. Skala Pengukuran: skala nominal, ordinal, interval dan rasio  menentukan metode analisis yg dapat digunakan

  27. Proses Pengukuran Data • Data dari hasil pengukuran dgn alat (cara) tertentu, pemberian skor atau nilai-nilai dari unit pengamatan • Prosesnya sgt penting karena keabsahan kesimpulan tgt validitas dan reliabilitas datanya. 1. Konsep yg diukur harus jelas; 2. Alat ukur (instrument) harus sesuai (alat ukur tertentu,wawancara, kuesioner atau observasi) utk mengukur konsep. 3. Hasil pengukuran "dikuantifikasikan" atau diungkapkan dlm bentuk bilangan yg mempunyai suatu skala pengukuran tertentu.  menentukan metode analisis statistika yg paling cocok • Aspek penting lainnya: memahami beberapa teknik sampling shg pengukuran dilakukan dengan mudah dan cepat.

  28. Aspek (Proses) penting dlm pengumpulan data Keterkaitan antara Konsep, Instrumen & Skala Pengukuran

  29. Teknik (Metode) Pengumpulan Data Primer Survey Percobaan Instrumen Pengumpulan Data Kuesioner Wawancara Observasi Alat Ukur Pemilihan instrumen tgt: 1. Sifat data yang ingin dikumpulkan 2. Jumlah/kualitas data 3. Metode penelitian yang digunakan

  30. Instrumen Pengukuran • Berbeda dengan penelitian di laboratorium yang sudah jelas alat ukur bagi setiap variabel yang akan diukur (misal: berat pakai neraca, panjang pakai jangka sorong dll), tapi dlm penelitian sosial, proses pengoperasionalan (mengembangkan instrumen untuk mengukur) konsep abstrak seperti prasangka, kinerja, kecerdasan, dan status merupakan masalah tersulit. • Instrumen pengumpul data yg tidak sahih dan tidak terandalkan mengakibatkan proses analisis statistika terhadap data tidak bermakna, "garbage in garbage out. • Cara pengamatan diukur  menentukan jenis metode analisis statistika yg dpt diterapkan.

  31. Cara Membandingkan Objek Pengamatan menurut Skala Pengukuran Variabel

More Related